Dewa Risqullah

PODCAST · arts

Dewa Risqullah

Siapapun kamu berhak untuk bahagia, bersedih sekalipun tidak masalah, sah-sah saja. Disini kamu adalah saya, dan saya adalah kamu. Bisa menjadi telinga, pun setia memberi bahu. | Dipersembahkan oleh @dewarisqullah — Semoga menenangkan, selamat mendengarkan.

  1. 173

    dua kabar untukmu

    aku memiliki dua kabar untukmu

  2. 172

    rindu yang tak berkesudahan

    Kamu apa kabar? semoga kamu baik-baik saja ya. aku cuman mau bilang, kalau aku kangen sama kamu. Maaf kalau kamu agak sedikit terganggu dengan kalimat ku ini.

  3. 171

    dan kehilangan tidak selalu berarti sia-sia.

    Hidup yang sempat ditemani kamu adalah bagian yang aku syukuri. Meski, pada akhirnya kita tidak lagi beriringan.

  4. 170

    mengantarkan setiap hati pulang ke rumah yang lain

    semoga arah yang kita pilih tidak lagi membawa langkah ini menuju garis yang bersinggungan

  5. 169

    serta mulia untukmu, selamat mengulang tahun.

    𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘫𝘢𝘩𝘵𝘦𝘳𝘢 𝘺𝘢, 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯, 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯-𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯. 𝘋𝘢𝘯 𝘥𝘰𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘬𝘶 𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯, 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘬𝘶, 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘥𝘪𝘬𝘦𝘭𝘪𝘭𝘪𝘯𝘨𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘪𝘬, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶. 𝘋𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘮𝘶𝘳 𝘱𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘩𝘢𝘭 𝘩𝘢𝘭 𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘫𝘦𝘫𝘢𝘬𝘪 𝘥𝘪𝘣𝘦𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘮𝘪.

  6. 168

    proses menjadi utuh sebagai manusia.

    Hallo teman-teman, apa kabar? semoga senantiasa sehat-sehat dan berbahagia selalu ya. Di episode kali ini, temen saya Melly (@el_melly.99) yang akan membawakan podcast nya. Selamat mendengarkan, semoga menenangkan.

  7. 167

    kembali ke rutinitas

    after lebaran kayak ngerasa hampa, sunyi, sepi nggak sih? hal seperti itu disebut post-holiday blues atau post-festivity syndrome. apalagi dari rasa senang yang di rasa sampai kehangatan saat kumpul keluarga, harus kembali ke rutinitas sehari-hari padahal sebagian kerinduan masih belum benar-benar dituntaskan.

  8. 166

    cont;nue.

    semoga saja kamu tetap berani mengambil setiap keputusan, baik buruknya, indah atau tidak sekalipun, jalani dan hatam apa-apa yang menghalangi jalan dari tiap tujuanmu.

  9. 165

    suasana puasa kala itu

    kali ini edisi ramadhan gua ngobrolin vibes puasa semasa kecil bareng 3 temen gua, selamat mendengarkan, semoga menenangkan.

  10. 164

    hal selanjutnya, jangan terlewati begitu saja seperti yang sudah-sudah.

    semoga baik aku dan kalian yang mendengarkan podcast ini, diberikan sehat, kebahagiaan yang tak henti untuk terus menghampiri. terima kasih sudah tidak pernah bosan mampir dan hadir di podcast dewa risqullah.

  11. 163

    sajian rindu; saat sahur dan berbuka puasa tiba.

    bagaimana dengan puasa tahun ini? rasanya kayak beda bgt ya sama moment bulan puasa saat masih kecil, semakin tahun vibes nya kayak beda, terasa sepi dan sunyi banget, palingan hal-hal seru adalah merindukan moment yang pernah terjadi saat masih kecil, di saat waktu sahur dan waktu berbuka tiba, sajiannya dipenuhi kerinduan.

  12. 162

    dan seluruhnya ada di bandung

    Aku sebenarnya ingin menetap di bandung, tapi semesta melarang, karena bandung dan kamu dua tempat yang sebenarnya milik orang lain, bukan untukku. Hanya saja dititipkan padaku, beserta kenangannya.

  13. 161

    selamat bersejahtera; selalu.

    “terima kasih atas banyak hal, sampai dititik sekarang, membentuk saya menjadi manusia seutuhnya. selamat bertambah usia untuk diri saya, semoga menua(i) segala do'a dan usaha selama masih bernafas tenang. senantiasa berbahagia, sehat-sehat dan selamat bersejahtera” —dewarisqullah

  14. 160

    Problematika Standarisasi.

    selamat mendengarkan, selamat tersinggung bila kesinggung hehe, maaf kalau disinggung.

  15. 159

    resolusi tiap tahun

    apa kabar teman-teman? senantiasa berbahagia dan sehat-sehat selalu ya. ngga berasa waktu terus berlalu begitu saja sampai kita sekarang menginjak di tahun 2025, bagaimana resolusi tahun ini? apakah ada kesamaan dengan di tahun sebelumnya?

  16. 158

    padanya, kepulangan.

    “ruangan ini pun terasa sangat sunyi, ia butuh kamu untuk meramaikan dan mewarnainya kembali.” —dewarisqullah

  17. 157

    di penghujung tahun, 2024.

    Terkadang hal-hal yang terjadi dalam hidup memang tidak sesuai dengan ekspektasi yang di awal begitu indah kita punya, tetapi tetaplah hidup dan jangan pernah patah untuk melangkah. podcast kali ini gua bahas bareng dua orang temen gua; Fauzan dan Fiqri. selamat mendengarkan teman-teman.

  18. 156

    Kok Masih Punya Energi Untuk Berharap?

    kadang suka ga habis pikir aja sama orang-orang yang udah capek sama aktivitas nya dari pagi sampe sore, tapi malem nya masih punya energi buat berharap, padahal mereka sadar kalau sesuatu itu udah ga bisa lagi kembali dan dimiliki.

  19. 155

    selayaknya hidup, berbahagialah.

    barangkali aku hanya takut jika tidak menjadi apa-apa di depan sana nanti.

  20. 154

    Eps. 132 : Pesan Rindu, Untuk Kamu.

    ada banyak hal yang kurindukan darimu, salah satunya senyuman manis yang kau miliki.

  21. 153

    bersyukur tanpa tapi, bersabar tanpa tepi.

    kadang kala kita—butuh sedih, untuk bisa; bersyukur lebih. Dan mulai sekarang berhenti mencemaskan sesuatu, karena realitanya hidup ini hanya memberimu dua pilihan; sabar tanpa tepi, syukur tanpa tapi.

  22. 152

    aku; manusia—banyak inginnya.

    terima kasih masih mau hadir dan mampir di podcast dewa risqullah, senantiasa sehat dan berbahagia selalu ya teman-teman.

  23. 151

    your voice is my favorite sound.

    entahlah, bagiku suaramu adalah lantunan paling tenang yang pernah kudengar.

  24. 150

    rindu hadir tak ada hentinya.

    “ternyata aku gagal dalam menyekat rindu yang datang kembali mengusik ketenanganku.” —dewarisqullah

  25. 149

    Eps. 150 : Merayakan—Terima Kasih, Aku.

    “sudahkah kita berterimakasih pada diri sendiri; atas segala hal yang dilalui, yang sudah sehebat ini bertahan dari badai-badainya. karena diri sendiri juga perlu perayaan atas rasa cinta dan kasih untuknya.” —dewarisqullah

  26. 148

    Eps. 149 : Terima Kasih Pernah Bersamaku

    tetapi aku salah, aku lupa akan takdir, karena sebaik apapun proses bersamanya kita; nyatanya tidak pernah bisa menahan perpisahan untuk tidak ada.

  27. 147

    Eps. 148 : Kita Pasti Akan Sampai

    pada akhirnya, dirimu sendirilah yang menjadi penolong dan tempat berteduhnya dari segala keriuhan; badai-badainya.

  28. 146

    Eps. 147 : Sebenarnya Kita Juga Mau Di Dengar

    jangan sesekali menanggap bahwa dunia itu tidak adil ya, tuhan memberikan cobaan tidak melebihi kemampuan kalian, justru kalian adalah orang-orang hebat. semangat selalu ya senantiasa berbahagia.

  29. 145

    Eps. 146 : Relationshit

    apapun yang sedang riuh dihubungan, sebisa mungkin gausah diceritain ke luar, cukup kamu dan pasanganmu aja. karena kita nggak pernah tau siapa aja yang nantinya mengambil kesempatan itu pada ruang yang lagi nggak baik-baik aja.

  30. 144

    Eps. 145 : Tanpa Bahasa (TABAH)

    pada ketabahanku ada banyak sekali kenangan-kenangan kita yang tertinggal, yang senantiasa masih menari-nari bersamaan dengan air mata.

  31. 143

    Eps. 143 : People Come And Go

    Terima kasih sudah menjadi favorite person tahun ini, people come and go. Thank's atas banyak hal yang pernah terkisah dalam terkasih di kehidupan kita berdua, khususnya aku.

  32. 142

    Eps. 142 : Bersama Orang Yang Tepat

    Karena mu, aku bisa sejatuh-jatuhnya mencintaimu. Dan caramu bersikap adalah keberuntungan yang kumiliki.

  33. 141

    Eps. 141 : Adanya Kamu, Aku Bahagia.

    Tolong bantu aku ya, untuk mewujudkan kebahagiaan bersama yang sering kita semoga berdua. Selamat mendengarkan episode ini, semoga menenangkan. Terima kasih ya.

  34. 140

    Eps. 140 : Tentang Patah Hati Masing-Masing.

    kita adalah bagian patah hati, yang tidak saling mengendalikan ego diri sendiri. hingga ketidaklayakan bersama tak berpihak seperti sediakala.

  35. 139

    Eps. 139 : Kontribusi Yang Tak Berarti

    padahal kita sudah berusaha memberikan kontribusi penuh, akan tetapi percuma saja, jika kita bukan yang dia mau.

  36. 138

    Eps. 138 : Siklusnya Ya, Menang Begitu.

    Huft, kadang pengen banget kita bisa berkomunikasi sedekat dulu, sehangat mentari, sedalam lautan yang pernah kita selami berdua.

  37. 137

    Eps. 137 : Hujan Jatuh Di Pekarangan Ingatanku

    “setidaknya kita pernah bersama yang karena ego yang menyeruak merusak arah yang tak lagi layak. kau di sana dalam ketiadaan, aku di sini menikmati keadaan. kita mungkin pernah berada dalam langkah yang sama, dan kini menjadi sejarah yang tak lagi menimbulkan luka.” —dewarisqullah

  38. 136

    Eps. 136 : cuman kamu yang bisa memahamiku.

    Semoga kabar baik darimu; kepulanganmu, disegerakan pada doa yang tak lepasnya kulambungkan pada Tuhan.

  39. 135

    Eps. 135 : tak ingin usai—denganmu.

    kuingin kita kembali, pada pelukan yang pernah sehangat mentari—kuingin kau disini, tak jauh dan usai dariku.

  40. 134

    Eps. 121 : Hati-Hati di Jalan

    sampai bertemu, bahagia selalu ya. salam hangat darimu, terima kasih dan maaf yang teramat dalam.

  41. 133

    Eps. 134 : Quarter-Life Crisis

    Quarter-Life Crisis: Krisis seperempat abad merupakan istilah psikologi yang merujuk pada keadaan emosional yang umumnya dialami oleh orang-orang berusia 18 hingga 30 tahun seperti halnya kekhawatiran, keraguan terhadap kemampuan diri, dan kebingungan dalam menentukan arah hidup. Episode kali ini berbincang dengan Lutfi Bunga Anggarini (@katabungaa) kalian bisa menemukannya di Instagram @katabungaa dan juga podcastnya "Kata Bungaa". Terima kasih semuanya sudah berkenan untuk mendengarkan.

  42. 132

    Eps. 133 : Kita Terlalu Berekspektasi

    hidup bukanlah rel kereta api, butuh kemudi yang hati-hati agar tidak jatuh pada ekspektasi yang tinggi.

  43. 131

    Eps. 131 : Aku Hanya Ingin Ketenangan.

    “Karena kendatinya hidup pun begitu, apa yang menjadi alasan untuk kita melakukan sesuatu, apa yang menjadikan untuk pikiran kita lebih terbuka, dan apa yang menjadi langkah awal untuk hati kita sendiri tidak terluka, adalah mengambil langkah paling positif yang bisa kita putuskan.” —dewarisqullah

  44. 130

    Eps. 130 : Lebaran

    gatau kenapa kayak ditahun ini lebaran terasa berbeda, suasananya hampa, atau mungkin karena kita semakin dewasa ya?

  45. 129

    Eps. 129 : Pulang Kampung

    “pulang kampung bukan hanya tentang lokasi, tapi tentang pertemuan bahagia terhadap orang-orang yang kita anggap spesial; seperti teman-teman, keluarga dan sanak saudara.”

  46. 128

    Eps. 128 : Sial, Aku Masih Butuh Kamu

    “boleh kan? kalau aku masih mengharapkanmu pulang, kerumah yang sebelumnya pernah memulihkan luka mu yang lalu.”

  47. 127

    Eps. 127 : Ngabuburit, Melupakanmu.

    dari jauhnya jalan yang meski ku tempuh sendirian, aku mencari-cari tentang caranya melupakan dan mengikhlaskan dirimu. dan ngabuburit melupakanmu, nyatanya sangat sulit.

  48. 126

    Eps. 126 : gapapa kok mengeluh, sah-sah saja.

    ternyata dewasa tidak seindah dan semengasikkan apa yang pernah kita bayangkan ya dimasa kecil dulu, banyak lika-liku yang meski kita telan kepahitannya sendiri.

  49. 125

    Eps. 125 : Menjadi Objek Banyak Orang

    “lantas apakah kau masih membutuhkan mata jika semua yang kau nilai saja melalui telinga.” —dewarisqullah

  50. 124

    Eps. 124 : beruntung ya aku

    Beruntung banget ya aku, punya kamu. i'am very very grateful

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Siapapun kamu berhak untuk bahagia, bersedih sekalipun tidak masalah, sah-sah saja. Disini kamu adalah saya, dan saya adalah kamu. Bisa menjadi telinga, pun setia memberi bahu. | Dipersembahkan oleh @dewarisqullah — Semoga menenangkan, selamat mendengarkan.

HOSTED BY

Dewa Risqullah

CATEGORIES

URL copied to clipboard!