Maraknya Konflik di Tengah Wabah, Siapa Tanggung Jawab? episode artwork

EPISODE · Sep 16, 2021 · 7 MIN

Maraknya Konflik di Tengah Wabah, Siapa Tanggung Jawab?

from Narasipostmedia · host Narasipost

Maraknya Konflik di Tengah Wabah, Siapa Tanggung Jawab? Oleh. Deny Setyoko Wati, SH Voice Over Talent : Giriyani NarasiPost.Com-Pandemi yang tak kunjung mereda, ternyata juga memberi dampak pada psikososial masyarakat. Hal ini tampak pada maraknya kasus kekerasan dan konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kekerasan dan konflik tersebut menimpa antaranggota masyarakat, antara masyarakat dan tenaga kesehatan (nakes) serta petugas pemakaman. Sebagaimana yang dilansir oleh kompas.com (24/07/2021) aksi kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sianipar Bulu Silape, Silaen, Sumatera Utara terhadap seorang penderita Covid-19. Warga menganiaya penderita tersebut lantaran tidak berkenan, jika penderita melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Awalnya, warga dan aparat desa meminta kepada penderita tersebut untuk isolasi mandiri di sebuah gubuk di hutan. Penderita pun menuruti keinginan warga dan aparat desa tersebut. Namun, karena merasa tidak betah dan merasa depresi, si penderita akhirnya pulang dan ingin melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Warga yang mengetahui hal itu merasa geram kemudian terjadilah aksi penganiayaan tersebut. Aksi serupa juga dilakukan oleh masyarakat dari Desa Jatian, Pakusari, Jember terhadap tim pemakaman jenazah Covid-19. Masyarakat desa tersebut melakukan  penganiayaan, pemukulan, pelemparan batu dan berusaha membanting tim relawan serta ingin merebut peti jenazah Covid-19. (Kompas.com,24/07/2021). Demikianlah segelintir peristiwa miris yang terekspos media mewarnai kehidupan di tengah wabah hari ini. Kehidupan di masa pandemi yang semestinya menjadikan antarmasyarakat saling berempati, tolong menolong dan bahu membahu, namun sayangnya belum sepenuhnya tercapai. Hal ini menunjukkan masih minimnya pemahaman masyarakat tentang Covid-19. Ditambah lagi masyarakat mengalami tekanan ekonomi sehingga menyebabkan merebaknya stress, mudah tersulut emosi, sikap egois dan saling curiga muncul di kalangan masyarakat. Alhasil, terjadilah peristiwa-peristiwa naas nan menyesakkan dada sebagaimana yang diberitakan di atas. Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/09/maraknya-konflik-di-tengah-wabah-siapa-tanggung-jawab/   Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on : instagram : http://instagram.com/narasipost Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter : Http://twitter.com/narasipost

Maraknya Konflik di Tengah Wabah, Siapa Tanggung Jawab? Oleh. Deny Setyoko Wati, SH Voice Over Talent : Giriyani NarasiPost.Com-Pandemi yang tak kunjung mereda, ternyata juga memberi dampak pada psikososial masyarakat. Hal ini tampak pada maraknya kasus kekerasan dan konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kekerasan dan konflik tersebut menimpa antaranggota masyarakat, antara masyarakat dan tenaga kesehatan (nakes) serta petugas pemakaman. Sebagaimana yang dilansir oleh kompas.com (24/07/2021) aksi kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sianipar Bulu Silape, Silaen, Sumatera Utara terhadap seorang penderita Covid-19. Warga menganiaya penderita tersebut lantaran tidak berkenan, jika penderita melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Awalnya, warga dan aparat desa meminta kepada penderita tersebut untuk isolasi mandiri di sebuah gubuk di hutan. Penderita pun menuruti keinginan warga dan aparat desa tersebut. Namun, karena merasa tidak betah dan merasa depresi, si penderita akhirnya pulang dan ingin melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Warga yang mengetahui hal itu merasa geram kemudian terjadilah aksi penganiayaan tersebut. Aksi serupa juga dilakukan oleh masyarakat dari Desa Jatian, Pakusari, Jember terhadap tim pemakaman jenazah Covid-19. Masyarakat desa tersebut melakukan  penganiayaan, pemukulan, pelemparan batu dan berusaha membanting tim relawan serta ingin merebut peti jenazah Covid-19. (Kompas.com,24/07/2021). Demikianlah segelintir peristiwa miris yang terekspos media mewarnai kehidupan di tengah wabah hari ini. Kehidupan di masa pandemi yang semestinya menjadikan antarmasyarakat saling berempati, tolong menolong dan bahu membahu, namun sayangnya belum sepenuhnya tercapai. Hal ini menunjukkan masih minimnya pemahaman masyarakat tentang Covid-19. Ditambah lagi masyarakat mengalami tekanan ekonomi sehingga menyebabkan merebaknya stress, mudah tersulut emosi, sikap egois dan saling curiga muncul di kalangan masyarakat. Alhasil, terjadilah peristiwa-peristiwa naas nan menyesakkan dada sebagaimana yang diberitakan di atas. Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/09/maraknya-konflik-di-tengah-wabah-siapa-tanggung-jawab/   Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on : instagram : http://instagram.com/narasipost Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter : Http://twitter.com/narasipost

NOW PLAYING

Maraknya Konflik di Tengah Wabah, Siapa Tanggung Jawab?

0:00 7:37

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

No similar episodes found.

No similar podcasts found.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Narasipostmedia?

This episode is 7 minutes long.

When was this Narasipostmedia episode published?

This episode was published on September 16, 2021.

What is this episode about?

Maraknya Konflik di Tengah Wabah, Siapa Tanggung Jawab? Oleh. Deny Setyoko Wati, SH Voice Over Talent : Giriyani NarasiPost.Com-Pandemi yang tak kunjung mereda, ternyata juga memberi dampak pada psikososial masyarakat. Hal ini tampak pada maraknya...

Can I download this Narasipostmedia episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!