PODCAST · society
Saga
by KBR Prime
Menghadirkan kisah-kisah manusia, diramu dan dijahit dengan kualitas jurnalistik terbaik. Cerita tentang nama, peristiwa dan fakta; membawa Anda lebih dekat dengan manusia-manusia yang menghiasi negeri ini. Program ini yang memberikan banyak penghargaan untuk KBR.
-
287
Gegerkalong-Arcamanik: dari Narasi ke Aksi Intoleransi
Sebuah video buram berdurasi kurang dari satu menit pernah menggegerkan jagat maya. Dalam hitungan jam, video itu menyebar luas dan berubah jadi tuduhan, melabeli komunitas Syiah di Gegerkalong sebagai “sesat”.Namun, ini bukan sekadar soal satu video. Tim liputan KBR menelusuri dan menganalisis sejumlah konten di media sosial dan menemukan pola yang berulang: narasi dipelintir, sentimen negatif mendominasi, dan suara moderat tenggelam oleh algoritma.Kasus-kasus intoleransi di Kota Bandung terus terjadi dengan pola serupa, melibatkan aktor-aktor yang sama seperti satu dekade lalu.Editorial: Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, Sindhu Darmawan, MalikaAudio Designer: MalikaSocial Media: Nanda
-
286
Ancaman Jakarta Tenggelam Kian Dekat
Jakarta tidak sedang menunggu 2050 untuk tenggelam. Bagi sebagian warga pesisir, ramalan itu telah menjadi kenyataan saat banjir rob menerjang pemukiman mereka setiap harinya. Air pasang menggenangi rumah warga karena posisi daratan kini sudah berada di bawah permukaan laut. Sebagian wilayah lain tetap kering karena terlindungi tanggul beton. Namun, tanggul bukanlah jawaban. Daratan Jakarta terancam akan terus merosot hingga 15 sentimeter setiap tahunnya, jika eksploitasi air tanah tidak segera dihentikan.Editorial: Hoirunnisa, Wahyu Setiawan, MalikaSound Designer: Bintang Elian
-
285
Toleransi Bukan Cuma Wacana di Gang Jatibening
Stigma sesat dan label "berbeda" kerap membuat jemaah Ahmadiyah dijauhi, hidup dalam bayang-bayang intimidasi, hingga jadi korban kekerasan. Namun, tidak di Jatibening, Bekasi. Saya menemui sejumlah warga yang tinggal berdekatan dengan masjid Al Misbah Ahmadiyah. Masjid ini merupakan pusat aktivitas dan ibadah jemaah Ahmadiyah di wilayah Jatibening dan sekitarnya. Meski mengakui adanya perbedaan, warga tak merasa itu jadi ancaman atas keyakinan mereka. Dari Bekasi kita belajar bagaimana seharusnya perbedaan disikapi dalam kehidupan bermasyarakat. Kamu mendengarkan SAGA KBREditorial: Wahyu Setiawan, Ninik, MalikaSound Designer: Bintang Elian
-
284
MA: Diperkosa, Hamil, Berujung Dipenjara
MA divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jombang, Jawa Timur, pada 5 Agustus 2025. Ia dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak atas tuduhan kekerasan terhadap anak hingga meninggal.Padahal, tak ada sama sekali niat perempuan itu membunuh anaknya, meski kehamilan itu tak diinginkannya. Saat berusia 18 tahun, MA diperkosa laki-laki berinisial J-O hingga hamil.Kuasa hukum sekaligus Direktur Woman’s Crisis Center (WCC) Jombang, Ana Abdillah, berpendapat kasus MA semestinya tidak berlanjut sampai proses pemidanaan. Sebab, jangankan menyelamatkan bayi, menyelamatkan dirinya saja MA tidak mampu. Ia menjalani proses persalinan seorang diri, dalam keadaan bingung dan takut.Dari balik jeruji, ia menulis kronologis peristiwa yang dialami. Kisahnya bisa Anda dengarkan di SAGA KBR pada platform YouTube melalui link:https://s.id/KorbanPemerkosaanDipenjaraCerita ini memuat deskripsi kekerasan seksual dan peristiwa yang bisa memicu trauma. Jika kamu mengalami krisis emosional, jangan ragu untuk bercerita dan mengakses layanan konseling terdekat.Tim Editorial: Sindu, Malika, WahyuAudio Designer: Bintang ElianSuara MA: Astri SeptianiJika cerita ini penting, dukung SAGA dengan membagikan cerita ini kepada yang lain. Terima kasih telah mendukung SAGA menghadirkan jurnalisme naratif yang mendalam dan manusiawi.SAGA adalah first person story audio-dokumenter berbasis jurnalisme, mengajak kamu melampaui headline dan merasakan langsung pengalaman nyata manusia dalam sebuah peristiwa.
-
283
Azzril Hanya Nonton Demo, Kenapa Dipukul dan Dipenjara?
Muhammad Azzril, satu dari ratusan orang yang ditangkap polisi pasca demonstrasi #BubarkanDPR Agustus lalu. Azzril yang saat itu hanya nonton, diduga mendapat kekerasan oleh polisi. Dia dipukul, diinjak lalu diseret motor hingga tak sadarkan diri. Pemuda itu kini mendekam di rumah tahanan Salemba, dikenakan pasal 170 Ayat 2 ke-1 karena dituduh merusak mobil milik ASN Kemendagri. Proses persidangannya masih berjalan. Jaksa menuntutnya dengan hukuman penjara satu tahun berdasarkan bukti rekaman siaran langsung di Youtube tertanggal 25 Agustus 2025. Anehnya, dalam rekaman video tersebut, Azzril tak terlihat merusak mobil.Kondisi kesehatannya sempat memburuk selama di tahan. Azzril berkali-kali jatuh, muntah, sesak napas, pingsan, hingga sempat hilang ingatan. Orang tua Azzril yang dibayang-bayangi rasa cemas tak pernah absen menjenguk dan mengantar makanan, meski kondisi keuangan mereka tak menentu.Kisah Azzril mulai ditangkap, dipenjara hingga pengorbanan orang tuanya membebaskannya bisa Anda dengarkan di SAGA KBR pada platform youtube melalui link s.id/AzzrilDitangkap. Jika cerita ini penting, dukung SAGA dengan membagikan ceriita ini kepada yang lain. Terima kasih telah mendukung SAGA menghadirkan jurnalisme naratif yang mendalam, dan manusiawi. SAGA adalah first person story audio-dokumenter berbasis jurnalisme. Mengajak kamu melampaui headline dan merasakan langsung pengalaman nyata manusia dalam sebuah peristiwa. Tim editorial: Wahyu Setiawan, Astri Yuanasari, Heru Haetami, Dita Alyaaulia, MalikaSound Designer: Bintang Elian
-
282
Tergusur, Melawan, dan Menang! 16 Tahun Perjuangan Warga Kampung Semper
"Siapa sih yang menang lawan pemerintah?" bertahun-tahun Sri Wahyuni menggumamkan kalimat ini tiap kali teringat gugatan yang diajukan bersama delapan tetangganya.Pada 2010, sembilan warga Kampung Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, menggugat Gubernur Jakarta atas penggusuran paksa rumah mereka. Demi menggapai keadilan, warga Semper mengorganisir diri, belajar advokasi, dan bersidang di pengadilan.Enam belas tahun bersabar, penantian itu berakhir manis. Di 2025, Mahkamah Agung memenangkan gugatan warga Kampung Semper atas Gubernur Jakarta.Kisah mereka menjadi rujukan dan penyemangat bagi masyarakat miskin kota untuk berjuang melawan kesewenang-wenangan penguasa. Simak selengkapnya di SAGA KBR.Editorial: Wahyu Setiawan, Hoirunnisa, Ninik Yuniati, Malika
-
281
100 Tahun Ahmadiyah, Seabad Menanti Kebebasan Beribadah
Sudah seabad Ahmadiyah menjadi bagian dari Indonesia. Jejaknya nyata di Nusantara, termasuk mendukung perjuangan kemerdekaan republik ini. Jemaatnya berkembang dari Aceh sampai Papua dan hidup berdampingan di tengah masyarakat majemuk.Namun, sejarah dan kontribusi itu tak menjamin kesetaraan hak. Diskriminasi dan persekusi terus terjadi, karena para Ahmadi -sebutan bagi warga Ahmadiyah- dituduh sesat dan bukan bagian dari Islam. Ironisnya, negara melanggengkan ketidakadilan ini melalui aturan diskriminatif dan pembiaran atas kekerasan yang berulang.Situasi itu kembali terlihat saat pelaksanaan Jalsah Salanah Ahmadiyah 2025 di sejumlah daerah. Seperti apa kisahnya? Simak selengkapnya di SAGA KBR.—Editorial: Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
-
280
Penyintas Terapi Konversi: "Aku Dipaksa Melihat Perempuan Telanjang"
Rafa, bukan nama sebenarnya, telah berhadapan dengan berbagai upaya pengubahan identitas gender dan orientasi seksual sejak masa kanak-kanak. Ekspresinya yang feminin dianggap bertentangan dengan konstruksi sosial tentang laki-laki. Bermacam kekerasan ia terima, mulai dari serangan verbal, represi psikologis, hingga pemaksaan melalui terapi konversi yang merendahkan martabat. Dalam prosesnya, ia bahkan dipaksa melakukan kekerasan seksual, pengalaman traumatis yang jejaknya masih membekas hingga sekarang. Seperti apa kisahnya? Simak selengkapnya di SAGA KBR.Editorial: Ninik Yuniati, Heru Haetami, Malika
-
279
Tetap Miskin Walau Hidup di Lumbung Migas
Kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai lumbung energi terbesar di Indonesia, tempat urat nadi minyak dan gas nasional berdenyut. Perkiraannya, seperempat cadangan minyak nasional dipasok dari sini.Ironisnya, di balik gemerlap pendapatan daerah yang melimpah ruah dari perut bumi, Bojonegoro menyimpan fakta pahit. Keberadaan sumur-sumur emas tersebut gagal menjadi penawar mujarab bagi masalah klasik: kemiskinan.Alih-alih menjadi daerah yang makmur, Bojonegoro justru masih berjuang memerangi tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan. Inilah paradoks Bojonegoro: daerah yang kaya raya oleh alam, tetapi terperangkap dalam lingkaran kemiskinan yang tak berujung. Alih suara:Pariyem: Astri YuanasariSupatmi: MalikaKismiyati: NaomiNuspita: Astri Septiani---Editorial: Nurika Manan, Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
-
278
Transpuan Melawan Konversi: "Saya Sudah Begini dari Kecil"
Suatu hari di awal November 2025, Ocha, transpuan di Bekasi, Jawa Barat, libur kerja, demi menghadiri pengajian atas ajakan kawan. Alih-alih mendapat siraman rohani penyejuk kalbu, ia malah dihujani ceramah yang menyudutkan identitas gendernya. Dalam acara yang digelar MUI Kota Bekasi itu, Ocha juga nyaris menjalani terapi konversi. Kisah Ocha adalah potret kekerasan yang dialami komunitas ragam gender di Kota Bekasi. Simak selengkapnya di SAGA KBR.Editorial: Ninik Yuniati, Heru Haetami, Astri Yuanasari, MalikaSound Designer: Bintang Elian
-
277
Usaha Mikro Pontang-panting Menembus Dapur MBG
Proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) sedari mula digembar-gemborkan bakal menguntungkan UMKM. Berarti, termasuk usaha mikro bukan? Namun, hingga nyaris setahun bergulir, tak ada data pasti, berapa usaha mikro yang masuk rantai pasok dapur MBG. Data yang tersaji di Badan Gizi Nasional (BGN) hanya menyebut 13.800-an UMKM sudah menjadi mitra MBG per Oktober 2025. Ketika cek ke lapangan, situasinya makin membingungkan. Banyak cerita pahit ketimbang manis soal berlikunya jalan para pejuang ekonomi mikro menembus dapur MBG. Simak selengkapnya di SAGA KBR.Editorial: Sindu Dharmawan, Ninik Yuniati, Astri Yuana Sari, MalikaSound Designer: Bintang Elian
-
276
Nestapa Bayi Korban Perdagangan - Bagian 2
Senja, Surya, dan Fajar, bukan nama sebenarnya, adalah tiga dari delapan bayi yang berhasil diselamatkan polisi. Mereka kini dalam pengasuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Bayi Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat.Upaya memulihkan hak-hak para bayi korban perdagangan manusia belum selesai. Meski sindikatnya telah terbongkar, jejak administrasi yang dipalsukan membuat pencarian orang tua kandung mereka berjalan lambat.Negara didesak bergerak cepat memenuhi hak dasar para bayi ini. Dipertemukan kembali dengan keluarga mereka. Namun, dengan data yang sudah dimanipulasi, mampukah negara melacak asal-usul mereka?Kisah ini memuat deskripsi yang mungkin akan memicu trauma. Semua nama bayi dalam cerita ini disamarkan.---Editorial: Hoirunnisa, Wahyu Setiawan, Sindu Dharmawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
-
275
Nestapa Bayi Korban Perdagangan
Bayi-bayi ini nyaris dibawa ke luar negeri dengan dalih akan diadopsi. Ini hanya beberapa yang berhasil diselamatkan, pasca terbongkarnya sindikat perdagangan anak lintas negara, April 2025. Mereka kini menghabiskan hari demi hari di panti asuhan.Jurnalis KBR Hoirunnisa melihat lebih dekat kehidupan mereka dan dan mengungkap berbagai tantangan lain terkait upaya perlindungan dan penyelamatan korban. Simak kisahnya di SAGA KBR, yang dibawakan Sindu Dharmawan.Kisah ini memuat deskripsi yang mungkin akan memicu trauma. Semua nama bayi dalam cerita ini disamarkan.---Editorial: Hoirunisa, Wahyu Setiawan, Sindu Dharmawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
-
274
Denyut Bahaya dari Perut Bantar Gebang
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, di Bekasi, Jawa Barat merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara. Tinggi gunungan sampah di sana tak kurang dari 70 meter. Ini setara dua kali tinggi candi Borobudur. Jika tak kunjung ada solusi nyata untuk mengurangi beban timbunan sampah, maka pengelola TPA, pemulung, dan masyarakat sekitar jadi yang paling rentan tertimpa petaka. Simak laporannya di SAGA KBREditorial: Resky Novianto, Ninik Yuniati, Malika Audio design: Malika
-
273
Petaka Keracunan Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berujung petaka. Keracunan terjadi di mana-mana, korbannya ribuan bahkan puluhan ribu anak. Ironis untuk sebuah program unggulan, beranggaran jumbo, dan menyandang label "bergizi". Padahal sedari mula, pemerintah sudah berulang kali diperingatkan tentang risiko celaka program raksasa, tetapi buruk tata kelola. Simak selengkapnya di SAGA KBR.
-
272
Kopdes Merah Putih Hadir, Siapa Bertahan dan Tersingkir?
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, 21 Juli 2025. Ribuan koperasi desa itu dibentuk hanya dalam waktu empat bulan.Kehadirannya diklaim bakal memperkuat ekonomi kerakyatan.Kenyataannya, di lapangan pembentukan koperasi desa tak berjalan mulus. Bahkan memicu kekhawatiran, usaha lain di desa yang sudah berjalan, terancam tergusur.Mengapa program ini malah dianggap sebagai ancaman? Simak ceritanya di SAGA KBR, bagian kedua.Editorial: Wahyu Setiawan, Muji Lestari, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
-
271
Korban 1965 Dibunuh dan Dilukai Berkali-kali lewat Sejarah
Tragedi 1965 menjadi utang sejarah yang tak kunjung dilunasi negara. Enam dekade berlalu, tak ada upaya serius mengungkap apa yang sebetulnya terjadi dibalik peristiwa berdarah 1965-1966 yang telah merenggut jutaan jiwa itu.Sebaliknya, negara justru berupaya mengukuhkan narasi tunggal rezim Orde Baru, lewat penulisan ulang sejarah nasional yang dikebut Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Disinyalir, proyek ini untuk memuluskan gelar pahlawan bagi Soeharto.Untuk kesekian kalinya, para penyintas dan keluarga korban tragedi 65 melawan upaya pengingkaran. Simak kisah perjuangan mereka di SAGA KBR.Editorial:Heru Haetami, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang Elian
-
270
Api Perlawanan dari Pati
13 Agustus 2025, Kabupaten Pati bergolak. Ribuan rakyat marah dan mengepung kantor bupati.Mereka menentang kebijakan Bupati Sudewo yang menaikan tarif pajak seenaknya. Dari Pati, api perjuangan merembet di penjuru tanah air. Menggambarkan rakyat punya kapasitas mengoreksi langsung kebijakan yang tidak adil. Gerakan ini menjadi alarm bagi penguasa untuk segera berbenah.Editorial:Astri Yuanasari, Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang Elian
-
269
Ancaman Ekosida di Pulau Sipora (Bagian 2)
Selangkah lagi PT Sumber Permata Sipora (SPS) akan beroperasi di hutan Pulau Sipora, salah satu gugusan pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.Perusahaan milik pengusaha Haji Bakhrial itu, telah memperoleh persetujuan komitmen pada 2023. Kini, tinggal mengurus dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).Jika ini disetujui, Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) bakal dikeluarkan di atas lahan seluas 20.706 hektare, setara ⅓ luas daratan Pulau Sipora.Namun, prosesnya ditengarai penuh skandal. Ada dugaan pemalsuan tanda tangan, juga upaya "membuang" usulan hutan adat di lahan konsesi perusahaan.Sebagian masyarakat adat menentang, khawatir hutan sebagai sumber penghidupan dan identitas mereka terancam. Penebangan hutan juga berpotensi memperparah krisis ekologis di sana.Editorial:Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang ElianLiputan ini merupakan program kolaborasi media yang didukung oleh Depati Project
-
268
Ancaman Ekosida di Pulau Sipora (Bagian 1)
Selangkah lagi PT Sumber Permata Sipora (SPS) akan beroperasi di hutan Pulau Sipora, salah satu gugusan pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Perusahaan milik pengusaha Haji Bakhrial itu, telah memperoleh persetujuan komitmen pada 2023. Kini, tinggal mengurus dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Jika ini disetujui, Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) bakal dikeluarkan di atas lahan seluas 20.706 hektare, setara ⅓ luas daratan Pulau Sipora. Namun, prosesnya ditengarai penuh skandal. Ada dugaan pemalsuan tanda tangan, juga upaya "membuang" usulan hutan adat di lahan konsesi perusahaan.Sebagian masyarakat adat menentang, khawatir hutan sebagai sumber penghidupan dan identitas mereka terancam. Penebangan hutan juga berpotensi memperparah krisis ekologis di sana.Editorial:Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang ElianLiputan ini merupakan program kolaborasi media yang didukung oleh Depati Project
-
267
Kelimpungan Kejar Tayang Ribuan Kopdes Merah Putih
[Disarankan menggunakan penyuara jemala atau headphone] Usai Presiden Prabowo meneken Instruksi Presiden tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih pada 27 Maret 2025, Kopdes dikebut sedemikian rupa. Targetnya, 80 ribu koperasi merah putih siap diluncurkan dalam tempo empat bulan. Di lapangan, kepala desa dan lurah kelimpungan. Tak lama usai diresmikan, sejumlah koperasi desa tutup, tak beroperasi. Akankan kopdes mengulang kisah yang sama seperti Koperasi Unit Desa (KUD) di era Presiden Soeharto? Pendirian koperasi dengan metode top-down policy kala itu terbukti gagal memajukan desa-desa di Indonesia.Editorial:Arie Nugraha, Anindya Putri, Muji Lestari, Wahyu Setiawan, Zainudin Syafari, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang ElianSumber Berita & Arsip dalam podcast ini:Berita tutupnya Koperasi Merah Putih di Pucangan, Tuban — Liputan 6 SCTV / YouTubeBerita Kopdes Merah Putih di Hambalang Bogor Sepi — Kompas.com / YouTube
-
266
Dipecat, Diusir, Dipersekusi, Dikriminalisasi: Realita Hidup Kelompok Ragam Gender/LGBTIQ+ di Indonesia
[Disarankan menggunakan penyuara jemala atau headphone] Keadilan dan kesetaraan masih menjadi "barang super mewah" bagi kelompok ragam gender dan seksualitas di Indonesia. Beberapa bulan terakhir, kelompok LGBTIQ+ didera persekusi dan kriminalisasi. Di beberapa wilayah di Jawa Timur, polisi menangkap sejumlah orang hanya karena membuat grup komunitas ragam gender di Facebook. Di Jakarta dan Bogor, polisi menggerebek acara pertemuan dengan melabelinya sebagai pesta seks sesama jenis. Dipecat, Diusir, Dipersekusi, Dikriminalisasi seolah jadi realita hidup kelompok Ragam Gender di Indonesia. Mengapa begitu sulit mengubahnya? Simak ceritanya bersama Sindu Dharmawan di SAGA KBR.Editorial:Heru Haetami, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang Elian
-
265
Ancaman Bahaya Lemak Trans di Makan Bergizi Gratis
(Disarankan menggunakan penyuara jemala atau headphone) Sorotan terhadap program Makan Bergizi Gratis tak juga berhenti. Di beberapa sekolah, menu yang dibagikan justru makanan kemasan yang berpotensi mengandung lemak trans tinggi. Disukai anak-anak, tetapi tak baik bagi kesehatan mereka. Mengapa ini bisa terjadi? Dan apa sebetulnya makanan tinggi lemak trans? Simak ceritanya bersama Sindu Dharmawan di SAGA KBR.Liputan ini didukung program fellowship “Menguatkan Kesadaran Publik Tentang Konsumsi Lemak Trans” oleh Aliansi Jurnalis Independen dan Global Health Strategies.
-
264
Keluargaku Mati Dibakar, Dalangnya Masih di Luar (Bagian II)
(Disarankan menggunakan penyuara jemala atau headphone) Eva Meliani Pasaribu bertolak dari Karo, Sumatra Utara ke Jakarta dengan satu tekad: mencari keadilan. Empat keluarganya tewas mengenaskan. Ayah, ibu, adik, dan anak semata wayangnya diduga dibakar di dalam rumah. Peristiwanya sudah berlalu setahun, tapi dalangnya belum ditangkap. Ada dugaan keterlibatan anggota militer dalam pembakaran. Disinyalir kasus itu terkait berita soal perjudian yang ditulis ayahnya, Rico Sempurna Pasaribu. Bagaimana perjuangan Eva mencari keadilan. Simak kisahnya bagian kedua, habis.
-
263
Keluargaku Mati Dibakar, Dalangnya Masih di Luar
Eva Meliani Pasaribu bertolak dari Karo, Sumatera Utara ke Jakarta dengan satu tekad: mencari keadilan. Empat keluarganya tewas mengenaskan. Ayah, ibu, adik, dan anak semata wayangnya diduga dibakar di dalam rumah. Peristiwanya sudah berlalu setahun, tapi dalangnya belum ditangkap. Ada dugaan keterlibatan anggota militer dalam pembakaran. Disinyalir kasus itu terkait berita soal perjudian yang ditulis ayahnya, Rico Sempurna Pasaribu. Bagaimana perjuangan Eva mencari keadilan. Seperti apa awal mula peristiwa nahas ini terjadi? Simak kisahnya bagian pertama.
-
262
Mayday! 79 Tahun, Polri Masih jadi Aktor Utama Kekerasan
Wajah 79 tahun Polri masih dilekati dengan kekerasan, kesewenangan, dan impunitas. Berbagai kasus pelanggaran yang melibatkan polisi terus bermunculan, banyak pula yang berulang, misalnya tindakan represif ketika menangani unjuk rasa. Tak sedikit dari kasus-kasus tersebut dibiarkan tanpa diproses, apalagi dijatuhi sanksi. Keberadaan Polri saat ini dianggap kian menjauh dari semangat Reformasi, bahkan berpotensi menjadi ancaman demokrasi. Tim SAGA KBR memotret salah satu insiden yang menampilkan wajah represif Polri. Simak laporannya yang dibacakan Heru Haetami.—Editorial: Siska Mutakin, Wahyu Setiawan, Ninik YuniatiSound designer: Bintang ElianDalam podcast ini:Suasana peringatan Hari Buruh di sekitar Gedung DPR, X @barengwargaKonferensi pers YLBHI Mengungkap Pelaku Kekerasan Sungguhnya pada Aksi Hari Buruh Internasional 2025
-
261
Jamur Pelawan Bangka Diterpa Krisis Iklim, Dihimpit Tambang dan Sawit (Bagian 2-habis)
Sudah lebih dari satu dekade, Hutan Pelawan di Desa Namang, Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, aman dari ancaman alih fungsi lahan. Ini satu-satunya hutan pelawan yang dilindungi di Pulau Bangka. Warga desa dan pemda berkomitmen menjaga ekosistem hutan agar keanekaragaman hayati di dalamnya tetap lestari, termasuk jamur pelawan. Namun, berbagai ancaman muncul, mulai dari krisis iklim, limbah kebun sawit, hingga pencurian kayu. Seperti apa dampaknya terhadap hutan pelawan dan jamur pelawan, dua entitas kebanggaan masyarakat Bangka? Simak kisahnya di SAGA KBR yang dibacakan Astri Yuana Sari.
-
260
Pemerkosaan Massal Mei 98, Ita Fatia: Saya Tidak Berbohong!
Tragedi Pemerkosaan Massal Mei 1998 terancam hilang dan terlupakan. Pemerintah, melalui Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menyebutnya sebagai rumor. Pernyataan kontroversial itu diucapkan Fadli Zon saat menjelaskan ihwal maksud penulisan ulang sejarah. Ia mengatakan penulisan ulang sejarah nasional bertujuan untuk mengklarifikasi rumor-rumor yang selama ini telah dianggap sebagai fakta sejarah. Politikus Partai Gerindra itu menjadikan peristiwa pemerkosaan massal sebagai contoh dari rumor yang ingin dia luruskan.Pernyataan itu bukan saja dinilai sebagai upaya pengaburan sejarah, pelecehan terhadap fakta yang sebelumnya sempat diakui oleh negara, tetapi juga bentuk kekerasan baru terhadap korban. Heru Haetami akan membawa kita menengok kembali peristiwa yang tak mungkin bisa dihapus begitu saja dari sejarah bangsa ini, di SAGA KBR, edisi Kontroversi Penulisan Ulang Sejarah Bagian 1. Dibawakan Malika.Kisah ini memuat deskripsi yang mungkin dapat memicu trauma. Editorial:Heru Haetami, Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang ElianDalam podcast ini:Suasana pemakaman mahasiswa Trisakti di Tanah Kusir Jakarta, arsip liputan 6 SCTV/youtubeIndonesia-Riots update, AP Archive/youtubeIndonesia -Violent protests continue, AP Archive/youtube
-
259
Menjaga Jamur Pelawan, Merawat Tradisi Bangka (Bagian 1)
Pulau Bangka tak hanya punya timah, tetapi juga hutan pelawan dengan segala keanekaragaman hayatinya. Selama bergenerasi, masyarakat Bangka menjalin ikatan erat dengan hutan, sebagai sumber penghidupan. Dari pohon pelawan, mereka mendapatkan bahan pangan berkualitas, salah satunya jamur pelawan. Sayangnya, jamur ini kian sulit ditemui, karena hutan beralih fungsi menjadi tambang dan perkebunan. Di Desa Namang, sekitar 30 kilometer dari Pangkalpinang, ibukota Provinsi Bangka Belitung, ada hutan pelawan seluas 47 hektare yang masih dilindungi. Itu menjadi benteng terakhir pelestarian pohon dan jamur pelawan, kebanggaan masyarakat Bangka. Bagaimana perjuangan mereka? Simak kisahnya di SAGA KBR yang dibacakan Astri Yuana Sari.
-
258
Petani Langensari vs PTPN, Potret Kegagalan Reforma Agraria
Konflik lahan di Langensari, Sukabumi, Jawa Barat, antara petani dengan perusahaan pelat merah, PTPN, sudah berlangsung puluhan tahun. Pergantian pemerintahan tak mengubah nasib para petani. Mereka tetap direpresi, diintimidasi, dan terancam diusir dari tempat tinggal serta lahan garapannya. Sengketa berlarut di tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN VIII ini menjadi cermin kegagalan janji manis reforma agraria. Terlebih, antrean kasus serupa juga masih panjang mengular, menanti keberpihakan negara terhadap rakyatnya. Simak selengkapnya di SAGA KBR.
-
257
Jatuh Bangun Menjadi Caregiver
Merawat orang tua yang sakit di usia senja atau menjadi caregiver bukanlah hal mudah. Kurangnya waktu untuk diri sendiri kerap bikin stres. Belum lagi ketika harus merelakan pekerjaan atau impian demi memastikan orang terkasih mendapatkan perawatan terbaik. Tak jarang, menitipkan orang tua kepada pengasuh atau panti wreda dipilih sebagai jalan keluar.Namun, di sudut Kota Depok, seorang perempuan berhasil menjalani fase sulit itu dengan keteguhan hati. Meski harus bergulat dengan kondisi bipolar yang dimilikinya, Mayang tetap memilih berada di sisi ayahnya yang mengalami demensia, menjalani hari-hari bersama dengan penuh kehangatan.Bagaimana perjalanan Mayang menghadapi tantangan ini ?Selengkapnya, simak liputan Jurnalis Heru Haetami yang dibawakan Astri Yuanasari.
-
256
Jilbab dan Keyakinan yang Dipaksakan
Pemaksaan penggunaan jilbab di sekolah negeri masih terus terjadi. Praktik ini dikritik karena melanggar kebebasan berkeyakinan yang dijamin konstitusi. Para siswi yang menjadi korban, mendapat stigma, intimidasi, hingga perundungan.Sungguh ironis, karena lingkungan pendidikan mestinya menyediakan ranah yang aman, tempat anak belajar perdamaian dan toleransi. KBR merangkum cerita dan harapan sejumlah korban pemaksaan jilbab di sekolah negeri. Simak laporannya di SAGA KBR.
-
255
Karut-marut "Dapur" Pengelolaan Anggaran MBG
Satu per satu permasalahan di program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengemuka. Program unggulan Prabowo-Gibran berlabel "quick win" yang belum genap satu semester, sudah menuai banyak kritik dan sorotan. Karut-marut realita "dapur" pengelolaan MBG mulai terlihat: rantai penyaluran anggaran yang panjang, skema pemilihan mitra yang tak transparan, hingga akrobat terabas aturan. Hal-hal itu terungkap dari hasil penelusuran kasus tunggakan pembayaran di dapur mitra MBG di Kalibata, Jakarta Selatan. Simak laporannya di SAGA KBR.
-
254
Buruh-Pengusaha Menjerit: Sudah Jatuh, Tertimpa Tarif Trump
Ungkapan "ekonomi sedang tidak baik-baik saja", makin sering muncul di publik, dalam berbagai momen maupun wadah. Situasi gonjang-ganjing ini levelnya global, dipicu kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mematok tarif impor tinggi ke sejumlah negara mitra dagang. Indonesia salah satu yang kena imbas, dikenai tarif bea masuk 32 persen. Meski kemudian penerapannya ditunda 90 hari, ternyata dampaknya sudah terasa. Sejumlah industri padat karya seperti tekstil dan alas kaki, terpukul hebat, karena AS merupakan pasar ekspor terbesar selama 10 tahun terakhir. Tak sedikit yang gulung tikar, melakukan PHK massal, meninggalkan masalah baru: pengangguran. Jurnalis KBR Astri Yuana Sari merangkum suara-suara buruh dan pengusaha lokal yang mencoba bertahan di tengah gencarnya perang dagang. Simak selengkapnya di SAGA KBR.
-
253
Perempuan yang Melawan, Benteng Perjuangan
Keresahan atas makin memburuknya situasi demokrasi memantik benih-benih perlawanan dari kalangan perempuan di jagad maya. Perempuan Melawan adalah upaya menjaga cita-cita reformasi agar tidak mati. Kehadiran mereka jadi simbol, pergerakan melawan tirani tidak pernah memandang jenis kelamin. Meski serangan, cacian, hingga ancaman terus datang, suara mereka makin lantang. Bagaimana resiliensi para perempuan ini menjaga demokrasi dan melawan upaya pembungkaman? Jurnalis Heru Haetami membagikan kisah mereka.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
252
Menjaga Asa Perlawanan Lewat Camping Bareng Warga
Gerakan berkemah di seberang Gedung DPR menjadi cara lain berunjuk rasa secara damai. Sejumlah orang dari beragam latar belakang mendirikan tenda di trotoar dekat rumah wakil rakyat. Bermukim berhari-hari, menyuarakan aspirasi lewat bermacam ekspresi. Jumlah peserta bukanlah yang utama, melainkan semangat bersama menjaga demokrasi dan supremasi sipil.Gerakan ini bermula dari jagat maya, diinisiasi para warganet yang berinteraksi lewat akun x, @barengwarga. Mereka resah dengan situasi demokrasi di negeri ini yang dinilai balik mundur ke era Orba. Apalagi setelah revisi UU TNI disahkan.Namun, aksi damai Camping Bareng Warga direspons dengan represi. Aksi dibubarkan, tenda dibongkar, berulang kali. Apakah semangat mereka surut kini? Jurnalis Heru Haetami dan Astri Yuanasari memotret perjuangan para penjaga tenda perlawanan Bareng Warga.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
251
Perjalanan Heni Tonengan, Perempuan Pemimpin dari Pulau Morotai
Perlindungan perempuan dan anak di wilayah terpencil kepulauan masih menjadi tantangan besar. Apalagi, jika daerah itu punya jejak sejarah kelam, seperti di Maluku Utara, yang pernah terkoyak konflik bernuansa keagamaan pada 1999. Kondisi ini berkelindan dengan kualitas ekonomi dan pendidikan yang rendah, sehingga melanggengkan budaya patriarki.Namun, nyala asa muncul dari desa pelosok di Pulau Morotai. Ada sosok Heni Tonengan, penyintas konflik yang kini menjadi perempuan pemimpin di desanya. Jurnalis KBR Ninik Yuniati berbincang dengan Heni tentang perjalanannya memperjuangkan kesetaraan gender dan perlindungan anak. Laporannya dibacakan Astri Yuana Sari.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
250
Nasib Program Rumah Murah saat Anggaran Disunat (Bagian 2)
Pemerintahan Prabowo-Gibran mematok target ambisius untuk kebutuhan papan rakyat: 3 juta rumah pertahun, naik tiga kali lipat dibanding target era Jokowi. Ambisi besar tapi anggaran kurang, bahkan masih disunat karena kebijakan efisiensi.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara merespons amanat program 3 juta rumah dengan membuat gebrakan di awal jabatan.Ia menggandeng konglomerat Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan untuk kolaborasi membangun 250 unit rumah gratis di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Banten.Proyek ini diniatkan sebagai percontohan gerakan gotong-royong bangun rumah untuk rakyat. Namun, tampaknya inisiatif tersebut layu sebelum berkembang, yang menandai ketidakjelasan arah pembangunan 3 juta rumah. Padahal, program ini termasuk prioritas dan bagian dari quick wins di 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran.Jurnalis KBR Wahyu Setiawan dan Ninik Yuniati menguak berbagai masalah dalam implementasi program 3 juta rumah. Simak cerita lengkapnya dalam dua seri laporan yang dibacakan Malika. Berikut kisah bagian kedua.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
249
Menanti Rumah Gratis di Sukawali (Bagian 1)
Pemerintahan Prabowo-Gibran mematok target ambisius untuk kebutuhan papan rakyat: 3 juta rumah pertahun, naik tiga kali lipat dibanding target era Jokowi. Ambisi besar tapi anggaran kurang, bahkan masih disunat karena kebijakan efisiensi. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara merespons amanat program 3 juta rumah dengan membuat gebrakan di awal jabatan. Ia menggandeng konglomerat Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan untuk kolaborasi membangun 250 unit rumah gratis di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Banten. Proyek ini diniatkan sebagai percontohan gerakan gotong-royong bangun rumah untuk rakyat. Namun, tampaknya inisiatif tersebut layu sebelum berkembang, yang menandai ketidakjelasan arah pembangunan 3 juta rumah. Padahal, program ini termasuk prioritas dan bagian dari quick wins di 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran. Jurnalis KBR Wahyu Setiawan dan Ninik Yuniati menguak berbagai masalah dalam implementasi program 3 juta rumah. Simak cerita lengkapnya dalam dua seri laporan yang dibacakan Malika. Berikut kisah bagian pertama.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
248
Daya Hidup Septia Berjuang Lepas dari Jerat UU ITE
Vonis bebas Septia Dwi Pertiwi diapresiasi sebagai preseden baik bagi penegakan hukum, khususnya terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ia dilaporkan bekas bosnya Jhon LBF atas tuduhan pencemaran nama baik, usai berkomentar di X atau Twitter, tentang hak-haknya yang dilanggar saat masih bekerja di PT Hive Five. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membebaskannya dari segala dakwaan karena apa yang disampaikan Septia terbukti benar. Putusan ini memberi angin segar bagi situasi kebebasan berpendapat di Indonesia, apalagi dua kasus kriminalisasi UU ITE sebelumnya juga divonis bebas, yakni Haris dan Fatia serta Daniel Tangkilisan. Meski berhasil lolos dari jerat kriminalisasi, Septia harus melewati perjuangan selama dua tahun yang tak mudah. Ia membagikan pengalamannya kepada jurnalis KBR Aika. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
247
Energi Bersih Mikro Hidro, Emasnya Batu Sanggan
Rasio elektrifikasi Indonesia diklaim mencapai 99 persen. Namun, jika ditelisik, masih banyak wilayah sulit mengakses setrum yang berkualitas. Kondisi geografis selalu dijadikan dalih lambannya pemerataan infrastruktur pembangkit listrik. Dari pelosok Kampar, Riau, masyarakat adat Batu Sanggan menolak pasrah. Mereka berjuang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sejak tahun 2000-an. Namun, sumber energi bersih berbasis komunitas ini mendapat tantangan berat soal pendanaan dan juga kehadiran PLN. Jurnalis KBR Ninik Yuniati berbincang dengan tokoh masyarakat adat Batu Sanggan tentang perjuangan mereka mendapatkan kemandirian energi. Laporannya dibacakan Astri Yuana Sari. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
246
Gaung Perempuan SETARA dari Pedalaman Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat menjadi lokasi transmigrasi, program era Orde Baru. Sebagian besar penduduknya berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang bekerja sebagai petani di lahan gambut. Perempuan di sana merupakan kelompok marjinal. Berstatus transmigran, berpendidikan rendah, dan minim akses. Kondisi ini yang ingin diubah Gemawan, lembaga non profit yang dibentuk pada 1999 oleh sejumlah aktivis reformasi asal Kalimantan Barat. Selama beberapa tahun terakhir, puluhan perempuan di Kayong Utara digugah kesadarannya akan kesetaraan, dimampukan untuk memimpin, berorganisasi, dan berinovasi. Jurnalis KBR, Aika melihat dari dekat kiprah para puan dari pedalaman Kayong Utara. Simak kisah inspiratif mereka di SAGA KBR. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
245
Pelarangan Jalsah Ahmadiyah dan Mahalnya Harga Kebebasan Beragama (Bagian 2)
Pembatalan Jalsah Salanah atau pertemuan rutin Ahmadiyah di Desa Manislor, Kuningan, Jawa Barat menunjukkan situasi keberagaman di Indonesia belum banyak beranjak. Perbedaan keyakinan masih dijadikan alasan pembenar untuk mendiskriminasi. Padahal, Ahmadiyah sudah hampir seabad masuk ke Indonesia. Di banyak wilayah, jemaat Ahmadiyah hidup rukun berdampingan dengan warga lain. Jurnalis KBR Wahyu Setiawan merangkum cerita-cerita di balik batalnya Jalsah Salanah Ahmadiyah di Manislor. Simak laporan bagian kedua yang dibacakan Aika. Liputan ini didukung Social Impact Reporting Initiative Project WAN-IFRA Women in News. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
244
Pelarangan Jalsah Ahmadiyah dan Mahalnya Harga Kebebasan Beragama (Bagian 1)
Pembatalan Jalsah Salanah atau pertemuan rutin Ahmadiyah di Desa Manislor, Kuningan, Jawa Barat menunjukkan situasi keberagaman di Indonesia belum banyak beranjak. Perbedaan keyakinan masih dijadikan alasan pembenar untuk mendiskriminasi. Padahal, Ahmadiyah sudah hampir seabad masuk ke Indonesia. Di banyak wilayah, jemaat Ahmadiyah hidup rukun berdampingan dengan warga lain. Jurnalis KBR Wahyu Setiawan merangkum cerita-cerita di balik batalnya Jalsah Salanah Ahmadiyah di Manislor. Simak laporan bagian pertama yang dibacakan Aika. Liputan ini didukung Social Impact Reporting Initiative Project WAN-IFRA Women in News. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
243
Peace Walk Bogor, Menggugah Guru-Guru yang Gelisah soal Keberagaman
Kasus pembubaran Jalsah Salanah Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat menyadarkan kembali tentang rentannya situasi keberagaman di Indonesia. Sepanjang 2024, kasus-kasus intoleransi juga terus mengemuka, bukti bahwa nilai kebinekaan belum kuat terpatri. Pendidikan dipandang sebagai sektor strategis untuk menanamkan toleransi sejak dini. Namun, kerja besar ini butuh peran sentral guru atau pendidik yang mendukung keberagaman. Persoalannya, sebagian guru belum toleran karena masih kuatnya stigma dan prasangka ke agama lain. Situasi itu ingin diubah Yayasan Cahaya Guru dengan menggelar Peace Walk di Bogor, Jawa Barat. Di kegiatan ini, para guru diajak mengalami perjumpaan bermakna dengan umat agama lain. Seperti apa pengalaman mereka? Simak kisahya di SAGA yang disusun jurnalis KBR Ninik Yuniati. Laporannya dibacakan Astri Yuana Sari. Liputan ini didukung Social Impact Reporting Initiative Project WAN-IFRA Women in News. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
242
Usaha Lestari di Sigi yang Menghidupi Diri dan Bumi
Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah punya komitmen pembangunan berkelanjutan, yang dituangkan dalam Perda Sigi Hijau. Komitmen ini untuk melindungi kelestarian Sigi yang 70 persennya merupakan kawasan hutan. Sigi juga merupakan anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) atau Asosiasi Kabupaten Berkelanjutan, yang mengedepankan ekonomi hijau melalui semangat kolaborasi multipihak. Motor penggeraknya adalah kalangan muda Sigi yang tergabung dalam komunitas Gampiri. Mereka menginisiasi program inkubasi untuk mengembangkan usaha-usaha lestari. Jurnalis KBR Ninik Yuniati berbincang dengan peserta inkubasi dan orang muda Gampiri tentang efek pengganda ekonomi lestari. Simak kisahnya yang dibacakan Astri Yuana Sari. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
241
Benang Kusut Antimikroba Resistan Ancam Kesehatan Kelompok Rentan
Antimikroba resistan (AMR) layak digelari pandemi senyap. AMR adalah kondisi ketika mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan parasit tidak lagi bisa dibunuh dengan antibiotik. Angka kasus AMR sudah di titik mengkhawatirkan dan diproyeksikan bakal makin mengganas jika tidak dimitigasi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat AMR menyebabkan 1,27 kematian di tingkat global pada 2019. Angka ini diperkirakan bakal membengkak menjadi 10 juta kematian pada 2050. Bayi baru lahir menjadi salah satu kelompok rentan dengan risiko kematian tinggi jika terinfeksi bakteri resistan. Meski demikian, pemahaman dan kesadaran tentang ancaman AMR di kalangan medis, apalagi masyarakat, masih rendah. Jurnalis KBR Heru Haetami berbincang dengan orangtua anak korban AMR, para pakar, dan pemerintah tentang ancaman nyata bakteri resistan. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
240
Dakwah Inklusif Melalui Pemberdayaan Pengusaha Mikro Perempuan
Pemberdayaan pengusaha mikro perempuan sudah menjadi prioritas gerakan Aisyiyah beberapa dekade terakhir. Misalnya, lewat program Bina Usaha Ekonomi Keluarga (BUEKA), pelaku UMKM perempuan diberikan pendampingan ekonomi berbasis komunitas. Meski sudah punya segudang pengalaman pemberdayaan, Aisyiyah terus membuka diri terhadap berbagai inovasi, pendekatan, dan mitra-mitra baru. Penerima manfaatnya pun kian meluas, selaras dengan arah gerakan Aisyiyah yang inklusif. Di Yogyakarta, jurnalis KBR Ken Fitriani berbincang dengan dua pengusaha mikro perempuan yang memetik hasil pendampingan Aisyiyah. Simak kisah sukses mereka di SAGA KBR yang dibacakan Vitri Angreni. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
239
Bersama Mendorong Layanan Kesehatan Reproduksi Ramah Disabilitas
Perempuan penyandang disabilitas punya hak sama untuk mengakses layanan kesehatan reproduksi yang berkualitas. Namun, pemenuhannya masih jauh dari harapan. Di level Puskesmas sebagai fasilitas primer saja, layanan kesehatannya belum ramah disabilitas. Hal itu tergambar dalam hasil riset yang digelar Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) pada 2024 yang didukung International Budget Partnership (IBP). Riset ini diharapkan menjadi pijakan untuk mengubah wajah puskesmas lebih inklusif. Seperti apa temuan-temuannya? Jurnalis KBR Fidelia Indira berbincang dengan beberapa perempuan disabilitas yang terlibat dalam riset tersebut. Simak laporannya yang dibacakan Astri Yuana Sari. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
-
238
Perjuangan Ulama-Ulama Perempuan Banten Hapus Sunat Perempuan
Pada 2024, pemerintah resmi menghapus sunat perempuan melalui aturan pelaksana Undang-Undang Kesehatan. Selain berbahaya dari sisi medis, praktik ini juga dinilai bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Dua tahun sebelumnya, Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) juga sudah mengeluarkan fatwa haram untuk sunat perempuan atau Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) yang membahayakan tanpa alasan medis. Langkah progresif KUPI ini berangkat dari kegelisahan bahwa mayoritas keputusan sunat perempuan dipengaruhi agama. Di Banten, sejumlah ulama perempuan mulai bergerak menyuarakan pencegahan sunat perempuan, setelah mendapat sosialisasi tentang fatwa KUPI. Banten merupakan salah satu wilayah dengan praktik sunat perempuan yang masih tinggi, berdasarkan riset Komnas Perempuan pada 2017. Jurnalis KBR, Lea Baneza berbincang dengan sejumlah ulama perempuan di Banten tentang perjuangan mereka di garis depan penghapusan sunat perempuan. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
ABOUT THIS SHOW
Menghadirkan kisah-kisah manusia, diramu dan dijahit dengan kualitas jurnalistik terbaik. Cerita tentang nama, peristiwa dan fakta; membawa Anda lebih dekat dengan manusia-manusia yang menghiasi negeri ini. Program ini yang memberikan banyak penghargaan untuk KBR.
HOSTED BY
KBR Prime
Loading similar podcasts...