EPISODE · Aug 13, 2024 · 5 MIN
Edisi Hari Rabu, 14 Agustus 2024 - Duduk diam meminta petunjukNya
from Kencan Dengan Tuhan · host Danang Kurniawan
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 14 Agustus 2024 Bacaan: Lalu jawab Musa kepada mereka: "Tunggulah dahulu, aku hendak mendengar apa yang akan diperintahkan Tuhan mengenai kamu." (Bilangan 9:8) Renungan: Thomas Alva Edison sering menghabiskan waktu berjam-jam di laboratoriumnya untuk melakukan penelitian. Ketika sedang penat dan letih, la akan beristirahat, merenung, berdiam diri di pinggir kolam pancing yang tenang. Sambil memegang pancingan, ia duduk menenangkan pikiran. Hal unik yang tidak banyak diketahui orang adalah ternyata pancingannya tidak ada umpannya. Ya, la pergi ke kolam pancing bukan untuk memancing, tapi hanya sekedar menenangkan diri dari kepenatan dan kejenuhan kerja. Suatu ketika, Musa menyuruh bangsa Israel untuk merayakan Paskah. Namun ada beberapa orang yang najis karena memegang mayat sehingga tidak diperbolehkan mengikuti perayaan tersebut. Namun mereka juga ingin mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan pada peristiwa itu. Maka orang-orang itu bertanya kepada Musa, “Sungguh pun kami najis oleh karena mayat, dengan dasar apakah kami dicegah mempersembahkan persembahan bagi Tuhan di tengah-tengah orang Israel pada waktu yang ditetapkan?” Jawaban Musa sungguh luar biasa, ia menyuruh mereka menunggu beberapa saat, karena ia ingin mendengar apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya mengenai hal itu. Bicara tentang pengalaman, Musa tak perlu lagi dipertanyakan. Bicara soal kemampuan, Musa termasuk pribadi yang kompeten. Namun demikian la tidak membiarkan hal tersebut menghalanginya untuk tetap bertanya, untuk duduk diam di bawah kaki Tuhan dan meminta petunjuk-Nya. Mari, latih diri kita untuk banyak duduk diam, bukan saja untuk menenangkan diri setelah beraktifitas bekerja. Duduk diam bukan sekedar mencari ide, bukan cuma melepas lelah dan memulihkan tenaga. Tetapi kita memperbanyak duduk diam untuk menikmati hadirat Tuhan, untuk menyerap kekuatan-Nya, untuk meminta petunjuk-Nya bagaimana seharusnya melangkah. Duduk diam seringkali tidak mudah, dibutuhkan waktu sementara orang lebih banyak ingin cepat, ingin jawaban doa yang instan. Maka ini perlu dilatih. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku mau duduk diam di hadirat-Mu sehingga aku bisa merasakan ketenangan-Mu agar dapat menguatkan diriku dalam menjalankan tugas harianku. Amin. (Dod).
What this episode covers
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 14 Agustus 2024 Bacaan: Lalu jawab Musa kepada mereka: "Tunggulah dahulu, aku hendak mendengar apa yang akan diperintahkan Tuhan mengenai kamu." (Bilangan 9:8) Renungan: Thomas Alva Edison sering menghabiskan waktu berjam-jam di laboratoriumnya untuk melakukan penelitian. Ketika sedang penat dan letih, la akan beristirahat, merenung, berdiam diri di pinggir kolam pancing yang tenang. Sambil memegang pancingan, ia duduk menenangkan pikiran. Hal unik yang tidak banyak diketahui orang adalah ternyata pancingannya tidak ada umpannya. Ya, la pergi ke kolam pancing bukan untuk memancing, tapi hanya sekedar menenangkan diri dari kepenatan dan kejenuhan kerja. Suatu ketika, Musa menyuruh bangsa Israel untuk merayakan Paskah. Namun ada beberapa orang yang najis karena memegang mayat sehingga tidak diperbolehkan mengikuti perayaan tersebut. Namun mereka juga ingin mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan pada peristiwa itu. Maka orang-orang itu bertanya kepada Musa, “Sungguh pun kami najis oleh karena mayat, dengan dasar apakah kami dicegah mempersembahkan persembahan bagi Tuhan di tengah-tengah orang Israel pada waktu yang ditetapkan?” Jawaban Musa sungguh luar biasa, ia menyuruh mereka menunggu beberapa saat, karena ia ingin mendengar apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya mengenai hal itu. Bicara tentang pengalaman, Musa tak perlu lagi dipertanyakan. Bicara soal kemampuan, Musa termasuk pribadi yang kompeten. Namun demikian la tidak membiarkan hal tersebut menghalanginya untuk tetap bertanya, untuk duduk diam di bawah kaki Tuhan dan meminta petunjuk-Nya. Mari, latih diri kita untuk banyak duduk diam, bukan saja untuk menenangkan diri setelah beraktifitas bekerja. Duduk diam bukan sekedar mencari ide, bukan cuma melepas lelah dan memulihkan tenaga. Tetapi kita memperbanyak duduk diam untuk menikmati hadirat Tuhan, untuk menyerap kekuatan-Nya, untuk meminta petunjuk-Nya bagaimana seharusnya melangkah. Duduk diam seringkali tidak mudah, dibutuhkan waktu sementara orang lebih banyak ingin cepat, ingin jawaban doa yang instan. Maka ini perlu dilatih. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku mau duduk diam di hadirat-Mu sehingga aku bisa merasakan ketenangan-Mu agar dapat menguatkan diriku dalam menjalankan tugas harianku. Amin. (Dod).
NOW PLAYING
Edisi Hari Rabu, 14 Agustus 2024 - Duduk diam meminta petunjukNya
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jul 1, 2026 ·122m
Jun 23, 2026 ·3m
Jun 20, 2026 ·4m
Jun 20, 2026 ·10m