PODCAST · society
Ailyne Poetri
by Ailyne Poetri
Tutur yang belum sempurna dari nona kecil tentang kisah yang tidak dipahami oleh dirinya sendiri. Langkah mungilnya berkelana, menatap nabastala yang dipenuhi nyala swastamita. Dengan pena biru kesukaannya dia menuangkan segala yang fatamorgana dalam bentuk prosa.Hanya satu inginnya, membagikan isi hatinya lewat suara ini.
-
9
#4. Suka sama temen sendiri
Aku suka kamu walau aku tahu kalau kamu tidak suka padaku.
-
8
#3. Salah tingkah
Cie salah tingkah abis dengerin ini . . .
-
7
#2. Lupakan dia sebab ada aku di sini
Pikirannya masih dia terus ya? Apa gak pernah kamu yang terbesit di sana? Lantas pernahkah dia sedikit saja menyadari bahwa masih ada seseorang yang terus menunggunya?
-
6
#1. Cerita tentang hari ini
Lihatin kamu dalam diam itu ternyata mengasyikkan, ya. Mengagumi dirimu dalam kesunyian kemudian membuat perasaan antara hati dan logikaku terus beradu.
-
5
Hembusan angin yang menari
Kamu adalah angin bagiku dan aku adalah daun yang sedang terjatuh namun tidak sampai menyentuh tanah. Kau datang mengajakku menari mengelilingi tempat-tempat yang paling indah untuk aku menikmati hari.
-
4
Kompas
Aku tersesat di kegelapan yang tak kunjung menemukan arah. Dari kejauhan dia datang membawakan kompas sebagai petunjuk untuk aku berjalan menuju cahaya.
-
3
Meniti Janji
Kalau boleh jujur, aku ingin meminta kembali semua janji yang kau berikan dulu, saat kita masih bersama. Lalu, setelah sekian purnama, kemana janji itu yang kau buat?
-
2
Kotak Kejutan
Malam ini sedikit berbeda, tidak turun hujan seperti biasanya. Aku berpikir sejenak mengingat kenangan kita saat bermain diantara rintik hujan yang saling beradu dengan senyuman manis kala itu.
-
1
Sinar Redup
Kilapnya kembali meredup, seolah secercah cahaya tak pernah menerangi ruang gelap di dasar lubuk hatiku.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
ABOUT THIS SHOW
Tutur yang belum sempurna dari nona kecil tentang kisah yang tidak dipahami oleh dirinya sendiri. Langkah mungilnya berkelana, menatap nabastala yang dipenuhi nyala swastamita. Dengan pena biru kesukaannya dia menuangkan segala yang fatamorgana dalam bentuk prosa.Hanya satu inginnya, membagikan isi hatinya lewat suara ini.
HOSTED BY
Ailyne Poetri
CATEGORIES
Loading similar podcasts...