Ruang Diri Agung Webe podcast artwork

PODCAST · society

Ruang Diri Agung Webe

Cerita inspirasi dari Agung webe tentang pekerjaan, kehidupan, spiritualitas dan cerita ringan yang jenaka

  1. 63

    Episode 1 | 100 Pertanyaan Ekstrem

    Dalam perjalanan menulis tentang Tuhan, agama, dankehidupan, aku menerima banyak pertanyaan yang selama ini tidak pernah aku bagikan. Terutama buku SUWUNG. Buku ini lahir dari buku SUWUNG.Karena itu bagi kamu yang belum membaca SUWUNG aku sarankan membaca buku itu karena banyak pertanyaan pembaca yang lahir dari sana.Pertanyaan-pertanyaan itu tidak selalu nyaman untuk didengar. Sebagian terasa tajam, sebagian mengusik, dan sebagian lain bahkan terdengar seperti serangan. Kali ini, semuanya aku buka. Bukan untuk dipercaya, bukan untuk disetujui, dan bukan untuk memenangkan siapa pun.

  2. 62

    Apakah Kamu Ingin Membuat Orang Jadi Ragu Akan Imannya?

    Audio Book dari buku 100 PERTANYAAN EKSTREM YANG MUNGKIN TAK INGIN KAMU JAWAB

  3. 61

    ARUMBHAYA (Prolog)

    Audiobook dari Novel ARUMBHAYA karya Agung Webe

  4. 60

    Apakah Kamu Pernah Mondok?

    Sebuah renungan untuk saya ketika ada pertanyaan itu saat saya bicara tentang pesantren

  5. 59

    PANCASILA: Revolusi Tidak Pernah Selesai

    Pancasila bukan mati, tapi dibungkam. Nilai-nilai yang dulu lahir dari keberanian spiritualSoekarno kini tereduksi jadi hafalan upacara dan jargon politik murahan. Buku ini mengguncang kesadaran bangsa, yaitu membongkarbagaimana “Ketuhanan yang Berkebudayaan” diganti dengan “Ketuhanan yang MahaEsa”, mengapa revolusi yang dijanjikan Bung Karno berhenti di bibir, danbagaimana Pancasila sesungguhnya bukan ideologi, tapi kesadaran hidup yangbelum selesai diperjuangkan. Dengan gaya reflektif dan tajam, penulis mengajak kitamenyalakan kembali api Pancasila yang bukan sebagai simbol, tapi sebagai lakuhidup bangsa yang sadar diri. Inilah buku yang akan membuatmu mencintai Pancasiladengan cara yang baru, mencintai dengan keberanian, bukan kepatuhan.  “PANCASILA: Revolusi Tidak Pernah Selesai” bukan bukusejarah, tapi peringatan yang membangunkan kesadaran bangsa. Ia menggugat carakita beragama, bernegara, dan berpikir tentang kemerdekaan. Di balik setiapsila tersimpan pesan yang selama ini disembunyikan, bahwa Pancasila bukanideologi mati, melainkan laku hidup yang harus dihidupi. Buku ini tidakmengajakmu menghafal, tapi mempertanyakan, “apakah kita masih bangsa yangberjiwa merdeka, atau hanya rakyat yang hafal tanpa sadar?”

  6. 58

    LAKU JIWO

    Materi ini merupakan kutipan yang memberikan tinjauan tentang buku spiritual berjudul "Laku Jiwo" karya Agung Webe. Buku ini disajikan sebagai "bom kesadaran" yang menantang dan berani meruntuhkan fondasi sistem keyakinan tradisional, termasuk konsep surga dan neraka, serta definisi konvensional tentang Tuhan dan agama. "Laku Jiwo" menolak pandangan bahwa hidup adalah ujian moral untuk mencapai pahala setelah mati, sebaliknya menyerukan fokus pada kehidupan di masa kini. Buku ini mendefinisikan ulang agama sejati sebagai laku hidup yang dialami secara internal, bukan sebagai seperangkat doktrin atau ritual yang mengatur manusia, bahkan mempertanyakan keberadaan jiwa atau diri abadi. Secara keseluruhan, kutipan tersebut menekankan bahwa "Laku Jiwo" adalah ajakan untuk menemukan kesadaran polos dan otentik tanpa perlu mencari atau berpegangan pada kepercayaan buta, menjadikannya berbahaya bagi industri spiritual dan sistem yang ada.

  7. 57

    Tidak Percaya Tuhan Ada Bukanlah Keyakinan Tidak Adanya Tuhan

    Perbedaan fundamental antara tidak mempercayai sebuah klaim dan meyakini kebalikannya. Penulis berargumen bahwa menolak klaim "Tuhan ada" karena ketiadaan bukti bukanlah pernyataan bahwa "Tuhan tidak ada," melainkan sikap skeptis yang menunggu bukti. Dijelaskan pula bahwa beban pembuktian berada pada pihak yang mengklaim, bukan pada pihak yang meragukan, dan ketidakpercayaan memungkinkan kebebasan berpikir serta membuka ruang untuk penemuan. Sikap ini tidak sama dengan permusuhan terhadap orang beriman, melainkan integritas intelektual untuk mengakui ketidaktahuan. Pada akhirnya, ini adalah posisi jujur yang tidak menutup kemungkinan, tetapi juga tidak memberikan kepastian tanpa bukti.

  8. 56

    Bedah Klaim: Mengenal Diri, Mengenal Tuhan

    "Bedah Klaim", menjelajahi makna ungkapan "Siapa mengenal dirinya, mengenal Tuhannya", khususnya dalam konteks Laku Jiwo. Penulis berargumen bahwa pengalaman batin yang jernih dan lapang tidak boleh disalahartikan sebagai klaim teologis atau pembuktian bahwa "aku adalah Tuhan". Sebaliknya, ia menekankan pentingnya membedakan antara pengalaman pribadi dan pernyataan tentang realitas kosmis. Melalui Laku Jiwo, ia mengajak untuk membongkar ilusi tentang diri dan mendekati pengalaman spiritual dengan kejujuran serta tanpa perlu mengukuhkan ego. Tujuan utama adalah mengembangkan belas kasih dan kebaikan dalam tindakan sehari-hari, bukan mencari gelar rohani atau kebenaran mutlak, melainkan menerima hadir yang sederhana dan menjaga langkah tetap membumi.

  9. 55

    Ironi Madilog: Dogma Baru Pemikiran Tan Malaka

    Podcast ini menganalisis popularitas Tan Malaka yang meningkat, terutama di kalangan anak muda melalui Malaka Project di YouTube. Meskipun inisiatif ini berhasil membuat filsafat mudah diakses, ada ironi yang timbul dari ajaran inti Tan Malaka sendiri. Penulis berpendapat bahwa ajaran Madilog, yang mendorong pemikiran kritis dan penolakan dogma, kini berisiko menjadi dogma baru di mana perkataan Tan Malaka dikutip tanpa kritik. Artikel ini menyerukan agar pembaca terus berpikir secara mandiri dan berani mengkritisi, bahkan pemikiran Tan Malaka sendiri, mengingat tantangan modern yang berbeda dari masa Tan Malaka menulis karyanya

  10. 54

    Soul Journey BAB 2 | Sang Jiwa Yang Belajar

    Kita membahas BAB 2 dari buku SOUL JOURNEY karya Agung WebePerjalanan di bumi adalah pelajaran bagi jiwa, dalam bentuk apapun, baik berupa kesenangan, kesedihan, kecelakaan, ataupun keberuntungan. 

  11. 53

    Soul Journey BAB 1 | Pikiranmu Bukanlah Jiwamu dan Jiwamu Bukanlah Pikiranmu

    Materi podcast ini diambil dari buku SOUL JOURNEY BAB 1 dengan judul: Pikiranmu Bukanlah Jiwamu dan Jiwamu Bukanlah Pikiranmu

  12. 52

    Awal Penciptaan: Bukan Big Bang!

    Video ini mengemukakan sebuah perspektif alternatif mengenai asal mula alam semesta, menolak teori Big Bang yang umum. Sebaliknya, penulis mengusulkan "Kesadaran Besar" atau "Big Awareness" sebagai titik awal segala sesuatu. Dijelaskan bahwa sebelum waktu, ruang, atau materi ada, terdapat momen kesadaran murni yang tanpa nama dan bentuk, yang kemudian mulai menyadari keberadaannya sendiri. Dari tindakan introspektif sunyi inilah muncul riak-riak yang membentuk waktu, ruang, dan segala realitas yang kita kenal. Penulis berargumen bahwa kesadaran bukanlah hasil dari materi, melainkan fondasi dasar yang memungkinkan keberadaan materi dan pengalaman.

  13. 51

    Bagaimana Otak Menciptakan Dirinya Sendiri

    Agung Webe menulis bahwa otak merupakan hasil dari evolusi miliaran tahun, bukan muncul secara instan. Awalnya, organisme sederhana memiliki reseptor dasar yang berkembang menjadi sistem saraf primitif pada makhluk multiseluler. Seiring waktu, sistem saraf ini berevolusi menjadi ganglia dan kemudian otak primitif yang mengoordinasikan gerakan dan pembelajaran. Otak mamalia menunjukkan fungsi sosial dan emosional yang lebih kompleks, dan pada primata, otak mulai menciptakan representasi internal dari dunia. Akhirnya, otak mencapai kesadaran diri, memungkinkannya untuk berefleksi dan berkreasi, bahkan terus berkembang dan membentuk dirinya sendiri melalui pengalaman dan pembelajaran sepanjang hidup.

  14. 50

    Gerhana di Semeru: Runtuhnya Majapahit

    Teks tersebut merupakan kutipan dari sebuah novel berjudul "Gerhana Di Semeru" karya Agung Webe, yang diterbitkan pada tahun 2025. Novel ini mengisahkan jatuh-bangunnya Kerajaan Majapahit dan kemunculan Kerajaan Demak, serta dampaknya terhadap tokoh-tokoh seperti Pradipta Wisesa, Nyai Rarasati, dan Syekh Malik al-Faruqi. Cerita ini mengeksplorasi konflik internal dan eksternal, pencarian kebenaran pribadi, serta peran sejarah dan identitas di tengah perubahan zaman. Selain narasi fiksi, teks juga mencakup pasal-pasal tentang pelanggaran hak cipta yang memberikan konteks hukum terkait publikasi karya. Secara keseluruhan, sumber ini memadukan cerita sejarah fiksi dengan tema filosofis tentang warisan, perubahan, dan penemuan jati diri.

  15. 49

    Wejangan Dewa Ruci

    Dokumen ini berisi kutipan dari novel spiritual kontemporer berjudul "Dewa Ruci" karya Agung Webe, yang menyajikan ulang kisah wayang Dewa Ruci ke dalam narasi modern. Novel ini bertujuan untuk membantu pembaca memahami konsep filosofis Jawa seperti 'Sangkan Paraning Dumadi' melalui cerita perjalanan batin dan cinta. Bagian yang diberikan menjelaskan dialog antara Bima dan Dewa Ruci, di mana Bima diajarkan tentang hakikat air suci yang tidak berwujud, kesatuan diri dengan alam semesta, dan pemahaman unsur-unsur kehidupan seperti kesadaran, ingatan, perasaan, dan pikiran. Kutipan ini juga membahas tentang keterhubungan jagat melalui perasaan (Ahangkara) serta berbagai jalan kehidupan yang berbeda menuju pemahaman kebenaran, menyoroti bahwa kematian bukanlah akhir dari perjalanan kesadaran, dan menekankan pentingnya hidup di saat ini sebagai "kasunyatan" sejati.

  16. 48

    Kritik Ihya’ Ulumuddin dari Sudut Laku Jiwo

    Aku tidak datang untukmenumbangkan warisan; aku datang untuk menelisik dari poros lain. Ihya’berdiri di tanah wahyu dan tradisi; Laku Jiwo berdiri di tanahpengalaman langsung—hening, pulih, sadar. Maka, yang kutawarkan bukan bantahanmarah, melainkan pemetaan jarak: di mana kita sejalan, di mana kitamemilih jalan lain.

  17. 47

    Apakah Alquran Bisa Ditiru di Era AI?

    Sebagai penulis sastra, saya(agung webe) sering ditantang: “Buat karya sastra yang mirip Quran! Ribuansastrawan dikumpulkan tidak akan ada yang bisa menghasilkan karya sepertiQuran! Karena Quran adalah karya Tuhan, bukan karya manusia!”Kalimat semacam itu sering kitadengar di forum keagamaan, khutbah, bahkan media sosial. Ia diulang-ulanghingga menjadi kebenaran yang seolah tak terbantahkan: tidak ada yang bisamenandingi Alquran.Tapi benarkah demikian? Ataujangan-jangan klaim itu lebih banyak berdiri di atas iman dan otoritas sosial,bukan pada kenyataan teknis?Mari mulai dari hal palingdasar: bahasa.Alquran disusun dalam bahasaArab klasik dengan gaya unik—penuh rima, repetisi, irama, dan metafora. Padaabad ke-7, ketika tradisi syair Arab hanya mengenal pola-pola tertentu,kehadiran Alquran jelas mengejutkan. Tak heran bila masyarakat kala itu menyebutnyaluar biasa, bahkan mustahil ditiru.Tapi konteks itu penting: diabad ke-7.

  18. 46

    Apakah Aku Bahagia?

    Apakah aku bahagia?Itu pertanyaan yang tidak mudah. Seringkali orang menanyakannya dengan ringan, seolah kebahagiaan adalah sesuatu yang bisa dipastikan hanya dengan satu kata: ya atau tidak. Tapi bagiku, itu jauh lebih rumit.Aku tidak sedang mencari kebahagiaan. Aku sedang mencari kedamaian.Banyak orang mengira keduanya sama, padahal tidak selalu demikian. Kebahagiaan datang dan pergi. Ia bergantung pada begitu banyak hal: pada suasana, pada orang lain, pada pencapaian, pada hasil yang sering kali berada di luar kendali kita. Saat kita merasa bahagia, itu sering kali disertai ketakutan bahwa semua itu bisa hilang kapan saja. Dan ketika itu terjadi, yang tersisa hanya kekecewaan.

  19. 45

    Belajar Agama Menjadikan Saya Tidak Beragama

    Kedengarannya ironis, bahkanprovokatif. Tapi sebenarnya maksudnya tidak sesederhana itu. “Tidak beragama”di sini bukan berarti hidup sembarangan, tidak bermoral, atau bebas tanpa arah.Sebaliknya, bagi saya, tidak beragama berarti tidak terikat secaraformal dengan lembaga agama manapun, namun tetap memilih hidup dengan integritas,tanggung jawab, dan kesadaran penuh sebagai manusia.Ketika saya benar-benarbelajar—membaca teks suci, menelusuri sejarah, mengkaji tafsir—saya menemukanbahwa agama tidak sesederhana slogan yang sering kita dengar. Ada ajarantentang cinta, tapi ada pula cerita tentang kekerasan. Ada janji keadilan, tapiada pula praktik yang melestarikan ketidakadilan.Semakin saya mendalami, semakinsaya sadar bahwa beragama dalam bentuk institusional sering kali berbeda jauhdari pesan moral yang sesungguhnya. Dan pada titik itu, saya memilih untuk tidakberagama—bukan karena menolak nilai kebaikan, tetapi justru karena inginmerawat nilai itu tanpa harus terikat label dan institusi.

  20. 44

    Otak, Pikiran dan Kesadaran

    Menjelaskan otak, pikiran dan kesadaran.

  21. 43
  22. 42

    Prolog buku QUR’AN: Narasi, Kode, dan Kekuasaan dalam format audiobook

    Dalam versi ini, saya menghadirkan buku QUR’AN:Narasi, Kode, dan Kekuasaan dalam format audiobook bahasa Indonesia—agar kamu bisa mendengarkannya sambil berkendara, duduk santai, atau sekadar menikmati secangkir teh tanpa harus membuka halaman demi halaman.  Versi audio book ini akan saya baca sebagai teks dari  naskah aslinya berbahasa Inggris saya terjemahkan dan saya ubah formatnya menjadi audio book ini.

  23. 41

    Pribadi yang selesai

    Apa itu pribadi selesai?

  24. 40

    Apakah kesadaran punya pola?

    Kesadaran dan pikiran

  25. 39
  26. 38

    Investasi dan Resesi

    Refleksi investasi saat pandemi

  27. 37

    Kitchen Wisdom 8: MEMAKNAI KEMBALI DOA

    Kitchen Wisdom merupakan rekaman lama audio Agung webe

  28. 36

    Kitchen Wisdom 7: BERTERIMAKASIH KEPADA TUBUH

    Kitchen Wisdom merupakan rekaman lama audio Agung webe

  29. 35

    Kitchen Wisdom 6: MENYADARI SANG RAJA

    Kitchen Wisdom merupakan rekaman lama audio Agung webe

  30. 34

    Kitchen Wisdom 5: BERDAMAI DENGAN MASA LALU

    Kitchen Wisdom merupakan rekaman lama audio Agung webe

  31. 33

    Kitchen Wisdom 4: TIGA PERTANYAAN PENTING

    Kitchen Wisdom merupakan rekaman lama audio Agung webe

  32. 32

    Kitchen Wisdom 3 MENYADARI ILUSI

    Kitchen Wisdom merupakan rekaman lama audio Agung webe

  33. 31

    Kitchen Wisdom 1&2 PERSIAPAN PERJALANAN

    Kitchen Wisdom merupakan rekaman lama audio Agung webe

  34. 30

    Mengapa Penjual Perlu Testimoni?

    Testimoni atau Referensi?

  35. 29

    Aku tak bisa mencintaimu dengan sederhana

    Aku tak bisa mencintimu dan kamu jangan ingin dicintai

  36. 28

    APA KENDARAANMU DI SURGA?

    Cerita Dulkemut - Humor Kehidupan

  37. 27

    JUALAN PRODUK YANG SAMA? WHY NOT?

    Kreatif dan inovatif! Mari kita support siapa saja yang melakukan perubahan dalam hidupnya.

  38. 26
  39. 25

    Forever and One

    Lagu asli: Hellowen | cover lagu gitar: Alip ba ta

  40. 24

    CARI ORANG YANG TEPAT!! RUMUS 20:20:60

    Jangan salah menerapkan perubahan dengan mengajak orang yang salah

  41. 23

    KETUHANAN YANG BERKEBUDAYAAN

    Kalimat itu merupakan kalimat dalam RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila)

  42. 22

    SENJATA PEMUSNAH MASAL!!!

    Ada yang ingin anda tanyakan dan jawaban saya buatkan podcastnya. Kirim ke email: [email protected]

  43. 21

    Apa itu PERJALANAN KE DALAM DIRI?

    Kalau anda punya pertanyaan tentang AGAMA, TUHAN dan SPIRITUALITAS silahkan email saya: [email protected] nanti akan saya jawab di podcast ini.

  44. 20

    Teori Konspirasi Menjerat Bill Gates

    Podcast Agung webe. Mau liat VIDEO, klik saja VIDEO

  45. 19

    Menjadi Kaya ala Bunga Bakung

    Refleksi Ruang Diri Agung webe 

  46. 18

    Promosi Surga dan Neraka

    Story Telling dari Agung webe

  47. 17

    Apakah Agama Salah?

    Untuk video silahkan liat di Channel Agung Webe

  48. 16

    Apakah agama itu salah?

    Attitude itu karena agama atau berdiri sendiri?

  49. 15

    Indonesia Terserah

    Episode Refleksi Ruang Diri #indonesiaterserah

  50. 14

    Menjadi Manusia Baru

    Ruang Diri Agung Webe | Menjadi Manusia Baru | www.ruangdiri.com

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Cerita inspirasi dari Agung webe tentang pekerjaan, kehidupan, spiritualitas dan cerita ringan yang jenaka

HOSTED BY

Agung Webe

Frequently Asked Questions

How many episodes does Ruang Diri Agung Webe have?

Ruang Diri Agung Webe currently has 50 episodes available on PodParley. New episodes are automatically indexed when they're published to the podcast feed.

What is Ruang Diri Agung Webe about?

Cerita inspirasi dari Agung webe tentang pekerjaan, kehidupan, spiritualitas dan cerita ringan yang jenaka

How often does Ruang Diri Agung Webe release new episodes?

Ruang Diri Agung Webe has 50 episodes. Check the episode list to see recent publication dates and frequency.

Where can I listen to Ruang Diri Agung Webe?

You can listen to Ruang Diri Agung Webe on PodParley by clicking any episode. We provide an embedded audio player for direct listening, and you can also subscribe via your preferred podcast app using the RSS feed.

Who hosts Ruang Diri Agung Webe?

Ruang Diri Agung Webe is created and hosted by Agung Webe.
URL copied to clipboard!