Diskusi Psikologi

PODCAST · health

Diskusi Psikologi

Podcast Disko "Diskusi Psikologi" hadir untuk menemani dan membantu kamu memahami isu-isu kesehatan mental yang akrab dengan kehidupan sehari-hari mulai dari dinamika pertemanan, dilema karier, hingga urusan hati yang seringkali rumit. Dipandu oleh psikolog klinis dan narasumber yang kompeten, setiap episode dikemas secara hangat, santai, dan penuh makna.Diskusi Psikologi adalah ruang aman untuk mengenal diri sendiri, memahami perasaan, dan menemukan insight baru.Dengarkan dan Tonton Podcast Disko di KBR.ID, Spotify, dan kanal YouTube KBR.Podcast Disko, Karena Kamu Sepenting Itu!

  1. 172

    Cara Berdamai dengan Realita Punya Keluarga yang Gak Cemara

    Keluarga Cemara mungkin cuma jadi tontonan layar kaca buat sebagian dari kita. Realitanya? Banyak yang harus tumbuh dengan "ruang kosong" di hati karena sosok anggota keluarga yang nggak hadir, baik secara fisik maupun emosional. Di Episode Podcast DISKO kali ini ada Irish Amalia (Psikolog Klinis & Co-founder Satu Meja Makan) yang bakal bakal deep talk tentang cara berdamai dengan diri sendiri di tengah realita yang ada. Karena Kamu Sepenting Itu!

  2. 171

    Dear Karakter Fiksi, Makasih Udah Bikin Kita Waras

    Siapa yang suka baca atau nulis AU dan novel fiksi? 🙋‍♀️🙋🏻‍♂️ This episode is for you🫵🏻Dari tokoh yang terjebak dalam toxic relationship sampai pejuang korporat yang jenuh sama rutinitas, Kil @extenler nge-spill gimana karakter-karakter buatannya lahir dari keresahan di dunia nyata (termasuk soal Quarter Life Crisis!😱). Ternyata, lewat nulis dan baca fiksi, kita nggak cuma "kabur" dari realita. Lewat fiksi, kita justru bisa belajar mengenali diri sendiri, dan yang paling penting adalah merasa nggak sendirian 🫂Jangan lupa jaga mental ya, Karena Kamu Sepenting Itu! 🫂💖💙

  3. 170

    Journaling bikin healing? | Podcast DISKO di Mujigae Resto

    “How’s life lately?” Pas denger pertanyaan itu, apa yang langsung muncul di kepala kalian? “Baik-baik saja,” atau malah “ruwet” sampai nggak bisa diuraikan lewat kata-kata? Kalau kamu merasa bingung mau mulai cerita dari mana, mungkin episode kali ini adalah jawaban yang kamu butuhin ✨Episode kali ini spesial banget! Podcast DISKO lagi mampir ke Mujigae Resto Ciwalk Bandung. Nggak cuma makan enak, kita juga mau belajar mengurai keruwetan pikiran lewat journaling bareng temen-temen dari komunitas Relung Jiwa Kreatif (REAKTIF). ??Tonton sampai abis buat liat gimana serunya menuangkan perasaan ke atas kertas di tengah vibes resto Korea yang asik! Karena Kamu Sepenting Itu! ???

  4. 169

    Grooming: Saat Sayang Jadi Senjata Buat Nge-hack Otak Kamu

    Udah baca buku "Broken Strings" karya Aurelie Moeremans Buku ini viral banget karena membongkar kenyataan pahit: Aurelie menjadi korban grooming sejak usia 15 tahun oleh orang yang jauh lebih dewasa. Kasus ini bikin kita sadar kalau ancaman ini nyata dan bisa semulus itu masuk ke hidup kita.Pernah gak merasa "Dia baik banget, perhatiannya beda, bahkan terasa too good to be true."atau.... ngerasa 'dimanja' tapi sekaligus 'dikontrol'? Kalau rasa sayang dia bikin kamu makin terisolasi, itu bukan relationship goals, tapi taktik manipulasi bernama Grooming.Di episode Podcast Disco kali ini, Host Sekaligus Psikolog Klinis Mutiara Maharini bareng Maizan Dianati (Mental Health Practitioner & Researcher) bakal bongkar rahasia gelap di balik grooming. Kita nggak cuma bahas soal beda usia, tapi gimana cara pelaku "nge-hack" sistem otak korban lewat love bombing dan manipulasi emosi.Di video ini Podcast Disko bahas tentang:Kenapa grooming itu soal manipulasi & kuasa, bukan cintaBrain Reward System: Kenapa korban jadi ketergantungan?Modus grooming di era digital (waspada di Game Online & Medsos!).Gimana cara bangkit dan speak up kalau kamu atau orang terdekat jadi korban.Grooming itu slow burn, perlahan tapi berbahaya. Yuk, tonton sampai habis biar semakin aware dengan grooming. Karena kamu sepenting itu

  5. 168

    Bebas Nanya Podcast Disko: Pas Lagi Panic Attack & Masalah Duit Melanda... 🌊

    Lagi ngerasa stuck atau punya pertanyaan yang 'mendam' banget di kepala? Gak usah dipendam sendiri! Host sekaligus Psikolog Klinis Mutiara Maharini bakal jawab pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman KBR. Enggak ada pertanyaan yang terlalu kecil atau terlalu aneh, karena di sini tempatnya kamu cerita dan nanya tanpa judgment. 🫂Mau ikutan Bebas Nanya juga? Tinggal DM ke Instagram @KBR.id atau kirim Voice Note ke WhatsApp 0812-1188-1818. Bisa jadi pertanyaan kamu yang bakal dijawab di episode selanjutnya! 🎧 Karena Kamu Sepenting Itu!

  6. 167

    Resolusi 2026: Berhenti Takut Nikah & Keluar dari Situationship! (ft Coach Lex dePraxis)

    Lagi di fase menganggap "Marriage Is Scary" atau lagi kejebak situationship yang gak ada ujungnya? 💍🚩Masuk tahun baru, biasanya kita fokus ke karir dan glow up fisik, tapi lupa glow up mental soal relasi. Episode Podcast DISKO kali ini spesial buat lo yang hobi overthinking: "Bisa nggak ya gue komit?" atau "Nanti kalau kena plot twist diselingkuhin gimana?"😭Bareng Coach Lex, kita bedah kenapa "Job Desk" nikah zaman sekarang kerasa makin berat dan gimana caranya biar nggak parno berlebihan. Tonton videonya sampai habis di Youtube KBR Media biar mental lo makin ready menghadapi 2026! 🚀

  7. 166

    Just Be Yourself! Ojil dan Hanoy Nge-spill Kunci Jaga Mental Biar Tetap Kreatif

    Dapur KREATIF Ojil dan Hanoy dibongkar di Podcast DISKO! Gimana caranya bikin konten spontan, viral, dan ikonik, sampe gimana mereka tetep up to date baca berita tapi MENTAL tetap aman? Ada tips self-care dari mereka (ada yang makan enak & ada yang menyendiri lho!) Wajib nonton full episode ini buat lihat adegan akrobat Omjil dan Hamnoy

  8. 165

    Berani Nahan Jempol dan Stop Terjebak Ideal Self! Tips Anti-Toxic dari Rian Fahardhi

    Ternyata, berani hari ini tuh bukan cuma soal lantang, tapi juga mengontrol diri dan speak yourself dulu! Karena terkadang yang bikin kita overwhelmed tuh karena kita capek berusaha jadi Ideal self. Bener gak gaes?

  9. 164

    GEN Z GAK LEMAH! Cara Lawan Ketidakadilan Biar Gak Kena Mental (ft. Virdian Aurellio)

    PLOT TWIST! Ternyata Gen Z paling rajin ngulik berita (kata hasil survei UNICEF 2025). TAPI, Gen Z juga paling gampang overwhelmed! 😭 Gimana cara Virdian Aurellio "Lawan Buta Politik" tetap Kritis tapi gak burnout? Kuncinya: "Get Angry, Get Involved" Semua itu Politis, Gaes! Jangan takut ngobrolin politik dan jangan ngarep diselametin Superman. Kita Kolektif! 👊 Tonton sampai akhir biar kamu sadar Power kita! 💪

  10. 163

    Konseling Harus Jadi Ruang Aman untuk Semua!

    Banyak orang datang ke psikolog dengan harapan bisa menemukan tempat aman untuk mengurai beban mental, meringankan tekanan, melepaskan keresahan, menyembuhkan luka batin dan trauma atau sekadar bercerita tentang hal-hal yang sulit diungkapkan tanpa harus merasa ketakutan atas stigma, blaming serta penghakiman. Namun, bagaimana jika ruang yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru membuat seseorang merasa lebih buruk dan terhakimi?Podcast Disko (Diskusi Psikologi) akan membahas pentingnya menjadikan ruang konseling benar-benar aman bagi semua orang. Lebih jauh obrolan ini akan membahas bagaimana memilih psikolog yang cocok dan apa yang mesti dilakukan ketika konseling justru memperburuk keadaan. Dengan demikian, diharap episode ini dapat mendorong konseling psikologis menjadi ruang aman bagi setiap individu untuk diterima, didengarkan, dan diperlakukan dengan empati. Simak selengkapnya ya! Episode ini didukung oleh Crisis Response Mechanism (CRM).

  11. 162

    Ayah Online bagi Anak Fatherless

    Di hari ayah ini, kita mau ngobrolin sebuah inisiatif baik yang datang dari Ruth Helga, yang meminjamkan ayahnya secara online bagi mereka yang fatherless dan perlu bertanya soal keresahan yang butuh jawaban orangtua. Melalui instagram @ruthhelga, ia menulis bahwa papanya bersedia menjawab komentar atau curhatan yang datang padanya melalui media sosial.Lantas bagaimana netizen menyambut niat baik tersebut? Apa saja yang mereka curhatkan sama ayah online?Ruth Helga dan ayahnya, Rudarto dengan panggilan akrab Pak Ot, ngobrolin ini di Podcast DISKO Diskusi Psikologi! Simak keseruan mereka!

  12. 161

    Cara Maintain Mental dan Tetap Zen Sembari Cari Cuan

    Podcast DISKO kali ini dapat kesempatan membuka booth di hotel untuk menampung curhatan pengunjung Holistic Fair 2025. Diantara sekian banyak pengunjung booth, beruntung banget ada Kak Al dan dan Kak Chass yang mau berbagi kiat mereka menjalani keseharian dengan mental tetap terjaga. Seperti apa? Tonton sampai habis buat tahu caranya!

  13. 160

    Cara Menghilangkan Overthinking yang Membandel

    Podcast DISKO piknik di taman buat ngobrolin keresahan kelompok muda usia 20-an. Ngomongin usia dua puluhan tuh emang nggak ada habisnya. Di fase ini, banyak banget perubahan yang bikin pusing sekaligus seru. Ada yang baru lulus kuliah, lagi semangat cari kerja, tapi udah keburu dituntut mandiri dan cepet mapan. Belum lagi urusan cinta—kadang bikin tambah ribet kalau karier belum stabil, sementara hati masih pengen enjoy status single.Auzan, Firdaus dan Ziqra adalah tiga orang dari kelompok usia 20-an yang berkesempatan sharing masalah yang membuat mereka overthinking kepada Psikolog Klinis sekaligus Host Podcast Disko, Mutiara Maharini. Simak selengkapnya ya!

  14. 159

    Ngepoin Layanan Kesehatan Mental Gratis, JakCare

    We listen, we don't judge."Teman berbincang macam begini yang kerap kita butuhkan kalau beban hidup terasa berat. Warga Jakarta bisa berbincang dengan psikolog klinis di JakCare, layanan konseling kesehatan mental gratis 24 jam. Bisa telekonsultasi lewat aplikasi JAKI atau nomor bebas pulsa. 🧠Bagaimana tren warga Jakarta memanfaatkan layanan ini?🧠Apa saja tema yang sering dicurhatin?Dalam rangka Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober 2025, Podcast Disko (Diskusi Psikologi) ngobrolin ini bareng psikolog klinis JakCare, Luh Ayu Candra Utami.

  15. 158

    Nyaman Parasocial Relationship sama Idol, Mental Aman?

    Pernahkah kamu sebegitunya mengidolakan seseorang sampai halu dan punya parasocial relationship?Kalau sudah begini, biasanya penggemar akan merasa punya "connection" dan dimengerti oleh sang artis, idol kpop, anggota band, influencer, atau anime favoritnya. Tak jarang hubungan semacam ini dipandang negatif. Padahal sebenarnya, ngefans sama seseorang atau tokoh juga bisa membawa dampak positif, asal tahu gimana cara mengelola perasaan biar mental juga tetap sehat.Podcast Disko "Diskusi Psikologi" ngobrolin ini bareng content creator k-pop, Farah Mahira. Di media sosial, Farah kerap bikin video POV seolah-olah dia lagi berinteraksi sama idol favoritnya. Dengerin dan Tonton ya obrolannya!Beberapa hal penting yang bisa kamu dengar diantaranya:- Bagaimana idola bisa menginfluence penggemarnya secara positif- Bagaimana mengelola perasaan biar nggak terlalu attach sama idolaPodcast Disko "Diskusi Psikologi" hadir menemani dan membantu kamu memahami isu-isu kesehatan mental yang akrab dengan kehidupan sehari-hari mulai dari dinamika pertemanan, dilema karier, hingga urusan hati yang seringkali rumit. Dipandu oleh psikolog klinis dan narasumber yang kompeten, setiap episode dikemas secara hangat, santai, dan penuh makna. Diskusi Psikologi menjadi ruang aman untuk mengenal diri sendiri, memahami perasaan, dan menemukan insight baru. Dengar dan tonton Podcast Disko di KBR.ID, Spotify, dan kanal YouTube KBR.Podcast Disko, Karena Kamu Sepenting Itu!

  16. 157

    Nemu Support System di Komunitas Olahraga

    Ada yang suka olahraga sendiri, ada yang suka bareng-bareng dan memilih bergabung komunitas. Dengan menjamurnya komunitas olahraga belakangan ini, memudahkan para sport enthusiast mencari support system buat mereka. Tapi, bagaimana biar komunitas olahraga benar-benar efektif menjadi support system?  Founder Pretty Privilege Sports, Syifa Adila dan Psikolog klinis sekaligus founder Padel.xoxo, Annisa Axelta ngobrolin soal ini di Podcast Disko "Diskusi Psikologi"Beberapa hal penting yang bisa kamu dengar diantaranya:- Cara komunitas olahraga memacu semangat anggotanya untuk rutin berolahraga.- Mengapa bergabung komunitas olahraga berdampak positif.

  17. 156

    Cinta di Era Digital: Ini Strategi Cerdas Hindari Love Scamming dari Coach Lex dePraxis

    Dapat perhatian manis dari kenalan online memang bikin hati hepi, tapi kadang juga bikin was-was. Soalnya, ada risiko love scamming alias penipuan berkedok cinta. Pelakunya biasanya pakai identitas palsu, pura-pura romantis, lalu ujung-ujungnya minta uang atau barang.Di Podcast Disko “Diskusi Psikologi” kali ini, kita bakal ngobrol soal gimana cara kenali tanda-tanda love scamming, biar nggak gampang ketipu, dan gimana caranya tetap bisa bangun hubungan yang tulus serta sehat bareng Relationship Coach, Lex dePraxis.Beberapa hal penting yang bisa kamu dengar di episode ini, diantaranya:- cara mengenali modus penipuan berkedok cinta- tips menghindari lovescamming- kiat membangun hubungan sehat

  18. 155

    Alissa Wahid Spill Kiat Rawat Perkawinan Sambil Jaga Mental

    Pemerintah menilai tingginya angka perceraian di Indonesia jadi sinyal bahwa ketahanan rumah tangga perlu mendapat perhatian serius sehingga negara perlu hadir dalam menjaga keutuhannya. Karena itulah muncul usulan agar revisi terhadap Undang-Undang tentang Perkawinan menambahkan bab khusus mengenai pelestarian perkawinan.Namun, untuk menjalani rumah tangga, ada kesehatan mental yang harus dijaga. Sementara, sebagian pasangan ingin berpisah karena berada dalam toxic relationship, hingga mengalami kekerasan dalam rumah tangga(KDRT). Lantas, bagaimana merawat tali perkawinan tanpa mengorbankan kesehatan mental?Dalam Podcast Disko "Diskusi Psikologi" kali ini, kita obrolkan dari sisi psikologis soal bagaimana merawat perkawinan agar dipenuhi dengan cinta dan tanpa menyakiti dan mengorbankan mental pasangan yang menjalaninya.Beberapa hal penting yang bisa kamu dengar, diantaranya:- Cara merawat hubugan perkawinan- Bagaimana menjaga kesehatan mental dari pasangan yang menikah- Dampak mental pasangan yang berada dalam hubungan perkawinan tak sehat dan upaya pemulihanKamu juga bisa menikmati podcastnya dalam bentuk video di Youtube KBR.

  19. 154

    Jurus Gen Z Lawan Intoleransi

    Melanjutkan obrolan sebelumnya terkait Gen Z yang unggul dalam tolerasi, sekarang Podcast Disko membahas upaya mereka merawat perdamaian di dunia nyata. Masih ada Talissa Carmelia selaku Psikolog Klinis Personal Growth dan Manajer Program Global Peace Foundation Indonesia, Miftahul Khoir yang mau berbagi insight mereka di episode kali ini.Beberapa hal penting yang bisa kamu dengar, diantaranya:- Apa saja yang dilakukan generasi Z agar lebih toleran terhadap sesama dari berbagai latar belakang. - Apa saja yang bisa dilakukan gen Z dalam memberi dukungan terhadap para korban intoleransi. Episode ini hasil kerja sama KBR Media bareng Personal Growth.Kamu juga bisa menikmati podcastnya dalam bentuk video di Youtube KBR Media.Sebelumnya, berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh Personal Growth pada bulan Desember 2023 lalu, hasilnya ternyata terdapat perbedaan signifikan pada nilai hidup Gen Z dan para generasi pendahulunya.Salah satunya adalah Universalisme. Ini artinya Gen Z “melek” dengan berbagai isu-isu lingkungan, sosial, dan kemanusiaan.

  20. 153

    Buat Mental Sehat Dengan Rawat Toleransi Ala Gen Z

    Dalam hal toleransi, ternyata Gen Z punya kelebihan dibanding generasi sebelumnya.Jadi, berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh Personal Growth pada bulan Desember 2023 lalu, hasilnya ternyata terdapat perbedaan signifikan pada nilai hidup Gen Z dan para generasi pendahulunya.Salah satunya adalah Universalisme. Ini artinya Gen Z “melek” dengan berbagai isu-isu lingkungan, sosial, dan kemanusiaan.Kok bisa begitu? Kita obrolin ini di Podcast Disko "Diskusi Psikologi" bareng Talissa Carmelia selaku Psikolog Klinis Personal Growth dan Manajer Program Global Peace Foundation Indonesia, Miftahul Khoir.Beberapa hal penting yang bisa kamu dengar, diantaranya:- Alasan Gen Z disebut generasi yang toleran- Pendekatan yang dilakukan Gen Z untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi- Pengaruh toleransi terhadap kesehatan mental.Episode ini hasil kerja sama KBR Media bareng Personal Growth.Kamu juga bisa menikmati podcastnya dalam bentuk video di Youtube KBR Media.

  21. 152

    Tren Curhat ke AI: Nyaman, Tapi Amankah buat Mental?

    Di episode kali ini, kita bakal ngobrolin soal tren curhat ke Artificial Intelligent (AI) atau kecerdasan buatan yang lagi hits banget nih. Sekarang ini, AI bahkan jadi pendengar virtual yang siap dengerin cerita kamu kapan aja, tanpa takut dihakimi. Dengan teknologi kayak Natural Language Processing, AI bisa nangkep perasaan kita dan kasih respons yang bikin nyaman dan lega. Tapi, di balik itu semua, curhat ke AI juga punya risiko dan tantangan, terutama soal batasan emosi, ketergantungan, dan keamanan privasi.Untuk itulah, dalam diskusi kali ini, kita kupas tuntas tren tersebut bareng Psikolog Klinis, Aldo Rayendra, mulai dari sisi psikologis, manfaat dan risikonya, plus tips aman buat kalian yang pengin coba curhat ke AI.

  22. 151

    Belajar Sukses Bersama Teman Disabilitas

    Apa yang ada di benak kalian mengenai penyandang disabilitas? Apakah kalian masih terjebak dengan stereotip yang menganggap teman-teman disabilitas sama sekali tak berdaya dan jauh dari kata sukses? Padahal faktanya tak demikian, karena teman-teman disabilitas mampu mencetak kisah sukses meski situasinya sejauh ini masih belum banyak berpihak kepada mereka. Teman disabilitas masih terus memperjuangkan kesempatan, kesetaraan dan akses yang bebas dari diskriminasi.Bagaimana teman disabilitas menjaga mental juangnya dan bagaimana kita bisa menciptakan lingkungan yang inklusif bagi mereka? Kita obrolkan ini dalam podcast Diskusi Psikologi "Disko" bareng Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Kikin Tarigan.

  23. 150

    Lansia dan Caregiver Sama-sama Perlu Jaga Mental

    Beberapa orang mungkin harus mengambil peran sebagai caregiver tanpa kesiapan.Caregiver merupakan sosok yang merawat dan mendampingi orang tua atau anggota keluarga lanjut usia dengan penuh cinta dan perhatian.Namun, di balik kasih sayang itu, tak jarang peran ini juga menghadirkan tantangan yang gak mudah. Apa lagi jika tak ada kesiapan yang matang.Podcast disko kali ini, membahas bagaimana seorang caregiver bisa tetap bahagia, menjaga keseimbangan diri, dan mengatasi titik jenuh agar perawatan yang diberikan tetap optimal tanpa mengorbankan kesehatan mental dan fisiknya.Seorang Care Navigator Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI) Devi Kristina bakal sharing-sharing pengalamannya.  

  24. 149

    Yang Dibutuhkan Penyintas Kekerasan Seksual

    Episode ini mengandung pembahasan yang sensitif dan berpotensi memicu trauma. Silakan menyikapinya dengan bijak dan mengambil langkah sesuai yang teman KBR butuhkan yaa. Obrolan kita ini bertujuan buat memberi support atau dukungan mental kepada para penyintas kekerasan seksual dan mendorong terwujudnya pemulihan yang terbaik.Beberapa waktu lalu, seorang komika Eky Priyagung, melalui media sosialnya mengungkap dugaan kasus kekerasan seksual yang dialaminya dan beberapa orang lain. Konten yang diunggahnya, ditambah grup whatsapp yang dibentuknya, membuat para korban cukup punya keberanian untuk speak up dan melapor kepada aparat kepolisian. Bagaimana Eky membentuk support sistem dan memberi rasa aman bagi korban? Apa yang sesungguhnya diperlukan para korban kekerasan seksual? Inilah yang diobrolkan dalam Podcast Disko "Diskusi Psikologi".

  25. 148

    Kuat Mental jadi Generasi Sandwich

    How’s life? Mungkin ada yang lagi ngerasa di puncak karir, tapi ada juga yang ngerasa lagi banyak banget beban yang bikin nggak bisa maju alias stuck. Mungkin ini yang dirasain generasi sandwich yang terhimpit dua generasi. Di satu sisi mesti berjuang buat diri sendiri agar punya masa depan gemilang, tapi di sisi lain mesti menghidupi keluarga dari generasi sebelum dan sesudahnya.Kisah beratnya beban yang dipikul generasi sandwich kerap viral di media sosial dan jadi konten. Lantas, gimana cara buat kuatin mental para generasi sandwich ini ya? Kita obrolin di Podcast Disko kali ini bareng Psikolog klinis sekaligus Founder TS Counseling Center, Sustriana Saragih. Dengerin, ya!Yang bisa kamu dapat di episode ini:- Insight soal beban mental generasi sancwich dan bahayanya jika diabaikan - Cara berkompromi dan memastikan kondisi mental tetap kuat dan stabil bagi generasi sandwich

  26. 147

    Tren Fashion dan Gimana Ngaruhnya ke Mental Kamu

    Seberapa sering kamu beli baju baru? Apakah anda cukup sering shoping baju untuk mengikuti tren fashion terbaru?Mungkin selain alasan ngikuti tren, ada berbagai alasan lain buat berbelanja pakaian. Seperti, koleksi baju sudah rusak atau usang, bosan, sampai harus mematuhi dress code suatu event.Tapi tahukah kamu kalau fenomena ikut tren fashion yang silih berganti secara cepat itu disebut fast fashion? Dan rupanya, ini ngaruh lho ke kesehatan mental kita. Di podcast disko, kita obrolin ini yuk bareng Rika Isvandiary, Periset atau Researcher dari komunitas Slow Fashion Indonesia! *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  27. 146

    PHK Bikin Rentan Gangguan Mental

    Belakangan, dampak kebijakan tarif bea masuk yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bikin sejumlah negara ketar-ketir, tak terkecuali Indonesia yang kena imbas. Sejumlah perusahaan besar dikhawatirkan bakal mem-PHK buruhnya.Bahkan, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memprediksi tiga bulan ke depan akan terjadi PHK gelombang kedua dengan jumlah korban mencapai 50.000 pekerja. Padahal sebelumnya, KSPI mencatat 60 ribu buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga awal Maret 2025. Menurutnya, situasi ini akan diperparah dengan kebijakan dagang baru yang dikeluarkan Trump.    Sementara itu, tak jarang kita mendengar korban PHK mengalami depresi. Tak hanya kondisi finansial, PHK juga berpotensi mengganggu kondisi mental. Karena itulah, Podcast Disko "Diskusi Psikologi" membahas "PHK Rentan Gangguan Mental" bareng Hidayatul Annisa, M.Psi., Psikolog selaku Dosen Program Studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  28. 145

    Cara Berbagi yang Sehat Mental dan Sehat Dompet

    Selama bulan puasa, ada banyak banget kegiatan berbagi yang biasa dilakukan umat muslim. Seperti diantaranya, membagi makanan saat berbuka puasa dan sahur. Selain itu juga ada zakat fitrah yang dapat juga dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu.Dan rupanya, kegiatan berbagi enggak cuma bermanfaat bagi orang-orang yang mendapat uluran tangan lho. Karena  berbagi juga bermanfaat buat kita dan kesehatan mental kita. Tapi ada nggak yang kalau mau berbagi tuh, masih maju mundur, masih mikirnya panjang, khawatir enggak cukup gitu budgetnya. Kan, selama ramadhan hingga lebaran emang banyak banget pengeluaran ya. Buat beli kue-kue lebaran, beli hampers dan persiapan open house. Soal ini, Mahari bakal bahas bareng Certified Financial Planner, Ghita Argasasmita.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  29. 144

    Ibadah bagi Kesehatan Mental

    Biasanya di bulan Ramadan, orang-orang akan makin gencar mendekatkan diri kepada Allah. Menguatkan ibadah memang tak sekedar mendapatkan pahala, tapi juga diyakini dapat memberikan ketenangan jiwa.Karena itu di kesempatan kali ini Podcast Disko "Diskusi Psikologi" ngobrolin manfaat ibadah bagi jiwa atau kesehatan mental bareng Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., Ph.D. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  30. 143

    Mengenal Kesehatan Mental dan HAM dari Squid Game

    Series Squid Games populer, tak hanya di negara asalnya, Korea Selatan, tapi juga di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Squid Game bercerita tentang permainan bertahan hidup yang brutal dengan hadiah uang dalam jumlah besar.Dari film ini, penonton akhirnya dibuat bertanya-tanya, apakah pemikiran mengejar uang dengan mempertaruhkan nyawa wajar dalam kehidupan nyata? Seberapa jauh orang bisa berkorban dan berjuang demi hidupnya? Bagaimana tetap berpikir logis dan sehat secara mental dalam memperoleh uang? Sejauh mana, orang boleh mendapatkan uang dan batasan hak asasi yang tak boleh dilanggar?Inilah yang diobrolin dalam Podcast Diskusi Psikologi "Disko" kali ini bareng aktivis HAM, Gender dan kebebasan sipil Tunggal Pawestri.

  31. 142

    Mengenal Diri Sendiri Sebelum Menjalin Relationship

    Jelang hari kasih sayang, udah banyak nih konten-konten persiapan atau wish gift valentine's day.Podcast Disko "Diskusi Psikologi" juga gak mau kalah mau bahas soal relationship nih. Utamanya soal mengenal diri sendiri dulu sebelum menjalin hubungan romantis dengan seseorang.Emang nih ya, terkadang kalau lagi PDKT atau menjalin sebuah hubungan, kita tuh suka terlalu fokus mengenal pasangan. Enggak salah sih, tapi apakah kalian sudah mengenal diri kalian sendiri? Inilah yang kita diobrolin bareng dr. Salma Kyana, MRes selaku Founder Mengenal Diri.ID*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  32. 141

    Doyan Konten Receh, Risiko Brain Rot Mengintai

    Buat kalian yang masih suka konsumsi konten receh, kalian mesti tahu risikonya!  Hati-hati ya, karena seseorang yang mengkonsumsi konten digital yang berkualitas rendah secara berlebihan, berisiko mengalami brain rot alias pembusukan otak. Istilah brainrot jadi trending pada era ini. Bahkan kata brain rot ini diumumkan menjadi Word of The Year 2024 oleh Oxford University Press. Brain rot adalah menurunnya kemampuan berpikir karena terlalu sering melihat konten-konten receh di internet. Dan, dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menyebabkan kecemasan dan depresi.  Lantas sejauh mana kita bisa tetap mengkonsumsi konten digital tanpa berisiko mengalami brain rot? Inilah yang kita bahas bareng Psikolog Sheirlen Octavia di podcast Disko "Diskusi Psikologi"! *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  33. 140

    Manfaatkan Kekuatan, Jalani Masa Depan dengan Positif Vibes

    15 hari sudah kita menjalani tahun 2025. Ada nggak sih yang udah lesu aja dan pesimis dalam menghadapi sepanjang tahun nanti? Tenang teman-teman, di sini kita mau bikin kalian mampu menjalani masa depan dengan positif vibes. Di podcast disko kali ini kita mau ngobrolin bagaimana kita bisa memaksimalkan kekuatan yang kita miliki agar segala plan tahun ini terwujud. Tapi gimana dong kalau nggak punya kekuatan sama sekali tapi malah banyak kelemahan nih? Mungkin ada yang bertanya atau berpikir demikian ya? Tapi memangnya ada seseorang yang nggak punya kekuatan (strength) sama sekali dan yang dimiliki hanyalah kelemahan (weakness)? Inilah yang mau kita obrolin bareng Bea Erlina selaku Psikolog sekaligus therapist di @rumah_barito

  34. 139

    Tahun Baru, Kerjaan Baru, Gimana Boost Kepercayaan Diri Saat Interview

    Tingkat pengangguran yang tinggi masih belum dapat ditangani di 2024. Namun tahun 2025 diperkirakan akan bertambah pengangguran baru. Para pencari kerja bersaing untuk mengisi lowongan pekerjaan yang makin terbatas. Tentu, optimisme perlu tetap dijaga. Beragam cara bisa dilakukan untuk menambah peluang, seperti memoles CV hingga menambah skill. Untuk itulah, buat kamu yang sedang mencari kerja baru di tahun baru, kita mau bahas jurus jitu saat interview. Mulai dari meningkatkan kepercayaan diri, mengatur gesture, sampai membangun citra positif. Simak obrolan seru Mutiara Maharini bareng Dr. Clara Moningka, S.Psi., M.Si selaku dosen psikologi Universitas Pembangunan Jaya dalam Podcast Disko - Diskusi Psikologi!  *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  35. 138

    Story of Ananta, Bertekad Melawan Bipolar

    Kali ini Podcast Disko mau mengajak kamu mengenal seorang teman yang tengah berjuang melawan bipolar, yaitu Ananta Dewantara. Ananta mengalami bipolar type 2. Ia mengungkap, tak jarang dirinya harus memaksakan diri supaya tetap produktif dan bisa menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang datang silih berganti. Ananta mengakui, terapi dan penanganan yang tepat, sangatlah membantu dirinya.Ia pun mempunyai trik yang akan diterapkan pada dirinya sendiri dalam menjalani hari. Selain itu ia juga membagikan caranya menghadapi perusahaan tempatnya bekerja saat sedang mengalami mental break down. Seperti apa? Langsung aja kita dengerin Podcast Disko:  Story of Ananta, Bertekad Melawan Bipolar! Konten ini dibuat oleh KBR Media dengan pendanaan dari Social Impact Reporting Initiative Project WAN IFRA Women in News, berdasarkan kebijakan dan panduan editorial KBR Media, dengan tetap mempertahankan independensi editorial KBR Media. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  36. 137

    Story of Shafa, Penyintas Depresi Menjadi Advokat Kesehatan Mental

    Kali ini Podcast Disko mau mengajak kamu mengenal teman-teman yang survive dari depresi. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, depresi adalah sebuah kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh perasaan sedih yang berkelanjutan dan kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya dinikmati. Seorang penyintas depresi, Shafa Ashrina Lubis menceritakan apa yang dialaminya sembari mengedukasi orang-orang di sekitarnya supaya lebih paham. Ia giat membuat konten-konten edukasi kesehatan mental. Menurutnya, advokasi yang dilakukannya, dapat berdampak penting meski bagi segelintir orang sekalipun. Bahkan, konten Shafa ada yang sampai berhasil menolong salah seorang followernya. Seperti apa ceritanya? Langsung aja kita dengerin Podcast Disko: Story of Shafa - Penyintas Depresi Jadi Mental Health Advocate. Konten ini dibuat oleh KBR Media dengan pendanaan dari Social Impact Reporting Initiative Project WAN IFRA Women in News, berdasarkan kebijakan dan panduan editorial KBR Media, dengan tetap mempertahankan independensi editorial KBR Media. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  37. 136

    Story of Gery, Penyintas Skizofrenia Melawan Stigma

    Kali ini Podcast Disko mau mengajak kamu mengenal teman-teman dengan Skizofrenia. Pasalnya, orang dengan Skizofrenia (ODS) yang berada di sekitar kita masih kerap mendapat perlakuan buruk. Seperti yang dialami Penyintas Skizofrenia Gery Christian Laurensius Hasugian. Gery bercerita kalau ia kerap diolok-olok orang disekitarnya sampai disebut layak untuk dipasung dan dibawa ke dukun. Pandangan semacam ini datang dari stigma yang tak benar yang tumbuh di masyarakat terhadap orang dengan Skizofrenia. Dan, Gery bertekad untuk melawan stigma yang ada. Langsung saja kita dengar ceritanya salah satu penyintas dari Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), Gery Christian Laurensius Hasugian. Konten ini dibuat oleh KBR Media dengan pendanaan dari Social Impact Reporting Initiative Project WAN IFRA Women in News, berdasarkan kebijakan dan panduan editorial KBR Media, dengan tetap mempertahankan independensi editorial KBR Media.

  38. 135

    Menghadapi Senioritas Berujung Bullying

    Kita dapat menjumpai senioritas di beberapa tempat dan situasi yang sulit dihindari. Sebutlah dalam sebuah organisasi atau institusi pasti terdapat senioritas di mana selalu ada senior dan junior. Senior adalah seorang yang lebih besar atau lebih tinggi posisinya baik berdasarkan usia, pangkat ataupun jabatannya. Sementara junior adalah seorang yang usia atau jabatannya di bawah senior. Menurut KBBI, senioritas adalah keadaan yang lebih tinggi dalam pangkat, pengalaman, dan usia. Sayangnya, senioritas ini tak jarang berujung pada perundungan atau bullying. Lantas, bagaimana menangkal senioritas yang berujung pada bullying? Inilah yang kita obrolin dalam Podcast Diskusi Psikologi "Disko" bareng Supriyanto, S.Psi., M.Si selaku Dosen Prodi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  39. 134

    Tren Konseling ke Psikolog Online, Efektif?

    Tanggal 10 Oktober lalu kita memperingati World Mental Health Day! Podcast Disko juga merayakan hari kesehatan mental sedunia ini dengan menggelar perbincangan asyik soal tren konseling ke psikolog secara online. Di era teknologi ini, kita berharap masyarakat dapat dimudahkan dalam mengakses layanan kesehatan mental. Namun, seberapa efektif sih layanan konseling psikologi via daring ini? Kita dengerin yuk obrolan Mutiara Maharini, Clinical Psychologist dari @personalgrowthid bareng Co-Founder dan CEO @hatiplong, Farah Djalal dan Co-Founder @tabula.id, Arnold Lukito

  40. 133

    Cerpen Bertema Mental Health Lagi Ngetrend

    Belakangan bermunculan karya sastra yang mengangkat isu kesehatan mental. Diantaranya, cerita-cerita pendek di tengah masyarakat yang memantik kesadaran masyarakat atas pentingnya merawat mental. Di Podcast Diskusi Psikologi "Disko" kali ini kita ngobrolin soal seluk beluk cerpen bertema mental health. Tak hanya jadi penikmat, tapi dalam obrolan ini kalian juga akan mendengar kiat-kiat menulisnya dari Angelina Enny, Founder Sekala Kecil. Komunitas Sekala Kecil atau Sekacil merupakan penerbit dan komunitas literasi inklusif yang dinamis, berkomitmen untuk menginspirasi dan menghidupkan dunia literasi Indonesia dengan mengadakan lomba menulis, kelas kecil, dan berbagi pengetahuan tentang kesehatan mental. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  41. 132

    Nonton Konser Ngaruh ke Kesehatan Jiwa?

    Indonesia memang salah satu pasar empuk, musisi dunia hingga grup K-Pop menggelar konser. Selain fans yang berjibun, masyarakat Indonesia juga punya antusiasme yang tinggi buat nonton konser. Konsumen Indonesia bahkan digadang-gadang jadi peringkat tiga di Asia Pasifik soal minatnya menghadiri konser di 2023. Tak jarang buat nonton konser, masyarakat Indonesia mesti war dulu nih. Sebut aja nih ya, yang kemarin sukses melakukan konser di Indonesia itu ada Bruno Mars, Coldplay, Jonas Brothers, juga Ed Sheeran. Gak ketinggalan ada juga konser dan fan meeting K-Pop. Ada fan meeting member EXO Doh Kyung Soo, dan ada konser Fate+ ENHYPEN. Nah di bulan November juga rencananya ada diva-diva di Indonesia yang bakal menggelar konser bertajuk Super Diva. Konser ini menyatukan 3 diva (Kris Dayanti, Titi DJ, dan Ruth Sahanaya) dengan Super Girls LTZ (Tiara Andini, Lyodra, dan Ziva Magnolya). Can't wait! Nah, ada beragam alasan orang buat nonton konser. Tapi yang pasti, ada perasaaan happy yang tercipta. Untuk lebih jelasnya pengaruh nonton konser ke kesehatan jiwa kita obrolkan dalam Podcast Disko "Diskusi Psikologi" bareng Clinical Psychologist sekaligus Co-founder @wefanpsyou, Afini Wirasenjaya. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  42. 131

    Gimana Cerita Praktisi Psikologi yang Dampingi Atlet?

    Tak hanya kemampuan fisik, tapi mental yang kuat adalah modal utama atlet dalam bertanding. Latihan rutin para atlet pun perlu didukung dengan pendampingan psikolog agar persiapan paripurna saat berlaga. Karenanya peran psikolog pendamping atlet sungguhlah besar. Kita bisa lihat dari keberhasilan tim Indonesia di ajang Olimpiade Paris 2024 yang tak lepas dari kinerja tim psikolog sebagai pendamping mental para atlet. Selain itu atlet yang bertanding dalam Pekan Olah Raga Nasional (PON) saat ini juga tak lepas dari pendampingan psikolog. Tapi penasaran gak sih, gimana cerita para psikolog saat mendampingi para atlet? Untuk itulah podcast disko kali ini mengundang Arrumbinang Adikismo selaku Praktisi Psikologi Olahraga. Kita dengerin bareng yuk obrolannya!  *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  43. 130

    Buka-bukaan Mitos Seputar Kesehatan Mental

    Beberapa dari kalian mungkin sudah pernah mendengar anggapan bahwa gangguan jiwa terjadi pada seseorang yang lemah iman atau punya tingkat kecerdasan rendah. Nah itu hanyalah mitos belaka! Dan itu hanyalah dua contoh mitos dari sekian banyak yang beredar di masyarakat! Akibat mitos ini, muncul stigma hingga akhirnya jadi penghalang orang untuk mencari pertolongan atau mengakses layanan kesehatan mental saat memerlukannya. Kebayang, kan, bahayanya? Untuk itulah, Podcast Diskusi Psikologi "Disko" kali ini mau buka-bukaan soal mitos terkait kesehatan mental yang ada dan bagaimana upaya menangkalnya. Host Disko, Mutiara Maharini ngobrolinnya bareng Herni Susanti, S.Kp, M.N., Ph.D (Dosen Keperawatan Jiwa, FIK UI & Co-Principal Investigator STAND-Indonesia), Sayyid M. Jundullah (Advocacy Officer CISDI) dan Lulu Febriawati Task Force Primary Prevention Into The Light Indonesia. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  44. 129

    Kesehatan Mental Pelaku Judol dan Imbas ke Orang Terdekat

    Judi online masih jadi masalah kronis di negeri ini dan pemerintah masih dalam usaha mengatasinya. Betapa tidak, Indonesia menjadi negara dengan pemain judi online terbanyak di dunia dengan jumlah mencapai 3,2 juta orang dan pelakunya sebagian besar berasal dari kalangan menengah bawah. Dampaknya, judi online telah merugikan perekonomian Indonesia mencapai Rp 327 triliun. Namun yang jelas, judi online ini tak hanya merugikan negara tapi juga pelaku dan orang terdekatnya yang turut terimbas dampaknya. Kerugian tersebut tak hanya berupa materi yang bisa dihitung saja. Pasalnya, bagi para pelaku, judi online yang menimbulkan adiksi ini juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan mental seseorang. Lantas bagaimana penanganan yang tepat untuk mereka? Bagaimana dengan orang terdekat di sekitarnya? Bagaimana mesti menyikapinya? Apa yang bisa masyarakat lakukan ketika mengetahui orang di sekitarnya terjerat judi online? Inilah yang kita obrolin di Podcast Diskusi Psikologi "Disko" bareng Aries Yulianto, S.Psi., M. Si. selaku Kepala Program Studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya.

  45. 128

    Revenge Spending Dalih Nyenengin Inner Child?

    Tak semua orang bisa mendapatkan segala yang diingini sewaktu kecil. Sebagian, mungkin kenyang mendengar kalimat "nanti kalau kamu udah besar" dari orang tua mereka saat keinginannya mendapat penolakan. Hingga akhirnya, ketika sudah menginjak usia dewasa dan mandiri secara finansial, mereka memuaskan hasrat diri membeli mainan-mainan yang tak dapat dimiliki ketika masih anak-anak. Atau mungkin mengonsumsi makanan dan minuman yang saat kecil dibatasi oleh orang tua, berbelanja secara tak terkontrol karena kurang tercukupi kebutuhannya di masa lalu. Lantas, berbelanja kalap untuk balas dendam atau revenge spending ini apakah benar dapat memuaskan inner child? Dan, apakah revenge spending ini bisa dibenarkan dengan dalih menyenangkan inner child? Inilah yang diobrolin Psikolog Mutiara Maharani dalam Podcast Disko "Diskusi Psikologi" bareng Maria Jane Tienoviani Simanjuntak, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Dosen prodi psikologi Universitas Pembangunan Jaya. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  46. 127

    Journaling demi Jiwa

    Apa yang terjadi dalam hidupmu selama ini, kamu biarkan berlalu begitu saja atau kamu tuangkan dalam sebuah jurnal? Mungkin dulu sebagian orang mengenalnya dengan sebutan diary, semacam catatan kenangan-kenangan yang perlu diingat dan tak ingin dilupa. Dan, menulis jurnal atau jurnaling ini jadi tren yang tak lekang dimakan waktu. Bahkan semakin banyak yang mengikutinya ketika dirasa manfaatnya bagi kesehatan mental. Jangan lewatkan obrolan seru soal journaling yang menyehatkan mental ini di Podcast Disko "Diskusi Psikologi" kesayangan kamu!  *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  47. 126

    Gimana biar Enggak Terlalu Bucin?

    Podcast Disko kali ini mau bahas masalah cinta. Karena cinta memang bisa jadi masalah bagi yang mengalaminya. Salah satunya adalah perasaan bucin yang enggak bisa terkontrol. Untuk itulah, kita perlu banyak tahu tipsnya biar enggak terlalu bucin. Beberapa dari kalian mungkin juga udah pada tahu ya cerita cinta gamer asal tiongkok yang sempat viral, bernama fatcat. Fatcat digambarkan sangat mencintai sang kekasih hingga rela memberikan segalanya. Namun, apakah rasa cinta yang begitu besar itu yang salah? Atau bagaimana semestinya kadar cinta yang pas dan sehat? Seperti apa mengontrol kebucinan kita terhadap sang kekasih? Itu yang diobrolin @mutiaramaharini  Clinical Psychologist dari @personalgrowthid bareng Psikolog Klinis Peduli Pernikahan, @christineang93 dalam podcast Disko "Diskusi Psikologi" *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  48. 125

    Food & Mood Booster

    Gimana nih kebiasan makan kalian? Atau apa makanan kesukaan kalian? Tiap orang punya makanan favoritnya masing-masing. Mungkin ada yang suka camilan asin, ada yang suka yang super pedas, dan ada yang sukanya makanan manis. Tapi kalian tau gak sih, kalau apa yang kita konsumsi sehari-hari itu sangat berpengaruh pada kesehatan mental kita. Seperti apa? Makanan apa yang berpengaruh baik ataupun buruk buat kesehatan fisik maupun mental kita? Boleh nggak sih ngemil yang manis-manis buat atasi mood yang lagi kacau banget? Nah ini yang mau kita cari tahu lewat obrolan Psikolog Mutiara Maharani bareng Ahli Gizi Putri MJ dalam Podcast Disko "Diskusi Psikologi"! *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  49. 124

    Bumi Memanas Bikin Kena Mental dan Emosional?

    Cuaca tak menentu, hujan berganti panas dengan cepatnya, kadang bisa juga bikin mood tak stabil. Nah kalo merujuk laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), ada keyakinan yang sangat tinggi kalau perubahan iklim itu meningkatkan dampak kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial.Beberapa tekanan yang mungkin timbul dari perubahan iklim, yakni tekanan emosional hingga kecemasan, depresi, kesedihan, dan perilaku bunuh diri. Kenapa itu bisa terjadi, karena panasnya suhu yang kita sangat kita rasakan belakangan ini, mampu memicu kecemasan, stres, dan gangguan stres pasca trauma (PTSD). Karena risiko dampak kesehatan itulah, yang membuat kita mestinya lebih concern sama perubahan iklim. Nah di Podcast Disko episode kali ini Mahari bakal ngobrolin kiat menjalani hidup selaras sama alam dan apa yang bisa kita lakukan perkara perubahan iklim ini, bareng Zalfa Alfianisa Sebagai Tim  Publik Relation dari Youth for Claimate Change (YFCC). *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  50. 123

    Teman Makin Dikit, Gimana Jaga Hubungan Ikrib?

    Apakah jumlah teman kamu sekarang masih sama dengan yang dulu? Atau kamu mulai merasa kalau jumlah teman sudah enggak sebanyak dulu. Banyak yang bilang: "teman datang dan pergi" . Bahkan, sahabat-sahabat yang kamu miliki saat zaman sekolah mungkin tidak lagi ada di circle kamu. Nah menurut kalian, ini  hanya sekadar kebetulan, atau memang ada fenomena menarik yang terjadi pada orang dewasa lainnya? Nah Podcast Disko "Diskusi Psikologi" ngomongin soal ini bareng Irwan yang lebih dikenal dengan panggilan wantja, creator mental health doodle. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

Type above to search every episode's transcript for a word or phrase. Matches are scoped to this podcast.

Searching…

No matches for "" in this podcast's transcripts.

Showing of matches

No topics indexed yet for this podcast.

Loading reviews...

ABOUT THIS SHOW

Podcast Disko "Diskusi Psikologi" hadir untuk menemani dan membantu kamu memahami isu-isu kesehatan mental yang akrab dengan kehidupan sehari-hari mulai dari dinamika pertemanan, dilema karier, hingga urusan hati yang seringkali rumit. Dipandu oleh psikolog klinis dan narasumber yang kompeten, setiap episode dikemas secara hangat, santai, dan penuh makna.Diskusi Psikologi adalah ruang aman untuk mengenal diri sendiri, memahami perasaan, dan menemukan insight baru.Dengarkan dan Tonton Podcast Disko di KBR.ID, Spotify, dan kanal YouTube KBR.Podcast Disko, Karena Kamu Sepenting Itu!

HOSTED BY

KBR Prime

CATEGORIES

URL copied to clipboard!