PodParley PodParley

Bacot As Survival Kit

An episode of the Podcast Sudut Pandang podcast, hosted by Notharia, titled "Bacot As Survival Kit" was published on January 2, 2020 and runs 22 minutes.

January 2, 2020 ·22m · Podcast Sudut Pandang

0:00 / 0:00

Nyatanya beberapa skill yang jarang diakui dan sering kali dilihat dari sudut pandang negatif justru membawa peruntungan di dunia yang cukup memaksa seseorang untuk menjadi oportunis. Oportunis, bukan egois atau destruktif. 

Nyatanya beberapa skill yang jarang diakui dan sering kali dilihat dari sudut pandang negatif justru membawa peruntungan di dunia yang cukup memaksa seseorang untuk menjadi oportunis.

Oportunis, bukan egois atau destruktif. 

Telen Aje topaksamadaus jadi gini, ini podcast sudut pandang 2 anak sotoy tentang hidup yang ga bercanda aja... siapa tau... dan semoga aja bermanfaat:) Dari Sudut Pandangku Andhina Ratri Hi, selamat datang di podcast dari sudut pandangku. Aku Andin (@andhinaratri), di sini aku bakalan banyak ngobrolin isu tentang apa yang terjadi sehari-hari, seperti tentang sustainable living, minimalism, waste management dan lain-lain. Bakalan acak aja karena spontan dari apa yang menurut aku menarik. Kalau ada saran dan usulan, drop your message through instagram @darisudutpandangku ya :) Bukan Sudut Pandang Rahman tapi biasa dipanggil botak “Setiap orang berhak untuk sedih, karena perasaan sedih bagian dari manusia” selamat datang dan selamat mendengarkan di podcast bukan sudut pandang semoga perasaan kalian terwakilkan. Yang mau berbagi ceritanya atau mau ngebahas bareng bisa langsung dm ke sini ya Instagram.com/dwirzl Podcast SPOK Sudut Pandang Orang Ketiga Podcast SPOK (Sudut Pandang Orang Ketiga) terkandung obrolan nihil manfaat tapi moga-moga penuh substansi yang dibawa ke permukaan oleh Orang Ketiga. Mereka yang mengaku-ngaku sebagai Orang Ketiga dan berlindung di bawah payung SPOK yaitu Destry Indra Wibawa, Febrianto Ramadhan, dan Irvandias Sanjaya. Pembahasan yang kemudian dikulik semuanya bersifat subjektif pol. Menu obrolan yang dihidangkan-pun tidak sama sekali menggiring opini benar-salah. Kalau ibarat warna, SPOK itu abu-abu, menggenang di tengah-tengah obrolan masyarakat sambil sesekali mengomentari apapun yang dianggap layak.
URL copied to clipboard!