EPISODE · Dec 27, 2024 · 3 MIN
Edisi Hari Sabtu, 28 Desember 2024 - Pendukung terbaik adalah Orang tua
from Kencan Dengan Tuhan · host Danang Kurniawan
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 28 Desember 2024 Bacaan: "Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu." (Amsal 1:8) Renungan: Suatu ketika seorang pria muda yang telah lulus kuliah menulis surat ke rumah bahwa ia ingin agar ibunya yang sudah tua dan janda itu untuk hadir di upacara kelulusannya. Sang ibu membalas surat tersebut dan berkata bahwa ia tidak dapat datang, karena ia tidak memiliki baju baru. Anaknya membalas bahwa ia tidak dapat lulus tanpa kehadirannya, dan membujuk sang ibu untuk datang. Jadi sang ibu pun datang. Ia tidak mengenakan pakaian yang bagus. Ketika orang-orang sudah berkumpul, diketahui bahwa kursi yang terbaik di hall tersebut sudah disisihkan untuk seseorang. Tidak berapa lama, sang pria muda datang dan berjalan di jalur tempat duduk yang ada ibunya yang sudah tua dan janda. Ia membawa ibunya untuk duduk di kursi terbaik tersebut. Ibunya tidak tahu bahwa sang anak adalah anak dengan peringkat tertinggi di kelasnya, yang akan menyampaikan pidato perpisahan pada acara tersebut, dan bahwa ia adalah pria yang paling terkenal di seluruh sekolah. Setelah medali dikalungkan kepadanya, ia menyelinap turun dan mengalungkan medali itu pada ibunya. Sambil mencium sang ibu, ia berkata, "Bukan saya yang berhak menerimanya. Ini untuk ibu." Adalah baik bagi seorang anak yang selalu menyadari peran ibunya bagi masa depannya. Peran itu tidak dapat dinilai dengan apapun juga. Bagi seorang ibu, melihat hidup kita berhasil saat ini, itu adalah waktu terbaik baginya yang mampu menyegarkan kembali tulang-tulangnya yang rapuh. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang tua yang telah Kau berikan padaku. Mampukan aku untuk dapat menjadi kebanggaan bagi mereka di masa hidupnya ini. Amin. (Dod).
What this episode covers
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 28 Desember 2024 Bacaan: "Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu." (Amsal 1:8) Renungan: Suatu ketika seorang pria muda yang telah lulus kuliah menulis surat ke rumah bahwa ia ingin agar ibunya yang sudah tua dan janda itu untuk hadir di upacara kelulusannya. Sang ibu membalas surat tersebut dan berkata bahwa ia tidak dapat datang, karena ia tidak memiliki baju baru. Anaknya membalas bahwa ia tidak dapat lulus tanpa kehadirannya, dan membujuk sang ibu untuk datang. Jadi sang ibu pun datang. Ia tidak mengenakan pakaian yang bagus. Ketika orang-orang sudah berkumpul, diketahui bahwa kursi yang terbaik di hall tersebut sudah disisihkan untuk seseorang. Tidak berapa lama, sang pria muda datang dan berjalan di jalur tempat duduk yang ada ibunya yang sudah tua dan janda. Ia membawa ibunya untuk duduk di kursi terbaik tersebut. Ibunya tidak tahu bahwa sang anak adalah anak dengan peringkat tertinggi di kelasnya, yang akan menyampaikan pidato perpisahan pada acara tersebut, dan bahwa ia adalah pria yang paling terkenal di seluruh sekolah. Setelah medali dikalungkan kepadanya, ia menyelinap turun dan mengalungkan medali itu pada ibunya. Sambil mencium sang ibu, ia berkata, "Bukan saya yang berhak menerimanya. Ini untuk ibu." Adalah baik bagi seorang anak yang selalu menyadari peran ibunya bagi masa depannya. Peran itu tidak dapat dinilai dengan apapun juga. Bagi seorang ibu, melihat hidup kita berhasil saat ini, itu adalah waktu terbaik baginya yang mampu menyegarkan kembali tulang-tulangnya yang rapuh. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang tua yang telah Kau berikan padaku. Mampukan aku untuk dapat menjadi kebanggaan bagi mereka di masa hidupnya ini. Amin. (Dod).
NOW PLAYING
Edisi Hari Sabtu, 28 Desember 2024 - Pendukung terbaik adalah Orang tua
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jul 1, 2026 ·122m
Jun 23, 2026 ·3m
Jun 20, 2026 ·4m
Jun 20, 2026 ·10m