PODCAST · arts
Ucap Candramawa
by Ucap Candramawa
Tentang mereka yang mengungkapkan rasa. Mereka-reka rasa menjadi kata yang tersusun dalam tiap halamnnya. Disini aku mau membagikan rentetan kata yang aku baca baik itu bahagia pun air mata. Semoga bisa sampai ke kamu dengan tepat.
-
15
Benalu Dalam Diriku
Oleh Ucap Candramawa - 21 Januari 2024 Ada bahagia tak diundang yang tinggal dan menjadi benalu. Mengganggu.
-
14
Mengingat, Dalam Melupakan
Oleh Ucap Candramawa - 20 Nov 2023 Terkadang ada memori yg terlalu manis untuk dilupakan, tapi terlalu sakit untuk dikenang.
-
13
Harapan Semu
Dari Buku : Temu, Oleh Wirasakti Setyawan. Ketika aku memilih untuk mempercayaimu, ada banyak orang yang menyuruhku pergi darimu. Kini baru ku sadari, seharusnya memang kulakukan itu sejak dulu sebelum lukanya sedalam ini.
-
12
Memangkur Elegi
Dari buku : Derana, oleh Wirasakti Setyawan. Mau seindah apapun janji yang ditawarkan, logikaku masih menang dalam menahan segala perasaan untuk melindungi hati yang baru saja pulih.
-
11
Kisah Asmara Selingan
Dari buku : Temu, Oleh Wirasakti Setyawan. Kehadiranmu itu yang aku masih belum mengerti, kebahagiaan kah? Atau hanya ujian?
-
10
Kamu dengan Segala Hiruk Pikuk Urusanmu
Dari buku : Temu, oleh : Wirasakti Setiawan. Jika suatu saat nanti kita saling lupa karena urusan kita, kembalilah.
-
9
Gigil
Dari buku : Sekumpulan Puisi Untuk Matamu, oleh : Kharisma P. Lanang. Jangan bertanya aku dimana, karenamu aku masih disini.
-
8
Aku Adalah Kamu
Dari buku : Temu, oleh Wirasakti Setyawan. Tidak perlu ada keraguan karena kamu akan selalu punya ruang. Maka berbaiksangkalah untuk cerita kita, ya.
-
7
Monolog untuk Tuan
Dari buku : Derana, oleh Wirasakti Setyawan. Untuk Tuan yang mungkin selalu mempertanyakan. Semoga menjawab dan aku tidak perlu jawaban.
-
6
Tembok
Ditulis 20 April 2022, oleh Candramawa. Tentang dua yang sama-sama penasaran atas rasa diantara mereka.
-
5
Ketika Kehilangan
Dari buku : Sekumpulan Puisi Untuk Matamu, Oleh Kharisma P. Lanang. Untuk segala hal yang telah pergi, ikhlaskan. Karena untuk kembali dan mengulangi, semua itu belum tentu sama.
-
4
Sedang Lupa
Dari buku : Sekumpulan Puisi Untuk Matamu, oleh Kharisma P. Lanang. Tidak semua pengganti itu mampu benar-benar menggantikan, terkadang dia hanya hadir untuk membantu mu melupakan. Bukan menyembuhkan.
-
3
Pamit
Dari buku: Derana, oleh Wirasakti Setyawan. Tentang hati yang bisa lelah dan merasa cukup untuk bertahan. Hingga akhirnya ia berani untuk melangkah pergi demi kebaikan diri.
-
2
Tanpamu Aku Mampu
Dari buku: Derana, Oleh Wirasakti Setiawan. Maaf jika aku mengiyakan pergimu. Tapi kau perlu tahu bahwa melepaskan mu tak semudah itu.
-
1
Sore Yang Singkat
Dari buku : Titik Lemah, oleh Zarry Hendrik. Tetang sebuah percakapan singkat disebuah sore, yang membuat ku lebur dalam bahagia yang tak terlupa.
-
0
Aksara Sendiri
Dari buku: Derana, oleh Wirasakti Setyawan. Luka yang belum terobati, dengan segala ego yang masih meragakan tariannya.
-
-1
Satu Suara Tawa
Dari Buku : Titik Lemah, oleh Zarry Hendrik. Cerita yang tidak rela ku tamatkan, yang berharap untuk dilanjutkan.
-
-2
Hal - Hal Yang Gagal Untuk Bertahan
Dari buku : Temu, halaman 65. Semoga kamu tahu sajak ini untuk mu.
-
-3
Biarkan Dia Tetap Disana
Ditulis 4 Desember 2020, oleh Candramawa. Semua itu terlalu indah. Dan terlalu menyeramkan untuk menjadi realita.
-
-4
Salju, Jarak, dan Waktu
Dari buku : Temu, halaman 97. Kamu ini siapa? Apa kita pernah bersama? Bahkan status pun tak pernah ada.
-
-5
Merangkai Mimpi Di Matamu
Dari buku : Dia Meminjam Aku, halaman 95. Kau adalah alasan ku belajar membentuk bahagia, bukan mencari.
-
-6
Aku Bukan Sebuah Pilihan
Dari Buku: Dia Meminjam Aku, halaman 39. Aku bukan sebagai penyembuh luka hatimu sendiri.
-
-7
Kamu Adalah Ketidaksengajaan
Dari buku : Temu, halaman 131-133. Pertemuan awal yang cukup asing, tentang dua jiwa yang mencoba melebur.
-
-8
Aku Harus Melupakanmu
Dari buku : Jika Aku boleh Bicara, halaman 112 - 113. Aku masih disini, masih setia membodohi hati, berpura-pura bahwa kau akan kembali....
-
-9
Dia Atau Aku?
Dari buku : Dia Meminjam Aku, halaman 159. Jika memang bukan aku, lantas untuk apa sesal mu ketika aku berlalu? Jadi kau ini maunya apa?
-
-10
Sungguh, aku ingin dia
Dari buku : Dia Meminjam Aku, halaman 57. Perihal jatuh hati, selalu sulit dipungkiri.
-
-11
Tak ada aku dihati mu.
Dari Buku : Dia meminjam aku, halaman 107. Jangan takut untuk pergi, jika memang dia tak bisa menjawab pertanyaan ini.
-
-12
We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
Loading similar podcasts...