PanTech Labs (Pandai Technology)

PODCAST · technology

PanTech Labs (Pandai Technology)

Podcast yang ngomongin teknologi nyasar kesana-kemari biar kita makin pinter dan ngga ketinggalan sama negara tetangga.

  1. 1

    01/001 - 100Mbps murah ala Komdigi.

    Komdigi lagi effort banget buat ngurangin digital divide di Indonesia, karena lowkey banget penetrasi fixed broadband (FBB) kita masih di bawah standar. Tujuan utama lelang frekuensi 1.4 GHz (n50) ini cuma satu: pengin spill internet 100 Mbps yang stabil dengan harga affordable banget—targetnya di kisaran Rp100.000–Rp150.000 per bulan.1. BUAT APA & IMPLEMENTASI GIMANA?Buat Akses Tetap (Fixed): Frekuensi ini dedicated banget buat 5G FWA (Fixed Wireless Access). Kenapa? Karena ini solusi sat set buat cover area suburban/rural yang enggak worth it kalau ditarik kabel fiber optik (FTTH).Perangkat On-Premise (CPE) Vibes: Alat yang dipasang di rumahmu (SS BWA 5G) itu enggak boleh macem-macem. Regulasi Komdigi strict banget: harus AC-powered ONLY (baterai dilarang keras!) dan wajib fixed indoor installation. Ini prank regulator buat mastiin layanan ini enggak bisa dipakai mobile kayak HP, biar stabil terus.Siapa yang Handle Devisenya?: Perangkat CPE itu on-premise tapi kepemilikan dan kendali teknisnya 100% di tangan operator BWA (kayak WIFI dan MyRepublic) yang menang lelang. Mereka yang pasang dan maintenance dari jauh.2. APA BEDANYA DARI FWA YANG SUDAH ADA?FWA 1.4 GHz ini beda level sama FWA yang sudah ada (punya operator seluler):Spektrum Dedicated: Frekuensinya khusus buat fixed access, jadi enggak bakal ada rebutan bandwidth sama lalu lintas seluler mobile. Kualitas layanan dijamin lebih chill dan stabil.Wajib Open Access: Operator pemenang musti berbagi (melalui mekanisme wholesale) spektrum dan fiber backhaul mereka ke pihak lain. Ini biar market internet jadi makin kompetitif.3. KENAPA NGGAK BOOMING?The main problem kenapa internet murah ini belum cuming adalah: EKOSISTEMNYA BELUM MATURE (NICHÉ).Pita frekuensi n50 (1.4 GHz) ini lowkey banget di pasar global. Vendor hardware (termasuk chipset CPE) butuh sekitar 1 hingga 1,5 tahun buat develop perangkat 5G TDD yang sesuai standar Indonesia dan yang paling penting, harus murah banget (target Rp200.000 per unit) supaya model bisnis internet murah ini relate secara ekonomi.Jadi, kita harus sabar effort nungguin supply chain perangkatnya beres massal. Roll-out besar-besaran diprediksi baru bisa diukur dampaknya secara signifikan sekitar 2026 atau 2027.#DeepDiveWithAi #PantechLabs #neflalabs

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

We're indexing this podcast's transcripts for the first time — this can take a minute or two. We'll show results as soon as they're ready.

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Podcast yang ngomongin teknologi nyasar kesana-kemari biar kita makin pinter dan ngga ketinggalan sama negara tetangga.

HOSTED BY

neflalabs

CATEGORIES

URL copied to clipboard!