Mengapa Saya Memberi Nilai T (incomplete) episode artwork

EPISODE · Sep 24, 2021 · 9 MIN

Mengapa Saya Memberi Nilai T (incomplete)

from Padepokan Budi Rahardjo · host Budi Rahardjo

Dari dahulu saya sering memberikan nilai T (incomplete) kepada mahasiswa saya yang nilainya diperbatasan atau ada masalah. Mereka saya minta  untuk memperbaiki tugas / makalahnya sehingga dapat nilai A. Kadang  proses ini berulang-ulang. Awalnya saya hanya berdasarkan perasaan saya  saja. Tanpa teori. Ternyata cara saya - yang lebih mementingkan proses -  ini tidak salah. Ada buku dari Carol Dweck yang berjudul "Growth Mindset" yang mengatakan  bahwa anak-anak sering dihakimi dengan kondisi sekarang. Kamu nilainya  segini atau kamu tidak lulus. Akibatnya banyak yang berhenti belajar. Oh, saya memang tidak pandai. Tidak cocok untuk bidang itu atau  sejenisnya. Padahal lebih baik dilihat prosesnya. Dihargai prosesnya. Bahwa dia BELUM menguasi itu. NOT yet. Belum "yet". Penjelasannya  menarik. Silahkan baca bukunya atau lihat videonya. (Ada presentasi Prof  Dweck ini di TED.)    Ah, ternyata cara saya menilai itu tidak salah. Bahkan kalau menurut  Prof. Dweck malah lebih benar. Ya, kerjaan saya menjadi lebih banyak /  berat, tapi hasilnya (dari sisi proses belajar mahasiswa) menjadi lebih  benar. Mahasiswa diberi kesempatan untuk terus memperbaiki / terus  belajar sehingga akhirnya menguasi ilmu itu.

Dari dahulu saya sering memberikan nilai T (incomplete) kepada mahasiswa saya yang nilainya diperbatasan atau ada masalah. Mereka saya minta  untuk memperbaiki tugas / makalahnya sehingga dapat nilai A. Kadang  proses ini berulang-ulang. Awalnya saya hanya berdasarkan perasaan saya  saja. Tanpa teori. Ternyata cara saya - yang lebih mementingkan proses -  ini tidak salah. Ada buku dari Carol Dweck yang berjudul "Growth Mindset" yang mengatakan  bahwa anak-anak sering dihakimi dengan kondisi sekarang. Kamu nilainya  segini atau kamu tidak lulus. Akibatnya banyak yang berhenti belajar. Oh, saya memang tidak pandai. Tidak cocok untuk bidang itu atau  sejenisnya. Padahal lebih baik dilihat prosesnya. Dihargai prosesnya. Bahwa dia BELUM menguasi itu. NOT yet. Belum "yet". Penjelasannya  menarik. Silahkan baca bukunya atau lihat videonya. (Ada presentasi Prof  Dweck ini di TED.)    Ah, ternyata cara saya menilai itu tidak salah. Bahkan kalau menurut  Prof. Dweck malah lebih benar. Ya, kerjaan saya menjadi lebih banyak /  berat, tapi hasilnya (dari sisi proses belajar mahasiswa) menjadi lebih  benar. Mahasiswa diberi kesempatan untuk terus memperbaiki / terus  belajar sehingga akhirnya menguasi ilmu itu.

NOW PLAYING

Mengapa Saya Memberi Nilai T (incomplete)

0:00 9:25

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

No similar episodes found.

No similar podcasts found.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Padepokan Budi Rahardjo?

This episode is 9 minutes long.

When was this Padepokan Budi Rahardjo episode published?

This episode was published on September 24, 2021.

What is this episode about?

Dari dahulu saya sering memberikan nilai T (incomplete) kepada mahasiswa saya yang nilainya diperbatasan atau ada masalah. Mereka saya minta  untuk memperbaiki tugas / makalahnya sehingga dapat nilai A. Kadang  proses ini berulang-ulang. Awalnya...

Can I download this Padepokan Budi Rahardjo episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!