PodParley PodParley
Smantri Podcast

PODCAST · education

Smantri Podcast

Smantri Podcast berisi bincang-bincang tentang banyak hal menarik yang layak di bahas sebagai topik bahasan yang diharapkan bisa menjadi edukasi bagi pendengarnya. Jika ingin bertanya dan lain-lainnya silahkan kirim ke: [email protected].

  1. 39

    Episode 32: (w/ guest) - Irish Cellist Punk

    Bersama Dadang Dwi Septiyan, seorang dosen, penulis, peneliti, dan praktisi musik yang membagikan pemaham dan pengalamannya dalam merefleksikan esensi musik punk irlandia melalui karya-karyanya. Selain itu, beliau merupakan seorang cellist dan percussionist yang menulis buku berjudul "Mencacat Mencatat Peristiwa Musik : Otobiografi Perjalanan Musikal" yang di terbitkan oleh Art Music Today, memiliki kecintaan khusus pada genre punk dan bercerita tentang bagaimana elemen musik klasik dapat diintegrasikan ke dalam punk irlandia sehingga menciptakan kombinasi yang menakjubkan. Selamat mendengarkan!

  2. 38

    Review Buku #7 - "Alat Musik Dawai" (Irwansyah Harahap)

    Episode ke-7 Review Buku. "Alat Musik Dawai" merupakan buku pelajaran kesenian nusantara yang di tulis oleh Irwansyah Harahap, yang menjelaskan berbagai alat musik dawai nusantara yang merupakan produk akulturasi dari kontak budaya berbagai bangsa.

  3. 37

    Review Buku #6 - "Musik: Antara Kritik dan Apresiasi" (Suka Hardjana)

    Episode ke-6 Review Buku. "Musik: Antara Kritik dan Apresiasi" merupakan buku yang di tulis oleh Suka Hardjana, yang menjelaskan tentang kaitan antara kritik dan apresiasi dalam musik.

  4. 36

    Review Buku #5 - "Sosiologi Musik" (Sunarto)

    Episode ke-5 Review Buku. "Sosiologi Musik" merupakan buku yang di tulis oleh Sunarto, yang menjelaskan tentang hubungan antara musik dan sosiologi yang saling berkaitan, terlepas dari beragam karakteristik pemahaman serta disiplin ilmu tentang sosiologi dan musik.

  5. 35

    Episode 31: (w/ guest) - Dilema Kultur Seni

    Sering kali profesi sebagai musisi dianggap sebagai profesi yang kurang “menjanjikan” dan tidak jarang dianggap sebelah mata. Ketika kita bicara soal musisi, memang nggak hanya berhenti pada soal teknis, pembelajaran akademis dan skill semata. Ketika memutuskan jadi musisi, banyak faktor yang bisa memengaruhi kesuksesan seseorang. Salah satunya menentukan karir menjadi musisi sejak dini, itu merupakan pilihan yang cukup menarik dimana sebagian orang mungkin lebih memilih jalur lain sabagai "karir" sehingga musik selalu sebatas menjadi hobi. Di tambah sekarang ini eranya musik indie yang semua produksi hingga promosi musiknya bisa dikerjakan sendiri (tanpa label musik). Meski ‘mudah’ dan bisa dikerjakan sendiri, para musisi tetap tidak bisa asal indie. Keyakinan dan pilihan berkarya sebagai musisi harus diputuskan dari dalam hati, bukan karena faktor lain. Hal dilemma ini pun dirasakan oleh Indira Egaliani, yang hampir bermanuver ke berbagai sisi saat menjalani karirnya di bidang musik, hingga akhirnya pengalaman bermusik membawanya tergabung dalam sebuah grup gypsy jazz asal Bandung bernama Madame & Toean. Seperti yang kita tahu gypsy jazz merupakan akulturasi musik tradisional suku gypsy (Romani) dan musik jazz. Ciri dan corak aliran gypsy jazz yang di mainkan oleh Madame & Toean selain pada lick dan bentuk ritmenya, repertoar dan bahasa yang di gunakan juga beragam seperi Bahasa Perancis, Inggris, Indonesia, bahkan bahasa Sunda. Alumni Seni Musik UPI ini juga bercerita tentang bagaimana akhirnya dia memutuskan berkarir di dunia musik sebagai violinist. Selamat mendengarkan!

  6. 34

    Episode 30: (w/ guest) - Amplifikasi Karakter Bermusik

    Banyak dari mereka yang mencintai musik, benar-benar hidup dari bermusik. Entah bermain dalam sebuah band, menjadi anggota orkestra, menciptakan lagu, membuat musik untuk film, hingga tampil di berbagai acara yang bermacam-macam. Ada banyak sekali pilihan karir yang tersedia bagi seorang musisi profesional seperti mengajar musik, berpindah dari panggung ke panggung untuk tampil dan menginspirasi lewat musiknya, sampai membuat komposisi lagu originalnya sendiri. “Pendidikan Berbasis Karakter” yang di canangkan oleh Kemendikbud rasanya sangat mempengaruhi segala aspek termasuk bagaimana kita memiliki karakter dalam berkarya musik di zaman sekarang. Hal ini sangat berkaitan juga dengan makna kesuksesan seseorang yang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih ditentukan oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Yasin Getih, seorang musisi yang menunjukkan produktivitasnya setelah merilis single berjudul Getihan (2020) berhasil membuka relasinya untuk bisa tampil di berbagai event musik baik sebagai soloist maupun sebagai session player. Alumni Seni Musik UPI ini juga terlibat dalam sebuah garapan musik dari Band pimpinan om Buluk (Superglad) yaitu Kausa, pada sebuah lagu berjudul "Sabda", single dari album kedua Kausa yang berjudul "Una In Perpetuum". Selamat mendengarkan!

  7. 33

    Episode 29: (w/ guest) - Probabilitas Karir Musik

    Tak hanya meningkatkan kreativitas anak, musik adalah media yang dapat membantu anak-anak tumbuh dan belajar banyak keterampilan serta memperkuat konsentrasi, percaya diri, keterampilan sosial, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan meningkatkan fungsi otak pada usia muda. Musik orkestra pada awalnya hanya ditampilkan bagi kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan, bahkan mereka mempekerjakan grup orkestra dan komposernya sendiri. Saat itu, kelompok orkestra hanya boleh tampil secara khusus bagi golongan-golongan elit. Kemudian dalam kurun waktu satu abad, orkestra mengalami perkembangan terutama jumlah alat-alat musik yang digunakan terus bertambah. Hingga akhirnya, di tahun 1725, muncul sebuah konser publik berbayar, yang dilakukan di Perancis yaitu “Concerts Spirituels” di sebuah aula, di Tuileries, Paris. Di Indonesia, orkestra hadir berkat adanya interaksi dengan bangsa-bangsa barat. Hingga akhirnya kita semua bisa mengenal musik orkestra dengan berbagai repertoar yang di mainkan. Hal ini juga berkorelasi dengan mimpi seorang wanita yang sudah mengenal musik sejak dini dan mulai memainkan instrument biola lalu tergabung kedalam komunitas "Ansamble Musik Anak & Remaja Indonesia" yang berbasis di Jogja sejak berumur 3 tahun. Beliau adalah Saviera Ardhita, dengan kultur berkesenian yang di kenalkan oleh sang ayah, akhirnya membawanya kepada berbagai variasi dalam berkarir di dunia musik. Alumni Seni Musik UPI ini juga mulai mempelajari tentang bagaimana organologi alat musik dawai khususnya biola, dan alasannya memutuskan untuk menjadi seorang luthier di Indonesia. Selamat mendengarkan!

  8. 32

    Episode 28: (w/ guest) - Konsep Berkomposisi Tari

    Banyak orang mengira bahwa seni tari hanya berbicara tentang gerakan berlenggak-lenggok tubuh saja sebagaimana hal itu pun hanya di khususkan untuk hiburan. Hal itu memang tidak bisa di pungkiri karena merupakan bagian dari sejarah budaya kita, dimana setiap pertunjukan rakyat berawal dari perspektif hiburan semata. Seiring berkembangnya wawasan dan kebudayaan di indonesia, sebagian masyarakat mulai "aware" tentang apa itu seni, permasalahan apa di dalamanya, serta interpretasi yang mulai beragam tentang sebuah pertunjukan seni. Disini kita mengenal tentang sebuah komposisi tari atau dikenal juga dengan koreografi, yang merupakan aspek penting dalam seni tari, khususnya tari kelompok. Komposisi tari ini lah yang membuat suatu tarian terasa lebih hidup dan bernyawa. Berbagai elemen dalam komposisi tari seperti desain gerak, desain musik dan desain gerak lantai sangat mempengaruhi proses kreatif dalam membuat sebuah komposisi tari tersebut. Hal ini juga sangat mempengaruhi bagaimana seorang praktisi musik dan tari yaitu Yosep Yogi, dengan kultur berkesenian yang dimulai dari band-bandan akhirnya membawanya kedalam pemahaman seni yang lebih luas lagi. Alumni Seni Tari UPI yang mulai menyadari pentingnya interpretasi dalam berkarya dan berkomposisi tari. Pentingnya gagasan dalam sebuah pertunjukan tari mencakup berbagai banyak hal, dan musik salah satunya. Selamat mendengarkan!

  9. 31

    Review Buku #4 - "Funiculi Funicula" (Toshikazu Kawaguchi)

    Episode ke-4 Review Buku. "Funiculi Funicula" merupakan buku yang di tulis oleh Toshikazu Kawaguchi, yang bercerita tentang sebuah cafe yang berada di gang kecil di Tokyo, yang bisa membawa pengunjungnya menjelajahi waktu.

  10. 30

    Episode 27: (w/ guest) - Tutorial Masuk Industri

    Menentukan tujuan karir sangat penting untuk masa depan kita. Dalam memilih karir, katanya sih harus di sesuaikan dengan minat dan kemampuan kita di salah satu bidang tertentu atau kalau kata anak sekarang, "follow your own passion". Misalnya berkarir di dunia musik seperti menjadi produser, player, komposer, arranger, music director, sound engineer, freelancer dll. Industri yang makin selektif memaksa kita untuk memiliki strategi-strategi tertentu untuk bisa mengembangkan karir kita di dunia entertainment ini terutama dalam hal penggunaan media sosial. Salah satunya yaitu memiliki karya original sendiri sebagai 'produk' dimana orang-orang bisa mendengarkan langsung karya kita disertai dengan informasi terkini tentang musik yang kita kembangkan. Menjadi pekerja di salah satu ekosistem dunia kreatif seperti musik nampaknya membantu kita membuka relasi kepada industri kreatif lainnya, seperti misalnya industri film. Hal ini juga dirasakan oleh Saron Sakina, atau dikenal dengan nama Sasha Iguana. Usut punya usut, nama 'iguana' ini diambil dari salah satu judul lagunya ketika Sasha menjadi seorang penyanyi cilik sekitar tahun 1996. Alumni dari prodi Seni Musik UPI ini juga mencoba mengembangkan karir musiknya di berbagai event musik di Bandung, salah satunya bersama grup Rice Cereal and Almond Choco yang berhasil merilis sebuah single berjudul "Song of the Wind" pada tahun 2017 dan juga sebuah album bertajuk "Imaginarium" pada tahun 2019. Pengalaman karir serta pilihan-pilihan hidup yang 'spontanitas' kini membawa Sasha bekerja di salah satu PH ternama sebagai Production Assistant yang dituntut untuk mengetahui paling tidak job desk masing-masing kru bahkan divisi dari mulai alat sampai istilah-istilah lainnya demi mengatur dan memastikan proses produksi film dapat berjalan dengan lancar. Selamat mendengarkan!

  11. 29

    Episode 26: (w/ guest) - Divisi Session Player

    Berkenalan dengan salah satu grup keroncong asal Bandung bernama De Oemar Bakri yang berhasil menerjemahkan dan merekam sebuah lagu berjudul 'Bandung Ibukota KAA' sebagai suvenir bagi para peserta Konferensi Asia Afrika ke-60. Keberhasilannya tak lepas dari konsistensi para anggotanya yang masih terus mempertahankan dan melestarikan musik khas Indonesia tersebut. Salah satu anggotanya, yaitu Aldy Nugraha, mencoba menjelaskan bagaimana sejarah dirinya berkarir di bidang seni dan mulai aktif dalam sebuah unit minat bakat bernama "Lapis Legit" yang masih terus mengembangkan musik keroncong di lingkungan kampus UPI sampai saat ini. Selain bermain cello pada grup De Oemar Bakrie, Aldy juga memilih jalur karir dalam bermusik lainnya yaitu sebagai seorang trombonist dan aktif di berbagai acara musik di Bandung. Serba-serbi menjadi seorang pemain musik lepas atau session player tanpa kita sadari memiliki peran yang tidak kalah penting walaupun mereka jarang mendapat sorotan. Dalam dunia permusikan, session player adalah musisi yang tidak terikat kontrak oleh satu band saja. Istilah gampangnya adalah musisi freelance, Mereka melayani permintaan klien, dan kebanyakan mengiringi para solois saat tampil live. Kultur menjadi seorang session player dalam industri musik khususnya di televisi seperti yang Aldy lakukan ini memberi gambaran bahwa adanya perbedaan proses kreatif dalam menggarap sebuah sajian musik baik itu ketika mengiringi musisi dan soloist, maupun bermusik dalam sebuah program pencarian bakat di TV. Selamat mendengarkan!

  12. 28

    Episode 25: (w/ guest) - Berteater Dalam Film

    Seni peran selalu menggunakan tubuh dan sukma sebagai media. Perasaan sejati manusia adalah bagian yang paling pokok dari akting bagus seorang aktor. Jadikan yang sulit itu menjadi kebiasaan, karena terbiasa akan menjadi mudah, dan yang mudah menjadi indah. Tujuannya akting pada dasarnya harus mampu meyakinkan penonton bahwa apa yang dilakukan aktor adalah akting yang sebenarnya sehingga seorang aktor haruslah memiliki keyakinan untuk meyakinkan dan membuat penonton percaya. Terdapat beberapa proses perbedaan media cipta dalam teater dan film. Jika pada teater ialah sekelompok orang-orang yang berkreasi dalam suatu proses kesatuan dan saling keterkaitan atau sekelompok orang berkreasi langsung di depan penonton secara langsung. Dalam film, semua direkam dalam satu frame, yang berperan sebagai media ialah hasil rekaman. Segalanya telah disusun atau ditata dengan keterampilan dan kecermatan optimal, karena film adalah karya teknologi.  Arfi Sn, seorang aktor yang juga sekaligus seorang penulis dan sutradara, mengawali karir seninya ketika tergabung dalam Teater Awal di Garut. Dimulai dengan ketertarikannya dalam membaca puisi-puisi yang di tulis oleh WS Rendra, perjalanan seni membawanya ke dunia film, dimana salah satu film pendeknya yang berjudul "Lotere" berhasil menjadi 10 film finalis yang berhasil lolos seleksi di Viddsee Juree Awards Indonesia tahun 2021. Film ini memiliki premis yang menggambarkan harapan di tengah situasi muram lewat warna yang mencolok, serta memberikan kesan akan hyper-realitas. Selamat mendengarkan

  13. 27

    Episode 24: (w/ guest) - Keroncong Big Band 101

    Sebuah bentuk ansambel musik yang jumlahnya bisa dikatakan banyak dengan berbagai jenis alat tiup yang beragam dan memainkan repertoar musik jazz/swing hampir jarang sekali kita jumpai di Indonesia. Padahal format "Big Band" merupakan sebuah format sajian musik yang cukup memiliki animo di masyarakat Indonesia. "Marching Band" yang seperti kita tahu merupakan sekelompok barisan orang yang memainkan lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat tiup dan perkusi secara bersama-sama, dapat menjadi salah satu media pengembangan kesadaran musikal dan melatih profesionalitas dalam berkarir di dunia musik. Hal ini juga di rasakan oleh Recky Darmawan, seorang trombonist alumni Seni Musik UPI Bandung yang sering terlibat sebagai anggota brass section di orkestra / big band / concert band, seperti KSP Band, Salamander Big Band, Yura Yunita Horn Section, dan lainnya. Selain menjadi tenaga pendidik di salah satu sekolah yang ada di Bandung, perjalanan musikalnya di kampus juga membawanya pada musik "Keroncong", salah satu jenis musik khas Indonesia yang sarat akan akulturasi dan pengaruh dari budaya Portugis dan Belanda di era kolonial. Selamat mendengarkan.

  14. 26

    Review Buku #3 - "Musik Untuk Kehidupan" (Erie Setiawan)

    Episode ketiga Review Buku. "Musik Untuk Kehidupan" merupakan buku yang di tulis oleh Erie Setiawan, yang berisi pikiran subjektifnya tentang bagaimana ia memaknai musik hingga bagaimana sulitnya memaknai musik secara jujur.

  15. 25

    Episode 23: (w/ guest) - Kesenian Ubrug

    Seperti yang kita tahu, teater secara umum adalah jenis kesenian pertunjukan drama yang dipentaskan di atas panggung. Ubrug merupakan teater tradisional yang berkembang di daerah Banten. Kesenian ubrug ini merupakan perpaduan antara unsur komedi, gerak, musik, dan sastra (lakon) yang biasa dipentaskan masyarakat untuk hari-hari besar juga untuk hajatan. "Duo Rahayu" (Pak Parwa & Mas Eko) yang merupakan praktisi sekaligus tenaga pendidik di sekolah negeri di Pandeglang mencoba menjelaskan bagaimana kultur kesenian ubrug di Pandeglang, spesifiknya tentang perkembangan sejarah ubrug, ekplorasi gagasan dalam pemeranan ubrug, akulturasi cerita dengan budaya setempat, hingga implementasinya dalam mewujudkan sebuah pertunjukan ubrug yang relevan dengan perkembangan zaman. Selamat mendengarkan. 

  16. 24

    Episode 22: (w/ guest) - Evolusi Musik Perkusi

    Seperti yang kita tahu bahwa alat musik perkusi punya keluarga alat musik yang anggotanya paling banyak, karena pada dasarnya, instrumen perkusi adalah benda apapun yang dapat menghasilkan suara dengan cara dipukul, digesek, diadu, atau digoyang, baik dengan alat bantu atau tidak.  Abdul Malik Dita, Alumni Seni Musik UPI Bandung yang sering dan aktif terlibat langsung dalam keorganisasian mahasiswa pada masanya memberikan tips untuk adaptasi, survive, dan bagaimana meng-adjust diferensiasi kultur baru dalam ruang lingkup sosial di perkuliahan seni. Seorang percussionist asal Sumedang ini juga aktif dalam mengedukasi musik perkusi bersama komunitas  @USB Percussion  dan menjelaskan bagaimana eksplorasi dan pengkajian perkusi terhadap berbagai jenis musik, serta stigma masyarakat dalam mengenal musik perkusi. Selamat mendengarkan. 

  17. 23

    Episode 21: (w/ guest) - Harmonicist Banten

    Harmonika merupakan alat musik yang termasuk ke dalam keluarga alat musik tiup dan pertama kali dikembangkan di Eropa sekitar abad ke 19 hingga akhirnya berkembang juga di berbagai wilayah seperti Amerika Serikat, Amerika Selatan dan Inggris Raya pada waktu yang relatif bersamaan. Reza Herdiyansyah, merupakan salah seorang Hamonica Player dari Serang Banten, yang memulai mengenal dan mempelajari alat musik ini sejak masih duduk di bangku kuliah. Uniknya, beliau justru kuliah di bidang olahraga dan tidak pernah kuliah secara formal di bidang musik, namun bisa mengejar passionnya untuk mendalami musik dan menjadi Harmonicist, bahkan bisa berkesempatan belajar langsung dengan sang maestro harmonika, Kang Hari Pochang! Selamat mendengarkan.

  18. 22

    Episode 20: (w/ guest) - Eksplorasi Gerak Tari

    Aristoteles menyampaikan bahwa Seni Tari sebagai suatu gerak ritmis yang dapat menghadirkan karakter manusia saat mereka bertindak, juga pengertian lainnya seperti H’Doubler, Jazuli, Waterman, dan Hawkins yang pada intinya menjelaskan bahwa Seni Tari merupakan ekspresi gerak-gerak tubuh secara artistik dengan lambang-lambang geraknya sebagai media untuk mengkomunikasikan gagasan ke dalam bentuk media gerak.  Kita belajar memahami apa dan bagaimana ilmu dasar seni tari melalui seorang praktisi seni tari dan koreografer bernama M. Mukhlis S.Sn yang mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan seni tari di kampung halamannya, Pandeglang Banten. Selamat mendengarkan!

  19. 21

    Episode 19: Pulihkan Negeri Hingga Kanada

    Episode pertama bersama siswa, kali ini dengan Debora Serlitia Panjaitan atau sering disapa Debi. Beberapa prestasi yang ia dapat dan kumpulkan sejak kelas X hingga kelas XII mampu mengantarkan Debi untuk bisa mendapatkan beasiswa di salah satu "World's Top 40 Universities" yang berada di Vancouver, Kanada. Penulis lagu berjudul "Pulihkan Negeri" ini selain bisa memainkan beberapa instrument musik, ia aktif juga dalam berbagai kegiatan penelitian dan sains hingga meraih juara tingkat Provinsi dan Nasional. Selamat Mendengarkan.

  20. 20

    Episode 18: (w/ guest) - Konsistensi Berteater

    Berteater atau bersandiwara (seni teater), sederhananya merupakan sebuah seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan nyanyian yang disajikan lengkap dengan dialog dan akting. Bersama dengan kawan dekat saat sekolah dulu, Kang Ifan Hariyadi a.k.a Ifan Sandekala yang masih terus konsisten dalam mengembangkan seni teater, kita mencoba memahami apa itu dan bagaimana seni teater. Selamat mendengarkan.

  21. 19

    Episode 17: (w/ guest) - Mengenal Calung Renteng

    Mengenal 'Calung Renteng', instrument musik yang berasal dari warisan budaya masyarakat sunda lama. Bersama dengan praktisinya langsung, Kang Rijal Mahfud yang juga ikut mendampingi Abah Kalimi yang berasal dari Cibitung Pandeglang dalam mengikuti dan meraih penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia dengan kategori "Maestro Seni Tradisi Calung Renteng". Bersama 'Boeatan Tjibalioeng juga, Kang Rijal dan kawan-kawan mencoba menstimulus anak muda melalui karya tentang menghargai alam dan semangat agraria.

  22. 18

    Episode 16: (w/ guest) - Sabtu Mengajar

    'Sabtu Mengajar' merupakan sebuah Yayasan yang didirikan tahun 2019 dan betempat di Mandalawangi, Pandeglang dengan tujuan untuk membantu anak-anak yang mengalami kesulitan dalam melanjutkan pendidikan di sekolah. Diawali dengan keresahan seorang Dianturi (founder) tentang rendahnya motivasi belajar anak di daerah sekitarnya, mari kita dengar bagaimana cerita inspiratifnya. Selamat mendengarkan.

  23. 17

    Episode 15: Memahami Pelajaran dengan Menyelami Alam

    Episode kali ini juga bicara tentang mengenang passion menjadi psikolog cabang bandung yang ended up menjadi guru fisika yang bilingual. Betul sekali, cerita dari Bu Marina mulai dari tentang pemberian hasil panen hingga saat mendapati dirinya menyaksikan fenomena siswa yang sedang menyelami dirinya bersama alam. Di pandu oleh Host yang tak kalah keren yaitu Pak Lutfi, semoga bisa menjadi inspirasi. Selamat mendengarkan.

  24. 16

    Episode 14: Kangkung VS Aglonema

    Karena pentingnya pemahaman tentang fisiologi tanaman, episode kali ini tamu spesial kita yaitu Bu Laily memberikan tips & tricknya tentang bagaimana merawat dan membudidayakan tanaman aglonema serta burung lovebird. Di pandu oleh host kenamaan di sekolah kita yaitu Pak hardi, bahasan mereka nampaknya meluas dari fakta mengenai kangkung hingga karir dalam dunia pendidikan. Selamat mendengarkan!

  25. 15

    Episode 13: Mengenang Passion Sang Pramugari

    Miss Mulki, yang sejak dahulu memiliki passion menjadi seorang pramugari terpaksa harus mengubur mimpinya bisa terbang bersama salah satu maskapai kenamaan di indonesia, juga tentang tips dan trick thrifting di pasar rau. Selamat mendengarkan.

  26. 14

    Episode 12: Belajar Berkarya Melalui Keroncong

    Bagaimana sejarah awal mula perkeroncongan di SMAN 3 Kota Serang a.k.a "Orkes Keroncong Smantri", dari narasumbernya langsung selaku penggagasnya, Pak Lutfi yang bisa terus berkarya di Era Pandemi Covid-19. Di pandu oleh host kenamaan se-Taktakan, Pak Mahmudin yang tak kalah mengagumkan dengan berbagai pantun yang mengejutkan namun memukau. Selamat mendengarkan.

  27. 13

    Review Buku #2 - "The Girl On the Train" (Paula Hawkins)

    Episode kedua Review Buku. "The Girl on the Train" merupakan buku yang di tulis oleh Paula Hawkins tentang kisah seorang wanita bernama Rachel yang setiap hari menaiki kereta untuk pergi ke tempat kerja, namun menemukan hal-hal yang mengejutkan dalam perjalanannya.

  28. 12

    Review Buku #1 - "Apa itu Musik?" (Karina Andjani)

    Episode pertama di segment terbaru channel ini, Review Buku. "Apa itu Musik?" merupakan buku yang di tulis oleh Karina Andjani berdasarkan keingintahuannya tehadap perspektif John Cage tentang apa itu definisi musik melalui karyanya yang berjudul 4'33

  29. 11

    Episode 11: Di Balik Segudang Prestasi

    Dialog antar guru PJOK yang bercerita tentang bagaimana siswa-siswi SMAN 3 Kota Serang bisa berkancah di kompetisi olahraga tingkat nasional dan internasional. Meskipun kita bukan SKO alias Sekolah Khusus Olahraga, namun dengan prestasinya yang segudang membuat siswa makin terpacu dan termotivasi untuk membuat inovasi-inovasi dalam membantu pelajaran olahraga di sekolah. Di pandu oleh Pak Nana bersama pembina olahraga SMAN 3 Kota Serang, Pak Wildan. Selamat Mendengarkan!

  30. 10

    Episode 10: Saksi Hidup Perjalanan Smantak

    Menguak sisi lain dari saksi hidup perjalanan sekolah kita, dimulai dari terdampar disuatu daerah ketika tahun baru hingga akhirnya menjadi juara badminton tingkat kecamatan. Bagaimanakah sepak terjang Pak Mahmudin atau di sapa Pak ii selama menjadi pengajar ekonomi dengan berdarah blasteran cirebon dan jawa tengah? di pandu oleh Host kita Pak Hardi, selamat menyaksikan.

  31. 9

    Episode 9: Pura-Pura Gak Liat

    Cerita menarik dari kedua guru, Pak Nana dan Pak Budi, tentang bagaimana mereka menemukan fenomena-fenomena tak terduga seperti hilangnya gayung dan penampakan kaki di atas plafon. Semua cerita itu di rangkum secara menarik dalam episode kali ini, selamat menyaksikan. 

  32. 8

    Episode 8: Prinsip Menjadi Mahasiswa Cadangan

    Cerita inspiratif dari kedua guru ini tentang bagaimana mereka memulai karir dan teormbang-ambing terlebih dahulu untuk mengejar cita-cita mereka. Keluh kesah ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya bersyukur dan harus siap dalam menghadapi tantangan setelah lulus sekolah. Selamat Menyaksikan

  33. 7

    Episode 7: Why We Hate Branded Things

    They said: "It's not about brand, it's about style", well is that really legit enough? you can buy a fashion, but can you actually buy a style? Ms Evi and Ms Ega is in da house yow, they're talking about how they thought about stylish and fashionable teacher on the 21st century. This is gonna be hilarious, cause people always tell them like: "are you gonna walk on a fashion show or what?" lol. Selamat mendengarkan.

  34. 6

    Episode 6: Klarifikasi Guru BK Tentang Polisi Sekolah

    Kali ini kita menghadirkan 2 orang guru yaitu Bu Dini dan bu Diah selaku perwakilan Guru BK akan klarifikasi dan bercerita tentang bagaimana suka dukanya berprofesi menjadi Guru BK. Selamat menyaksikan.

  35. 5

    Episode 5: Pernah Tidur di Angkot

    Selaku produser Smantri Podcast, Pak Lutfi di episode ini juga bercerita tentang bagaimana dia memulai podcast dan mengembangkan kesenian di SMAN 3 Kota Serang, juga bagaimana Bu Anisa bisa sampai menikmati tidur di angkot. Selamat menyaksikan.

  36. 4

    Episode 4: Baju Aja Gak Kebeli

    Episode kali ini menghadirkan Pak Yusuf yang akan bercerita tentang bagaimana kisah-kisah selama dia menjadi guru sampe harus terpaksa pake baju yang itu-itu terus, dan cerita masa-masa kuliahnya juga bersama Pak Hardi, selamat menyaksikan.

  37. 3

    Episode 3: Tugas atau Martabak?

    Episode ketiga ini bercerita tentang bagaimana suka duka Bu Suly bekerja dengan salah satu seniornya dulu ketika zaman sekolah, yaitu Bu Nissa. Juga cerita tentang siswa yang lebih memilih martabak ketimbang tugas, kok bisa? selamat menyaksikan.

  38. 2

    Episode 2: Strata Sosial Siska Kohl

    Episode kedua kali ini bercerita tentang Pengalaman bu Anisa yang dulu pernah punya prinsip "aku dan kamu, Hayuk!". Di temani bareng pak Hardi, kita juga cari tahu seperti apa strata sosial Siska Kohl dalam pandangan sosiologi. Selamat mendengarkan.

  39. 1

    Episode 1: Pak Budi yang Selalu Konsisten

    Episode pertama kali ini bercerita tentang Pak Budirahman, S.Pd yang pernah cat rambut dengan warna Black and Blue dan baru saja dapat gelar sarjana akuntansi, selamat Pak Budi, anda memanglah seorang guru yang sangat layak menjadi panutan kita semua. Selamat mendengarkan.

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Smantri Podcast berisi bincang-bincang tentang banyak hal menarik yang layak di bahas sebagai topik bahasan yang diharapkan bisa menjadi edukasi bagi pendengarnya. Jika ingin bertanya dan lain-lainnya silahkan kirim ke: [email protected].

HOSTED BY

Seni Budaya SMAN 3 Kota Serang

CATEGORIES

URL copied to clipboard!