-
50
Segmen 50
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
49
Segmen 49
Kalo ada orang udah ngga mau cerita kehidupan pribadinya yaudah terima aja Ngga usah pake mancing-mancing lagi, terus-terusan nyoba lagi Sok-sokan bilang kalo bisa jadi pendengar yang baik, padahal cuma penasaran doang
-
48
Segmen 48
Kalo ada orang udah ngga mau cerita kehidupan pribadinya yaudah terima aja Ngga usah pake mancing-mancing lagi, terus-terusan nyoba lagi Sok-sokan bilang kalo bisa jadi pendengar yang baik, padahal cuma penasaran doang
-
47
Segmen 47
Bukan tentang dia yang ada ketika kamu lagi senang, tapi dia yang ada ketika kamu lagi susah.
-
46
Segmen 46
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
45
Segmen 45
Kalau lagi ada masalah jangan lari, ambil jeda terus hadapi. Kenapa? Karena pada akhirnya kita pasti akan bertemu dengan masalah yang sama walau dengan konteks dan timing yang berbeda.
-
44
Segmen 44
Bukan tentang dia yang ada ketika kamu lagi senang, tapi dia yang ada ketika kamu lagi susah.
-
43
Segmen 43
Bukan tentang dia yang ada ketika kamu lagi senang, tapi dia yang ada ketika kamu lagi susah.
-
42
Segmen 42
Kalo ada orang udah ngga mau cerita kehidupan pribadinya yaudah terima aja Ngga usah pake mancing-mancing lagi, terus-terusan nyoba lagi Sok-sokan bilang kalo bisa jadi pendengar yang baik, padahal cuma penasaran doang
-
41
Segmen 41
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
40
Segmen 40
Kalo ada orang udah ngga mau cerita kehidupan pribadinya yaudah terima aja Ngga usah pake mancing-mancing lagi, terus-terusan nyoba lagi Sok-sokan bilang kalo bisa jadi pendengar yang baik, padahal cuma penasaran doang
-
39
Segmen 39
Bukan tentang dia yang ada ketika kamu lagi senang, tapi dia yang ada ketika kamu lagi susah.
-
38
Segmen 38
Bukan tentang dia yang ada ketika kamu lagi senang, tapi dia yang ada ketika kamu lagi susah.
-
37
Segmen 37
Bukan tentang dia yang ada ketika kamu lagi senang, tapi dia yang ada ketika kamu lagi susah.
-
36
Segmen 36
Bukan tentang dia yang ada ketika kamu lagi senang, tapi dia yang ada ketika kamu lagi susah.
-
35
Segmen 35
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
34
Segmen 34
Kalau lagi ada masalah jangan lari, ambil jeda terus hadapi. Kenapa? Karena pada akhirnya kita pasti akan bertemu dengan masalah yang sama walau dengan konteks dan timing yang berbeda.
-
33
Segmen 33
Sebelum memulai dengan yang baru, tolong selesaiin dulu masa lalu.
-
32
Segmen 32
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
31
Segmen 31
Bukan tentang dia yang ada ketika kamu lagi senang, tapi dia yang ada ketika kamu lagi susah.
-
30
Segmen 30
People left you out in the cold and then get mad when you learn how to get warm by your damn self
-
29
Segmen 29
Kalo ada orang udah ngga mau cerita kehidupan pribadinya yaudah terima aja Ngga usah pake mancing-mancing lagi, terus-terusan nyoba lagi Sok-sokan bilang kalo bisa jadi pendengar yang baik, padahal cuma penasaran doang
-
28
Segmen 28
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
27
Segmen 27
Sedang membangun jembatan kepercayaan yang roboh.
-
26
Segmen 26
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
25
Segmen 25
Bukan tentang dia yang ada ketika kamu lagi senang, tapi dia yang ada ketika kamu lagi susah.
-
24
Segmen 24
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
23
Segmen 23
Sebelum memulai dengan yang baru, tolong selesaiin dulu masa lalu.
-
22
Segmen 22
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
21
Segmen 21
Kalo ada orang udah ngga mau cerita kehidupan pribadinya yaudah terima aja Ngga usah pake mancing-mancing lagi, terus-terusan nyoba lagi Sok-sokan bilang kalo bisa jadi pendengar yang baik, padahal cuma penasaran doang
-
20
Segmen 20
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
19
Segmen 19
Kalo ada orang udah ngga mau cerita kehidupan pribadinya yaudah terima aja Ngga usah pake mancing-mancing lagi, terus-terusan nyoba lagi Sok-sokan bilang kalo bisa jadi pendengar yang baik,
-
18
Segmen 18
Sebelum memulai dengan yang baru, tolong selesaiin dulu masa lalu.
-
17
Segmen 17
Kalau lagi ada masalah jangan lari, ambil jeda terus hadapi. Kenapa? Karena pada akhirnya kita pasti akan bertemu dengan masalah yang sama walau dengan konteks dan timing yang berbeda.
-
16
Segmen 16
Kalo ada orang udah ngga mau cerita kehidupan pribadinya yaudah terima aja Ngga usah pake mancing-mancing lagi, terus-terusan nyoba lagi Sok-sokan bilang kalo bisa jadi pendengar yang baik, padahal cuma penasaran doang
-
15
Segmen 15
Kalau lagi ada masalah jangan lari, ambil jeda terus hadapi. Kenapa? Karena pada akhirnya kita pasti akan bertemu dengan masalah yang sama walau dengan konteks dan timing yang berbeda.
-
14
Segmen 14
Salah satu manfaat dari personal finance yaitu Personal finance dapat membantu kita dalam mencapai sesuatu yang kita inginkan, misalnya membeli rumah, memiliki dana pensiun, dan lainnya. Semua orang pastinya mempunyai financial goals yang ingin mereka capai dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
-
13
Segmen 13
Kalau lagi ada masalah jangan lari, ambil jeda terus hadapi. Kenapa? Karena pada akhirnya kita pasti akan bertemu dengan masalah yang sama walau dengan konteks dan timing yang berbeda.
-
12
Segmen 12
Sebelum memulai dengan yang baru, tolong selesaiin dulu masa lalu.
-
11
Segmen 11
Kalau lagi ada masalah jangan lari, ambil jeda terus hadapi. Kenapa? Karena pada akhirnya kita pasti akan bertemu dengan masalah yang sama walau dengan konteks dan timing yang berbeda.Salah satu manfaat dari personal finance yaitu Personal finance dapat membantu kita dalam mencapai sesuatu yang kita inginkan, misalnya membeli rumah, memiliki dana pensiun, dan lainnya. Semua orang pastinya mempunyai financial goals yang ingin mereka capai dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
-
10
Segmen 10
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
9
Segmen 9
Kalo ada orang udah ngga mau cerita kehidupan pribadinya yaudah terima aja Ngga usah pake mancing-mancing lagi, terus-terusan nyoba lagi Sok-sokan bilang kalo bisa jadi pendengar yang baik, padahal cuma penasaran doang
-
8
Segmen 8
Salah satu manfaat dari personal finance yaitu Personal finance dapat membantu kita dalam mencapai sesuatu yang kita inginkan, misalnya membeli rumah, memiliki dana pensiun, dan lainnya. Semua orang pastinya mempunyai financial goals yang ingin mereka capai dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
-
7
Segmen 7
Sisi perfeksionis itu sebenarnya istimewa. Kita menuntut diri kita untuk menghasilkan “sesuatu” yang luar biasa. Tapi sayangnya kita lupa bahwa hasil luar biasa tercipta dari repetisi.
-
6
Segmen 6
Sebelum memulai dengan yang baru, tolong selesaiin dulu masa lalu.
-
5
Tapak 5
I see something in you that I can’t explain.
-
4
Tapak 4
Jika pada usia sebelumnya i am nothing, di usia yang baru ini i must be something. Semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Terus belajar dan berkarya tak kenal lelah karena hasil tak pernah mengingkari kerja keras
-
3
Tapak 3
terimakasih kepada mereka yang telah mengingatkan
-
2
Tapak 2
Hinaan bodoh itu adalah bahan bakar utama untuk bisa selalu beljar dan berlatih.
-
1
Bermain dengan ekpektasi orang
Lama lama juga akan cape pada waktunya. Jadinya diri sendiri. Apa adanya
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
Loading similar podcasts...