EPISODE · Jul 8, 2024 · 5 MIN
Edisi Hari Senin, 8 Juli 2024 - Berpikiran Terbuka dan Menerima Masukan
from Kencan Dengan Tuhan · host Danang Kurniawan
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 8 Juli 2024 Bacaan: Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung." (Kejadian 4:13) Renungan: Istilah tegar tengkuk digunakan untuk menyatakan kebandelan, kedegilan manusia yang tidak meresponi tuntunan yang positif. Ketika Tuhan menyampaikan hukuman bagi Kain, Kain tidak memberikan respons positif, yaitu penyesalan atau pertobatan. Alkitab sama sekali tidak mencatat kata- kata atau tindakan Kain yang menunjukkan penyesalan atau pertobatannya. Seakan-akan apa yang dia lakukan kepada adiknya itu adalah hal yang biasa. Mungkin bagi Kain, cemburu adalah alasan yang sangat kuat untuk melakukan pembunuhan. "Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam." (Ams 6:34). Namun, sesungguhnya itu menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang yang tegar tengkuk, sebab bagaimanapun juga hukuman yang diberikan Tuhan adalah bermaksud supaya orang yang menerima hukuman itu menyesal atau bertobat. Kain mengajukan protes kepada Tuhan. Protes adalah pernyataan tidak menyetujui, menentang, menyangkal. "Hukumanku itu lebih besar daripada yang dapat kutanggung," protes Kain kepada Tuhan. Seakan-akan Kain lebih tahu daripada Tuhan. Bukankah seharusnya Kain menyadari bahwa dirinya memang layak dihukum seperti itu? Kalau zaman sekarang, vonis yang layak untuk pembunuhan berencana seperti yang dilakukan Kain adalah hukuman mati. Namun di sini kita melihat tidak ada tanda sedikit pun akan kerendahan hati dan keterbukaannya menerima keputusan Tuhan. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Kain adalah orang yang keras kepala. Jika ada yang orang yang memberi kita masukan, saran, atau nasihat, sesungguhnya itu adalah benar-benar untuk kepentingan kita sendiri. Jangan terburu-buru menolaknya. Sekalipun masukan yang diberikan berupa kritik tajam, atau “hukuman”, itu pun untuk kebaikan kita sendiri. Rasanya sungguh tidak enak, bahkan bisa melukai hati kita, namun sebaiknya kita tetap tenang dan mempelajari setiap masukan itu. Masukkan yang bisa kita jalankan dan memang membangun diri kita, harus kita terima dengan lapang dada. Jangan keras kepala, sebab itu akan merugikan diri kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berikanlah aku rahmat kerendahan hati dan keterbukaan, sehingga aku bisa menerima setiap masukan yang membangun diriku. Amin. (Dod).
What this episode covers
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 8 Juli 2024 Bacaan: Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung." (Kejadian 4:13) Renungan: Istilah tegar tengkuk digunakan untuk menyatakan kebandelan, kedegilan manusia yang tidak meresponi tuntunan yang positif. Ketika Tuhan menyampaikan hukuman bagi Kain, Kain tidak memberikan respons positif, yaitu penyesalan atau pertobatan. Alkitab sama sekali tidak mencatat kata- kata atau tindakan Kain yang menunjukkan penyesalan atau pertobatannya. Seakan-akan apa yang dia lakukan kepada adiknya itu adalah hal yang biasa. Mungkin bagi Kain, cemburu adalah alasan yang sangat kuat untuk melakukan pembunuhan. "Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam." (Ams 6:34). Namun, sesungguhnya itu menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang yang tegar tengkuk, sebab bagaimanapun juga hukuman yang diberikan Tuhan adalah bermaksud supaya orang yang menerima hukuman itu menyesal atau bertobat. Kain mengajukan protes kepada Tuhan. Protes adalah pernyataan tidak menyetujui, menentang, menyangkal. "Hukumanku itu lebih besar daripada yang dapat kutanggung," protes Kain kepada Tuhan. Seakan-akan Kain lebih tahu daripada Tuhan. Bukankah seharusnya Kain menyadari bahwa dirinya memang layak dihukum seperti itu? Kalau zaman sekarang, vonis yang layak untuk pembunuhan berencana seperti yang dilakukan Kain adalah hukuman mati. Namun di sini kita melihat tidak ada tanda sedikit pun akan kerendahan hati dan keterbukaannya menerima keputusan Tuhan. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Kain adalah orang yang keras kepala. Jika ada yang orang yang memberi kita masukan, saran, atau nasihat, sesungguhnya itu adalah benar-benar untuk kepentingan kita sendiri. Jangan terburu-buru menolaknya. Sekalipun masukan yang diberikan berupa kritik tajam, atau “hukuman”, itu pun untuk kebaikan kita sendiri. Rasanya sungguh tidak enak, bahkan bisa melukai hati kita, namun sebaiknya kita tetap tenang dan mempelajari setiap masukan itu. Masukkan yang bisa kita jalankan dan memang membangun diri kita, harus kita terima dengan lapang dada. Jangan keras kepala, sebab itu akan merugikan diri kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berikanlah aku rahmat kerendahan hati dan keterbukaan, sehingga aku bisa menerima setiap masukan yang membangun diriku. Amin. (Dod).
NOW PLAYING
Edisi Hari Senin, 8 Juli 2024 - Berpikiran Terbuka dan Menerima Masukan
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jul 1, 2026 ·122m
Jun 23, 2026 ·3m
Jun 20, 2026 ·4m
Jun 20, 2026 ·10m