PodParley PodParley

February dan semoga nya

Episode 1 of the Kitabisayuk podcast, hosted by wendabeoke, titled "February dan semoga nya" was published on February 18, 2021 and runs 0 minutes.

February 18, 2021 ·0m · Kitabisayuk

0:00 / 0:00

Selamat datang kembali Februari. Kisahnya sudah sampai di persimpangan jalan, Seseorang telah pergi dengan mengiklaskan. Seseorang tadi telah menghentikan sebuah perjalanan, dari kisah yang baru sebentar, Waktu kita memang tidak lama, tapi dari ketidaklamaan tadi aku benar2 merasakan kembali makna bahagia. Bukankah benar perihal kita tidak bisa bersama, setidaknya pernah bertemu saja itu sedikit berwarna. Kasih... Kisahmu sendu. Langitmu masih abu abu. Pergilah dengan senyuman karna sebentar lagi turun hujan. Dalam sendirian, kehujanan rindu dari segala arah. Peluknya masih ku ingat Dibawah hujan tangannya pernah ku genggam erat, Layaknya anak kecil yang takut kehilangan.. Lalu sekarang waktu justru yang menghilangkan kamu dari ceritaku. Sehat selalu raganya kasih ... Sejauh ini aku sudah tidak layak mengingatkanmu sarapan. Apalagi untuk memberikan ucapanmu selamat tidur. Aku harap tidurmu akan selalu aman. Ucapan selamat pagi terakhirmu akan selalu aku ingat, Karna peluku akan selalu ada disana. Kapanpun kamu mau. Aku masih dirumah yang sama dan harapan yang sama. Sampai dibukan fwbruari ini masih kamu yang berenang dikepala. Cerita tentang perkenalan yang singkat, temu yang semu .. Bahkan sampai raga yang harus pulang karena gagal dalam perjalanan. Mungkin caraku melangkah terlalu kencang, mungkin caraku menggenggam terlalu erat, Maafkan aku yang terllalu ambisi memilikimu. Sejatinya kamu memang berhak memilih. Ada Singgah, ada pindah. Jangan pernah menetap kalo tidak bisa menatap. Aku tau waktu itu lukamu belum sembuh Hanya satu yang perlu kamu ingat Jangan pernah menggunakan seseorang, untuk melupakan seseorang. Terimakasih telah datang di waktu yang tepat kasih. Selamat berlari untuk Februari mu yang manis ya... Dan selamat datang kembali .. Semoga.

Selamat datang kembali Februari. Kisahnya sudah sampai di persimpangan jalan, Seseorang telah pergi dengan mengiklaskan. Seseorang tadi telah menghentikan sebuah perjalanan, dari kisah yang baru sebentar, Waktu kita memang tidak lama, tapi dari ketidaklamaan tadi aku benar2 merasakan kembali makna bahagia. Bukankah benar perihal kita tidak bisa bersama, setidaknya pernah bertemu saja itu sedikit berwarna. Kasih... Kisahmu sendu. Langitmu masih abu abu. Pergilah dengan senyuman karna sebentar lagi turun hujan. Dalam sendirian, kehujanan rindu dari segala arah. Peluknya masih ku ingat Dibawah hujan tangannya pernah ku genggam erat, Layaknya anak kecil yang takut kehilangan.. Lalu sekarang waktu justru yang menghilangkan kamu dari ceritaku. Sehat selalu raganya kasih ... Sejauh ini aku sudah tidak layak mengingatkanmu sarapan. Apalagi untuk memberikan ucapanmu selamat tidur. Aku harap tidurmu akan selalu aman. Ucapan selamat pagi terakhirmu akan selalu aku ingat, Karna peluku akan selalu ada disana. Kapanpun kamu mau. Aku masih dirumah yang sama dan harapan yang sama. Sampai dibukan fwbruari ini masih kamu yang berenang dikepala. Cerita tentang perkenalan yang singkat, temu yang semu .. Bahkan sampai raga yang harus pulang karena gagal dalam perjalanan. Mungkin caraku melangkah terlalu kencang, mungkin caraku menggenggam terlalu erat, Maafkan aku yang terllalu ambisi memilikimu. Sejatinya kamu memang berhak memilih. Ada Singgah, ada pindah. Jangan pernah menetap kalo tidak bisa menatap. Aku tau waktu itu lukamu belum sembuh Hanya satu yang perlu kamu ingat Jangan pernah menggunakan seseorang, untuk melupakan seseorang. Terimakasih telah datang di waktu yang tepat kasih. Selamat berlari untuk Februari mu yang manis ya... Dan selamat datang kembali .. Semoga.

No similar episodes found.

No similar podcasts found.

URL copied to clipboard!