Injil Lukas - Bab 17  episode artwork

EPISODE · Dec 21, 2021 · 8 MIN

Injil Lukas - Bab 17

from Sabda yang Hidup · host wee twig

Beberapa nasihat disampaikan Yesus di awal bab 17. Ia menyebutkan tentang penyesatan yang akan terjadi dan mengingatkan murid-muridnya untuk menjadi kuat dan menjadi penopang bagi saudaranya. Kelemahan iman manusia menjadi sasaran empuk para penyesat untuk itulah Yesus mengingatkan kita untuk menjaga diri, menegor satu sama lain, dan saling mengampuni. Kisah kedua tentang "Tuan dan hamba", mengajarkan kembali tentang kerendahan hati seorang hamba dihadapan sang Tuan dan mengingatkan manusia bahwa segala hal baik yang sanggup kita lakukan adalah semata anugerahnya. Saat kita bisa melakukan pekerjaan yang baik dengan penuh kesetiaan, hendaklah kita tulus dan berkata "kita hanya melakukan apa yang kami harus lakukan". Kisah selanjutnya tentang kesepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus. Dari kesepuluh orang itu, hanya seorang yang kembali untuk mengucap syukur padaNya. Orang ini adalah orang Samaria dan satu-satunya yang diberitahu Yesus bahwa: "Imanmu telah menyelamatkanmu". Ia adalah orang yang merespon Allah langsung dari hatinya. Sementara kesembilan orang yang lain lebih peduli pada mematuhi aturan hukum agamanya. Orang Samaria yang penuh syukur ini berterima kasih pada Tuhan tepat dimana kasih karunia Allah menemukannya; inilah iman yang menyelamatkan dan mengubah hati manusia. Dari banyaknya orang yang merasakan kasih dan kesembuhan dari Tuhan Allah, berapa banyak yang kembali dan mengasihi Allah? Kedatangan Kerajaan Allah selalu menjadi pertanyaan manusia sepanjang jaman, termasuk pada jaman Yesus. Yesus menjelaskan pada orang Farisi bahwa hari itu tidak datang seperti perubahan musim setiap tahunnya yang bisa diamati atau terjadi seperti sebuah revolusi. Namun, Kerajaan Allah hadir melalui karya orang-orang yang telah menerima Kabar Suka Cita. Bagi orang yang percaya, mereka telah menikmati kerajaan Allah di dunia. Sedangkan kedatangan Kristus yang kedua akan menjadi hari yang tak disangka-sangka bagi orang yang tak menghiraukannya (seperti jaman Nabi Nuh). Penghakiman akan memisahkan orang pilihan dan yang bukan kawanannya. Mereka yang selama ini terlihat tak terpisahkan dan bersama-sama berkarya di dunia akan dipisahkan (saat dua orang bekerja di ladang, satu orang diangkat dan satu ditinggalkan). Pada hari penghakiman, pemisahan antara yang benar dan yang tidak akan terjadi. 

Beberapa nasihat disampaikan Yesus di awal bab 17. Ia menyebutkan tentang penyesatan yang akan terjadi dan mengingatkan murid-muridnya untuk menjadi kuat dan menjadi penopang bagi saudaranya. Kelemahan iman manusia menjadi sasaran empuk para penyesat untuk itulah Yesus mengingatkan kita untuk menjaga diri, menegor satu sama lain, dan saling mengampuni. Kisah kedua tentang "Tuan dan hamba", mengajarkan kembali tentang kerendahan hati seorang hamba dihadapan sang Tuan dan mengingatkan manusia bahwa segala hal baik yang sanggup kita lakukan adalah semata anugerahnya. Saat kita bisa melakukan pekerjaan yang baik dengan penuh kesetiaan, hendaklah kita tulus dan berkata "kita hanya melakukan apa yang kami harus lakukan". Kisah selanjutnya tentang kesepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus. Dari kesepuluh orang itu, hanya seorang yang kembali untuk mengucap syukur padaNya. Orang ini adalah orang Samaria dan satu-satunya yang diberitahu Yesus bahwa: "Imanmu telah menyelamatkanmu". Ia adalah orang yang merespon Allah langsung dari hatinya. Sementara kesembilan orang yang lain lebih peduli pada mematuhi aturan hukum agamanya. Orang Samaria yang penuh syukur ini berterima kasih pada Tuhan tepat dimana kasih karunia Allah menemukannya; inilah iman yang menyelamatkan dan mengubah hati manusia. Dari banyaknya orang yang merasakan kasih dan kesembuhan dari Tuhan Allah, berapa banyak yang kembali dan mengasihi Allah? Kedatangan Kerajaan Allah selalu menjadi pertanyaan manusia sepanjang jaman, termasuk pada jaman Yesus. Yesus menjelaskan pada orang Farisi bahwa hari itu tidak datang seperti perubahan musim setiap tahunnya yang bisa diamati atau terjadi seperti sebuah revolusi. Namun, Kerajaan Allah hadir melalui karya orang-orang yang telah menerima Kabar Suka Cita. Bagi orang yang percaya, mereka telah menikmati kerajaan Allah di dunia. Sedangkan kedatangan Kristus yang kedua akan menjadi hari yang tak disangka-sangka bagi orang yang tak menghiraukannya (seperti jaman Nabi Nuh). Penghakiman akan memisahkan orang pilihan dan yang bukan kawanannya. Mereka yang selama ini terlihat tak terpisahkan dan bersama-sama berkarya di dunia akan dipisahkan (saat dua orang bekerja di ladang, satu orang diangkat dan satu ditinggalkan). Pada hari penghakiman, pemisahan antara yang benar dan yang tidak akan terjadi.

NOW PLAYING

Injil Lukas - Bab 17

0:00 8:48

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Sabda yang Hidup?

This episode is 8 minutes long.

When was this Sabda yang Hidup episode published?

This episode was published on December 21, 2021.

What is this episode about?

Beberapa nasihat disampaikan Yesus di awal bab 17. Ia menyebutkan tentang penyesatan yang akan terjadi dan mengingatkan murid-muridnya untuk menjadi kuat dan menjadi penopang bagi saudaranya. Kelemahan iman manusia menjadi sasaran empuk para...

Can I download this Sabda yang Hidup episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!