PodParley PodParley

Empty Empathy

An episode of the Podcast Sudut Pandang podcast, hosted by Notharia, titled "Empty Empathy" was published on April 15, 2019 and runs 19 minutes.

April 15, 2019 ·19m · Podcast Sudut Pandang

0:00 / 0:00

Sudah cemas kah hari ini? mencemaskan banyak hal yang mungkin terjadi pada diri sendiri. Terkadang manusia hanya berpusat pada pribadi serta untung dan rugi. Tanpa ingat hidup di dunia tidak sendiri. Entah mengapa, rasanya empati kini berubah menjadi ladang peluang membesarkan diri. Sampai mulai terasa dampaknya menggerogoti negri.

Sudah cemas kah hari ini? mencemaskan banyak hal yang mungkin terjadi pada diri sendiri. Terkadang manusia hanya berpusat pada pribadi serta untung dan rugi. Tanpa ingat hidup di dunia tidak sendiri. Entah mengapa, rasanya empati kini berubah menjadi ladang peluang membesarkan diri. Sampai mulai terasa dampaknya menggerogoti negri.

Telen Aje topaksamadaus jadi gini, ini podcast sudut pandang 2 anak sotoy tentang hidup yang ga bercanda aja... siapa tau... dan semoga aja bermanfaat:) Dari Sudut Pandangku Andhina Ratri Hi, selamat datang di podcast dari sudut pandangku. Aku Andin (@andhinaratri), di sini aku bakalan banyak ngobrolin isu tentang apa yang terjadi sehari-hari, seperti tentang sustainable living, minimalism, waste management dan lain-lain. Bakalan acak aja karena spontan dari apa yang menurut aku menarik. Kalau ada saran dan usulan, drop your message through instagram @darisudutpandangku ya :) Bukan Sudut Pandang Rahman tapi biasa dipanggil botak “Setiap orang berhak untuk sedih, karena perasaan sedih bagian dari manusia” selamat datang dan selamat mendengarkan di podcast bukan sudut pandang semoga perasaan kalian terwakilkan. Yang mau berbagi ceritanya atau mau ngebahas bareng bisa langsung dm ke sini ya Instagram.com/dwirzl Podcast SPOK Sudut Pandang Orang Ketiga Podcast SPOK (Sudut Pandang Orang Ketiga) terkandung obrolan nihil manfaat tapi moga-moga penuh substansi yang dibawa ke permukaan oleh Orang Ketiga. Mereka yang mengaku-ngaku sebagai Orang Ketiga dan berlindung di bawah payung SPOK yaitu Destry Indra Wibawa, Febrianto Ramadhan, dan Irvandias Sanjaya. Pembahasan yang kemudian dikulik semuanya bersifat subjektif pol. Menu obrolan yang dihidangkan-pun tidak sama sekali menggiring opini benar-salah. Kalau ibarat warna, SPOK itu abu-abu, menggenang di tengah-tengah obrolan masyarakat sambil sesekali mengomentari apapun yang dianggap layak.
URL copied to clipboard!