EPISODE · Sep 9, 2024 · 7 MIN
Edisi Hari Selasa, 10 September 2024 - Tekun dan setia, lakukan satu demi satu, hari demi hari
from Kencan Dengan Tuhan · host Danang Kurniawan
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 September 2024 Bacaan: "Sebab itu janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:34) Renungan: Suatu ketika ada seorang pembuat jam bertanya kepada jam tangan yang dibuatnya, "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?" Jam pun kaget dan berkata, “Hah? Mana sanggup saya!" Pembuat Jam bertanya lagi, "Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?" Jam pun menjawab dengan penuh keraguan, "86.400 kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" Pembuat jam pun bertanya lagi, "Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" Jam pun menjawab lagi dengan ragu-ragu, "Dalam satu jam harus berdetak 3600 kali? Banyak sekali itu." Kemudian pembuat jam dengan sabar menanyakan jam itu lagi, "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?" "Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh semangat. Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali, jika dihitung 1 tahun ada 360 hari. Bukankah dalam menjalani kehidupan ini, situasi kita hampir sama seperti jam tadi. Mungkin di hadapan kita, ada begitu banyak tugas yang harus kita selesaikan selama setahun ini. Mungkin ada begitu banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan selama satu bulan ini. Atau mungkin ada begitu banyak tantangan yang harus kita atasi selama satu minggu ini. Ada kalanya kita menjadi ragu dan seolah tak berdaya untuk menyelesaikan segala tugas yang ada di hadapan kita, yang begitu banyak dan terasa amat berat. Mari belajar dari kisah jam tadi, untuk tidak melihat banyaknya tugas yang harus kita selesaikan. Mulailah mengerjakannya satu demi satu, tanpa memikirkan tugas hari esok, pekerjaan lusa, tugas minggu depan, atau bahkan pekerjaan bulan depan. Kerjakan saja tugas hari ini dengan penuh semangat, karena tugas hari esok mempunyai waktunya sendiri untuk kita selesaikan. Jika seorang ibu rumah tangga membayangkan berapa ribu piring yang harus ia bersihkan selama setahun atau berapa ratus polong baju yang harus ia cuci selama satu tahun, maka ia bisa saja pingsan sebelum mampu melakukannya. Namun bila sang ibu rumah tangga hanya fokus pada 2 atau 3 piring yang harus ia bersihkan setiap selesai makan, atau beberapa potong baju yang harus ia cuci setiap hari, maka ia akan dapat mengerjakannya dengan mudah. Jadi, jangan memikirkan yang nun jauh di sana, tapi kerjakan saja apa yang tampak di hadapan kita satu demi satu, maka dengan sendirinya semua pekerjaan kita akan dapat terselesaikan dengan baik dan tidak terasa berat. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah aku kemauan untuk mengerjakan dengan setia setiap tugas yang dipercayakan padaku. Jangan biarkan kemalasan menguasaiku sehingga aku menunda-nunda pekerjaan tersebut, sehingga menghalangi berkat-Mu turun atas hidupku. Amin. (Dod).
What this episode covers
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 September 2024 Bacaan: "Sebab itu janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:34) Renungan: Suatu ketika ada seorang pembuat jam bertanya kepada jam tangan yang dibuatnya, "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?" Jam pun kaget dan berkata, “Hah? Mana sanggup saya!" Pembuat Jam bertanya lagi, "Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?" Jam pun menjawab dengan penuh keraguan, "86.400 kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" Pembuat jam pun bertanya lagi, "Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" Jam pun menjawab lagi dengan ragu-ragu, "Dalam satu jam harus berdetak 3600 kali? Banyak sekali itu." Kemudian pembuat jam dengan sabar menanyakan jam itu lagi, "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?" "Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh semangat. Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali, jika dihitung 1 tahun ada 360 hari. Bukankah dalam menjalani kehidupan ini, situasi kita hampir sama seperti jam tadi. Mungkin di hadapan kita, ada begitu banyak tugas yang harus kita selesaikan selama setahun ini. Mungkin ada begitu banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan selama satu bulan ini. Atau mungkin ada begitu banyak tantangan yang harus kita atasi selama satu minggu ini. Ada kalanya kita menjadi ragu dan seolah tak berdaya untuk menyelesaikan segala tugas yang ada di hadapan kita, yang begitu banyak dan terasa amat berat. Mari belajar dari kisah jam tadi, untuk tidak melihat banyaknya tugas yang harus kita selesaikan. Mulailah mengerjakannya satu demi satu, tanpa memikirkan tugas hari esok, pekerjaan lusa, tugas minggu depan, atau bahkan pekerjaan bulan depan. Kerjakan saja tugas hari ini dengan penuh semangat, karena tugas hari esok mempunyai waktunya sendiri untuk kita selesaikan. Jika seorang ibu rumah tangga membayangkan berapa ribu piring yang harus ia bersihkan selama setahun atau berapa ratus polong baju yang harus ia cuci selama satu tahun, maka ia bisa saja pingsan sebelum mampu melakukannya. Namun bila sang ibu rumah tangga hanya fokus pada 2 atau 3 piring yang harus ia bersihkan setiap selesai makan, atau beberapa potong baju yang harus ia cuci setiap hari, maka ia akan dapat mengerjakannya dengan mudah. Jadi, jangan memikirkan yang nun jauh di sana, tapi kerjakan saja apa yang tampak di hadapan kita satu demi satu, maka dengan sendirinya semua pekerjaan kita akan dapat terselesaikan dengan baik dan tidak terasa berat. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah aku kemauan untuk mengerjakan dengan setia setiap tugas yang dipercayakan padaku. Jangan biarkan kemalasan menguasaiku sehingga aku menunda-nunda pekerjaan tersebut, sehingga menghalangi berkat-Mu turun atas hidupku. Amin. (Dod).
NOW PLAYING
Edisi Hari Selasa, 10 September 2024 - Tekun dan setia, lakukan satu demi satu, hari demi hari
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jul 1, 2026 ·122m
Jun 23, 2026 ·3m
Jun 20, 2026 ·4m
Jun 20, 2026 ·10m