PODCAST · society
Indonesia Baik
by KBR Prime
Dalam album ini kamu akan mendengar berbagai inisiatif yang telah dilakukan masyarakat Indonesia untuk menjaga keberagaman tetap hidup demi Indonesia yang lebih baik."Indonesia Baik" adalah program khusus KBR Media yang berfokus pada isu keberagaman di Indonesia. Indonesia adalah negara yang kaya pada setiap lapisannya - dari bahasa hingga budaya, makanan hingga agama, etnis hingga preferensi. Kami percaya pada indahnya keberagaman ini.Apakah TemanKBR juga melakukan atau menemukan inisiatif di lingkunganmu untuk menjadikan Indonesia Baik? Mari kirim ceritanya ke surel [email protected]
-
150
Menanti Formula Jitu PP Tunas Cegah Adiksi Internet pada Anak
Dirilisnya aturan batas usia pengguna media sosial diapresiasi banyak pegiat isu perlindungan anak. Aturan yang populer disebut Peraturan Pemerintah atau PP Tunas ini diharapkan bisa menjadi formula jitu memitigasi dampak negatif paparan internet dan media sosial pada anak. Kecanduan pada gawai memperbesar risiko anak-anak terpapar konten pornografi, mengalami perundungan online, hingga terjerat judi online. Lantas, apakah PP Tunas bakal mampu menjawab kebutuhan proteksi untuk anak di ruang digital? Simak laporan jurnalis KBR Cornelia Wendelina di podcast Indonesia Baik episode "Menanti Formula Jitu PP Tunas Cegah Adiksi Internet pada Anak". Laporannya dibacakan Naomi Lyandra.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
149
Sukatani, Seniman, dan Represi Polisi
Kasus represi terhadap grup band punk asal Purbalingga, Sukatani, terus menyedot perhatian publik. Ini bermula dari unggahan video duo personel Sukatani meminta maaf ke institusi Polri dan mengumumkan penarikan lagu “Bayar Bayar Bayar” dari semua platform.Muncul kecurigaan mereka direpresi. Sebab, lagu bernada satire tersebut sarat kritik terhadap perilaku polisi yang suka memungut uang rakyat.Belakangan melalui akun Instagram-nya, Sukatani membenarkan adanya intimidasi yang mereka alami sejak Juli 2024.Untuk kesekian kalinya Korps Bhayangkara jadi sorotan. Seolah mengamini slogan ‘no viral, no justice’, polisi kemudian bergerak usai kasus Sukatani ramai dibahas. Sejumlah polisi yang diduga mengintimidasi Sukatani lantas diperiksa. Tak lama berselang, Kapolri Listyo Sigit Prabowo merayu Sukatani menjadi Duta Polri. Namun, tawaran itu tegas ditolak.Kasus Sukatani semestinya tak terjadi, karena konstitusi menjamin hak berpendapat dan berekspresi. Apakah artinya reformasi di kepolisian masih jauh panggang dari api?Indonesia Baik kali ini akan membahasnya bersama Ketua Umum YLBHI sekaligus pendamping hukum Sukatani, Muhammad Isnur dan Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Yusuf Warsyim.
-
148
Manfaat dan Tantangan Program Cek Kesehatan Gratis
Program Cek Kesehatan Gratis telah diluncurkan pada 10 Februari 2025. Ini disebut sebagai kado ulang tahun dari pemerintah untuk masyarakat. Ada 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia yang menyediakan layanan ini.Harapannya, kualitas kesehatan masyarakat meningkat, beban penyakit berkurang, sehingga pembiayaan pengobatan bisa ditekan.Namun, ada beragam tantangan di lapangan. Salah satunya soal tingkat partisipasi masyarakat mengikuti cek kesehatan gratis.Bagaimana mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas ini? Seperti apa mekanismenya? Akan kita simak di Indonesia Baik episode ini, bersama Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati dan Wahyu Sulistiadi, Sekretaris Jenderal PP Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).
-
147
Ikhtiar dari Bawah demi Disabilitas Berdaya
Pemenuhan hak disabilitas masih menjadi isu yang diperjuangkan di Indonesia. Hak untuk hidup layak dan kemudahan akses ke layanan publik masih luput dari perhatian pemerintah.Situasi yang jauh dari ideal.Sejumlah individu tergugah berbuat sesuatu untuk mengubahnya.Indonesia Baik kali ini akan menghadirkan dua komunitas yang gigih berjuang memberdayakan disabilitas.Mari dengarkan kisah inspiratif dari Khotimah, relawan pendamping di Komunitas Ramah Tuli (Koratul) Jombang, Jawa timur dan Lidwina Wurie, founder Difabel Zone.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
146
Tri Hastuti: Aisyiyah Ingin Berkontribusi Mencapai Cita-Cita Indonesia
“Kalau kita bersungguh-sungguh, selalu ada jalan” Tri Hastuti Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah punya latar belakang Muhammadiyah yang kuat. Ibunya pimpinan ranting di tahun 70-an dan ayahnya aktif di cabang Muhammadiyah. Sejak masih mahasiswa, ia sudah aktif berkecimpung di berbagai kegiatan dan itu sejalan dengan visi dan mimpi yang dibangun Aisyiyah. Bagaimana ia membawa mimpi itu sebagai bentuk kontribusi Aisyiyah untuk mencapai cita-cita Indonesia? Simak cerita Tri Hastuti dalam perbincangan bersama Naomi Lyandra. Perbincangan ini merupakan kerjasama KBR dengan ASHOKA.
-
145
Belajar Toleransi dari Orang Muda Indonesia
Seperti apa wajah toleransi di Indonesia? Belum sebulan sejak peringatan Hari Toleransi Internasional 16 November lalu, jagat maya dikejutkan rekaman video yang memperlihatkan adegan pengusiran terhadap Jemaah Ahmadiyah di Desa Manislor, Kabupaten Kuningan. Dari pantauan KBR di lokasi, Jumat (6/12/24), Jemaah yang datang dari sejumlah daerah terlantar di berbagai titik di Cirebon, Jawa Barat. Pengajian tahunan atau Jalsah Salanah batal digelar karena penolakan dari kelompok yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Kemanusiaan. Itu hanya satu dari puluhan kasus intoleransi sepanjang 2024. Kondisi ini tentu tak bisa diabaikan. Indonesia Baik bersama Naomy Liandra kali ini akan membagikan kisah Benaya Jonatan, Project Lead #Friendship4Peace dari Campaign dan Annisa dari Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC). Dua orang muda ini gelisah atas tingginya kasus intoleransi di Indonesia. Tapi, apa persisnya yang mereka lakukan?
-
144
Laili Khairnur: Kami Ingin Perempuan Petani Diakui
“Banyak yang tidak bangga jadi anak petani karena jadi petani tidak sejahtera. Itu yang ingin kami ubah.”Pengalaman Laili Khairnur, Executive Director Gemawan, semasa sekolah sangat membekas di hatinya. Satu persatu teman sekolahnya menghilang. Bertahun-tahun kemudian dia baru tahu, teman-temannya yang saat itu masih usia sekolah dan berasal dari keluarga petani, harus pergi ke luar negeri untuk bekerja. Ini membuatnya miris. Pulau Kalimantan tempat ia berasal kaya akan sumber daya tapi masyarakatnya miskin. Lewat Gemawan ia ingin para petani terutama perempuan petani bisa mengambil peran dalam mengelola sumber daya alam secara adil sehingga bisa membawa kesejahteraan pada petani. Bagaimana caranya? Apa tantangan yang dia hadapi?Simak ceritaLaili Khairnur dalam perbincangan bersama Naomi Lyandra. Perbincangan ini merupakan kerjasama KBR dengan ASHOKA.
-
143
Orang Muda Minoritas di Garis Depan Dialog Lintas Iman
Indonesia masih punya PR besar pemenuhan kebebasan beragama atau berkeyakinan. Kasus diskriminasi bahkan persekusi terhadap minoritas agama terus berulang selama puluhan tahun. Pengalaman itu juga dialami orang-orang mudanya. Di episode Indonesia Baik kali ini, kita akan berjumpa dengan Amatun Mardiyah dari Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), Nata Hening Graita Prameswari Penghayat Kepercayaan Sapta Darma, dan Venus dari masyarakat Baha’i. Mereka berbagi cerita tentang diskriminasi dan resiliensi sebagai minoritas agama di Indonesia.
-
142
Ristika Putri: Demi Kabupaten Lestari dan Mandiri
“Perubahan Terjadi karena Orang Punya Imajinasi” Dari imajinasi ini tertuanglah berbagai rencana kerja yang disusun oleh sembilan kabupaten yang menjadi anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Kepala Sekretariat LTKL, Ristika Putri, menyebut LTKL semacam ‘mak comblang’ yang mempertemukan kabupaten dengan berbagai partner yang tepat untuk menjalankan rencana kerja mereka. Tujuan akhirnya mewujudkan kabupaten yang lestari dan mandiri. Bagaimana ‘trial’ dan ‘error’ LTKL dan kabupaten anggotanya demi mewujudkan cita-cita itu? Simak cerita Ristika Putri dalam perbincangan bersama Naomi Lyandra. Perbincangan ini merupakan kerjasama KBR dengan ASHOKA.
-
141
Nani Zulminarni: PEKKA Hadir untuk Memengaruhi Sistem Pemberdayaan Perempuan
Perempuan Kepala Keluarga Punya Kesempatan Belajar Jadi Pemimpin bagi Diri, Keluarga dan Masyarakat” Bagi Nani Zulminarni, Pendiri dan Ketua Badan Pengurus Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), PEKKA itu cerminan dari pengalaman hidupnya. Ia ingin perempuan yang menjadi kepala keluarga, karena berbagai alasan, merasa tidak sendiri dan menjadikan kondisi ini sebagai turning point untuk menentukan nasibnya. Namun itu hanya bisa terwujud bila ada sistem pendidikan pemberdayaan perempuan di akar rumput yang punya kurikukum yang kontekstual, mudah dipelajari dan action oriented. Karena itu PEKKA membuat Akademi Paradigta. Di sana para perempuan kepala keluarga membangun kepercayaan diri dan membekali dirinya dengan berbagai keahlian. Namun upaya ini tentu bukan tanpa tantangan. Bagaimana proses masyarakat menerima konsep yang ditawarkan oleh PEKKA? Simak cerita Nani Zulminarni dalam perbincangan bersama Naomi Lyandra. Perbincangan ini merupakan kerjasama KBR dengan ASHOKA.
-
140
Nyai Badriyah Fayumi: Ulama Perempuan Menuju Peradaban Berkeadilan
“Kita perlu memasuki ruang-ruang dan mengajak dialog pihak-pihak yang menstigma atau belum paham” Nyai Badriyah Fayumi saat ini merupakan Ketua Majlis Musyawarah Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Pengalamannya mengasuh Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an wal Hadits dan perhatiannya pada isu perempuan dan anak membuat ia dipercaya sebagai ketua panitia pengarah KUPI di kongres pertama tahun 2017. Ini membuatnya terlibat secara penuh mempersiapkan KUPI dari awal sampai akhir bahkan setelahnya. KUPI pun bertransformasi menjadi sebuah gerakan. Gerakan yang menghimpun semua individu dan lembaga yang meyakini nilai-nilai keislaman, kebangsan, kemanusiaan, dan kesemestaan, dengan paradigma dasar keadilan relasi laki-laki dan perempuan. Seperti apa tantangan yang dihadapi KUPI dan apa upaya yang dilakukan untuk mengatasinya? Simak cerita Nyai Badriyah Fayumi dalam perbincangan bersama Naomi Lyandra. Perbincangan ini merupakan kerjasama KBR dengan ASHOKA.
-
139
Uli Pangaribuan: Semua Harus Terlibat dalam Memperbaiki Sistem Hukum
“Saya bekerja di LBH APIK itu ingin mengabdikan diri saya berguna bagi Perempuan pencari keadilan” Uli Pangaribuan adalah Direktur LBH Apik Jakarta periode 2023-2028. Namun dia sudah bergabung di lembaga bantuan hukum itu jauh sebelum diangkat sebagai direktur. Uli mengakui tetap bertahan karena prihatin banyaknya pengaduan yang masuk ke LBH APIK tidak sebanding dengan tenaga pendamping yang tersedia. Pada 2023, total jumlah pengaduan yang masuk ke LBH APIK mencapai 2000 kasus. LBH APIK punya visi terwujudnya masyarakat yang inklusif, setara, adil dan berkelanjutan melalui perubahan sistem hukum yang berkeadilan gender. Dan menurut Uli visi ini bisa terwujud dengan kerja sama semua pihak. Seperti apa upaya yang dilakukan Uli dan timnya di LBH APIK Jakarta? Simak cerita Uli Pangaribuan dalam perbincangan bersama Naomi Lyandra. Perbincangan ini merupakan kerjasama KBR dengan ASHOKA.
-
138
Diah Saminarsih: Sektor Kesehatan Harus Jadi Prioritas dalam Pembangunan Nasional
“Saya akan selalu kembali ke masyarakat sipil.” Diah Saminarsih, Founder dan CEO CISDI, sebuah lembaga yang fokus pada isu kesehatan masyarakat. Diah mempunyai pengalaman sebagai konsultan dan penasihat khusus Menteri Kesehatan dan sempat menduduki posisi sebagai Penasihat Senior Gender dan Pemuda untuk Direktorat Jenderal WHO. Berkaca dari pengalamannya itulah ia mendorong perbaikan sistem layanan kesehatan di Indonesia dengan mendirikan CISDI di 2014 dan merintis Pencerah Nusantara. Lulusan Psikologi ini dulunya bercita-cita menjadi guru. Sekarang, cita-cita Diah ingin menjadikan CISDI tempat aman bagi mereka yang ingin memperjuangkan isu kesehatan dan terus membawa perubahan. Simak cerita Diah Saminarsih dalam perbincangan bersama Naomi Lyandra. Perbincangan ini merupakan kerjasama KBR dengan ASHOKA.
-
137
Praktik Union Busting Perusahaan Media, Ancaman bagi Demokrasi
Istilah union busting atau pemberangusan serikat pekerja sempat ramai beberapa waktu belakangan buntut dugaan PHK sepihak sejumlah pekerja media yang baru saja mendirikan Serikat Pekerja. Simak lebih jauh soal apa dan bagaimana praktik union busting terjadi serta upaya melawan praktik tersebut di episode Indonesia Baik.
-
136
Aneka Kritik yang Membayangi Badan Gizi Nasional
Presiden Jokowi membentuk Badan Gizi Nasional untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis, yang jadi program prioritas Presiden-Wakil Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo-Gibran. Makan Bergizi Gratis yang akan digulirkan pada 2 Januari 2025 itu menargetkan sekitar 83 juta jiwa. Meliputi anak sekolah, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Meski begitu, sejumlah pakar menyebut pembentukan lembaga baru itu tidak mendesak. Apa alasannya? Bersama Naomi Lyandra kita simak penjelasan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa, Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, dan CEO Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Anton Rizki. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
135
Masih Ada Aturan Berbusana, Perempuan Belum Berdaulat
Kasus pemaksaan dan pelarangan pemakaian jilbab masih terjadi. Beberapa minggu lalu sempat viral 18 Paskibraka Putri yang yang dipaksa melepas jilbabnya untuk mengikuti aturan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Sementara masih banyak juga kasus pemakaian jilbab yang diwajibkan untuk siswi putri di sejumlah sekolah. Berdasarkan data Komnas Perempuan, per Agustus 2023 ada 120 peraturan wajib jilbab di Indonesia yang 73 diantaranya masih berlaku. Padahal pilihan berbusana merupakan hak individu. Episode Indonesia Baik kali ini, Naomi Lyandra akan mengajak kamu mengulik lebih dalam permasalahan pemaksaan berbusana ini, bersama Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi dan Anggota Forum Berbagi, sebuah komunitas yang berhubungan dengan korban pemaksaan jilbab, Rina Tiarawaty.
-
134
Kenali The Silent Epidemic; Hepatitis B
Hepatitis B kerap disebut sebagai Silent Epidemic atau epidemi senyap. Itu karena kebanyakan orang tidak menunjukkan gejala ketika baru terinfeksi atau terinfeksi kronis virus Hepatitis B. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi hepatitis B di Indonesia sebesar 2,4 persen atau sekitar 6,7 juta orang. Dan hanya sekitar 3% yang sudah diketahui status hepatitisnya. Di episode Indonesia Baik kali ini, Naomi Lyandra akan mengajak kamu mengupas strategi eliminasi Hepatitis B. Bersama dr. Andri Sanityoso, Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dan dr. Ratna Budi Hapsari, Administrator Kesehatan Ahli Madya di Tim Kerja Hepatitis Kementerian Kesehatan. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
133
River Defender
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, sekitar 70% sungai-sungai di Indonesia mengalami pencemaran. Salah satu penyebabnya adalah perilaku masyarakat Indonesia yang masih membuang sampah sembarangan terutama di sungai. Namun, Indonesia tidak pernah kekurangan orang baik. Diantara ketidaksadaran masyarakat tersebut, masih ada pahlawan yang dengan kesadaran penuh membantu memungut sampah yang dibuang sembarang ke sungai. Beliau adalah Suparno Jumar atau yang sering disebut dengan River Defender. Bagaimana kisah selengkapnya awal mula Pakde Suparno menjadi River Defender?
-
132
Tetap Praktis dengan Kebaya Setiap Hari
24 Juli 2024 lalu untuk pertama kalinya kita memperingati Hari Kebaya Nasional. Penetapan Hari Kebaya Nasional ini juga bagian dari perjuangan mengusulkan kebaya menjadi warisan budaya UNESCO. Sebagai salah satu pakaian tradisional, pada masanya kebaya kerap dikenakan sebagai pakaian sehari-hari oleh perempuan Indonesia. Namun seiring perubahan waktu, gaya serta tren berbusana, kebaya mulai ditinggalkan. Dianggap tidak praktis hingga terkesan kuno. Anggapan ini coba dipatahkan oleh Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB) dan Funky Kebaya Community yang mengkampanyekan penggunaan kebaya sebagai pakaian sehari-hari. Seperti apa tantangannya? *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
131
Mangrove dan Sejumlah Manfaatnya
Mangrove, salah satu ekosistem penting di Indonesia yang lahannya semakin berkurang. Bayangkan saja, Indonesia sudah kehilangan luasan mangrove 1,3 juta hekater sejak 1980-an. Padahal mangrove memiliki peran penting dalam rangka mitigasi bencana alam, ekologis, hingga ekonomi. Di episode Indonesia Baik kali ini, kita akan mengupas permasalahan ekosistem mangrove Indonesia bersama organisasi lingkungan yang peduli ekosistem mangrove, yaitu WALHI dan juga IKAMaT
-
130
Toco Ranger dan SFA for TC: Upaya Membalikkan Narasi Industri Rokok
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat perokok aktif di Indonesia diperkirakan mencapai 70 juta orang, yang mana 7,4 persen di antaranya berusia 10-18 tahun. Survei itu juga menyebut kalau pemakaian rokok elektrik sebesar 0,13 persen. Ini meningkat dari dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, yaitu sebesar 0,06 persen. Mengapa banyak anak yang merokok? Adakah upaya yang sedang dilakukan masyarakat untuk memerangi isu rokok? Simak episode Indonesia Baik kali ini. Karena Naomi Lyandra akan membahas upaya dua komunitas anti-rokok, SFA for TC dan Toco Ranger dalam melindungi generasi muda dari adiksi rokok.
-
129
Jamaah Islamiyah Bubar, It’s Not The End of The Story
Kelompok ekstremis Jamaah Islamiyah (JI) menyatakan pembubaran JI dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan pembubaran ini dilakukan pada 30 Juni 2024 di Bogor, Jawa Barat yang videonya beredar di publik. Pascabubar, bekas anggota JI akan dibina oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), melalui Paguyuban Anti Teror Indonesia (PATI). Ini adalah upaya deradikalisasi melalui pemberian wawasan kebangsaan, keagamaan, hingga keterampilan wirausaha. Apakah langkah tersebut cukup untuk mendorong mereka meninggalkan ideologi kekerasan?
-
128
The Power of Mama
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia mengalami penurunan secara signifikan dari tahun ke tahun. Dari catatan BPS, IKG Indonesia tahun 2023 sebesar 0,447, turun 0,012 poin dibandingkan pada 2022 yang sebesar 0,459. Kabar baiknya lagi, sejak 2018, indeks ketimpangan gender Indonesia turun sebesar 0,010 poin tiap tahun. Sehingga totalnya mencapai 0,052 poin selama lima tahun terakhir. IKG ini diukur berdasarkan tiga indikator yakni, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan, kesehatan reproduksi dan pemberdayaan. Dari angka-angka ini kita bisa mengatakan sudah mulai ada perbaikan dalam partisipasi angkatan kerja perempuan, di mana peluang perempuan dan laki-laki untuk memasuki pasar kerja semakin setara. Di episode Indonesia Baik kali ini, saya mau mengajak kamu melihat kerja-kerja yang dilakukan The Power of Mama. Ini adalah regu pemadam kebakaran pertama yang semua anggotanya adalah perempuan.
-
127
Memadamkan Alarm Kebakaran bernama Stunting
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang belum terselesaikan di Indonesia. Pada 2022, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) oleh Kementerian Kesehatan Indonesia menyebut angka stunting nasional sebesar 21,6 persen. Ini berada di bawah standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 20 persen. 1000 Days Fund adalah organisasi yang membantu mencapai target penurunan stunting di Indonesia. Pada episode Indonesia Baik kali ini, kita akan mendengar permasalahan stunting di Tanah Air dan upaya apa yang sudah dilakukan 1000 Days Fund.
-
126
Stop Penyiksaan oleh Polisi, Saatnya Institusi Berbenah
Kematian remaja AM di Padang menambah panjang daftar catatan kekerasan yang dilakukan polisi. Data Komnas HAM menyebut, selama 1 Januari 2020 sampai 24 Juni 2024, total sebanyak 282 laporan penyiksaan dan 176 kasus kekerasan dilakukan oleh polisi. Polri yang dilahirkan kembali pasca gerakan reformasi 1998 melalui pencabutan Dwifungsi ABRI, seharusnya menjadi lembaga yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Upaya apa yang bisa dilakukan? Kita bahas ini di Indonesia Baik kali ini bersama Naomi Lyandra. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
125
PDKT Isu Politik ala Kawula Muda
Pemilu 2024 memang sudah berlalu, tapi ada satu hal yang cukup berkesan. Salah satunya soal tingginya jumlah pemilih muda yang mencapai 55% dari jumlah pemilih. Situasi ini mendorong lahirnya inisiatif keren untuk memudahkan anak muda memahami preferensi dan pilihan politiknya, yakni aplikasi saran pemilihan (VAA) bernama Kawula17. Simak Dian Irawati selaku Co-Founder Kawula17 yang dibawakan Naomi Lyandra dalam podcast Indonesia Baik. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
124
Cegah Petaka, Kelola Sampah dari Sumbernya
Pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Dari 26 juta ton timbulan sampah di Indonesia, 44 persennya disumbangkan oleh sampah rumah tangga. Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB) merupakan salah satu organisasi yang mempromosikan dan mempraktikkan pengelolaan sampah dari rumah tangga. Seperti apa cerita inspiratif YPBB? Bersama Naomi Lyandra, yuk dengarkan cerita Eliza Putri Ayu, Zero Waste Campaign Officer dari YPBB. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
123
Bergerak Bersama Suarakan Bahaya Rokok
Persoalan rokok dan beban kesehatan yang ditimbulkannya harusnya menjadi prioritas semua pihak. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin penah menyebut beban kesehatan yang ditanggung negara akibat penyakit yang ditimbulkan oleh rokok punya nilai yang jauh lebih besar dari pendapatan negara. Tapi sayangnya prevalensi perokok aktif, termasuk perokok anak dan remaja, sampai saat ini masih tetap tinggi. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat perokok aktif diperkirakan mencapai 70 juta orang, dimana 7,4% di antaranya adalah perokok usia 10-18 tahun. Angka ini diklaim turun bila dibandingkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yaitu 9,1 persen. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 juga mengungkapkan temuan yang perlu dapat perhatian segera terkait rokok elektronik. SKI 2023 mencatat penggunaan rokok elektronik sebesar 0,13 persen, meningkat dari sebelumnya 0,06 persen berdasarkan data Riskesdas 2018. Dengan berbagai temuan ini, tentunya kolaborasi semua pihak diperlukan untuk membuat aturan dan kampanye terus menerus agar prevalensi perokok aktif bisa diturunkan. Di Ruang Publik Indonesia Baik kita akan mendengarkan cerita perwakilan dua komunitas yang tanpa kenal lelah mengedukasi masyarakat soal bahaya rokok. Mereka adalah Social Force in Action for Tobacco Control (SFA for TC) dan Toco Ranger. Ada Sarah Muthiah, Campaign Manager of Social Force in Action for Tobacco Control dan Ananda Stevvan V.P.P., Operation Advisor Toco Ranger *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
122
Berdaya dengan Sekolah Alternatif
Mendapatkan pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Tapi sayangnya masih saja ada anak-anak yang tidak bisa mengakses sekolah karena beragam alasan; jaraknya yang jauh dari tempat tinggal, tak ada biaya atau harus membantu orangtua mencari uang. Selain itu kurikulum yang diajarkan di sekolah belum sejalan dengan realitas yang hadapi para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran alternatif pendidikan mencoba menjawab persoalan-persoalan ini. Di Ruang Publik Edisi Indonesia Baik kita akan mendengarkan cerita tentang karya sekolah-sekolah alternatif. Mereka membantu anak-anak ini memiliki bekal saat mereka dewasa. Seperti apa suka duka yang mereka alami? Apa tantangan dan kendala yang dihadapi sekolah-sekolah alternatif ini? Kita berbincang bersama Inisiator Sekolah Pagesangan, Diah Widuretno dan Pembina Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA), Agus Supriyanto. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
121
Akhiri Stigma pada Anak dengan HIV
Kasus HIV pada anak usia 1-14 tahun mencapai 14 ribuan kasus pada 2023, berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Tiap tahun, diperkirakan ada penambahan sekitar 700-1000 kasus HIV pada anak. Data ini menunjukkan masih banyak PR terkait target eliminasi HIV/AIDS 2030. Di sisi lain, ada kehidupan anak-anak dengan HIV/AIDS yang harus dijamin. Mereka tentunya punya hak yang sama dengan anak-anak lain, berhak tumbuh, dan hidup layak tanpa diskriminasi. Namun, realita kadang masih jauh dari harapan. Banyak anak dengan HIV yang masih terkungkung stigma dari lingkungan bahkan tak jarang dari keluarga. Hal ini memunculkan diskriminasi dan menghambat pemenuhan hak mereka, termasuk dalam mengakses layanan kesehatan. Padahal, anak dengan HIV harus rutin mengkonsumsi ARV. Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik kali ini, kita akan bersua dengan sosok-sosok yang gelisah dengan stigma dan diskriminasi yang masih melingkupi orang dengan HIV/AIDS, termasuk anak. Kegelisahan itu mereka ubah menjadi gerakan dan solidaritas untuk mewujudkan kehidupan lebih baik bagi orang dengan HIV/AIDS. Seperti apa cerita mereka? Kita akan berbicang dengan Ketua Yayasan Lentera yang berada di Solo, Yunus Prasetyo dan Founder dan Managing Director Komunitas Dokter Tanpa Stigma, Dokter Sandra Suryadana. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
120
Bijak Mengelola Makanan, Sampah Berkurang Bantu yang Membutuhkan
Masalah sampah makanan di Indonesia masih belum mendapat perhatian serius. Padahal jumlah sampah makanan yang dihasilkan di dalam negeri lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga. Menurut laporan United Nations Environment Programme (UNEP) berjudul Food Waste Index Report 2024, jumlah sampah makanan rumah tangga Indonesia mencapai 14,73 juta ton per tahun. Angka ini tertinggi di Asia Tenggara. Berangkat dari keprihatinan inilah lahir berbagai komunitas yang menyalurkan makanan berlebih dan berpotensi dibuang tapi masih layak untuk dikonsumsi. Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik pagi ini kita akan berbincang dengan dua komunitas yang fokus di isu ini yaitu Garda Pangan dan FoodCycle. Seperti apa cerita mereka tentang pengalaman dan tantangan dalam mengumpulkan makanan berlebih ini dan menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan? Yuk kita berbincang dengan Tim Logistik Garda Pangan, Qatrunnada Rafifa Zalfani, dan Co-founder FoodCycle, Astrid Paramita. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
119
Apa Kabar Gerakan Perempuan Lintas Iman Zaman Now?
Peran perempuan dalam gerakan sosial dan perubahan makin tak terbantahkan. Di bidang keagamaan, misalnya, kian banyak puan yang aktif menyuarakan toleransi dengan melakukan dialog lintas iman. Di Yogyakarta, ada Srikandi Lintas Iman (Srili) yang fokus memperjuangkan moderasi agama. Bagaimana kiprahnya? apa saja kendala yang dihadapi? Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik kali ini, kita akan berbincang dengan perwakilan Srili tentang perjuangan mereka menciptakan ruang-ruang perjumpaan lintas iman. Bersama Misni Parjiati, Sekretaris Srili dan Istiatun dari Divisi Pemberdayaan Srili. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
118
Mengatasi Sampah sejak dari Sumbernya, Apa Tantangannya?
Pengelolaan sampah yang kurang optimal menjadi tantangan Indonesia dalam mengatasi persoalan sampah sampai hari ini. Bahkan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menyebut Indonesia sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia. Timbulan sampah per tahunnya masih sangat besar. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), total timbulan sampah di Indonesia per 2022 ada lebih dari 35 juta ton per tahun. Dari total timbulan sampah di Indonesia, komposisi sampah yang paling banyak merupakan sampah yang berasal dari rumah tangga, yaitu sebesar 38%. Di sisi lain, pemerintah memiliki target pada 2025 yaitu pengurangan sampah harus mencapai 30 persen dari total timbulan sampah yang dihasilkan pada tahun tersebut. Untuk mencapai target tersebut, perlu sistem pengelolaan sampah yang optimal. Sistem pengelolaan sampah yang seperti apa? Apa upaya apa yang harus segera dilakukan untuk mencapai target pengurangan sampah? Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik pagi ini kita akan berbincang dengan Eliza Putri Ayu, Zero Waste Campaign Officer Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB). *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
117
Alternatif Sumber Pangan di Tengah Naik Turunnya Harga
Selama bulan September, harga pangan seperti beras, bawang, cabai, hingga daging mengalami ketidakstabilan harga. Harga pangan yang terus naik tentunya akan berdampak pada tingkat konsumsi pembeli. Salah satu alternatif di tengah naik-turunnya harga pangan ini adalah dengan berkebun di berbagai tempat bahkan di perkotaan yang lahannya terbatas. Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik, kita akan berbincang dengan dua komunitas yang melakukan banyak edukasi soal berkebun terutama di perkotaan. Kita akan berbincang dengan Kurnia Yusup, Pegiat Jakarta Berkebun dan Gibran Tragari, Pegiat Depok Berkebun. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
116
Mewaspadai Dampak Overpopulasi Kucing pada Kesehatan Lingkungan
Kucing jadi salah satu hewan yang banyak diperlihara masyarakat. Tapi keberadaan kucing liar alias yang tidak dipelihara, masih sering kita temukan. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta mencatat pada tahun 2021 populasi kucing ada sekitar 2,8 juta ekor. Populasi kucing terutama kucing liar perlu dibatasi. Overpopulasi kucing akan membawa masalah pada lingkungan dan masyarakat seperti yang terjadi di Australia. Bulan lalu, Pemerintah Australia berencana membasmi kucing-kucing liar menggunakan racun karena kucing liar sudah dianggap sebagai hama. Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik hari ini kita akan berbincang dengan dua komunitas yang melakukan berbagai upaya untuk mencegah overpopulasi kucing ini. Kita akan berbincang dengan Amsul Nababan, Ketua Umum Indonesian Cat Association (ICA) dan Carolina Fajar, Head of Operations Let's Adopt Indonesia. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
115
Generasi Muda Memaknai Kemerdekaan
Indonesia baru saja merayakan kemerdekaannya yang ke-78. Banyak kegiatan yang dilakukan untuk merayakannya tiap tahun. Memasang bendera merah putih di rumah, pembuatan gapura dan yang pasti acara perlombaan untuk semua kalangan usia. Di satu sisi, saat ini generasi muda hidup di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Bagaimana cara mereka memaknai dan merayakan kemerdekaan? Di Ruang Publik KBR Indonesia Baik, kita akan berbincang dengan anak muda dari Komunitas Historia Indonesia (KHI). Ada Asep Kambali, Sejarawan dan Founder KH) dan Mega Annisa, Steering Commitee KHI. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
114
Belajar Sejarah dari Makam? Siapa Takut!
Belajar sejarah dari buku? Ah sudah biasa. Nah, bagaimana kalau belajar sejarah dari makam? Inilah yang dilakukan komunitas Indonesia Graveyard. Mereka mendalami sejarah melalui filosofi yang dipelajari mulai dari arsitektur hingga tulisan yang tertera di nisan. Bagaimana caranya? Apa tantanganya belajar dari makam ini? Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik pagi ini kita akan berbincang-bincang dengan perwakilan komunitas ini. Ada Hanonsari Paramita, Founder Komunitas Indonesia Graveyard dan Emir Haidar, Pemerhati Sejarah Makam. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
113
Suara Anak Muda untuk Perubahan, Biar Didengar Harus Apa?
Ada anggapan anak muda seperti generasi milenial dan generasi Z apatis pada isu politik. Apakah demikian? Survei lembaga Aksara Research and Consulting, yang dirilis akhir tahun 2022, menunjukkan seperti apa tingkat partisipasi politik anak muda termasuk partisipasi dalam pemilu. Survei mereka menunjukkan sebanyak 70,7 persen responden kaum muda (usia 17-39 tahun) menyatakan akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024. Antusiasme dalam pemilu ini adalah salah satu modal bagi anak muda untuk berkolaborasi membuat perubahan ke depan bagi Indonesia yaitu Indonesia yang lebih toleran, lebih menghargai keberagaman dan tidak mudah terpengaruh hoaks. Perubahan ini bisa dilakukan dengan cara-cara kreatif. Lalu bagaimana cara-cara kreatif ini bisa dilakukan makin banyak anak muda di Indonesia? Untuk itu di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik pagi ini kita akan berbincang dengan: Manik Marganamahendra, Ketua Umum Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), Silma Agbas Komite Media Sosial Mafindo dan Anggie Baeduri, Pemenang KBRPrime Podcast Hunt 2023. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
112
Pendidikan Pemilu bagi Pemilih Pemula, Seperti Apa Cara yang Efektif?
Data jumlah pemilih pemilu telah dimutakhirkan hingga Juni 2022 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jumlah pemilih pemula - yang nanti pada 14 Februari 2024 akan berusia 17 tahun diperkirakan sebanyak 400 ribu orang. Jumlah ini mungkin terlihat tidak besar dibandingkan daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) untuk Pemilu 2024, yakni 204 juta jiwa menurut Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun demikian, pendidikan pemilu bagi para pemula ini tetap penting mengingat tantangan Pemilu 2024 yang begitu besar dengan luapan hoaks, termasuk hoaks yang mengandung unsur intoleran. Seperti apa bentuk bentuk pendidikan pemilih pemula yang efektif? Bagaimana cara yang tepat untuk memastikan anak muda supaya tak mudah teperdaya hoaks, serta melawan balik upaya yang sifatnya intoleran? Di Ruang Publik edisi Indonesia Baik pagi ini, kita akan bahas ini bersama para narasumber. Ada Totok Hariyono, Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Ridho Al-Hamdi, Wakil Dekan FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Lufthi Noor, Trainer Peace Generation. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
111
Edukasi Hak Disabilitas di Radio Braille
4 Januari diperingati sebagai hari Braille sedunia. Mungkin bagi kebanyakan orang, Braille diasosiasikan dengan tulisan. Tapi ternyata di Jawa Timur ada Radio Braille Surabaya atau RBS. RBS adalah media inklusif alternatif pertama di provinsi tersebut. Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik hari ini, kita akan mencari tahu latar belakang hadirnya RBS dan apa upaya mereka mengedukasi masyarakat terkait isu disabilitas lewat radio. Kita akan berbincang dengan Tutus Setiawan, Pemimpin Redaksi Radio Braille Surabaya (RBS) dan Hanan Abdullah, Penyiar Radio Braille Surabaya. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
110
Anak Muda Jaga Warisan Bangsa
Indonesia memiliki warisan budaya yang sangat banyak, salah satunya adalah warisan tak benda. Berdasarkan data tahun 2021 dari Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud), warisan tak benda yang dimiliki Indonesia ada lebih dari 1200an. Warisan-warisan tersebut yang sudah terdaftar di UNESCO, seperti Pertunjukan Wayang dan Kain Batik. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut. Pagi ini di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik kita akan berbincang dengan dua komunitas anak muda. Ada Dwi Rachmanto, Pengurus Komunitas Wayang Merdeka dan Widya Paramudhita, Perwakilan Pemuda Berkain Surabaya. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
109
Mewujudkan Lansia yang Tangguh
Berdasarkan data Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk lansia di Indonesia ada sekitar 17 ribu jiwa per Juni 2022. Masa lansia adalah masa saat manusia menjadi kurang produktif dan mengalami penurunan yang menyebabkan terjadinya kerentanan. Kondisi ini membuat lansia perlu mendapatkan perlindungan dan bantuan dalam akses kesehatan serta pendidikan. Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik pagi ini, kita akan membahas bagaimana mendorong lansia agar semakin banyak yang bisa mengakses layanan kesehatan dan pendidikan? Apa saja tantangannya? Bersama Dokter Elsa Pongtuluran, Koordinator Bidang Pengembangan Program Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Tri Suratmi, Direktur Representatif Indonesia Ramah Lansia DKI Jakarta. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
108
Dari Desa untuk Masa Depan Negeri
Pendidikan merupakan salah satu aspek utama untuk memajukan kualitas suatu bangsa. Dan pendidikan merupakan hak setiap warga negara tanpa terkecuali di mana pun mereka berada. Namun sayang, sarana dan prasarana penunjang pendidikan masih belum merata. Kondisi ini menggugah banyak anak muda untuk melakukan sesuatu di desa mereka. Di Ruang Publik KBR Indonesia Baik pagi ini, kita akan dengarkan cerita dua komunitas yang ingin memajukan pendidikan di desa yaitu Gerakan Mengajar Desa dan Peduli Pendidikan Desa. Simak perbincangan Vitri Angreni bersama Dandi Herdiana, Chief Marketing Officer Gerakan Mengajar Desa dan Anndhina Cahaya Suci, Koordinator Divisi LitBang Peduli Pendidikan Desa. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
107
Ayo Tingkatkan Kesadaran soal Down Syndrome
Bulan Oktober adalah Bulan Peduli Down Syndrome. Untuk tahun 2022 ini, Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) mengusung tema Let's Raise Up Down Syndrome Awareness atau Ayo Tingkatkan Kesadaran tentang Down Syndrome. Ini untuk terus mendorong masyarakat agar makin mendukung penyandang Down Syndrome dalam kegiatan yang positif untuk mengembangkan bakat yang mereka miliki. Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik hari ini, kita akan mencari tahu seperti apa upaya yang terus dilakukan untuk meningkatkan dukungan masyarakat terhadap orang dengan Down Syndrome. Kita akan berbincang dengan Eliza Octavianti, Ketua Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) dan Rani Rosdayantika, Orangtua dengan anak Down Syndrome, Nadhifa Jafni yang berusia 13 tahun. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
106
Menjadi Pemuda Peduli Lingkungan
Krisis iklim bukan hanya isu orang tua. Anak muda dari berbagai latar belakang sudah peduli dengan isu ini. Tak hanya sekedar peduli, mereka pun sudah beraksi. Seperti yang dilakukan anak-anak muda dalam program EcoDefender yang dibuat oleh Yayasan EcoNusa. Pagi ini telah bergabung di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik, ada Lukas Kristian Windya Nugraha, Youth Mobilization Coordinator EcoNusa Foundation dan Maria Numberi, Alumni Ilmuwan Muda Papua dan Kemah Pemuda Jayapura. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
105
Cegah Mata Malas pada Anak sejak Dini
Kesehatan mata sangat penting dijaga sejak dini. Mata mengalami pertumbuhan sampai anak berusia 10 tahun. Salah satu gangguan mata yang bisa muncul pada anak adalah terjadinya mata malas. Apa itu mata malas? Apa dampaknya bila kesehatan mata anak terganggu? Pagi ini di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik kita akan berbincang dengan salah satu komunitas yang memiliki program edukasi kesehatan mata anak. Ada Dokter Kianti Raisa, Founder Laulima Indonesia. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
104
Asa Pelestari Lingkungan di Tengah Berbagai Rintangan
Pelestarian hutan dan sungai di beberapa daerah Indonesia sudah banyak diterapkan. Termasuk yang dilakukan oleh masyarakat. Mereka berjuang di tengan berbagai rintangan bahkan bahaya. Pagi ini di Ruang Publik KBR Indonesia Baik, kita akan dengarkan cerita mereka. Ada Farwiza Farhan, Aktivis Lingkungan dan Konservasionis Hutan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), Wagisan, Ketua Kelompok Pelindung Hutan (KEPUH), dan Arum Wismaningsih Pendamping dan Pelatih Polisi Air Wonosalam. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
103
Akses Layanan Kesehatan tanpa Stigma untuk ODHA
Stigma dan diskriminasi masih saja melingkupi orang dengan HIV/AIDS atau ODHA hingga hari ini. Ini tentunya memengaruhi upaya pengobatan yang harus mereka dapatkan dan lakukan. Berbagai upaya digagas mereka yang peduli dengan isu ini, mulai dari edukasi hingga membantu para ODHA mendapatkan layanan Kesehatan yang bebas stigma. Di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik pagi ini akan kita simak cerita mereka yang terus berjuang mendobrak stigma dan diskriminasi pada ODHA. Akan kita simak penjelasan Ayu Oktariani, Koordinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) dan Sandra Suryadana, Founder Komunitas Dokter Tanpa Stigma. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
102
Inisiatif Warga Cegah Stunting
Masalah kurangnya asupan gizi pada anak masih banyak terjadi. Indonesia beradi di urutan kedua di Asia Tenggara dengan beban anak yang mengalami stunting. Pada tahun 2021, hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) jumlah kasus stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen, masih jauh dari batas yang ditetapkan WHO di angka 20 persen. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah meningkatnya angka stunting pada anak, seperti yang dilakukan Komunitas Ibu Cegah Stunting dan Satu Ibu Satu Pohon. Pagi ini di Ruang Publik edisi Indonesia Baik kita bersama dr. Nopitasari, Founder Komunitas Ibu Cegah Stunting dan Abigail Marcia, Founder Satu Ibu Satu Pohon akan membahas apa saja penyebab stunting pada anak dan kegiatan apa saja yang dilakukan kedua komunitas untuk mencegah stunting. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
101
Gerak Entrepreneur Muda
Makin banyak anak muda yang jadi entrepreneur. Mereka tentu butuh wadah untuk tempat berkumpul dan berdiskusi mengembangkan bisnis mereka. Pagi ini di Ruang Publik KBR edisi Indonesia Baik, kita akan simak cerita dua komunitas yang memberi ruang bagi para entrepreneur muda di daerah. Vitri Angreni berbincang dengan Angga Fauzan, Pendiri Boyolali Bergerak dan Jody Baharizki, Pendiri Mari Berkarya. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
ABOUT THIS SHOW
Dalam album ini kamu akan mendengar berbagai inisiatif yang telah dilakukan masyarakat Indonesia untuk menjaga keberagaman tetap hidup demi Indonesia yang lebih baik."Indonesia Baik" adalah program khusus KBR Media yang berfokus pada isu keberagaman di Indonesia. Indonesia adalah negara yang kaya pada setiap lapisannya - dari bahasa hingga budaya, makanan hingga agama, etnis hingga preferensi. Kami percaya pada indahnya keberagaman ini.Apakah TemanKBR juga melakukan atau menemukan inisiatif di lingkunganmu untuk menjadikan Indonesia Baik? Mari kirim ceritanya ke surel [email protected]
HOSTED BY
KBR Prime
Loading similar podcasts...