Agus's podcast podcast artwork

PODCAST · society

Agus's podcast

  1. 9

    Baca Kitab At Tibyan fi adabi Al Qur'an wa hamalahu

    Bab Pertama [ Fasal 1] Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ . Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 5027]

  2. 8

    Hikmah Terbesar Puasa

    Oleh : KH. Hafidz Abdurahman MA. Bismillahirrahmanirrahim  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah dan kemuliaan. Bulan ini adalah waktu yang Allah anugerahkan kepada kita untuk meningkatkan kualitas diri dan mendekatkan diri kepada-Nya.   Ketakwaan sebagai Hikmah Utama Ramadan   Di antara sekian banyak hikmah yang terkandung dalam ibadah puasa, yang terbesar adalah ketakwaan. Sebagaimana Allah tegaskan dalam firman-Nya:   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ  "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)   Mengapa ketakwaan menjadi hikmah terbesar? Karena takwa adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang mukmin. Ketika seseorang membangun kehidupannya di atas ketakwaan, maka arah hidupnya menjadi jelas. Dalam Al-Qur'an, Allah menggambarkan bahwa bangunan yang didirikan di atas takwa lebih kokoh dibanding bangunan yang berdiri di atas jurang yang rapuh:   أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ  "Apakah orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-Nya lebih baik ataukah orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh?" (QS. At-Taubah: 109)   Ketakwaan tidak hanya menjadi pondasi, tetapi juga menjadi bekal dalam perjalanan hidup. Sebagaimana firman Allah:   وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى  _"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa."_ (QS. Al-Baqarah: 197)   Hakikat Takwa dalam Kehidupan Seorang Mukmin   Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu memberikan definisi tentang takwa yang sangat mendalam:   1. Al-Khauf min al-Jalil – Rasa takut kepada Allah yang Maha Agung.   2. Al-‘Amalu bit-Tanzil – Mengamalkan segala perintah yang diturunkan oleh Allah.   3. Ar-Ridha bil-Qalil – Ridha terhadap segala pemberian Allah, baik sedikit maupun banyak.   4. Al-Isti’dad li-Yawm ar-Rahil – Senantiasa bersiap untuk kehidupan setelah kematian.   Ketika seorang mukmin memiliki ketakwaan yang kokoh, ia tidak hanya menjadi pribadi yang saleh (baik untuk dirinya sendiri), tetapi juga menjadi muslih (membawa kebaikan bagi orang lain). Inilah hakikat seorang pengemban dakwah. Seorang da’i sejati tidak hanya peduli dengan dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap umat.   Ketakwaan sebagai Standar Perbuatan Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda:   التَّقْوَى هَاهُنَا، التَّقْوَى هَاهُنَا، التَّقْوَى هَاهُنَا   "Takwa itu ada di sini (beliau menunjuk ke dadanya), takwa itu ada di sini, takwa itu ada di sini."_ (HR. Muslim)   Meskipun takwa bersemayam dalam hati, Imam Nawawi menjelaskan bahwa manifestasi dari takwa adalah menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya (*امتثال أوامر الله و اجتناب نواهيه). Dengan kata lain, ketakwaan bukan sekadar keyakinan dalam hati, tetapi juga harus terlihat dalam amal perbuatan.   Orang yang bertakwa akan menjalani hidup dengan penuh keberkahan dan istiqamah dalam ketaatan. Ia tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk kemaslahatan umat. Inilah ciri seorang mukmin sejati yang menjalankan ajaran Islam secara kaffah (menyeluruh).   Ramadhan sebagai Madrasah Ketakwaan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan madrasah (sekolah) yang melatih jiwa dan raga untuk mencapai ketakwaan. Rasulullah ﷺ bersabda:   مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ  "Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan penuh pengharapan kepada Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(HR. Bukhari & Muslim)   Dalam Ramadan, kita melatih diri untuk:   - Menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang tidak diridhai Allah.   - Meningkatkan ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir.   - Memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial terhadap sesama.   Ketika ketakwaan telah tertanam dalam diri, maka kemenangan dan kemudahan akan mengikuti. Sebagaimana firman Allah:   وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ  "Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."_ (QS. At-Talaq: 2-3)   Kesimpulan   Ramadan adalah momentum terbaik untuk membangun ketakwaan yang sejati. Ketakwaan inilah yang akan menjadi pondasi dalam hidup kita, bekal dalam perjalanan menuju akhirat, serta standar dalam setiap perbuatan yang kita lakukan. Dengan ketakwaan, kita tidak hanya menjadi pribadi yang saleh, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi umat.   Semoga Ramadan kali ini benar-benar menjadi madrasah yang mencetak kita menjadi insan yang bertakwa, saleh, dan muslih. Dengan ketakwaan yang kokoh, kita akan mampu menjalankan peran sebagai pengemban dakwah sejati yang membawa cahaya Islam di tengah masyarakat.   Wallahu a’lam bish-shawab.   Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  3. 7

    Ke Mana Ruh Setelah Dicabut dari Jasadᴴᴰ _ Ust. Oemar Mita, Lc..mp3

    Dari Al-Barrak bin Azib radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, Kami pernah mengiringi jenazah orang anshar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesampainya di kuburan, dan menunggu liang lahatnya dibenahi, Rasulullah duduk menghadap kiblat. Kamipun duduk di sekitar beliau dengan khusyu, seolah di kepala kami ada burung. Di tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada ranting, beliau tusukkan ke tanah kemudian beliau menengadah ke langit lalu beliau menunduk. Beliau ulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda, استعيذوا بالله من عذاب القبر، مرتين، أو ثلاثا، (ثم قال: اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر) (ثلاثا) “Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur.” Beliau ulangi dua atau tiga kali. Kemudian beliau berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (tiga kali).

  4. 6

    Murottal Al Qur'an surat Al mulk

    Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki berikut ini; قراءة سورة تبارك للنجاة من عذاب القبر : وروي عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: ضرب بعض أصحاب النبي ﷺ خباءه على قبر وهو لا يحسب أنه قبر، فإذا قبر إنسان يقرأ سورة الملك حتى ختمها، فأتى النبي ﷺ فقال : يا رسول الله ، ضربت خبائي على قبر وأنا لا أحسب أنه قبر، فإذا قبر إنسان يقرأ سورة الملك حتى ختمها، فقال النبي : هي المانعة هي المنجية تنجيه من عذاب القبر. رواه الترمذي . Artinya: "Membaca surat Tabarak/al-Mulk untuk menyelamatkan diri dari siksaan kubur. Dari Ibnu Abbas R.a, beliau berkata, "Beberapa sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam mendirikan kemahnya di atas sebuah kuburan. Ia tidak menyangka bahwa itu adalah kuburan. Kemudian, ada seorang manusia yang dikuburkan di sana. Orang itu membaca surat Al-Mulk sampai selesai. Lalu, Nabi saw datang dan berkata, 'Wahai Rasulullah, aku mendirikan kemahku di atas sebuah kuburan. Aku tidak menyangka bahwa itu adalah kuburan. Kemudian, ada seorang manusia yang dikuburkan di sana. Ia membaca surat Al-Mulk sampai selesai.' Nabi shallallahu alaihi wa sallam kemudian berkata, 'Itulah yang mencegah (siksaan) dan menyelamatkan. Ia menyelamatkannya dari siksaan kubur," [HR. Imam Tirmidzi] ([(Sayyid Alawi al-Maliki, Madza fi Sya'ban, [Surabaya: Ash-Shofwah Al-Malikiyyah, tt], halaman 134)

  5. 5

    Kesempurnaan Puasa

    ومِن تَمامِ الصوم: كَفُّ الجَوَارِحِ عمَّا يَكْرَهه الله تعالى، كالأعضاء السبعة الآتي ذكرها؛ ففي الحديث: خَمْسٌ يُفَطَّرْنَ الصائم: الكذبُ، والغيبة والنميمة، واليمين الكاذبة، والنَّظَرُ بشهوة». Kesempurnaan Puasa Di antara kesempurnaan puasa adalah menahan anggota tubuh dari hal-hal yang dibenci oleh Allah Ta’ala, seperti anggota tubuh yang akan disebutkan berikutnya. Dalam hadis disebutkan: Lima perkara yang dapat membatalkan pahala puasa: dusta, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), sumpah palsu, dan pandangan dengan syahwat." ________________________ ومِن تمام الصوم: كَفُّ الجَوَارِحِ عمَّا يَكْرَهه الله تعالى، كالأعضاء السبعة الآتي ذكرها ؛ ففي الحديث : المعنى: أنَّ كمال الصومِ وتمامه يكون بكف جوارح الإنسان وأعضائه عن كل ما نهى الله تعالى عنه ؛ لقول النبي صلاله : Maknanya adalah bahwa kesempurnaan dan kelengkapan puasa terjadi dengan **menahan anggota tubuh manusia dari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah Ta’ala . Sebagaimana sabda Nabi ﷺ: خَمْسٌ يُفطَّرْنَ الصائم الكذبُ، والغيبة والنميمةُ ، واليمين الكاذبة ، والنَّظَرُ بِشَهْوَةٍ (۱) Lima perkara yang dapat membatalkan pahala puasa: dusta, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), sumpah palsu, dan pandangan dengan syahwat." الصيام) جُنَّةٌ ، فإذا كان يوم صوم أحدكم .. فلا يرفت يومئذ، ولا يَسْخَب، فإن سابه أحد أو قاتله.. فليقل: إني امرو صائم ) ، وفي رواية: فليقل: إني صائم ، إني صائم (۳). Puasa adalah perisai. Maka apabila salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, janganlah ia berkata kotor dan janganlah ia bertengkar. Jika ada seseorang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, maka hendaklah ia berkata: 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa'."* Dalam riwayat lain: "Hendaklah ia berkata: 'Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa'." ولقول النبي صل الله عليه وسلم : مَنْ لم يَدَعْ قول الزور والعَمَلَ به والجهل.. فليس الله حاجةٌ أَنْ يَدَعَ طعامه وشرابه )) . والمراد بـ«الجهل صفات الجهل ، أو أحوال الجهل ؛ والمعاصي كلّها عَمَل بالجهل ، فتدخل الغيبة فيها(٥) . والأعضاء السبعة هي: اللسان، والأُذُن، والعين، واليد، والرّجُل،. Juga dalam sabda Nabi ﷺ: "Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, perbuatan dusta, dan perbuatan bodoh (kebodohan), maka Allah tidak butuh terhadap usahanya meninggalkan makan dan minumnya." Yang dimaksud dengan "kebodohan" di sini adalah sifat-sifat kebodohan atau keadaan yang timbul darinya. **Segala bentuk maksiat termasuk dalam kategori kebodohan**, sehingga ghibah juga termasuk di dalamnya. Adapun *ujuh anggota tubuh yang harus dijaga dalam berpuasa adalah: 1. Lisan (ucapan), 2. Telinga(pendengaran), 3. Mata (penglihatan), 4. Tangan(perbuatan), 5. Kaki(langkah dan tindakan). ________________________________ (۱) قال الشيخ ابن حجر الهيتمي رحمة الله عن هذا الحديث باطل، كما في المجموع ... ؟ قال ابن عراق الكناني في تنزيه الشريعة المرفوعة : .... واقتصر الشيخ الإمام تقي الدين السبكي في شرح المنهاج على تضعيفه اهـ . (۲) رواه البخاري (۱۹۰٤) ، ومسلم (۱۱٥١). قال الإمام النووي رحمه الله: "ولا يسحب" هكذا هنا بالسين، ويقال بالسين والصاد ، وهو الصباح) اهـ شرح صحيح مسلم . هو (۳) رواه مسلم .(١١٥١). (٤) رواه البخاري (٦٠٥٧) (٥) انظر: مصباح الزجاجة للإمام البوصيري.

  6. 4

    Reconnect Dengan Al Qur'an

    Siaran Podcast ini diambil dari Chanel YouTube yuk ngaji. Semoga ada manfaatnya. Ada pertanyaan seputar fikih dan mau dibacakan? Silahkan hubungi kami di wa kami.

  7. 3

    3 Bekal Utama Yang Perlu disiapkan Menyambut Bulan Ramadhan

    Kita harus menyiapkan segala sesuatunya sebagai bekal untuk menyambutnya. Begitulah yang dilakukan oleh para sahabat dalam menyambut Ramadhan, setidaknya 6 bulan sebelum Ramadhan, mereka sudah menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan. MasyaAllah, 6 bulan saudaraku. Lalu bagaimana dengan kita?! Saudaraku, setidaknya ada beberapa bekal yang harus kita persiapkan untuk me-nyambut kedatangan bulan Ramadhan, yaitu: Bekal Ilmu Bekal ilmu ini sangat penting sekali. Agar apa yang kita lakukan itu benar dan sesuai dengan tuntunan syariat, sehingga harapan diterima oleh Allah sangat besar. Imam Ibnu Ruslan mengatakan dalam kitab Zubad-nya, وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ “Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, seluruh amalnya ditolak tidak diterima.” Kaitannya dengan bulan Ramadhan ini, maka kita mesti mempersiapkan diri dengan ilmu yang berkaitan dengan Ramadhan, bagaimana kita berpuasa dengan baik dan benar sesuai dengan syarat dan rukunnya, bagaimana kita mengeluarkan zakat fitrah sesuai keten-tuan syariat, dan lainnya. Jika tidak demikian, maka khawatir apa yang kita lakukan justru tidak mendapat-kan apa-apa. Jangankan mau mendapatkan pahala, justru dosa yang didapatkan. Maka tentunya ini sangat rugi. Yang ia dapatkan hanya lapar dan haus. Al-Habib Abdullah Al-Haddad mengata-kan dalam kitab Risalah Mu’awanah, وبالعلم تعرف كون الواجب واجباً والمندوب مندوباً، والمحرم محرماً، وتعرف كيف تؤدي الواجب وتفعل المندوب وتترك المحرم فإذن لا بد لك من العلم ولا غنى لك عنه، وعليه وعلى العمل به مدار سعادتك في الدنيا والآخرة “Dengan ilmu engkau dapat mengetahui sesuatu yang wajib itu wajib, yang sunnah itu sunnah dan yang haram itu haram. Dengan ilmu itu pula engkau dapat mengetahui tata cara melaksanakan kewajiban dan memperbuat yang sunnah, serta mengetahui bagaimana cara mening-galkan keharaman. Karena begitu besar peranan ilmu, maka diwajibkan menuntut dan mengamal-kannya. Dengan mengamalkan ilmu engkau dapat memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.”

  8. 2

    Keistimewaan Bulan Ramadhan

    Sumber buletin kaffah

  9. 1

    HAL - Hal Umum Pembatal Puasa

    Di bacakan dari kitab Syarah Risalah Jamiah

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

No description available.

HOSTED BY

Agus Al Maftuh

CATEGORIES

Frequently Asked Questions

How many episodes does Agus's podcast have?

Agus's podcast currently has 9 episodes available on PodParley. New episodes are automatically indexed when they're published to the podcast feed.

What is Agus's podcast about?

Agus's podcast is a podcast covering topics in society.

How often does Agus's podcast release new episodes?

Agus's podcast has 9 episodes. Check the episode list to see recent publication dates and frequency.

Where can I listen to Agus's podcast?

You can listen to Agus's podcast on PodParley by clicking any episode. We provide an embedded audio player for direct listening, and you can also subscribe via your preferred podcast app using the RSS feed.

Who hosts Agus's podcast?

Agus's podcast is created and hosted by Agus Al Maftuh.
URL copied to clipboard!