PODCAST · society
Podcast Telaga Humanistik
by Anshar Aminullah
Podcast Telaga HumanistikDi tengah riuhnya dunia yang bergerak tanpa henti, Telaga Humanistik Podcast hadir sebagai jeda, tempat kita menepi sejenak, menyesap cerita, dan menyelam ke kedalaman rasa. Di sini, setiap episode mengalir layaknya telaga yang memantulkan langit: tenang di permukaan, namun sarat makna di kedalaman.Kami berbincang tentang kemanusiaan, cinta, kesepian, harapan, hingga filosofi kecil yang sering luput kita sadari.Buka telinga, istirahatkan penat, dan biarkan Telaga Humanistik menjadi ruang aman di antara kesibukan Anda.Kunjungi Kami di:www.ansharaminullah.com
-
82
Moral 11 - Ep 6 - Idul Fitri dan Penegakan Hukum
Idul Fitri mengajarkan kita satu hal penting: keadilan sejati selalu berangkat dari nurani. Puasa melatih kejujuran bahkan ketika tak ada yang melihat. Ia mendidik manusia agar patuh bukan karena takut, melainkan karena sadar.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
81
Moral 11 - Ep 5 - Puasa dan Para Penikmat Kekayaan Negeri
Puasa mengajarkan kita menunda.Menunda keinginan, menunda kesenangan, menunda ego.Ia mendidik tangan agar tahu kapan harus memberi, dan mendidik hati agar tahu kapan harus cukup.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
80
Moral 11 - Ep 4 - Ramadhan, Cermin Sunyi bagi Para Penegak Hukum
Ramadhan itu luar biasa.Ia bukan hanya soal puasa,tetapi tentang keberanian untuk mengakui kekeliruan sebelum menuntut kesempurnaan dari orang lain.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
79
Moral 11 - Ep 3 - Hakim, Etika, dan Masa Depan Hukum Kita
Mahkamah Konstitusi seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan, bukan sekadar bangunan megah dengan palu hakim yang berat. Ia hidup dari wibawa moral, dari keyakinan publik bahwa putusan yang lahir di dalamnya tak hanya benar menurut undang-undang, tetapi juga pantas menurut nurani.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
78
Moral 11 - Ep 2 - Hutan, Hukum, dan Ingatan Kita yang Luka
Bencana alam sering kita sebut sebagai takdir.Padahal, banyak di antaranya adalah hasil dari keputusan manusia.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
77
Moral 11 - Ep 1 - Membela Cinta Menjadi Tersangka
Tugas kita bukan memilih salah satu,melainkan mencari jembatan agar keadilan tak kehilangan rasa,dan rasa tak kehilangan keadilan.Kunjungi Kami di : www.ansharaminullah.com
-
76
Realita 10- Ep 6- Gerobak Jualan, dan Doa Sang Ibu di Kampung
Di kota, hidupnya tak hanya soal jualan.Di sela-sela waktu istirahat yang sempit,ia kerap duduk bersama anak-anak jalanan,mendengar cerita yang jarang dipercaya orang dewasa.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
75
Realita 10 - Ep 5 - Anak Jalanan dan Pengemis di Lampu Merah
Anak jalanan dan pengemis di lampu merah adalah potret kecil dari paradoks sosial kita.Di tengah gemerlap kota dan gedung megah, masih ada ruang yang tidak pernah disentuh cahaya: ruang kemiskinan, kehilangan, dan ketidakpedulian.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
74
Realita 10 - Ep 4 - Begal dan Geng Motor yang Tetap Eksis Berulah
Mungkin geng itu bukan sekadar kelompok kriminal, tapi tempat di mana seseorang akhirnya merasa diterima meski dengan cara yang salah.Dan di situlah tragisnya, ketika rasa memiliki datang bukan dari kasih, tapi dari kekerasan.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
73
Realita 10 - Ep 3 - Gang Sempit dan Lorong Kumuh di Tengah Kota Besar
Gang sempit itu seperti cermin kecil dari wajah besar kota kita.Ia memantulkan sisi lain dari kemajuan yang tak sempat disentuh pembangunan,yang jarang masuk dalam berita,tapi justru menyimpan denyut kehidupan paling jujur.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
72
Realita 10 - Ep 2 - Perempuan Malam dan Para Pria Calon Pelanggannya
Kadang kita cepat menghakimi perempuan malam sebagai simbol dosa, tapi jarang bertanya: siapa yang menciptakan malam itu?Mungkin dosa yang sebenarnya lahir bukan dari tubuh mereka, melainkan dari sistem yang membiarkan manusia bertahan dengan cara yang melukai harga dirinya.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
71
Realita 10 - Ep 1 - Ironi di Larangan Tidur Melepas Lelah di Masjid
Larangan tidur di masjid mungkin lahir dari niat menjaga adab. Tapi adab tanpa empati bisa berubah menjadi kesombongan rohani.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
70
Ruang Hati 9 - Ep 5 - Ketika Empati Menjadi Langka
Empati bukan sekadar simpati yang lembut di bibir, tapi keberanian untuk hadir di ruang sakit orang lain tanpa menghakimi.Ia adalah kemampuan untuk menahan lidah,menundukkan ego, dan menatap manusia lain dengan kesadaran bahwa kita pun bisa berada di tempatnya.Kunjungi Kami di : www.ansharaminullah.com
-
69
Ruang Hati 9 - Ep 4 - Menjaga Teduh Di Antara Adab Dan Logika
Santri selalu diajarkan untuk menghormati kiainya bahkan lebih tinggi dari diri sendiri.Namun kadang, dalam kekaguman yang mendalam itu, lahir pula fanatisme yang membutakan.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
68
Ruang Hati 9 - Ep 3 - Menemukan Teduh Di Tengah Bising
Menemukan teduh di tengah bising bukan berarti menjauh dari dunia. Ia bukan pelarian, tapi pemulihan. Sebab kadang, ketenangan bukan tentang di mana kita berada, melainkan tentang bagaimana kita hadir utuh, tanpa terburu-buru.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
67
Ruang Hati 9 - Ep 2 - Etika yang Lelah
Etika yang lelah bukan berarti hilang.Ia hanya terluka karena terus mencoba menuntun manusia di jalan yang ramai dengan kepentingan.Ia terus berbisik lembut di tengah dunia yang berteriak keras tentang hasil, kuasa, dan citra.Ia menuntut kebaikan di tengah orang-orang yang lebih memilih kemenangan.Kunjungi Kami Di :www.ansharaminullah.co
-
66
Ruang Hati 9 - Ep 1 - Saat Kita Merasa Sunyi Di Keramaian
Ada saat di mana langkah kita terdengar begitu pelan… padahal di sekitar, dunia sedang ramai. Orang berbicara, tertawa, musik mengalun namun di dalam dada, ada ruang kosong yang tak tersentuh siapa pun.Itulah kesunyian yang paling halus: sunyi di tengah keramaian.Kunjungi Kami di : www.ansharaminullah.com
-
65
Teladan 8 - Ep 5 - Jika Umar Bin Khattab Berbicara Dengan Anggota DPR & Menteri Keuangan Soal APBN
Kehadiran Umar di ruang paripurna bukan hanya sebuah fantasi sejarah, melainkan cermin kolektif. Ia memaksa kita bertanya: apakah anggaran kita disusun untuk kesejahteraan rakyat atau untuk kemegahan kekuasaan? Apakah APBN adalah alat keadilan, atau sekadar daftar belanja politis?
-
64
Teladan 8 - Ep 4 - Andai Akhlak Siti Khadijah Menjadi Contoh Kehidupan Bagi Istri Para Pejabat
Keteladanan Khadijah seharusnya menjadi napas bagi rumah tangga pejabat dan abdi negara di negeri ini. Kesederhanaan bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan moral.Keteguhan mendampingi suami bukan berarti ikut menikmati fasilitas, tetapi ikut menjaga amanah. Sebab kekuasaan tanpa akhlak akan melahirkan keserakahan, dan keserakahan tanpa malu hanya akan menambah jarak antara pemimpin dan rakyatnya.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
63
Teladan 8 - Ep 3 - Membayangkan KH Idham Chalid Hadir di Muktamar X PPP
Jika kita menganggap bahwa sebagian kebijaksanaan politik lahir bukan semata dari podium megah atau mikrofon berlapis protokol, maka muktamar, dengan segala riuhnya, adalah ruang yang penuh cerita. Bukan karena sorotan lampu dan spanduknya yang hijau menyala, tetapi karena di sanalah ambisi, doa, dan kepentingan berbaur menjadi satu tarian yang kadang indah, kadang getir.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
62
Teladan 8 - Ep 2 - Mohammad Hatta Dan Warisan Hidup Sederhana Bagi Setiap Pejabat Negara
Nama Hatta adalah air jernih yang mengingatkan kemerdekaan sejati bukan hanya soal mengusir penjajah, tetapi juga membebaskan diri dari kerakusan.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
61
Teladan 8 - Ep 1 - Membayangkan Jend. Polisi (Purn) Hoegeng Menjadi Tim Reformasi Polri
Mungkin di sinilah letak makna kehadiran Hoegeng dalam imajinasi kita. Ia bukan sekadar nostalgia masa lalu, melainkan cermin kerinduan kolektif: bangsa ini merindukan polisi yang berani menegakkan hukum sekaligus tulus melayani rakyat. Di tengah morat-maritnya demokrasi, kita semakin sadar bahwa masa depan Polri bergantung bukan hanya pada strategi, melainkan pada jiwa yang tak tergadaikan.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
60
Politikos 7 -Ep 7- Parlemen Tersenyum, Rakyat Mengencangkan Ikat Pinggang
Di negeri ini, anggaran negara kerap hadir seperti pesta kembang api: gemerlap, penuh janji, tapi cepat padam dan meninggalkan asap. Setiap tahun, parlemen berkumpul, mengetuk palu, dan menyetujui triliunan rupiah pengeluaran, seolah keputusan itu adalah hadiah bagi rakyat. Padahal, di balik tabel dan proyeksi, yang sesungguhnya dibagi bukan hanya dana, melainkan juga beban.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
59
Politikos 7 - Ep 6 - Janji Yang Menyala Di Baliho, Namun Padam Di Parlemen
Pada akhirnya, janji politik di negeri ini sering kali hanyalah down payment pada kredibilitas, bukan hutang yang harus dibayar. Kata “sedang diperjuangkan” menjadi mantra elastis untuk menunda tanggung jawab hingga lima tahun ke depan.Kunjungi Kami di:www.ansharaminullah.com
-
58
Politikos 7 - Ep 5 - Pertumbuhan Di Grafik, Kekosongan Di Dapur
Para pendiri bangsa dulu mewariskan cita-cita yang sederhana tapi mulia: bahwa kemerdekaan harus bermuara pada keadilan sosial. Bung Karno pernah berkata, politik tidak boleh dipisahkan dari perut rakyat.Bung Hatta menegaskan, ekonomi tidak boleh menjadi monopoli segelintir orang, tapi harus menjamin kesejahteraan bersama. Dan Tan Malaka pernah mengingatkan, tanpa perut yang kenyang, demokrasi hanya jadi bayangan semu.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
57
Politikos 7 - Ep 4 - Kotak Suara & Server Discord: Belajar Demokrasi Dari Nepal Untuk Indonesia
Beberapa hari lalu, dunia politik Nepal membuat kejutan kecil tapi bergema besar: pemilihan Perdana Menteri interim dilakukan lewat aplikasi Discord. Ya, benar… aplikasi yang biasanya dipakai anak muda untuk mabar game, ngobrol di voice channel, atau debat kusir soal build karakter RPG, tiba-tiba jadi arena politik tingkat tinggi. Sederhana, cepat, transparan, dan yang paling penting setara. Tidak ada podium megah, tidak ada protokol berlapis, hanya layar ponsel dan jempol yang menekan pilihan.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
56
Politikos 7 - Ep 3 - Kuasa & Luka Kolektif Bangsa
Di negeri ini, kekuasaan sering datang seperti hujan tropis: deras, tiba-tiba, dan sering meninggalkan genangan. Setiap pergantian rezim, kita disuguhi janji seolah-olah arah bangsa akan diubah total. Padahal, di balik layar, struktur kuasa jarang benar-benar berganti. Elite lama berganti wajah, tapi jaring kepentingan tetap utuh. Luka kolektif rakyat pun tidak sembuh, hanya disapu dengan cat baru agar tampak seakan segar.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
55
Politikos 7 - Ep 2 - Suara Yang Hilang Di Balik Kotak Suara
Ironi Demokrasi kita hari ini, Kita bawa harapan, mereka bawa algoritma.Di atas kertas, pemilu adalah ajang kebebasan memilih. Tapi di dunia real, algoritma medsos, iklan politik berbayar, serta para buzzer bayangan ikut menentukan siapa yang terlihat mulia, siapa yang dianggap hina. Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
54
Politikos 7 - Ep 1 - Reshuffle, Simfoni Baru Atau Sekadar Ganti Nada?
Di panggung politik, reshuffle sering dipentaskan seperti pertunjukan teater. Lampu sorot diarahkan ke menteri yang baru dilantik.Kata-kata diucapkan penuh harapan, seolah-olah dengan mengganti pemain, cerita akan berubah. Padahal, penonton yang sudah lama duduk di kursi rakyat tahu: sering kali naskahnya tetap sama, hanya aktornya yang berganti kostum.Kunjungi Kami di : www.ansharaminullah.com
-
53
Motivasi 6 - Ep 10 - Gerhana Bulan Total, Simfoni Kosmik Tentang Kesabaran
Gerhana bulan total sesungguhnya adalah simfoni kosmik, di mana bumi, bulan, dan matahari menari dalam keteraturan, sambil mengajarkan kita satu hal, bahwa dalam kesabaran, manusia menemukan makna terdalam untuk terus berjalan di tengah gelap, sampai fajar menyapa.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
52
Motivasi 6 - Ep 9 - Antara Stoikisme & Mengalah Pada Keadaan
Dalam tradisi Islam, Imam Hasan al-Bashri pernah berpesan: “Ridha terhadap takdir Allah adalah puncak ketenangan hati.” Ada kesesuaian yang indah di sini, Stoikisme mengajarkan acceptance, sementara sufisme mengajarkan ridha. Keduanya menuntun manusia untuk berdamai dengan kenyataan tanpa kehilangan arah spiritual.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
51
Motivasi 6 - Ep 8 - Kesombongan, Saat Ego Menyamar Jadi Kebenaran
Dalam sejarah manusia, kesombongan selalu hadir dalam berbagai rupa. Kadang ia muncul di panggung politik, kadang dalam ilmu pengetahuan, kadang dalam relasi sehari-hari. Ia ibarat virus halus yang tak terlihat, namun perlahan melumpuhkan hati. Lihatlah, dari kisah Fir’aun yang mengaku tuhan, hingga tragedi modern ketika manusia merasa teknologi dapat menaklukkan alam semesta. Semua ini adalah wajah dari satu hal: ego yang berkamuflase sebagai kebenaran.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
50
Motivasi 6 - Ep 7 - Shalat, Titik Tengah Antara Jiwa dan Jagat Raya
Mungkin memang benar, saat kita berdiri tegak dalam takbir, sejatinya kita sedang selaras dengan tegaknya poros bumi. Saat rukuk, kita tunduk seperti orbit planet yang patuh pada garis edarnya. Saat sujud, dahi kita menyentuh tanah, seakan mengingatkan bahwa meski kita bagian dari kosmos, kita hanyalah debu kosmik yang diberi kesempatan singkat untuk bersujud.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
49
Motivasi 6 - Ep 6 - Maulid Nabi, Jejak Cinta di Tengah Luka Dunia
Para sufi menyebut Nabi Muhammad sebagai insan kamil, cermin kesempurnaan manusia yang memadukan kasih sayang, kebijaksanaan, dan keberanian. Dengan meneladani beliau, manusia belajar bagaimana mencintai tanpa menuntut, memimpin tanpa menindas, dan hidup tanpa meninggalkan luka.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
48
Motivasi 6 - Ep 5 - Ada Dua Kemudahan Untuk Satu Kesulitan
Kadang, kesulitan hanyalah bungkus keras yang menyembunyikan inti manis di dalamnya. Kesabaran menjadi kunci membuka bungkus itu, sementara tawakal menjadi cahaya yang menuntun tangan kita agar tidak gemetar dalam menunggu.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
47
Motivasi 6 - Ep 4 - Tawakal, Melepaskan Tanpa Kehilangan
Melepaskan bukan berarti kehilangan. Justru di situlah kita menemukan kebebasan batin. Sebab ketika hasil tidak lagi menjadi beban, usaha kita menjadi lebih murni, doa lebih jernih, dan hati lebih ringan.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
46
Motivasi 6 - Ep 3 - Tenang Yang Tumbuh Dari Zikir
Menjalani hidup tanpa zikir ibarat menempuh padang pasir tanpa air. Semakin jauh melangkah, semakin kering jiwa terasa. Namun, sekali zikir hadir, ia menjadi oasis, menyegarkan pikiran, melembutkan hati, dan memberi arah di tengah kebingungan.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
45
Motivasi 6 - Ep 2 - Harapan Yang Dibisikkan Langit
Dalam hidup, langit bukan hanya bentangan kosong di atas kepala kita, melainkan cermin luas yang memantulkan dinamika batin manusia keresahan, doa, sekaligus kerinduan akan makna. Setiap fajar, senja, dan bintang yang menyala, seolah mengirim pesan simbolis tentang siklus kehidupan: bahwa gelap dan terang selalu berdampingan, bahwa putus asa hanyalah separuh dari cerita sebelum harapan menyusul datang.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
44
Motivasi 6 - Ep 1 - Takdir, Usaha, dan Hikmah yang Menyusul
Kita hidup dalam dunia yang paradoks: bekerja keras tapi kadang hasilnya tak sebanding, berdoa sungguh-sungguh tapi jalan yang terbuka justru berbeda dari yang kita inginkan. Lalu kita bertanya: adakah makna di balik semua ini? Jawabannya: ya, selalu ada. Karena setiap usaha, meski kecil, adalah bagian dari sketsa besar yang melampaui hitungan kita.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
43
Mistis 5 - Ep 6 - Ketika Api di DPRD Membawa 4 Nama ke Langit
Malam itu, kantor DPRD Makassar bukan sekadar bangunan beton. Ia berubah menjadi altar besar yang menelan 4 nama: Abay, Sarina, Saiful, dan Budi. Mereka bukan sekadar korban yang tersisa dalam berita pagi; mereka adalah jiwa yang terbawa dalam nyala, menjadi bagian dari cerita kolektif kota yang berduka.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
42
Mistis 5 - Ep 5 - Ketika Jalan Menjadi Perhentian Terakhir Affan Kurniawan
Bayangkan malam itu di sekitar gedung DPR RI. Langit berat, dipenuhi teriakan tuntutan, bendera yang berkibar, dan asap yang menguar. Di tengah kerumunan, langkah Affan seolah hanyut bersama arus sejarah. Ia bukan orator, bukan pula elit politik. Ia hanya anak bangsa biasa yang mencari nafkah, tetapi takdir mempertemukannya dengan jalannya sendiri.Ketika mobil aparat melintas dan tubuhnya tergilas, jalan yang selama ini menjadi sahabat pencariannya justru berbalik rupa: dari tempat kerja menjadi altar pengorbanan. Asfalt hitam yang biasa dilalui ribuan ban motor kini menyimpan jejak darah dan takdir yang tak bisa ditawar.Kunjungi Kami di : www.ansharaminullah.com
-
41
Mistis 5 - Ep 4 - Langkah Tak Berwujud
Ada kalanya kita mendengar suara, tetapi tak melihat pemiliknya. Dentuman halus di lorong, gesekan lantai kayu, atau gema langkah yang datang lalu hilang di udara. Itu bukan sekadar bunyi, melainkan tanda, bahwa realitas kita mungkin sedang disentuh oleh sesuatu yang tak berwujud.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
40
Mistis 5 - Ep 3 - Jangan Lihat Ke Belakang
Bayangkan: kamu berjalan di lorong sepi, langkah kakimu bergema, udara menusuk kulit, lalu tiba-tiba nalurimu berbisik: ada sesuatu di belakangmu. Tubuhmu merinding, seolah dikejar tatapan tak kasat mata. Logikamu bilang itu hanya ilusi, tapi jiwamu tahu: ada energi yang sedang mengikuti.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
39
Mistis 5 - Ep 2 - Bisikan di Balik Cahaya
Mistiknya, bisikan di balik cahaya bisa jadi adalah pesan dari lapisan realitas yang tidak terjangkau indra. Saat kita merasakan “suara” di balik cahaya, barangkali itu bukan halusinasi, melainkan panggilan dari kesadaran kolektif, atau bahkan resonansi jiwa kita sendiri yang sedang mencoba mengingat sesuatu.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
38
Mistis 5 - Ep 1 - Penunggu Di Batu Nisan Tua
Kuburan selalu menyimpan cerita. Bagi sebagian orang, ia hanyalah tanah yang ditumpuki batu nisan, sekadar tanda bahwa tubuh manusia telah kembali ke bumi. Namun, bagi yang berani mendengarkan dengan hati, kuburan adalah ruang sunyi tempat getaran masa lalu, doa yang tertinggal, dan jiwa-jiwa yang belum selesai berdiam.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
37
Religi 4 - Ep 8 - Déjà Vu, Jangan-Jangan Sebelum Di Bumi Kita Pernah Mengalaminya?
Déjà vu itu seperti bisikan samar dari ruang yang tak kasat mata. Getaran halus yang merobek lapisan realitas, seolah semesta sedang menyingkap sedikit tirainya agar kita mengintip apa yang sebenarnya terjadi di balik kehidupan.Bayangkan, kamu sedang berjalan di jalanan asing, lalu tiba-tiba tubuhmu merinding. Semua terasa akrab, gedung, cahaya, aroma, bahkan percakapan orang-orang yang belum pernah kamu temui. Otakmu bilang ini ilusi, tetapi jiwamu mengenali: “Aku pernah di sini sebelumnya.”Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
36
Religi 4 - Ep 7 - Semesta Yang Menyimpan Ingatan
Sejak kecil kita diajari bahwa waktu itu linear—masa lalu di belakang, masa depan di depan, dan kita hanya bisa bergerak maju. Namun, saat menatap langit malam dan melihat cahaya bintang, gagasan itu mulai goyah. Cahaya yang tiba di mata kita hari ini sesungguhnya lahir jutaan tahun lalu. Dengan kata lain, semesta menyimpan ingatan: masa lalu tidak pernah sepenuhnya lenyap, ia tetap hadir, menjelma kilatan cahaya yang menembus ruang dan singgah pada kesadaran kita kini.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
35
Religi 4 - Ep 6 - Qadha & Qadhar Dalam Sistem Mikrokosmik - Makrokosmik
Qadha dan qadhar bukan semata tentang garis yang ditulis di Lauhul Mahfudz. Ia adalah blueprint kosmik yang juga ditulis dalam DNA, dalam denyut jantung, dalam algoritma kesadaran. Kalau bumi bergetar, manusia ikut bergetar. Kalau jiwa resah, semesta pun mengirim tanda. Hubungan mikro dan makro ini bukan kebetulan, tapi jaringan rahasia yang mengingatkan kita: hidup bukan sekadar pilihan kecil sehari-hari, tapi bagian dari pola besar yang sudah digambar sebelum kita lahir.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
34
Religi 4 - Ep 5 - Hari Akhirat Dan Siklus Tata Surya Semesta
Hari akhirat, kata mereka. Heat Death of the Universe, kata fisikawan. Nama boleh berbeda, tapi intinya sama: semua yang lahir akan mati, semua cahaya akan padam, semua siklus akan berhenti pada satu titik kesunyian.Kita hidup di tata surya yang indah: bumi menari mengelilingi matahari, bulan menjaga ritme malam, bintang-bintang memberi arah. Tapi apa jadinya kalau tarian ini berhenti? Kalau gravitasi tak lagi mengikat, kalau planet-planet tercerai berai?Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
-
33
Religi 4 - Ep 4 - Waktu Cepat Berjalan, Apakah Dunia Semakin Tua?
Dalam beberapa dekade terakhir, banyak orang merasakan bahwa waktu berjalan semakin cepat. Hari-hari melesat, minggu berganti bulan, tahun pun seakan terlipat. Bukan sekadar perasaan, fenomena ini menyentuh saraf kesadaran kita. Fisikawan kuantum William A. Tiller pernah menyebut bahwa kesadaran manusia terhubung dengan struktur ruang-waktu. Jika getaran kosmik bergeser, maka persepsi kita atas waktu pun ikut bergeser.Kunjungi Kami di :www.ansharaminullah.com
No matches for "" in this podcast's transcripts.
No topics indexed yet for this podcast.
Loading reviews...
ABOUT THIS SHOW
Podcast Telaga HumanistikDi tengah riuhnya dunia yang bergerak tanpa henti, Telaga Humanistik Podcast hadir sebagai jeda, tempat kita menepi sejenak, menyesap cerita, dan menyelam ke kedalaman rasa. Di sini, setiap episode mengalir layaknya telaga yang memantulkan langit: tenang di permukaan, namun sarat makna di kedalaman.Kami berbincang tentang kemanusiaan, cinta, kesepian, harapan, hingga filosofi kecil yang sering luput kita sadari.Buka telinga, istirahatkan penat, dan biarkan Telaga Humanistik menjadi ruang aman di antara kesibukan Anda.Kunjungi Kami di:www.ansharaminullah.com
HOSTED BY
Anshar Aminullah
Loading similar podcasts...