#39 Membangun Kesetaraan Ras (Black Lives Matter) episode artwork

EPISODE · Jun 12, 2020 · 11 MIN

#39 Membangun Kesetaraan Ras (Black Lives Matter)

from Catatan Andri PDN · host Andri PDN

Tagar #BLackLivesMatter secara khusus, memperjuangkan kasus George Floyd di AS, tapi secara umum, mengajak orang untuk berhenti menjadi rasis. Korban rasisme tidak hanya orang kulit hitam, tapi kulit berwarna lainnya dan etnis minoritas. Di Indonesia, banyak influencers yang mengaitkannya dengan orang Papua, yang sering dianaktirikan dalam kerangka NKRI. Papua masih belum diperlakukan setara secara pembangunan dan kebudayaan di NKRI.  Ada apa dengan warna kulit? Kenapa harus mendiskreditkan orang dengan warna kulit? Ras dan etnis adalah bawaan lahir, bukan keputusan pribadi. Sangat tidak manusiawi kalau kita merendahkan orang karena dia terlahir seperti itu. Dengan ras tertentu, dengan etnis tertentu.  Lagipula, kenapa harus merendahkan orang lain, apalagi ras lain? Semua orang punya kelebihan di bidangnya masing-masing. Peringkat, positif-negatif, sebaiknya ditentukan berdasarkan apa yang kita lakukan semasa kita hidup. Biar fair. Bukan karena bawaan lahir.  Faktor paling nyata untuk menentukan rendah-tingginya seseorang, adalah kepemilikan uang, untuk konteks peradaban saat ini. Menentukan tinggi-rendahnya seseorang berdasarkan uang, bukan warna kulit, masih lebih fair. Itupun kurang manusiawi. Misalnya, ketika menghina orang miskin.  Kita tidak harus merendahkan orang lain untuk menjadi tinggi. Caranya? Dengan berkontribusi pada lingkaran sosial kita, pada masyarakat kita. Kita otomatis dihargai kalau kontribusi kita nyata.  Dalam gelombang protes kasus FLoyd, yang menetang rasisme secara umum, sejarah turut dipertanyakan. Di Inggris, patung-patung simbol kejayaan kolonialisme, yang sarat akan rasisme, ditumbangkan. Kejayaan sejarah yang dianggap tidak manusiawi, ditumbangkan. Ini peringatan keras dari warga dunia, untuk mengarahkan perkembangan dunia, menuju kesetaraan ras.  Medsos Lain: Instagram/Twitter: @ngomonginnasib

Tagar #BLackLivesMatter secara khusus, memperjuangkan kasus George Floyd di AS, tapi secara umum, mengajak orang untuk berhenti menjadi rasis. Korban rasisme tidak hanya orang kulit hitam, tapi kulit berwarna lainnya dan etnis minoritas. Di Indonesia, banyak influencers yang mengaitkannya dengan orang Papua, yang sering dianaktirikan dalam kerangka NKRI. Papua masih belum diperlakukan setara secara pembangunan dan kebudayaan di NKRI.  Ada apa dengan warna kulit? Kenapa harus mendiskreditkan orang dengan warna kulit? Ras dan etnis adalah bawaan lahir, bukan keputusan pribadi. Sangat tidak manusiawi kalau kita merendahkan orang karena dia terlahir seperti itu. Dengan ras tertentu, dengan etnis tertentu.  Lagipula, kenapa harus merendahkan orang lain, apalagi ras lain? Semua orang punya kelebihan di bidangnya masing-masing. Peringkat, positif-negatif, sebaiknya ditentukan berdasarkan apa yang kita lakukan semasa kita hidup. Biar fair. Bukan karena bawaan lahir.  Faktor paling nyata untuk menentukan rendah-tingginya seseorang, adalah kepemilikan uang, untuk konteks peradaban saat ini. Menentukan tinggi-rendahnya seseorang berdasarkan uang, bukan warna kulit, masih lebih fair. Itupun kurang manusiawi. Misalnya, ketika menghina orang miskin.  Kita tidak harus merendahkan orang lain untuk menjadi tinggi. Caranya? Dengan berkontribusi pada lingkaran sosial kita, pada masyarakat kita. Kita otomatis dihargai kalau kontribusi kita nyata.  Dalam gelombang protes kasus FLoyd, yang menetang rasisme secara umum, sejarah turut dipertanyakan. Di Inggris, patung-patung simbol kejayaan kolonialisme, yang sarat akan rasisme, ditumbangkan. Kejayaan sejarah yang dianggap tidak manusiawi, ditumbangkan. Ini peringatan keras dari warga dunia, untuk mengarahkan perkembangan dunia, menuju kesetaraan ras.  Medsos Lain: Instagram/Twitter: @ngomonginnasib

NOW PLAYING

#39 Membangun Kesetaraan Ras (Black Lives Matter)

0:00 11:02

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Catatan Andri PDN?

This episode is 11 minutes long.

When was this Catatan Andri PDN episode published?

This episode was published on June 12, 2020.

What is this episode about?

Tagar #BLackLivesMatter secara khusus, memperjuangkan kasus George Floyd di AS, tapi secara umum, mengajak orang untuk berhenti menjadi rasis. Korban rasisme tidak hanya orang kulit hitam, tapi kulit berwarna lainnya dan etnis minoritas. Di...

Can I download this Catatan Andri PDN episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!