Skip to content
Suara Buddharatana cover art

All Episodes

Suara Buddharatana — 346 episodes · page 1 of 4

#
Title
1

Arti Secara Semantik Upāsaka Upāsikā

2

Menilai Orang Secara Bijaksana

3

Memilih Meditasi Yang Mencerahkan & Menenangkan

4

Ketidakselarasan penggunaan kata "makhluk", "almarhum/almarhumah" dalam Buddhis.

5

NIBBANA SEBAGAI SESUATU YANG TERPIKIRKAN, BUKAN SEBALIKNYA

6

Mettā - Karuṇā | Brahmavihāra (bagian 2)

7

Teknik Menghancurkan Kāmarāga Ala Bhante Ananda | Bhante Mahā Dhammadhīro

8

Bagaimana titik hubung kamma-kamma hingga bisa membentuk materi

9

Penjelasan tentang Metta-Karuna ini membuat kita menjadi senang bermeditasi

10

HIDUPLAH SAAT INI! Lalu bagaimana dengan yang akan datang?

11

Apa Perbedaan Nimitta dan Animitta?

12

Bhante Rahula, Sang Pelopor Pembawa Obor Bagi Manusia

13

Bhikkhu Dengan Gampang Menyatakan/Mempertunjukkan Keajaiban, Ajaran Buddha Tidak Akan Lama

14

Dhammaññū & Atthaññū, Kunci Bebas dari Stres

15

Permaknaan & Penerapan Yathābhūta-ñāṇadassana dalam Praktik

16

Menjawab Pertanyaan Awam tentang Konsep yang Ideal

17

Jenuh Terhadap Derita Merupakan Jalan Kesucian

18

Punya Waktu 5 Menit, Latihan Meditasi Apa Yang Sesuai? | Bhante Mahā Dhammadhīro

19

Hanya Mengucapkan Tisaraṇa, Diri Akan Terlindungi? | Bhante Mahā Dhammadhīro

20

Meramu Obat Batin Agar Tidak Mudah Marah

21

MENDENGAR DHAMMA SEMBARI BEKERJA, PATUTKĄH?

22

BAGAIMANA AWAM MENGARAHKAN DIRI PADA PEMBEBASAN DARI DUKKHA?

23

Penyadaran Tanpa Analisa, Belum Meditasi Buddhis?

24

MERAIH SENTOSA, Meraih Harta Tertinggi

25

Ketika Ajaran Kamma Tampak Serupa, Mana yang Harus Dianut?

26

Apa Perbedaan Māna dan Atimāna? Berikut Penjelasannya.

27

Menyelami Keadaan Batin Para Ariya Puggala

28

Kapan waktu yang tepat dalam memberi nasihat

29

Abhiññā = Mistis? Bolehkan Prakstisi Dhamma Memperolehnya?

30

Seperti Apa Perbandingan Batin pada Berbagai Tingkatan Kesucian?

31

Pengarahan Cittabhāvanā/Meditasi Mettā

32

Bagaimana membalas budi kepada orangtua yang telah meninggal

33

Bagaimana semestinya memandang tempat tempat suci dalam buddhis

34

Di Balik Empat Kebenaran Ariya

35

Dhamma ini bukan hanya bagi yang sakit, tetapi juga yang sehat

36

Bagaimana agar antar generasi tercipta suatu keharmonisan

37

Memeperbaiki cara pandang tentang hukum karma

38

Adakah cara sederhana untuk membangkitkan pelatihan diri?

39

Selain manusia, apakah satva-satva juga merupakan onggokan pañcakhandha?

40

Pengaruh Pandangan terhadap Karma dan Buahnya

41

Trisuci Waisak Vihāra Pundarika Namorambe

42

Apa Perbedaan Pattidāna dengan Ettāvatā?

43

Apa yang lebih penting dari umur panjang?

44

Mungkinkah Bisa Hidup Tanpa Keinginan/Harapan?

45

Batin Terlatih Baik Sebelum Ajal Tiba

46

Adakah Formula Doa dalam Buddhis?

47

Bertekad Bertemu Ajaran Buddha Mendatang

48

Ajaran Buddha, Individualis ataukah Sosialis?

49

Sudahkan kita memenuhi standar sebagai orang baik?

50

Bagaimana Mencapai Keadaan Kiriya-Citta

51

Sikap Baik pada Setiap Kondisi adalah Solusi

52

Nasihat untuk putra putri yang hendak study jauh dari orangtua

53

Doa Apa yang Membuat Langit/Surga Bergetar

54

Penjelasan Āloka Kasiṇa & Obhāsa dalam Bermeditasi

55

Satya/Sumpah, Relevankah Dipakai Saat Ini?

56

Bagaimana Mengatasi Fobia

57

Ūpasamānussati sebagai Objek Meditasi Pasca Jhāna

58

(Part II) Berdana secara langsung & berdana disertai pemikiran yang tepat, lebih besar yang mana buah kebajikannya?

59

Ketentuan Mengambil/Mengembalikan Uposathasīla

60

Berdana secara langsung & berdana secara menitip, lebih besar yang mana buah kebajikannya?

61

Bagaimana cara mengikis kebencian

62

Alasan pemilihan 4 warna sebagai kasina objek meditasi

63

Selalu Mengalami Hal yang Tidak Menyenangkan, Betulkah Akibat Karma Masa Lampau?

64

Apakah Meditasi Vipassanā Adalah Satu-satunya Cara Untuk Mengikis Pengotor Batin?

65

Ciri Orang Baik Adalah Ia Yang Tahu Budijasa

66

Akibat Memegang Rumput Kusa Secara Salah

67

Mengunjungi Para Petapa Adalah Berkah Utama

68

Bagaimana Meraih KHEMA (Ketenteraman) dalam Hidup

69

Apa Ciri Orang Yang Meninggalkan Kesenangan Indria

70

Keuntungan Lahir di Zaman Sang Buddha

71

Apa Dampak Seorang Pemimpin Yang Rela Berkorban

72

Siapa Mereka yang Bisa Menembus & yang Tidak Bisa Menembus Dhamma

73

Mengenang Jasa Leluhur dengan Berbuat Jasa

74

Ajaran Buddha Selesaikan Musibah Secara Bijaksana

75

Kisah Brahmana Bijak Yang Sukses Menjalani Kehidupan

76

Apakah Memungkinkan Awam Mencapai Sotāpanna?

77

Berbohong Dalam Bercanda, Bolehkah?

78

Dhammadesana Chit Gwek Vihāra Jinnapaññāsaraṇa

79

Memahami Sebab - Akibat dan Akibat - Sebab Untuk Mengakhiri Penderitaan

80

Memaknai Chau Tu secara Buddhis

81

Sejak Kapan Anda Tahu Bahwa Atta / Keakuan Tidak Perlu Dihapus?

82

Renungan Saat Sakit Agar Batin Tenang

83

Cāga / Pelepasan, Sebuah Penjelasan Yang Mendalam

84

Penjelasan Kata Bhagavā / Yang Beberkah

85

Selain Dhamma, Betulkah Ajaran Yang Lain Kosong?

86

Ujū dan Suhujū, Permaknaan dan Penerapannya Dalam Hidup

87

Dhamma mendalam, masih relevankah untuk perumahtangga?

88

Kapan seseorang tahu ia telah memotong sīlabbata-parāmāsa?

89

Menyesali Kesalahan Diri, Baik ataukah Buruk?

90

Pesan Cintakasih Mendalam Syair Karaṇīyamettāsutta

91

Bagaimana Agar Anak Tidak Punya Hati Rapuh

92

Dalam Berkarir, yang dibutuhkan Pengetahuan ataukah Pāramī?

93

Memaknai Chau Tu Secara Buddhis

94

Pekerjaan yang Menghambat & Mendukung Kebajikan

95

Bagaimana Bersikap Terhadap Makhluk Yang Berhubungan Kamma dengan Kita?

96

Bagaimana Paritta Bhojjhaṅga Bisa Menyembuhkan?

97

Saṃyojana Dipatahkan, Kesucian Diraih.

98

Agar Berhasil, Timbulkan Sati, Viriya, Paññā Secara Bertali

99

Bagaimana Pīti Sukha Dapat Muncul dalam Meditasi?

100

Bisakah Perumahtangga Mencapai Cittaviveka?