EPISODE · Feb 16, 2026 · 18 MIN
Adventure Interrupted: A Lesson in Friendship at Borobudur
from FluentFiction - Indonesian · host FluentFiction.org
Fluent Fiction - Indonesian: Adventure Interrupted: A Lesson in Friendship at Borobudur Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-02-16-23-34-02-id Story Transcript:Id: Langit di atas Candi Borobudur tampak gelap.En: The sky above Candi Borobudur looked dark.Id: Awan mulai menggantung rendah, pertanda hujan akan turun.En: Clouds began to hang low, a sign that rain would soon fall.Id: Dewi berdiri di sana dengan Rahmat, temannya yang setia.En: Dewi stood there with Rahmat, her faithful friend.Id: Mereka terpesona dengan keajaiban candi kuno itu.En: They were captivated by the wonder of the ancient temple.Id: Ukiran-ukiran batu yang rumit bercerita tentang kisah-kisah zaman dahulu.En: The intricate stone carvings told stories of old times.Id: Di sekelilingnya ada pepohonan hijau yang lebat, tampak lebih segar dan bersinar di bawah sinar hujan yang turun.En: Surrounding them were dense green trees, appearing fresher and shining beneath the falling rain.Id: Dewi, wanita yang selalu ingin tahu dan suka berpetualang, tak mau melewatkan setiap sudut candi megah ini.En: Dewi, a woman who is always curious and loves adventure, didn't want to miss every corner of the magnificent temple.Id: Namun, tiba-tiba, Dewi mulai merasa aneh.En: However, suddenly, Dewi started to feel strange.Id: Hidungnya gatal dan napasnya tersengal-sengal.En: Her nose was itching and her breath was short.Id: Mata Rahmat tertuju pada Dewi, merasa khawatir.En: Rahmat's eyes turned to Dewi, feeling worried.Id: “Kau baik-baik saja?En: "Are you alright?"Id: ” tanya Rahmat, suaranya tenang namun penuh perhatian.En: asked Rahmat, his voice calm yet full of concern.Id: Dewi mengangguk, walau dalam hati dia tahu gejala alerginya mulai kambuh.En: Dewi nodded, although in her heart she knew her allergy symptoms were starting to flare up.Id: Rahmat, yang selalu berjaga-jaga, segera mencari sesuatu di dalam tas ranselnya.En: Rahmat, ever vigilant, immediately searched for something in his backpack.Id: Dia tahu betul sahabatnya itu sering mengalami alergi, dan di musim hujan seperti ini, situasinya bisa lebih buruk.En: He knew well that his friend often suffered from allergies, and in the rainy season like this, the situation could be worse.Id: “Dewi, kita perlu mencari bantuan sekarang.En: "Dewi, we need to seek help now.Id: Aku tahu kau ingin selesai menjelajah, tapi kesehatanmu lebih penting,” kata Rahmat tegas.En: I know you want to finish exploring, but your health is more important," said Rahmat firmly.Id: Namun, kepala Dewi berbisik lain.En: However, Dewi's head whispered otherwise.Id: Ia ingin melihat lebih banyak, merasakan setiap sudut sejarah.En: She wanted to see more, to feel every corner of history.Id: Kakinya melangkah maju, menantang hujan yang makin deras.En: Her feet stepped forward, challenging the increasingly heavy rain.Id: Sampai tiba-tiba, langkahnya goyah—kesadarannya makin menipis.En: Then suddenly, her steps wobbled—her consciousness waning.Id: Rahmat menggenggam tangannya dengan erat, rasa khawatir makin menjadi-jadi.En: Rahmat held her hand tightly, his concern growing stronger.Id: Dengan cepat, Rahmat memandang sekeliling dan melihat papan penunjuk ke pos pertolongan pertama.En: Quickly, Rahmat looked around and saw a sign pointing to the first aid post.Id: Dia memapah Dewi menuju ke sana, berusaha menenangkan temannya sambil memacu langkah.En: He supported Dewi towards it, trying to calm his friend while quickening his pace.Id: Air hujan membasahi tanah dan batu, membuat setiap gundukan licin.En: The rain soaked the ground and stones, making every bump slippery.Id: Tapi Rahmat tak mau menyerah.En: But Rahmat refused to give up.Id: Sampai akhirnya mereka mencapai pos itu, tepat ketika Dewi hampir tumbang.En: Finally, they reached the post, just as Dewi almost collapsed.Id: Petugas medis langsung memberi penanganan.En: The medical staff immediately provided treatment.Id: Perlahan, kondisi Dewi mulai membaik.En: Slowly, Dewi's condition began to improve.Id: Rahmat duduk di samping Dewi, mengusap lembut punggungnya.En: Rahmat sat beside Dewi, gently rubbing her back.Id: “Terima kasih,” kata Dewi dengan suara parau, “Aku tahu kau bilang begitu untuk kebaikanku.En: "Thank you," Dewi said with a hoarse voice, "I know you said that for my good."Id: ”Rahmat tersenyum, “Kali ini biarkan petualangan kita selesai dengan aman dahulu, Dewi.En: Rahmat smiled, "This time, let our adventure end safely first, Dewi.Id: Ada banyak waktu lain untuk menjelajah.En: There is plenty of time to explore later."Id: ”Sambil menanti hujan reda, Dewi berpikir tentang pentingnya kesehatan.En: While waiting for the rain to subside, Dewi thought about the importance of health.Id: Petualangan bisa menunggu, pikirnya.En: Adventure can wait, she thought.Id: Melihat sahabatnya yang selalu siap untuk membantu, ia merasa bersyukur.En: Seeing her friend always ready to help, she felt grateful.Id: Borobudur tetap berdiri megah, siap menanti mereka di lain kesempatan.En: Borobudur still stood grandly, ready to welcome them another time.Id: Kini, Dewi merasakan kedamaian baru.En: Now, Dewi felt a new peace.Id: Bukan hanya dari keindahan candi, tetapi dari pelajaran berharga yang ia dapatkan bersama sahabat sejatinya, Rahmat.En: Not just from the beauty of the temple, but from the valuable lesson she learned with her true friend, Rahmat. Vocabulary Words:dark: gelapsign: pertandacaptivated: terpesonaintricate: rumitdense: lebatcurious: ingin tahuadventure: berpetualangmiss: melewatkanmagnificent: megahitching: gatalsymptoms: gejalavigilant: berjaga-jagaflares up: kambuhexploring: menjelajahhealth: kesehatanwobble: goyahconsciousness: kesadaranwaning: menipissupported: memapahsoaked: membasahicollapsed: tumbangtreatment: penangananhoarse: parauplenty: banyaksubside: redagrateful: bersyukurpeace: kedamaianvaluable: berhargalesson: pelajaranwelcoming: menanti
Embed this episode
What this episode covers
Fluent Fiction - Indonesian : Adventure Interrupted: A Lesson in Friendship at Borobudur Find the full episode transcript, vocabulary words, and more: fluentfiction.com/id/episode/2026-02-16-23-34-02-id Story Transcript: Id: Langit di atas Candi Borobudur tampak gelap. En: The sky above Candi Borobudur looked dark. Id: Awan mulai menggantung rendah, pertanda hujan akan turun. En: Clouds began to hang low, a sign that rain would soon fall. Id: Dewi berdiri di sana dengan Rahmat, temannya yang setia. En: Dewi stood there with Rahmat, her faithful friend. Id: Mereka terpesona dengan keajaiban candi kuno itu. En: They were captivated by the wonder of the ancient temple. Id: Ukiran-ukiran batu yang rumit bercerita tentang kisah-kisah zaman dahulu. En: The intricate stone carvings told stories of old times. Id: Di sekelilingnya ada pepohonan hijau yang lebat, tampak lebih segar dan bersinar di bawah sinar hujan yang turun. En: Surrounding them were dense green trees, appearing fresher and shining beneath the falling rain. Id: Dewi, wanita yang selalu ingin tahu dan suka berpetualang, tak mau melewatkan setiap sudut candi megah ini. En: Dewi, a woman who is always curious and loves adventure, didn't want to miss every corner of the magnificent temple. Id: Namun, tiba-tiba, Dewi mulai merasa aneh. En: However, suddenly, Dewi started to feel strange. Id: Hidungnya gatal dan napasnya tersengal-sengal. En: Her nose was itching and her breath was short. Id: Mata Rahmat tertuju pada Dewi, merasa khawatir. En: Rahmat's eyes turned to Dewi, feeling worried. Id: “Kau baik-baik saja? En: "Are you alright?" Id: ” tanya Rahmat, suaranya tenang namun penuh perhatian. En: asked Rahmat, his voice calm yet full of concern. Id: Dewi mengangguk, walau dalam hati dia tahu gejala alerginya mulai kambuh. En: Dewi nodded, although in her heart she knew her allergy symptoms were starting to flare up. Id: Rahmat, yang selalu berjaga-jaga, segera mencari sesuatu di dalam tas ranselnya. En: Rahmat, ever vigilant, immediately searched for something in his backpack. Id: Dia tahu betul sahabatnya itu sering mengalami alergi, dan di musim hujan seperti ini, situasinya bisa lebih buruk. En: He knew well that his friend often suffered from allergies, and in the rainy season like this, the situation could be worse. Id: “Dewi, kita perlu mencari bantuan sekarang. En: "Dewi, we need to seek help now. Id: Aku tahu kau ingin selesai menjelajah, tapi kesehatanmu lebih penting,” kata Rahmat tegas. En: I know you want to finish exploring, but your health is more important," said Rahmat firmly. Id: Namun, kepala Dewi berbisik lain. En: However, Dewi's head whispered otherwise. Id: Ia ingin melihat lebih banyak, merasakan setiap sudut sejarah. En: She wanted to see more, to feel every corner of history. Id: Kakinya melangkah maju, menantang hujan yang makin deras. En: Her feet stepped forward, challenging the increasingly heavy rain. Id: Sampai tiba-tiba, langkahnya goyah—kesadarannya makin menipis. En: Then suddenly, her steps wobbled—her consciousness waning. Id: Rahmat menggenggam tangannya dengan erat, rasa khawatir makin menjadi-jadi. En: Rahmat held her hand tightly, his concern growing stronger. Id: Dengan cepat, Rahmat memandang sekeliling dan melihat papan penunjuk ke pos pertolongan pertama. En: Quickly, Rahmat looked around and saw a sign pointing to the first aid post. Id: Dia memapah Dewi menuju ke sana, berusaha menenangkan temannya...
NOW PLAYING
Adventure Interrupted: A Lesson in Friendship at Borobudur
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.