EPISODE · Feb 5, 2026 · 5 MIN
002 Menyebut Nama Diri “Watashi no namae wa〜” untuk Pemula (Free Transcript)
from Bahasa Jepang bersama Aiko|Belajar Bahasa dan Budaya Jepang · host Aiko
Full transcript ada di bawah⬇︎Komentar dan tema request sangat welcome 😊Silakan tulis di kolom komentar atau kirim DM Instagram.👉https://instagram.com/koni_bali/Jika kalian menikmati podcast ini, jangan lupa follow podcast dan Instagram saya.Podcast ini juga bisa terus berjalan berkat dukungan kalian melalui Patreon.👉https://www.patreon.com/cw/whywhynihongo【Full transcript (Skrip ini ditampilkan sampai tengah karena batas jumlah karakter)】Di episode ini, kita belajar cara menyebut nama diri dalam bahasa Jepang.Kalimat 「Watashi no namae wa 〜 desu」 benar,tetapi dalam percakapan nyata, bentuk yang lebih pendek sering digunakan. Podcast ini cocok untuk pemula total.Penjelasan disampaikan dengan bahasa Indonesia yang sederhana.【Full transcript (Skrip ini ditampilkan sampai tengah karena batas jumlah karakter)】Halo teman-teman. Selamat kembali lagi di podcast Belajar Bahasa Jepang bersama Aiko. Saya orang Jepang dan guru bahasa Jepang yang tinggal di Indonesia.Di episode kali ini kita lanjut dari episode sebelumnya tentang hajimemashite dan kita akan bahas lebih dalam cara menyebut nama saat perkenalan dalam bahasa Jepang. Ini topik yang kelihatannya simple tapi sebenarnya sangat penting karena berkaitan dengan sopan santun dan jarak antar orang.Kalimat di buku dan percakapan nyataKalau kalian belajar bahasa Jepang dari buku pasti sering melihat kalimat seperti ini:Watashi no namae wa Aiko desu.Kalimat ini benar secara tata bahasa. Tidak salah sama sekali. Tapi dalam percakapan yang sebenarnya orang Jepang jarang berbicara sepanjang itu. Biasanya cukup bilang:Aiko desu.Pendek tapi jelas. Kenapa bisa begitu? Karena konteksnya sudah jelas. Biasanya kita sudah bilang hajimemashite dulu. Jadi lawan bicara sudah tahu “oh nama ini pasti nama orang ini yang baru saya temui”. Karena itu tidak perlu bilang watashi no namae wa lagi.Pendek tapi tetap sopanMungkin kalian bertanya “pendek begini apa tidak kasar?” Jawabannya tidak. Hajimemashite sudah kalimat sopan dan Aiko desu juga sopan karena ada akhiran sopan desu. Jadi kalau digabung:Hajimemashite. Aiko desu.Ini terdengar alami dan cukup sopan.Nama keluarga dan nama depan ini pentingSekarang kita masuk ke bagian yang sangat penting secara budaya. Kalau orang Jepang bertemu orang Jepang untuk pertama kali biasanya mereka tidak menyebut nama depan. Mereka menyebut nama keluarga atau myōji. Contohnya:Hajimemashite. Tanaka desu.Kalau saya bilang nama depan Hajimemashite. Aiko desu kepada orang Jepang yang baru saya temui di Jepang itu terdengar aneh dan kurang sopan. Kesan yang muncul seperti “kok langsung dekat sekali” atau “terlalu santai”. Bagi orang Jepang menyebut nama depan berarti jaraknya sudah dekat.Lalu bagaimana dengan orang asingNah di sini bagian pentingnya untuk kalian. Di Jepang ada pemahaman umum bahwa nama orang asing biasanya pakai nama depan. Jadi kalau kalian orang Indonesia dan kalian bilang:Hajimemashite. Deni desu.Hajimemashite. Fanie desu.Itu tidak masalah. Itu normal dan terdengar sopan. Orang Jepang tidak mengharapkan kalian menyebut nama keluarga. Jadi sebagai pelajar bahasa Jepang kalian boleh dan aman menyebut nama depan.Tapi ini tetap perlu diingatWalaupun begitu kalian lebih baik ingat. Orang Jepang dengan orang Jepang saat perkenalan pertama biasanya menyebut nama keluarga bukan nama depan. Kalian tidak perlu meniru ini tapi penting untuk tahu aturannya.Bagaimana dengan orang Jepang di luar negeriMenariknya kalau orang Jepang bertemu orang Jepang di luar negeri mereka sering menyebut nama depan. Kenapa? Karena mereka sudah terbiasa dengan budaya luar negeri di mana orang saling memanggil dengan nama. Jadi aturannya bisa berubah tergantung tempat dan situasi. Ini contoh bagus bahwa bahasa selalu berkaitan dengan budaya dan kebiasaan.
What this episode covers
Full transcript ada di bawah⬇︎Komentar dan tema request sangat welcome 😊Silakan tulis di kolom komentar atau kirim DM Instagram.👉https://instagram.com/koni_bali/Jika kalian menikmati podcast ini, jangan lupa follow podcast dan Instagram saya.Podcast ini juga bisa terus berjalan berkat dukungan kalian melalui Patreon.👉https://www.patreon.com/cw/whywhynihongo【Full transcript (Skrip ini ditampilkan sampai tengah karena batas jumlah karakter)】Di episode ini, kita belajar cara menyebut nama diri dalam bahasa Jepang.Kalimat 「Watashi no namae wa 〜 desu」 benar,tetapi dalam percakapan nyata, bentuk yang lebih pendek sering digunakan. Podcast ini cocok untuk pemula total.Penjelasan disampaikan dengan bahasa Indonesia yang sederhana.【Full transcript (Skrip ini ditampilkan sampai tengah karena batas jumlah karakter)】Halo teman-teman. Selamat kembali lagi di podcast Belajar Bahasa Jepang bersama Aiko. Saya orang Jepang dan guru bahasa Jepang yang tinggal di Indonesia.Di episode kali ini kita lanjut dari episode sebelumnya tentang hajimemashite dan kita akan bahas lebih dalam cara menyebut nama saat perkenalan dalam bahasa Jepang. Ini topik yang kelihatannya simple tapi sebenarnya sangat penting karena berkaitan dengan sopan santun dan jarak antar orang.Kalimat di buku dan percakapan nyataKalau kalian belajar bahasa Jepang dari buku pasti sering melihat kalimat seperti ini:Watashi no namae wa Aiko desu.Kalimat ini benar secara tata bahasa. Tidak salah sama sekali. Tapi dalam percakapan yang sebenarnya orang Jepang jarang berbicara sepanjang itu. Biasanya cukup bilang:Aiko desu.Pendek tapi jelas. Kenapa bisa begitu? Karena konteksnya sudah jelas. Biasanya kita sudah bilang hajimemashite dulu. Jadi lawan bicara sudah tahu “oh nama ini pasti nama orang ini yang baru saya temui”. Karena itu tidak perlu bilang watashi no namae wa lagi.Pendek tapi tetap sopanMungkin kalian bertanya “pendek begini apa tidak kasar?” Jawabannya tidak. Hajimemashite sudah kalimat sopan dan Aiko desu juga sopan karena ada akhiran sopan desu. Jadi kalau digabung:Hajimemashite. Aiko desu.Ini terdengar alami dan cukup sopan.Nama keluarga dan nama depan ini pentingSekarang kita masuk ke bagian yang sangat penting secara budaya. Kalau orang Jepang bertemu orang Jepang untuk pertama kali biasanya mereka tidak menyebut nama depan. Mereka menyebut nama keluarga atau myōji. Contohnya:Hajimemashite. Tanaka desu.Kalau saya bilang nama depan Hajimemashite. Aiko desu kepada orang Jepang yang baru saya temui di Jepang itu terdengar aneh dan kurang sopan. Kesan yang muncul seperti “kok langsung dekat sekali” atau “terlalu santai”. Bagi orang Jepang menyebut nama depan berarti jaraknya sudah dekat.Lalu bagaimana dengan orang asingNah di sini bagian pentingnya untuk kalian. Di Jepang ada pemahaman umum bahwa nama orang asing biasanya pakai nama depan. Jadi kalau kalian orang Indonesia dan kalian bilang:Hajimemashite. Deni desu.Hajimemashite. Fanie desu.Itu tidak masalah. Itu normal dan terdengar sopan. Orang Jepang tidak mengharapkan kalian menyebut nama keluarga. Jadi sebagai pelajar bahasa Jepang kalian boleh dan aman menyebut nama depan.Tapi ini tetap perlu diingatWalaupun begitu kalian lebih baik ingat. Orang Jepang dengan orang Jepang saat perkenalan pertama biasanya menyebut nama keluarga bukan nama depan. Kalian tidak perlu meniru ini tapi penting untuk tahu aturannya.Bagaimana dengan orang Jepang di luar negeriMenariknya kalau orang Jepang bertemu orang Jepang di luar negeri mereka sering menyebut nama depan. Kenapa? Karena mereka sudah terbiasa dengan budaya luar negeri di mana orang saling memanggil dengan nama. Jadi aturannya bisa berubah tergantung tempat dan situasi. Ini contoh bagus bahwa bahasa selalu berkaitan dengan budaya dan kebiasaan.
NOW PLAYING
002 Menyebut Nama Diri “Watashi no namae wa〜” untuk Pemula (Free Transcript)
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Apr 12, 2025 ·5m
Feb 12, 2025 ·51m
Feb 5, 2025 ·51m
Jan 29, 2025 ·51m
Jan 23, 2025 ·51m
Jan 8, 2025 ·51m