Edisi Hari Senin, 18 Mei 2026 - Mendidik dengan kasih episode artwork

EPISODE · May 17, 2026 · 5 MIN

Edisi Hari Senin, 18 Mei 2026 - Mendidik dengan kasih

from Kencan Dengan Tuhan · host Danang Kurniawan

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 18 Mei 2026Bacaan: "Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Apakah hukuman secara fisik merupakan cara yang efektif untuk mendidik anak? Penelitian menunjukkan bahwa hukuman fisik ternyata cara yang kurang efektif. Bukan berarti hukuman secara fisik itu tidak perlu. Ada kalanya, kita memang harus memberikan disiplin atau hukuman secara keras jika anak kita sudah kelewatan. Memberikan hukuman itu boleh, tapi jadikanlah itu sebagai opsi terakhir. Bukan sedikit sedikit hajar, sedikit sedikit main hajar. Penelitian yang dilakukan oleh University of California di Los Angeles, menunjukkan bahwa 82 persen remaja yang dikirim ke penjara anak, akhimya melakukan kejahatan kembali, dan sering kali dengan kejahatan yang lebih berat dari sebelumnya. Mengapa bisa demikian? Salah seorang anak yang dimasukkan penjara pernah bercerita, "Saya dikurung di sel bersama-sama anak-anak lain yang lebih tua. Di sel itu, setiap anak bercerita tentang apa yang mereka telah lakukan dan bagaimana mereka tertangkap. Ini seperti kursus di bidang kejahatan." Hukuman pada kenyataannya tidak membuat jera. Sering kali kita frustrasi dengan anak kita yang sudah dihukum berulang kali tapi tidak pernah kapok, bahkan kenakalannya semakin menjadi-jadi. Jika hal itu yang terjadi, sudah saatnya kita melakukan pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak kita. Bukan lagi dengan tongkat, tapi dengan kasih sayang. Bukan lagi dengan makian, tapi dengan perhatian. Bukan lagi dengan banyaknya kata-kata, tapi dengan teladan dan memberikan waktu secara khusus kepada anak kita. Pendekatan seperti ini sering kali lebih efektif dibandingkan dengan main rotan atau main hajar saja. Pendekatan seperti ini membuat anak sadar apakah perbuatannya benar ataukah perbuatannya salah. Mereka juga tidak hanya memandang orang tuanya sebagai penghukum tapi terlebih pembimbing mereka. Jika mereka punya kesadaran tentang apa yang benar dan apa yang salah, biasanya mereka akan mulai bertanggung jawab atas kehidupannya. Mereka mulai melakukan hal yang benar, bukan karena paksaan tapi karena kesadaran. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk mendidik anak-anak yang Kau percayakanlah padaku, sehingga perkataanku penuh kuasa untuk menjadikan anak-anakku lebih baik dari sebelumnya. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 18 Mei 2026Bacaan: "Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Apakah hukuman secara fisik merupakan cara yang efektif untuk mendidik anak? Penelitian menunjukkan bahwa hukuman fisik ternyata cara yang kurang efektif. Bukan berarti hukuman secara fisik itu tidak perlu. Ada kalanya, kita memang harus memberikan disiplin atau hukuman secara keras jika anak kita sudah kelewatan. Memberikan hukuman itu boleh, tapi jadikanlah itu sebagai opsi terakhir. Bukan sedikit sedikit hajar, sedikit sedikit main hajar. Penelitian yang dilakukan oleh University of California di Los Angeles, menunjukkan bahwa 82 persen remaja yang dikirim ke penjara anak, akhimya melakukan kejahatan kembali, dan sering kali dengan kejahatan yang lebih berat dari sebelumnya. Mengapa bisa demikian? Salah seorang anak yang dimasukkan penjara pernah bercerita, "Saya dikurung di sel bersama-sama anak-anak lain yang lebih tua. Di sel itu, setiap anak bercerita tentang apa yang mereka telah lakukan dan bagaimana mereka tertangkap. Ini seperti kursus di bidang kejahatan." Hukuman pada kenyataannya tidak membuat jera. Sering kali kita frustrasi dengan anak kita yang sudah dihukum berulang kali tapi tidak pernah kapok, bahkan kenakalannya semakin menjadi-jadi. Jika hal itu yang terjadi, sudah saatnya kita melakukan pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak kita. Bukan lagi dengan tongkat, tapi dengan kasih sayang. Bukan lagi dengan makian, tapi dengan perhatian. Bukan lagi dengan banyaknya kata-kata, tapi dengan teladan dan memberikan waktu secara khusus kepada anak kita. Pendekatan seperti ini sering kali lebih efektif dibandingkan dengan main rotan atau main hajar saja. Pendekatan seperti ini membuat anak sadar apakah perbuatannya benar ataukah perbuatannya salah. Mereka juga tidak hanya memandang orang tuanya sebagai penghukum tapi terlebih pembimbing mereka. Jika mereka punya kesadaran tentang apa yang benar dan apa yang salah, biasanya mereka akan mulai bertanggung jawab atas kehidupannya. Mereka mulai melakukan hal yang benar, bukan karena paksaan tapi karena kesadaran. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk mendidik anak-anak yang Kau percayakanlah padaku, sehingga perkataanku penuh kuasa untuk menjadikan anak-anakku lebih baik dari sebelumnya. Amin. (Dod).

NOW PLAYING

Edisi Hari Senin, 18 Mei 2026 - Mendidik dengan kasih

0:00 5:46

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Baca Buku Audiobook Indonesia Guntur Sulaksono Berawal dari sebuah artikel yang menyatakan betapa rendahnya tingkat membaca di Indonesia. Maka saya membangun channel yang khusus menyajikan audiobook dalam bahasa Indonesia. Tujuan saya adalah agar kita semua mendapatkan kemudahan dalam hal belajar dan meningkatkan pengetahuan.Ada ratusan buku best seller yang pernah saya baca dan tersedia dalam bentuk audiobook. Anda akan menemukan buku audio dengan berbagai genre yang berbeda. Mulai dari buku-buku tentang filsafat, pengembangan diri, novel, ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan lain sebagainya.Donation link: https://saweria.co/bacabuku Buletin FM Highlights Buletin FM X Dapatkan berita terkini dan isu semasa setiap hari dengan Buletin FM. Tepat dan jelas! ==="Firman Hidup", "Kabar Baik", "Lagu-lagu Injil" - Bahasa Diucapkan di Indonesia dengan Lebih dari Satu Juta Penutur // "Words of Life","Good News","Gospel Songs"-Languages Spoken in Indonesia With More Than One Million Speakers === Tze-John Liu ==== "Firman Hidup", "Kabar Baik", "Lagu-lagu Injil" -Bahasa Diucapkan di Indonesia dengan Lebih dari Satu Juta Penutur ==== (Indonesia, Jawa, Sunda, Madura, Minangkabau, Palembang, Bugis, Banjar, Aceh, Bali,  Betawi, Sasak, Toba, Ambon, Makassar, Mandarin, Hokkien, Pakpak Dairi, Simalungun, Mandailing, Malay, Gorontalo) ==== "Words of Life","Good News","Gospel Songs"-Languages Spoken in Indonesia With More Than One Million Speakers ==== CERITA SERAM Willy Kun CERITA SERAM by Willy Kun adalah podcast cerita kisah nyata (Kisah Horor, True Crime, Konspirasi, Tragedi & Konflik) yang coba diceritakan secara mengalir seperti cerita seharusnya. Untuk berbagi cerita DM Instagram @willykun. Untuk menikmati dengan visual bisa di tonton di Youtube channel Willy Kun. https://www.youtube.com/user/khidz500able

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Kencan Dengan Tuhan?

This episode is 5 minutes long.

When was this Kencan Dengan Tuhan episode published?

This episode was published on May 17, 2026.

What is this episode about?

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 18 Mei 2026Bacaan: "Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Apakah hukuman secara fisik merupakan cara yang efektif untuk...

Can I download this Kencan Dengan Tuhan episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!