Edisi Hari Kamis, 14 Maret 2024 - Kesempatan untuk menjadi berkat episode artwork

EPISODE · Mar 13, 2024 · 6 MIN

Edisi Hari Kamis, 14 Maret 2024 - Kesempatan untuk menjadi berkat

from Kencan Dengan Tuhan · host Danang Kurniawan

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 14 Maret 2024 Bacaan: "Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14) Renungan: Ada penggalan lagu berjudul "Tears In Heaven" diciptakan oleh Eric Clapton yang berbunyi, "Apakah kau akan mengenal namaku, ketika aku bertemu denganmu di Sorga? Apakah ini akan sama, ketika aku bertemu denganmu di Sorga?" Lagu ini ditulis olehnya karena perasaan sedih yang begitu mendalam sepeninggal anaknya yang ketika itu baru berumur 4 tahun. Sang buah hati yang bernama Conor Clapton, meninggal karena sebuah kecelakaan tragis. Conor terjatuh dari jendela apartemen lantai 53 di New York. Eric Clapton begitu sedih dan tidak percaya, karena sang buah hati begitu cepat meninggal apalagi dengan cara yang tragis. Kesedihan Eric Clapton telah tertuang di setiap bait lagu "Tears In Heaven". Ia begitu sedih membayangkan jika kelak mereka akan berjumpa lagi di Sorga, si kecil Conor tidak dapat mengenali dirinya dan tidak lagi mengingat akan masa-masa indah yang pernah mereka lewati bersama. Ketika mendengar lagu "Tears In Heaven", kesedihan yang tertuang di setiap bait dalam lagu tersebut sekejap merasuk ke dalam kalbu. Sejenak terpikirkan, bagaimana jika hari esok tidak pernah ada? Bagaimana jika di Sorga nanti kita tidak lagi mengenali orang-orang yang kita kasihi? Kita disadarkan bahwa selama ini kita belum memberikan dan melakukan apa pun untuk orang yang kita kasihi. Hari-hari yang kita lewati hanyalah sebuah rutinitas, tidak ada sesuatu yang berarti yang sudah kita lakukan untuk orang-orang di sekitar kita. Tetapi, kita bersyukur karena Tuhan telah mengingatkan kita dan masih memberikan hari ini sebagai satu kesempatan untuk satu kali lagi bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi. Sungguh, hari ini dan hari-hari selanjutnya jika masih ada, tidak akan pernah lagi kita sia-siakan, walau hanya sekadar untuk tertawa, berbincang, dan menangis bersama dengan orang-orang yang kita kasihi. Apakah kita sudah melakukan sesuatu untuk orang-orang yang kita kasihi? Jika belum, lakukan saat ini juga, sebab tidak seorang pun tahu batas waktu hidup di dunia ini. Alkitab mengatakan bahwa hidup itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu Ienyap. Gunakanlah kesempatan untuk mengenal dan mengasihi mereka saat kita bersama-sama dengan mereka di dunia ini. Jika hari esok tidak akan pernah datang, anggaplah hari ini adalah hari terakhir kita bersama mereka di dunia ini. Kita dapat memulainya dengan sapaan sederhana yang penuh perhatian dan kasih sayang, senyuman manis di pagi hari, tindakan berarti untuk mereka yang ada di sekitar kita. Lakukanlah selagi masih ada kesempatan! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau masih memberikanku kesempatan untuk hidup. Pakailah hidupku untuk dapat memberkati orang-orang yang kukasihi, sehingga melalui kehadiranku, mereka merasa nyaman dan penuh sukacita. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 14 Maret 2024 Bacaan: "Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14) Renungan: Ada penggalan lagu berjudul "Tears In Heaven" diciptakan oleh Eric Clapton yang berbunyi, "Apakah kau akan mengenal namaku, ketika aku bertemu denganmu di Sorga? Apakah ini akan sama, ketika aku bertemu denganmu di Sorga?" Lagu ini ditulis olehnya karena perasaan sedih yang begitu mendalam sepeninggal anaknya yang ketika itu baru berumur 4 tahun. Sang buah hati yang bernama Conor Clapton, meninggal karena sebuah kecelakaan tragis. Conor terjatuh dari jendela apartemen lantai 53 di New York. Eric Clapton begitu sedih dan tidak percaya, karena sang buah hati begitu cepat meninggal apalagi dengan cara yang tragis. Kesedihan Eric Clapton telah tertuang di setiap bait lagu "Tears In Heaven". Ia begitu sedih membayangkan jika kelak mereka akan berjumpa lagi di Sorga, si kecil Conor tidak dapat mengenali dirinya dan tidak lagi mengingat akan masa-masa indah yang pernah mereka lewati bersama. Ketika mendengar lagu "Tears In Heaven", kesedihan yang tertuang di setiap bait dalam lagu tersebut sekejap merasuk ke dalam kalbu. Sejenak terpikirkan, bagaimana jika hari esok tidak pernah ada? Bagaimana jika di Sorga nanti kita tidak lagi mengenali orang-orang yang kita kasihi? Kita disadarkan bahwa selama ini kita belum memberikan dan melakukan apa pun untuk orang yang kita kasihi. Hari-hari yang kita lewati hanyalah sebuah rutinitas, tidak ada sesuatu yang berarti yang sudah kita lakukan untuk orang-orang di sekitar kita. Tetapi, kita bersyukur karena Tuhan telah mengingatkan kita dan masih memberikan hari ini sebagai satu kesempatan untuk satu kali lagi bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi. Sungguh, hari ini dan hari-hari selanjutnya jika masih ada, tidak akan pernah lagi kita sia-siakan, walau hanya sekadar untuk tertawa, berbincang, dan menangis bersama dengan orang-orang yang kita kasihi. Apakah kita sudah melakukan sesuatu untuk orang-orang yang kita kasihi? Jika belum, lakukan saat ini juga, sebab tidak seorang pun tahu batas waktu hidup di dunia ini. Alkitab mengatakan bahwa hidup itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu Ienyap. Gunakanlah kesempatan untuk mengenal dan mengasihi mereka saat kita bersama-sama dengan mereka di dunia ini. Jika hari esok tidak akan pernah datang, anggaplah hari ini adalah hari terakhir kita bersama mereka di dunia ini. Kita dapat memulainya dengan sapaan sederhana yang penuh perhatian dan kasih sayang, senyuman manis di pagi hari, tindakan berarti untuk mereka yang ada di sekitar kita. Lakukanlah selagi masih ada kesempatan! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau masih memberikanku kesempatan untuk hidup. Pakailah hidupku untuk dapat memberkati orang-orang yang kukasihi, sehingga melalui kehadiranku, mereka merasa nyaman dan penuh sukacita. Amin. (Dod).

NOW PLAYING

Edisi Hari Kamis, 14 Maret 2024 - Kesempatan untuk menjadi berkat

0:00 6:24

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Baca Buku Audiobook Indonesia Guntur Sulaksono Berawal dari sebuah artikel yang menyatakan betapa rendahnya tingkat membaca di Indonesia. Maka saya membangun channel yang khusus menyajikan audiobook dalam bahasa Indonesia. Tujuan saya adalah agar kita semua mendapatkan kemudahan dalam hal belajar dan meningkatkan pengetahuan.Ada ratusan buku best seller yang pernah saya baca dan tersedia dalam bentuk audiobook. Anda akan menemukan buku audio dengan berbagai genre yang berbeda. Mulai dari buku-buku tentang filsafat, pengembangan diri, novel, ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan lain sebagainya.Donation link: https://saweria.co/bacabuku Buletin FM Highlights Buletin FM X Dapatkan berita terkini dan isu semasa setiap hari dengan Buletin FM. Tepat dan jelas! ==="Firman Hidup", "Kabar Baik", "Lagu-lagu Injil" - Bahasa Diucapkan di Indonesia dengan Lebih dari Satu Juta Penutur // "Words of Life","Good News","Gospel Songs"-Languages Spoken in Indonesia With More Than One Million Speakers === Tze-John Liu ==== "Firman Hidup", "Kabar Baik", "Lagu-lagu Injil" -Bahasa Diucapkan di Indonesia dengan Lebih dari Satu Juta Penutur ==== (Indonesia, Jawa, Sunda, Madura, Minangkabau, Palembang, Bugis, Banjar, Aceh, Bali,  Betawi, Sasak, Toba, Ambon, Makassar, Mandarin, Hokkien, Pakpak Dairi, Simalungun, Mandailing, Malay, Gorontalo) ==== "Words of Life","Good News","Gospel Songs"-Languages Spoken in Indonesia With More Than One Million Speakers ==== HCR Jam Session with Harri Firmansyah Harri Firmansyah HCR Jam Session merupakan sebuah bentuk dedikasi Harri Firmansyah untuk bisa berbagi kepada banyak orang. Menariknya karena perkembangan zaman yang serba praktis, bentuk sharing ini tidak harus dilakukan secara tatap muka, namun bisa di lakukan secara online yang bisa memberikan kebermanfaatan lebih luas bagi banyak orang karena tidak terbatas waktu dan jarak. HCR Jam Session ini diadakan rutin setiap satu bulan sekali dengan mengundang GUEST STAR dan membicarakan topik sesuai dengan keahlian guest star tersebut.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Kencan Dengan Tuhan?

This episode is 6 minutes long.

When was this Kencan Dengan Tuhan episode published?

This episode was published on March 13, 2024.

What is this episode about?

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 14 Maret 2024 Bacaan: "Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14) Renungan: Ada penggalan lagu...

Can I download this Kencan Dengan Tuhan episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!