11NP2023_T.g. Ahmad Rafiq Ph.d-Aswaja, Wahabisme & Modernitas episode artwork

EPISODE · Oct 14, 2023 · 2H 34M

11NP2023_T.g. Ahmad Rafiq Ph.d-Aswaja, Wahabisme & Modernitas

from Pesantren Kaliopak · host Pondok Budaya Pesantren Kaliopak

Kini menyongsong abad kedua, NU menghadapi tantangan di dalam mengusung sekaligus mendialogkan Aswaja ke dalam kehidupan kontemporer.Peralihan kekuasaan sejak dekolonisasi terhadap penjajahan Belanda, Revolusi Kemerdekaan (1945 -1949), Demokrasi Terpimpin, Prahara 1965-66, disusul kelahiran Orde Baru sampai Reformasi, hingga kini telah 25 tahun; Nahdlatul Ulama terbukti eksis bergumul mengiringi Indonesia, dalam mengusung landasan harmoni kehidupan beragam(a), demi tatanan negara-bangsa.Jelang masa kiwari ini, menjadi penting untuk menelaah, bagaimanakah NU merancang sekaligus memijakkan diri di dalam peralihan trayektori, khususnya di era transisi kebudayaan digital yang ditopang oleh kemaharajaan AI (artificial intelligence), kewargaan netizen dan dunia metaverse ini?Penting dicatat, bahwa pasa masa berdirinya NU, khususnya melalui kehadiran komite Hijaz, berkembanglah upaya mendaulatkan ahlusunnah wal jama’ah, berbasis pada empat imam mazhab, maupun dua pijakan rumusan Aqidah dari al-Asy’ari lalu al-Maturidi.Hal tersebut berkaitan pula dengan keberpihakan terhadap kebutuhan menjaga hak bermadzhab dalam fikih hingga menjaga situs-situs yang diwariskan, seperti makam Rasulullah, dan seterusnya. Dalam hal inilah NU hadir sebagai kanal aswaja yang berhadapan dengan paham wahabi, yang berkembang menjadi penguasa Kawasan tanah suci.Kala itu perkembangan modernisme melalui kolonialisme, merangsek ke seluruh wilayah jajahan termasuk Indonesia. NU pun lahir sebagai salah satu organisasi modern yang merawat tradisi aswaja/sunni, sembari berdialog secara kreatif dengan perkembang moda kehidupan modern abad 20 kala itu.Lantas, menimbang fenomena Indonesia kini dan nanti, aswaja/sunni didesak menciptakan relevansi tata kemanusiaan. Sehingga melahirkan 'subjek aswaja' yang fleksibel mendialogkan secara kreatif terhadap gejala-gejala zaman ini.Berpijak dari kompleksitas dan kebutuhan tersebut, Pesantren Kaliopak sebagai pondok pesantren yang memfokuskan pada kegiatan amaliyah dan fikriyah kebudayaan, khususnya selaku G.E.L.A.S (Gallery, Education, Library, Archives, and, Social) sengaja mengundang anda semua dalam; ...

Kini menyongsong abad kedua, NU menghadapi tantangan di dalam mengusung sekaligus mendialogkan Aswaja ke dalam kehidupan kontemporer.Peralihan kekuasaan sejak dekolonisasi terhadap penjajahan Belanda, Revolusi Kemerdekaan (1945 -1949), Demokrasi Terpimpin, Prahara 1965-66, disusul kelahiran Orde Baru sampai Reformasi, hingga kini telah 25 tahun; Nahdlatul Ulama terbukti eksis bergumul mengiringi Indonesia, dalam mengusung landasan harmoni kehidupan beragam(a), demi tatanan negara-bangsa.Jelang masa kiwari ini, menjadi penting untuk menelaah, bagaimanakah NU merancang sekaligus memijakkan diri di dalam peralihan trayektori, khususnya di era transisi kebudayaan digital yang ditopang oleh kemaharajaan AI (artificial intelligence), kewargaan netizen dan dunia metaverse ini?Penting dicatat, bahwa pasa masa berdirinya NU, khususnya melalui kehadiran komite Hijaz, berkembanglah upaya mendaulatkan ahlusunnah wal jama’ah, berbasis pada empat imam mazhab, maupun dua pijakan rumusan Aqidah dari al-Asy’ari lalu al-Maturidi.Hal tersebut berkaitan pula dengan keberpihakan terhadap kebutuhan menjaga hak bermadzhab dalam fikih hingga menjaga situs-situs yang diwariskan, seperti makam Rasulullah, dan seterusnya. Dalam hal inilah NU hadir sebagai kanal aswaja yang berhadapan dengan paham wahabi, yang berkembang menjadi penguasa Kawasan tanah suci.Kala itu perkembangan modernisme melalui kolonialisme, merangsek ke seluruh wilayah jajahan termasuk Indonesia. NU pun lahir sebagai salah satu organisasi modern yang merawat tradisi aswaja/sunni, sembari berdialog secara kreatif dengan perkembang moda kehidupan modern abad 20 kala itu.Lantas, menimbang fenomena Indonesia kini dan nanti, aswaja/sunni didesak menciptakan relevansi tata kemanusiaan. Sehingga melahirkan 'subjek aswaja' yang fleksibel mendialogkan secara kreatif terhadap gejala-gejala zaman ini.Berpijak dari kompleksitas dan kebutuhan tersebut, Pesantren Kaliopak sebagai pondok pesantren yang memfokuskan pada kegiatan amaliyah dan fikriyah kebudayaan, khususnya selaku G.E.L.A.S (Gallery, Education, Library, Archives, and, Social) sengaja mengundang anda semua dalam; ...

NOW PLAYING

11NP2023_T.g. Ahmad Rafiq Ph.d-Aswaja, Wahabisme & Modernitas

0:00 2:34:27

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Pesantren Kaliopak?

This episode is 2 hours and 34 minutes long.

When was this Pesantren Kaliopak episode published?

This episode was published on October 14, 2023.

What is this episode about?

Kini menyongsong abad kedua, NU menghadapi tantangan di dalam mengusung sekaligus mendialogkan Aswaja ke dalam kehidupan kontemporer.Peralihan kekuasaan sejak dekolonisasi terhadap penjajahan Belanda, Revolusi Kemerdekaan (1945 -1949), Demokrasi...

Can I download this Pesantren Kaliopak episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!