Edisi Hari Sabtu, 9 Desember 2023 - Menjaga Karakter Ilahi Dalam Diri episode artwork

EPISODE · Dec 8, 2023 · 7 MIN

Edisi Hari Sabtu, 9 Desember 2023 - Menjaga Karakter Ilahi Dalam Diri

from Kencan Dengan Tuhan · host Danang Kurniawan

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 9 Desember 2023 Bacaan: "Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat." (Matius 12:35) Renungan: Suatu hari Yesus berbicara tentang pohon dan buah. Baik atau tidaknya sebuah pohon dapat terlihat dari buah yang dihasilkannya. Buah yang manis menunjukkan pohon yang baik sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Dalam hal ini, Yesus sedang berbicara tentang karakter ilahi di dalam diri kita. Ketika kita menanamkan nilai-nilai kebenaran ilahi, etika dan moral yang baik di dalam diri kita, maka pasti akan terpancar keluar lewat perkataan maupun perbuatan kita karena karakter yang baik menghasilkan perilaku yang baik. Namun sebaliknya, jika kita tidak membangun sebuah karakter ilahi di dalam diri kita maka tidak akan mungkin membuahkan hal-hal yang rohani. Demikianlah, Yesus mengecam kemunafikan orang Farisi dan ahli Taurat yang berusaha menonjolkan kerohanian mereka namun hidup mereka penuh kepalsuan. Kita sering terjebak dalam kehidupan seperti ini sehingga kita hanya terlihat rohani melalui perkataan kita namun tidak dengan perbuatan kita. Mari kita bercermin pada fakta kehidupan kita ketika permasalahan timbul di seputar pelayanan dan pribadi kita. Berapa banyak kita dapati bahwa konflik dan gesekan yang ada berakhir dengan kepahitan, kebencian, dan hati yang terluka dan akhirnya tidak saling bicara, sebaliknya saling menjelekkan satu sama lain. Bahkan saling menyerang dengan ayat-ayat firman Tuhan karena keduanya adalah anak Tuhan yang sedang bersengketa. Bukankah ini merupakan realita kehidupan kekristenan kita? Ketika disakiti, kita membenci, lalu kapankah kita akan belajar mengampuni? Ketika kita digosipkan, kita membalas dengan serangan balik, kapankah kita belajar untuk menenangkan dan mengontrol emosi kita? Ketika kita difitnah, kita labrak dengan berbagai jurus makian, lalu kapankah kita belajar menegur dengan kasih? Semua ini kita lakukan karena perbendaharaan hati kita yang tidak terkonsep di dalam nilai-nilai kebenaran ilahi. Miskin akan karakter ilahi maka kita bereaksi secara duniawi di dalam menyelesaikan konflik yang ada. Yesus menegaskan tentang istilah "perbendaharaan hati" ketika berkata, "Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaan yang jahat." Artinya, jika kita memiliki perbendaharaan hati yang tidak benar di hadapan Tuhan maka ketika ditekan akan keluar hal-hal yang jahat. Namun sebaliknya jika kita memiliki perbendaharaan hati yang kaya akan karakter ilahi maka sekalipun ditekan kita tetap akan memancarkan keindahan bangunan iman kekristenan kita. Mari kita belajar memperkaya perbendaharaan hati kita dengan terkonsep di dalam nilai-nilai kebenaran firman Tuhan yang akan melahirkan kekuatan karakter ilahi di dalam diri kita. Ingatlah, kegagalan kita di dalam membangun kekayaan karakter ilahi di dalam diri kita menjadi bukti akan kegagalan iman kekristenan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, mampukan aku menjaga karakter ilahi di dalam diriku, karena aku ingin hidupku menjadi berkat dan untuk memuliakan nama-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 9 Desember 2023 Bacaan: "Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat." (Matius 12:35) Renungan: Suatu hari Yesus berbicara tentang pohon dan buah. Baik atau tidaknya sebuah pohon dapat terlihat dari buah yang dihasilkannya. Buah yang manis menunjukkan pohon yang baik sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Dalam hal ini, Yesus sedang berbicara tentang karakter ilahi di dalam diri kita. Ketika kita menanamkan nilai-nilai kebenaran ilahi, etika dan moral yang baik di dalam diri kita, maka pasti akan terpancar keluar lewat perkataan maupun perbuatan kita karena karakter yang baik menghasilkan perilaku yang baik. Namun sebaliknya, jika kita tidak membangun sebuah karakter ilahi di dalam diri kita maka tidak akan mungkin membuahkan hal-hal yang rohani. Demikianlah, Yesus mengecam kemunafikan orang Farisi dan ahli Taurat yang berusaha menonjolkan kerohanian mereka namun hidup mereka penuh kepalsuan. Kita sering terjebak dalam kehidupan seperti ini sehingga kita hanya terlihat rohani melalui perkataan kita namun tidak dengan perbuatan kita. Mari kita bercermin pada fakta kehidupan kita ketika permasalahan timbul di seputar pelayanan dan pribadi kita. Berapa banyak kita dapati bahwa konflik dan gesekan yang ada berakhir dengan kepahitan, kebencian, dan hati yang terluka dan akhirnya tidak saling bicara, sebaliknya saling menjelekkan satu sama lain. Bahkan saling menyerang dengan ayat-ayat firman Tuhan karena keduanya adalah anak Tuhan yang sedang bersengketa. Bukankah ini merupakan realita kehidupan kekristenan kita? Ketika disakiti, kita membenci, lalu kapankah kita akan belajar mengampuni? Ketika kita digosipkan, kita membalas dengan serangan balik, kapankah kita belajar untuk menenangkan dan mengontrol emosi kita? Ketika kita difitnah, kita labrak dengan berbagai jurus makian, lalu kapankah kita belajar menegur dengan kasih? Semua ini kita lakukan karena perbendaharaan hati kita yang tidak terkonsep di dalam nilai-nilai kebenaran ilahi. Miskin akan karakter ilahi maka kita bereaksi secara duniawi di dalam menyelesaikan konflik yang ada. Yesus menegaskan tentang istilah "perbendaharaan hati" ketika berkata, "Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaan yang jahat." Artinya, jika kita memiliki perbendaharaan hati yang tidak benar di hadapan Tuhan maka ketika ditekan akan keluar hal-hal yang jahat. Namun sebaliknya jika kita memiliki perbendaharaan hati yang kaya akan karakter ilahi maka sekalipun ditekan kita tetap akan memancarkan keindahan bangunan iman kekristenan kita. Mari kita belajar memperkaya perbendaharaan hati kita dengan terkonsep di dalam nilai-nilai kebenaran firman Tuhan yang akan melahirkan kekuatan karakter ilahi di dalam diri kita. Ingatlah, kegagalan kita di dalam membangun kekayaan karakter ilahi di dalam diri kita menjadi bukti akan kegagalan iman kekristenan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, mampukan aku menjaga karakter ilahi di dalam diriku, karena aku ingin hidupku menjadi berkat dan untuk memuliakan nama-Mu. Amin. (Dod).

NOW PLAYING

Edisi Hari Sabtu, 9 Desember 2023 - Menjaga Karakter Ilahi Dalam Diri

0:00 7:09

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Baca Buku Audiobook Indonesia Guntur Sulaksono Berawal dari sebuah artikel yang menyatakan betapa rendahnya tingkat membaca di Indonesia. Maka saya membangun channel yang khusus menyajikan audiobook dalam bahasa Indonesia. Tujuan saya adalah agar kita semua mendapatkan kemudahan dalam hal belajar dan meningkatkan pengetahuan.Ada ratusan buku best seller yang pernah saya baca dan tersedia dalam bentuk audiobook. Anda akan menemukan buku audio dengan berbagai genre yang berbeda. Mulai dari buku-buku tentang filsafat, pengembangan diri, novel, ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan lain sebagainya.Donation link: https://saweria.co/bacabuku Buletin FM Highlights Buletin FM X Dapatkan berita terkini dan isu semasa setiap hari dengan Buletin FM. Tepat dan jelas! ==="Firman Hidup", "Kabar Baik", "Lagu-lagu Injil" - Bahasa Diucapkan di Indonesia dengan Lebih dari Satu Juta Penutur // "Words of Life","Good News","Gospel Songs"-Languages Spoken in Indonesia With More Than One Million Speakers === Tze-John Liu ==== "Firman Hidup", "Kabar Baik", "Lagu-lagu Injil" -Bahasa Diucapkan di Indonesia dengan Lebih dari Satu Juta Penutur ==== (Indonesia, Jawa, Sunda, Madura, Minangkabau, Palembang, Bugis, Banjar, Aceh, Bali,  Betawi, Sasak, Toba, Ambon, Makassar, Mandarin, Hokkien, Pakpak Dairi, Simalungun, Mandailing, Malay, Gorontalo) ==== "Words of Life","Good News","Gospel Songs"-Languages Spoken in Indonesia With More Than One Million Speakers ==== CERITA SERAM Willy Kun CERITA SERAM by Willy Kun adalah podcast cerita kisah nyata (Kisah Horor, True Crime, Konspirasi, Tragedi & Konflik) yang coba diceritakan secara mengalir seperti cerita seharusnya. Untuk berbagi cerita DM Instagram @willykun. Untuk menikmati dengan visual bisa di tonton di Youtube channel Willy Kun. https://www.youtube.com/user/khidz500able

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Kencan Dengan Tuhan?

This episode is 7 minutes long.

When was this Kencan Dengan Tuhan episode published?

This episode was published on December 8, 2023.

What is this episode about?

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 9 Desember 2023 Bacaan: "Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat." (Matius 12:35)...

Can I download this Kencan Dengan Tuhan episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!