PodParley PodParley
Bincang Asa dan Rasa cover art

All Episodes

Bincang Asa dan Rasa — 315 episodes

#
Title
1

Episode banyak minta maafnya

2

Ayah dan putri kecilnya - JF #GakKenaMental

3

Apa yang sedang kamu rasakan? - JF #GakKenaMental

4

Ternyata Ibu tetap butuh Ibu - JF #GakKenaMental

5

Rumah paling hangat untuk diri sendiri - JF #GakKenaMental

6

Bagaimana cara beranjak dari duka? - JF #GakKenaMental

7

Untuk usaha-usaha yang gagal - JF #GakKenaMental

8

Kenapa kita harus memaafkan

9

Setelah sakit ini, lebih berbahagialah

10

Tidak ada yang lebih penting daripada dirimu sendiri

11

Luka yang tidak layak

12

Semoga kamu baik-baik saja

13

Tidak selamanya prasangka baik itu baik

14

Dewasa dan ketakutannya

15

Tempat tepat untuk pulang

16

Broken Home

17

Tuhan aku capek

18

Bagaimana jika Tuhan berkehendak lain?

19

Mencintai yang tidak sempurna

20

Kembali ke rumah, pulang ke Ibu

21

Jarak cukup untuk rindu

22

Capek banget, ya? Dewasa terlalu berat.

23

Apa aku nyerah aja, ya?

24

Kata mereka aku belum berusaha

25

Maafkan dirimu, karena kamu layak sembuh

26

Hai, aku!

27

Komitmen: "Are you really happy?"

28

Sebuah luka yang tidak pernah benar-benar sembuh

29

Aku kira, aku sudah sembuh

30

Hai, apa kabar?

31

Perasaan sedihmu valid, maka rayakan!!

32

Perihal menyerah pada hidup dan sakitnya

33

Kehilangan diriku sendiri

34

Tuhan, aku lelah sekali

35

Berharaplah! Bertahanlah!

36

Bertahan atau pergi?

37

Terimakasih untuk banyak cinta paling tulus

38

Asing dan Sendiri

39

Terimakasih sudah memilih dirimu sendiri sekali lagi

40

Merayakan dirimu

41

Percayalah pada dirimu sendiri

42

Jangan takut, semuanya akan baik-baik saja

43

Jika esok kita masih gagal

44

Hei, bertahanlah!!

45

Tak perlu memaksa duka ini lekas pulih

46

Cut off pertemanan? IYA atau NGGAK???

47

Tidak apa-apa untuk jadi biasa-biasa saja

48

Hari ini, jadilah dirimu sendiri

49

Bercerita: "Move On jalur KECEWA BERAT!!"

50

Sudah waktunya istirahat

51

Rasa takut, menyesal, dan kesedihan-kesedihan lainnya

52

Tuhan, aku capek

53

Istirahat dulu yuk, nggak usah dipaksain

54

Aku, udah nggak sanggup lagi

55

Bersyukur untuk hal-hal kecil

56

Jangan takut bermimpi besar

57

Semoga kita baik-baik saja

58

Mengambil jeda untuk diri

59

Aku nggak layak dicintai, ya?

60

Selamat ulang tahun, sayang <3

61

Bercerita: "Baik sih.. tapi, toxic!!"

62

Sudah hancur berkali-kali

63

Membangun rumah kita sendiri

64

Closure.

65

Yang ingin pergi, biarkan pergi

66

Bercerita: "Jatuh cinta bisa selucu ini, ya?"

67

Tidak pernah beruntung

68

Random Talk (lagi): "Insecure dan rumitnya dewasa"

69

Kita akan berakhir dimana, ya?

70

Ibu dan perannya yang abadi

71

Luka ini belum sembuh

72

Bercerita: "Tuhan, kenapa aku harus lahir?"

73

Random Talk (lagi): "Kamu berharga!!"

74

Sembuh sendirian

75

Takut tidak jadi apa-apa

76

Selama ini kamu sudah kuat

77

Bercerita: "Kenapa hidupku tidak seberuntung mereka?"

78

Terimakasih sudah pernah ada

79

Kemana aku harus pulang?

80

Introvert dan dunia yang nggak ramah

81

Dunia abu-abu

82

Tuhan, aku sedang berusaha

83

Sampai kapan harus kuat?

84

Mari merawat ikhlas itu dengan baik

85

Rumah dimana, ya?

86

Kesepian

87

Si pengemban luka dalam keluarga

88

Bercerita: "Broken Home ternyata berdampak buruk untuk masa depanku."

89

Rindu mereka yang tiada

90

Sulitnya jadi dewasa

91

Tidak berhasil, bukan berarti gagal

92

Untuk yang sedang jauh dari rumah

93

Bertahanlah.

94

Bercerita: "Perihal rasa cukup dan Tuhan yang selalu adil."

95

Ramadan, waktunya pulang ke diri sendiri

96

Untukmu, yang selalu mendengarkan

97

Komunikasi dan saling paham memahami

98

Bukan anak kecil lagi

99

Cerita singkat perihal 'Ibu'

100

Bercerita: "Aku merelakan siapapun pergi, kecuali Bunda."

101

Semoga sedih ini sementara, ya.

102

Kekhawatiran

103

Yang tulus, akan selalu punya waktu

104

Untuk yang sedang berjuang 'bertahan hidup'

105

Generasi pecinta produktivitas

106

Bercerita: "Ternyata cinta pertama, nggak selalu berakhir sama-sama."

107

Kakek

108

Ikhlas itu apa?

109

Pentingnya mengambil jeda

110

Jangan kehilangan dirimu sendiri

111

Berdamai dengan kenyataan

112

Bercerita: "Aku nggak nyaman sama lingkungan pertemanan aku."

113

Memahami tujuan

114

Perihal 'Kenapa?'

115

Tugas manusia

116

Sama kamu, aku tenang

117

Kita semua, akan berubah

118

Jangan dulu pulang, ya..

119

Aku, takut..

120

Surat untuk masa lalu

121

Kehilangan rumah

122

Tuhan, aku harus bagaimana?

123

Terimakasih sudah kuat bertahan sampai hari ini

124

"Kenapa mondok?"

125

Gapapa, emang lebih baik sendirian, kan?

126

Dear, 2023..

127

Terbiasa kehilangan

128

Jangan lupa pulang

129

Selamat tinggal 2022, terimakasih banyak.

130

Ibu, manusia paling tabah

131

Aku kira kamu 'rumah'

132

Introvert

133

Hei.. lagi sedih ya?

134

Cinta masa SMA

135

Thanks, goodbye

136

Maaf, diriku..

137

Sedang butuh waktu sendiri

138

Insecure?

139

Tidak apa-apa

140

Semampunya

141

Titik terendah hidup

142

Peluk diri sendiri

143

Aku nggak layak, ya?

144

Tenang.. satu per satu

145

Belajar (selalu) bertahan

146

Emang nggak capek denial terus?

147

Surat Untuk Bapak

148

Hidup paling lelah

149

Kata mereka, mimpiku terlalu tinggi

150

Nggak semuanya harus sesuai rencana

151

Tak bisa bersama

152

Maaf karna aku mengecewakan

153

Namamu sejuta do'a

154

Tuhan, aku mau cerita boleh?

155

Merayakan kesedihan

156

Keinginan Orangtua

157

Setiap dari kita, punya luka

158

Percaya pada diri sendiri

159

Menghargai perasaan sedih

160

Manusia baik

161

Takut sendirian

162

Aku harap, kamu selalu bertahan

163

Pegang kendali

164

Yaah, kecewa lagi..

165

Cinta tak lekang

166

Semua butuh waktu

167

Ternyata sudah sejauh ini ya?

168

Rumah kedua

169

2000

170

Tolong tetaplah hidup

171

Kemana harus pulang?

172

Berlomba dengan usia orangtua

173

Yang paling berat dari 'Kehilangan'

174

Dicintai dengan mencintai

175

Mengisi ruang kosong dalam diri

176

Pertama kali

177

Sebab pada percaya aku luka

178

Selamat berpisah

179

Malang dan kenangan

180

Mereka bilang, lukaku berlebihan

181

Terimakasih sudah berhasil melewati masa sulitmu sendirian

182

Nyawa Kedua

183

Hari ini, saya bersyukur

184

Ibu

185

Rumah yang berantakan

186

Untukmu, manusia baik

187

Apa yang kau cintai dari dirimu sendiri?

188

Seleksi alam

189

Berjuang sewajarnya

190

Kita istirahat dulu yaa

191

Mereka bukan milik kita

192

Berpulang

193

Memulai dari awal (lagi)

194

Tenang ya..

195

Insecure

196

Selamat Ulang Tahun

197

Memperbaiki masa lalu

198

Maka, bertahanlah

199

Kecewa

200

Mengkomunikasikan 'Restu'

201

"Kenapa mereka lebih cepat?"

202

Konsep 'People come and go'

203

Toxic Relationship

204

Mengendalikan 'emosi'

205

Meng-hening(kan)

206

Tumbuh dari rasa sakit

207

Berakhir baik

208

Ekspektasi.

209

Pulang

210

Pada akhirnya aku memilih untuk memaafkan

211

Hanya saja, terkadang ini terlalu berat

212

“Saya hanya ingin baik-baik saja”

213

Kadang menjadi 'baik' saja tidak cukup

214

Pada akhirnya kita (akan) sendirian

215

Bekerjasama dengan kemungkinan terburuk

216

Yang kali ini tak lagi ada hadirnya disisi kita

217

Untukmu, yang menanggung beban itu sendirian

218

Bertahan (tetap) hidup

219

Kita tak sempurna, dan memang tak perlu sempurna

220

Beradu nasib

221

Memaafkan diri sendiri

222

Tentang pilihan dan tolak ukur bahagia

223

Teruntuk diriku, "aku tau ini berat"

224

Tak ada yang salah dari merasa asing

225

Tak ada 'berlebihan' dalam hal mencintai

226

Saya berhenti disini ya?

227

Berhenti, putar arah, memulai dari awal

228

Pulang pada diri sendiri

229

Pesan sederhana

230

Bagaimana cara bahagia?

231

Membawa trauma

232

Cinta pertama

233

Makna pulang

234

Dalam hidup yang sebentar (sebuah do'a)

235

Memahami maksud dan makna dari takdir

236

Belajar untuk sembuh

237

Semesta selalu punya caranya sendiri untuk membuat kita sembuh

238

Dipatahkan "Percaya"

239

Titik terendah

240

Perjalanan untuk sampai : "Tidak harus cepat, pelan-pelan juga tidak apa-apa"

241

makasih ya

242

yaudah.

243

Proses berdamai dengan masa lalu

244

Not our best year, but we learned a lot

245

Tidak semua yang diam baik-baik saja

246

Belajar memahami kecewa

247

Social media isn't a person autobiography

248

Tanggung jawab bahagia

249

Kamu terbiasa menyembunyikan luka

250

Seandainya kemarin

251

Melepaskan yang bukan ukuranmu

252

Yang kita pelajari

253

Karna tidak semua hal adalah tentang kamu

254

Puisi: Pada Suatu Hari Nanti

255

Berpindah

256

Secukupnya

257

Puisi: Pemberian tahu

258

Hitam Putih

259

Hari-hari penuh ragu

260

Bapak

261

Manusia tanpa tapi, tanpa pura-pura

262

Istirahat Sejenak

263

Terimakasih untuk tidak mengakhiri hidupmu kemarin

264

Kamu tidak gagal, hanya belum sampai

265

Menghargai 'Ada'

266

Meski bukan akhir bahagia

267

Andai segalanya di'Iya'kan

268

Terimakasih ya!

269

100 Hari Terakhir

270

Sekarang, kita jalan pelan-pelan

271

Duniamu berhenti tapi mereka tidak

272

Mengalir dengan tulus

273

Manusia Insecure

274

Pukul tiga pagi

275

Gapapa, it's okay

276

Bagaimana bisa membuat orang lain bahagia, jika diri sendiri belum bahagia?

277

Hidup ini ramai, maka duduklah sejenak

278

Yang Lebih Penting Untuk Kamu Perjuangkan

279

Bercerita: Perjalanan Hidup Yang Harus Sia-Sia

280

Jika Ternyata Esok Kita Gagal

281

Saat Kita Harus Berhenti

282

Istirahat Dulu, Karna Kamu Punya Kamu

283

Ya.. Namanya juga manusia. Wajar kalau berubah

284

Selamat Ulang Tahun ya, Buk.

285

Sakral.

286

(Rumah) Yang Tidak Selalu Nyaman

287

Menjalankan Peran Hidup

288

Jangan Menahan Dia Yang Maunya Pergi

289

Tak Perlu Memaksa Sedih Ini Lekas Pergi

290

Manusia (pura-pura) Baik-Baik Saja

291

Bercerita : Toxic Relationship

292

Karna Semua Manusia Pernah Kehilangan

293

Kadang Memang Harus Patah Untuk Menjadi Lebih Kuat

294

Yang Lebih Jauh Dari Jarak

295

Tidak apa-apa Menjadi Berbeda

296

Egois.

297

Aku, rumah bagi diriku

298

"Halo, Apa Kabar?"

299

Silence Poem

300

Tidak Perlu Takut Pada Besok

301

Kamu Nggak Sendirian Kok!

302

Usai 3 (End)

303

Dear June

304

Selamat Bertambah Usia

305

Usai 2

306

Menjadi Dewasa

307

Keluarga ini, bukan NKCTHI

308

Dialog Diri

309

Usai

310

Random Talk (Izza Jahat sampai Cara Move On ala ala)

311

Hidup dan Pura-Pura

312

Kamu tidak butuh "Semua Orang".

313

Capek ya? Nggak papa. Istirahat dulu.

314

Perihal Hidup

315

Nggak semuanya harus ada jawabannya sekarang.