Edisi Hari Minggu, 4 Agustus 2024 - Tetap tenang ditengah badai episode artwork

EPISODE · Aug 4, 2024 · 5 MIN

Edisi Hari Minggu, 4 Agustus 2024 - Tetap tenang ditengah badai

from Kencan Dengan Tuhan · host Danang Kurniawan

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 4 Agustus 2024 Bacaan: Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27) Renungan: Apakah kita pernah mengemudi di tengah hujan yang sangat deras? Dengan pandangan terbatas, kita tidak hanya harus lebih fokus memerhatikan rute, tapi juga memerhatikan supaya kendaraan kita tidak keluar dari badan jalan atau masuk ke lobang jalan, juga memerhatikan agar kita tidak menabrak atau ditabrak kendaraan lain yang penglihatannya juga terbatas. Berlayar di tengah badai tentu lebih mengerikan dari itu. Sewaktu-waktu kapal bisa dibalikkan oleh hantaman ombak dan gelombang besar nan kuat yang siap menelan kita. Danau Galilea agaknya termasuk danau yang cukup sering didera badai. Danau seluas sekitar 166 km persegi dan dalamnya sekitar 43 meter ini menjadi tempat di mana para murid Yesus dua kali diterpa badai/angin ribut. Pertama saat mereka bersama Yesus yang tidur di buritan dan kedua saat mereka berlayar sendiri dan kemudian Yesus menyusul dengan berjalan di atas air. Dua situasi berbeda tapi masalah yang sama yaitu badai. Mari perhatikan dua kisah ini. Saat Yesus tidur di kapal, para murid yang panik berseru membangunkan Yesus. Bukan badai, tapi seruan para muridlah yang membangunkan Yesus. Meski kita di tengah masalah yang begitu besar, selirih apapun doa kita, la mendengarkan kita. Setelah Yesus bangun, la segera menenangkan badai itu, lalu menegur ketidakpercayaan para murid. Ini beda dengan kejadian kedua. Saat para murid berteriak-teriak karena mengira Yesus adalah hantu, yang pertama la lakukan adalah menenangkan para murid, baru badai itu. Mengapa? Karena la mau para murid mengerti bahwa la hadir bersama mereka. Bukankah ini indah? Yang Tuhan mau sederhana saja. Apapun badai masalah yang datang, la mau kita menyadari bahwa la bersama kita. la mau kita fokus pada-Nya saja, bukan pada masalah atau hal-hal lain. Fokus pada Yesus membuat Petrus bisa berjalan di atas air. Berseru pada-Nya membuat la bertindak meredakan badai. Dan badai berhenti begitu Yesus naik ke atas perahu. Ini juga yang harus kita lakukan. Saat masalah datang, arahkan hati kita kepada-Nya, berserulah minta pertolongan-Nya, dan izinkan la masuk ke hati kita, mengarahkan apa yang harus kita lakukan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, arahkanlah hatiku pada-Mu, agar ketika badai kehidupan menerpaku, hatiku tetap tenang karena aku tahu Engkau ada bersamaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 4 Agustus 2024 Bacaan: Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27) Renungan: Apakah kita pernah mengemudi di tengah hujan yang sangat deras? Dengan pandangan terbatas, kita tidak hanya harus lebih fokus memerhatikan rute, tapi juga memerhatikan supaya kendaraan kita tidak keluar dari badan jalan atau masuk ke lobang jalan, juga memerhatikan agar kita tidak menabrak atau ditabrak kendaraan lain yang penglihatannya juga terbatas. Berlayar di tengah badai tentu lebih mengerikan dari itu. Sewaktu-waktu kapal bisa dibalikkan oleh hantaman ombak dan gelombang besar nan kuat yang siap menelan kita. Danau Galilea agaknya termasuk danau yang cukup sering didera badai. Danau seluas sekitar 166 km persegi dan dalamnya sekitar 43 meter ini menjadi tempat di mana para murid Yesus dua kali diterpa badai/angin ribut. Pertama saat mereka bersama Yesus yang tidur di buritan dan kedua saat mereka berlayar sendiri dan kemudian Yesus menyusul dengan berjalan di atas air. Dua situasi berbeda tapi masalah yang sama yaitu badai. Mari perhatikan dua kisah ini. Saat Yesus tidur di kapal, para murid yang panik berseru membangunkan Yesus. Bukan badai, tapi seruan para muridlah yang membangunkan Yesus. Meski kita di tengah masalah yang begitu besar, selirih apapun doa kita, la mendengarkan kita. Setelah Yesus bangun, la segera menenangkan badai itu, lalu menegur ketidakpercayaan para murid. Ini beda dengan kejadian kedua. Saat para murid berteriak-teriak karena mengira Yesus adalah hantu, yang pertama la lakukan adalah menenangkan para murid, baru badai itu. Mengapa? Karena la mau para murid mengerti bahwa la hadir bersama mereka. Bukankah ini indah? Yang Tuhan mau sederhana saja. Apapun badai masalah yang datang, la mau kita menyadari bahwa la bersama kita. la mau kita fokus pada-Nya saja, bukan pada masalah atau hal-hal lain. Fokus pada Yesus membuat Petrus bisa berjalan di atas air. Berseru pada-Nya membuat la bertindak meredakan badai. Dan badai berhenti begitu Yesus naik ke atas perahu. Ini juga yang harus kita lakukan. Saat masalah datang, arahkan hati kita kepada-Nya, berserulah minta pertolongan-Nya, dan izinkan la masuk ke hati kita, mengarahkan apa yang harus kita lakukan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, arahkanlah hatiku pada-Mu, agar ketika badai kehidupan menerpaku, hatiku tetap tenang karena aku tahu Engkau ada bersamaku. Amin. (Dod).

NOW PLAYING

Edisi Hari Minggu, 4 Agustus 2024 - Tetap tenang ditengah badai

0:00 5:22

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Baca Buku Audiobook Indonesia Guntur Sulaksono Berawal dari sebuah artikel yang menyatakan betapa rendahnya tingkat membaca di Indonesia. Maka saya membangun channel yang khusus menyajikan audiobook dalam bahasa Indonesia. Tujuan saya adalah agar kita semua mendapatkan kemudahan dalam hal belajar dan meningkatkan pengetahuan.Ada ratusan buku best seller yang pernah saya baca dan tersedia dalam bentuk audiobook. Anda akan menemukan buku audio dengan berbagai genre yang berbeda. Mulai dari buku-buku tentang filsafat, pengembangan diri, novel, ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan lain sebagainya.Donation link: https://saweria.co/bacabuku Buletin FM Highlights Buletin FM X Dapatkan berita terkini dan isu semasa setiap hari dengan Buletin FM. Tepat dan jelas! ==="Firman Hidup", "Kabar Baik", "Lagu-lagu Injil" - Bahasa Diucapkan di Indonesia dengan Lebih dari Satu Juta Penutur // "Words of Life","Good News","Gospel Songs"-Languages Spoken in Indonesia With More Than One Million Speakers === Tze-John Liu ==== "Firman Hidup", "Kabar Baik", "Lagu-lagu Injil" -Bahasa Diucapkan di Indonesia dengan Lebih dari Satu Juta Penutur ==== (Indonesia, Jawa, Sunda, Madura, Minangkabau, Palembang, Bugis, Banjar, Aceh, Bali,  Betawi, Sasak, Toba, Ambon, Makassar, Mandarin, Hokkien, Pakpak Dairi, Simalungun, Mandailing, Malay, Gorontalo) ==== "Words of Life","Good News","Gospel Songs"-Languages Spoken in Indonesia With More Than One Million Speakers ==== CERITA SERAM Willy Kun CERITA SERAM by Willy Kun adalah podcast cerita kisah nyata (Kisah Horor, True Crime, Konspirasi, Tragedi & Konflik) yang coba diceritakan secara mengalir seperti cerita seharusnya. Untuk berbagi cerita DM Instagram @willykun. Untuk menikmati dengan visual bisa di tonton di Youtube channel Willy Kun. https://www.youtube.com/user/khidz500able

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Kencan Dengan Tuhan?

This episode is 5 minutes long.

When was this Kencan Dengan Tuhan episode published?

This episode was published on August 4, 2024.

What is this episode about?

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 4 Agustus 2024 Bacaan: Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27) Renungan: Apakah kita pernah mengemudi di tengah hujan yang sangat deras? Dengan pandangan...

Can I download this Kencan Dengan Tuhan episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!