EPISODE · Dec 22, 2024 · 3 MIN
Edisi Hari Senin, 23 Desember 2024 - Mendengar suara Allah
from Kencan Dengan Tuhan · host Danang Kurniawan
Kencan Dengan Tuhan Senin, 23 Desember 2024 Bacaan: Mazmur 81:14 "Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku!" Renungan: Seseorang masih dapat tertidur lelap walaupun berada di ruangan dengan suara musik atau suara obrolan yang cukup kencang. Mengapa? Jawabannya adalah karena sebenarnya otaklah yang memutuskan suara yang benar-benar ingin didengarkan. Jadi, ternyata, mendengarkan bukan hanya pekerjaan telinga, tetapi juga pekerjaan bagian otak kita. Mendengarkan suara Tuhan mengandalkan pekerjaan otak dan hati. Jika otak dan hati kita terarah bukan kepada Tuhan, maka sebaik apa pun suara Tuhan tidak akan terdengar oleh kita. Umat Israel yang digambarkan Pemazmur 81 adalah umat yang degil hatinya. Kata "degil" berkaitan erat dengan sikap keras yang tertutup. Jadi, kalau umat Israel dikatakan degil hati, itu berarti umat Israel bersikap keras menutup hati; mereka tidak mau mendengarkan suara Tuhan yang menghendaki kebaikan dan kebenaran. Umat Israel lebih mengikuti pikiran dan rencananya sendiri. Dengan sikap seperti ini, umat tentu akan menerima konsekuensinya, yaitu celaka. Kita tahu, Allah adalah kasih. Suara-Nya adalah suara kasih yang menyelamatkan seluruh ciptaan-Nya. Kalau kita akrab dengan firman Allah, membuka pikiran dan hati kita kepada firman-Nya, kita pun akan mampu mendengarkan suara Allah, suara yang mengantar kita kepada kehidupan yang baik dan benar. Oleh karena itu, marilah kita terus berjuang untuk selalu mendengarkan suara Allah. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh Kudus-Mu supaya aku senantiasa dapat mendengarkan suara-Mu. Amin. (Dod).
What this episode covers
Kencan Dengan Tuhan Senin, 23 Desember 2024 Bacaan: Mazmur 81:14 "Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku!" Renungan: Seseorang masih dapat tertidur lelap walaupun berada di ruangan dengan suara musik atau suara obrolan yang cukup kencang. Mengapa? Jawabannya adalah karena sebenarnya otaklah yang memutuskan suara yang benar-benar ingin didengarkan. Jadi, ternyata, mendengarkan bukan hanya pekerjaan telinga, tetapi juga pekerjaan bagian otak kita. Mendengarkan suara Tuhan mengandalkan pekerjaan otak dan hati. Jika otak dan hati kita terarah bukan kepada Tuhan, maka sebaik apa pun suara Tuhan tidak akan terdengar oleh kita. Umat Israel yang digambarkan Pemazmur 81 adalah umat yang degil hatinya. Kata "degil" berkaitan erat dengan sikap keras yang tertutup. Jadi, kalau umat Israel dikatakan degil hati, itu berarti umat Israel bersikap keras menutup hati; mereka tidak mau mendengarkan suara Tuhan yang menghendaki kebaikan dan kebenaran. Umat Israel lebih mengikuti pikiran dan rencananya sendiri. Dengan sikap seperti ini, umat tentu akan menerima konsekuensinya, yaitu celaka. Kita tahu, Allah adalah kasih. Suara-Nya adalah suara kasih yang menyelamatkan seluruh ciptaan-Nya. Kalau kita akrab dengan firman Allah, membuka pikiran dan hati kita kepada firman-Nya, kita pun akan mampu mendengarkan suara Allah, suara yang mengantar kita kepada kehidupan yang baik dan benar. Oleh karena itu, marilah kita terus berjuang untuk selalu mendengarkan suara Allah. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh Kudus-Mu supaya aku senantiasa dapat mendengarkan suara-Mu. Amin. (Dod).
NOW PLAYING
Edisi Hari Senin, 23 Desember 2024 - Mendengar suara Allah
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jul 1, 2026 ·122m
Jun 23, 2026 ·3m
Jun 20, 2026 ·4m
Jun 20, 2026 ·10m