PodParley PodParley

Sahabat Pekerja Indonesia

Episode 1 of the Aardin Horsepower podcast, hosted by Nasyifat, titled "Sahabat Pekerja Indonesia" was published on May 24, 2021 and runs 10 minutes.

May 24, 2021 ·10m · Aardin Horsepower

0:00 / 0:00

Berawal dari sebuah keprihatinan saat memperjuangkan nasib pekerja industrial dalam naungan serikat pekerja. Terlalu banyak retorika yang keluar dalam setiap perdebatan, demi sebuah harapan untuk sekedar hidup layak dari para pekerja. Inilah yang menyebabkan kami melangkah kepada sikap yang lebih dewasa untuk tidak bergantung kepada kekuatan Capital, namun belajar untuk memberdayakan diri kami sendiri dengan knowledge networking dan political movement untuk mampu berdiri sama tinggi dengan siapapun stakeholdernya. Kami bahkan belajar untuk mengadvokasi secara mandiri. Bukan hanya sekedar kepada karyawan pabrik yang di PHK sepihak, namun kepada semua sahabat pekerja migran kami yang meninggalkan keluarganya jauh ke negeri seberang lautan disana. Kami bukanlah orang kaya yang punya segalanya untuk bisa menjawab setiap jeritan mereka, tapi perut kenyang kami disini sudah cukup membuat kami tidak tenang saat tidak mampu berbuat apa-apa. Hidup ini hanya sekali wahai sahabatpekerjaku maka buatlah dia berarti. Berbekal perjuangan sejarah, kami kembali bertekad untuk mengukir sejarah menuntaskan agenda pekerja indonesia seluruh dunia.

Berawal dari sebuah keprihatinan saat memperjuangkan nasib pekerja industrial dalam naungan serikat pekerja. Terlalu banyak retorika yang keluar dalam setiap perdebatan, demi sebuah harapan untuk sekedar hidup layak dari para pekerja. Inilah yang menyebabkan kami melangkah kepada sikap yang lebih dewasa untuk tidak bergantung kepada kekuatan Capital, namun belajar untuk memberdayakan diri kami sendiri dengan knowledge networking dan political movement untuk mampu berdiri sama tinggi dengan siapapun stakeholdernya. Kami bahkan belajar untuk mengadvokasi secara mandiri. Bukan hanya sekedar kepada karyawan pabrik yang di PHK sepihak, namun kepada semua sahabat pekerja migran kami yang meninggalkan keluarganya jauh ke negeri seberang lautan disana. Kami bukanlah orang kaya yang punya segalanya untuk bisa menjawab setiap jeritan mereka, tapi perut kenyang kami disini sudah cukup membuat kami tidak tenang saat tidak mampu berbuat apa-apa. Hidup ini hanya sekali wahai sahabatpekerjaku maka buatlah dia berarti. Berbekal perjuangan sejarah, kami kembali bertekad untuk mengukir sejarah menuntaskan agenda pekerja indonesia seluruh dunia.

URL copied to clipboard!