Filipi - Bab 3 episode artwork

EPISODE · Oct 29, 2022 · 5 MIN

Filipi - Bab 3

from Sabda yang Hidup · host wee twig

Bab ini diawali dengan perdebatan tentang cara hidup sekelompok Yahudi yang mengaku percaya akan Kristus. Namun, mereka masih mensyaratkan akan ketaatan pada hukum dan kebiasaan dalam Perjanjian Lama agar bisa menjadi pengikut Kristus yang baik. Ayat dua berbicara tentang berhati-hati terhadap ‘anjing-anjing’ yang tak lain adalah sindiran bagi orang-orang yang merasa bangga sebagai bangsa terpilih dan menggunakan ejekan itu untuk kaum non-Yahudi. Sindiran bagi kaum Yahudi yang memiliki perjanjian sunat namun tetap menghina bangsa lain yang mengikuti kebiasaan itu. Jika berbicara tentang ketaatan kepada hukum Taurat, sejarah Paulus berbicara banyak di sana. Ia sendiri lahir dari keluarga Yahudi di Tarsus, dan meninggalkan negaranya untuk hidup berbisnis di wilayah Yunani. Orang tuanya dari keluarga berada dan mereka adalah termasuk warga negara Roma (Kis 22:28). Seiring dengan eksposur budaya Yunani, Paulus menerima pendidikan agama dari kitab-kitab dan orang Yahudi. Ia menyaksikan sendiri budaya pesta dan tradisi pengorbanan pagan bangsa Yunani, tetapi ia bangga menjadi anggota umat pilihan Allah. Orang tuanya mengirim dia ke Yerusalem untuk mempelajari hukum dan ayat-ayat suci dari para ahlinya (Kis 22:3). Paulus adalah seorang Farisi sejati. Ia tak bertemu Yesus sebagai manusia secara pribadi namun bersinggungan langsung dengan para jemaat perdana. Saat akhirnya Yesus yang bangkit hadir menjumpai Paulus, hal ini berarti ia perlu meninggalkan segalanya yang selama ini Paulus ketahui tentang hidup benar di hadapan Allah. Ia ingin meninggalkan semua masa lalunya dan menerima dengan kepenuhan karunia Allah secara cuma-cuma (bukan karena ketaatan pada hukum dan penghakiman pada manusia lain yang dianggap berdosa). Mengenal Kristus dan bertemu Dia sebagai Allah yang hidup adalah hal terbesar bagi orang yang percaya. Jalan untuk mengalami kuasa Kristus yang mampu mengubah kita tak lain adalah dengan berbagi penderitaan jalan salibNya.

Bab ini diawali dengan perdebatan tentang cara hidup sekelompok Yahudi yang mengaku percaya akan Kristus. Namun, mereka masih mensyaratkan akan ketaatan pada hukum dan kebiasaan dalam Perjanjian Lama agar bisa menjadi pengikut Kristus yang baik. Ayat dua berbicara tentang berhati-hati terhadap ‘anjing-anjing’ yang tak lain adalah sindiran bagi orang-orang yang merasa bangga sebagai bangsa terpilih dan menggunakan ejekan itu untuk kaum non-Yahudi. Sindiran bagi kaum Yahudi yang memiliki perjanjian sunat namun tetap menghina bangsa lain yang mengikuti kebiasaan itu. Jika berbicara tentang ketaatan kepada hukum Taurat, sejarah Paulus berbicara banyak di sana. Ia sendiri lahir dari keluarga Yahudi di Tarsus, dan meninggalkan negaranya untuk hidup berbisnis di wilayah Yunani. Orang tuanya dari keluarga berada dan mereka adalah termasuk warga negara Roma (Kis 22:28). Seiring dengan eksposur budaya Yunani, Paulus menerima pendidikan agama dari kitab-kitab dan orang Yahudi. Ia menyaksikan sendiri budaya pesta dan tradisi pengorbanan pagan bangsa Yunani, tetapi ia bangga menjadi anggota umat pilihan Allah. Orang tuanya mengirim dia ke Yerusalem untuk mempelajari hukum dan ayat-ayat suci dari para ahlinya (Kis 22:3). Paulus adalah seorang Farisi sejati. Ia tak bertemu Yesus sebagai manusia secara pribadi namun bersinggungan langsung dengan para jemaat perdana. Saat akhirnya Yesus yang bangkit hadir menjumpai Paulus, hal ini berarti ia perlu meninggalkan segalanya yang selama ini Paulus ketahui tentang hidup benar di hadapan Allah. Ia ingin meninggalkan semua masa lalunya dan menerima dengan kepenuhan karunia Allah secara cuma-cuma (bukan karena ketaatan pada hukum dan penghakiman pada manusia lain yang dianggap berdosa). Mengenal Kristus dan bertemu Dia sebagai Allah yang hidup adalah hal terbesar bagi orang yang percaya. Jalan untuk mengalami kuasa Kristus yang mampu mengubah kita tak lain adalah dengan berbagi penderitaan jalan salibNya.

NOW PLAYING

Filipi - Bab 3

0:00 5:50

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Sabda yang Hidup?

This episode is 5 minutes long.

When was this Sabda yang Hidup episode published?

This episode was published on October 29, 2022.

What is this episode about?

Bab ini diawali dengan perdebatan tentang cara hidup sekelompok Yahudi yang mengaku percaya akan Kristus. Namun, mereka masih mensyaratkan akan ketaatan pada hukum dan kebiasaan dalam Perjanjian Lama agar bisa menjadi pengikut Kristus yang baik....

Can I download this Sabda yang Hidup episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!