01 Juni 2026 - Komitmen Melakukan Kehendak Allah | 2 Tawarikh 16–17 episode artwork

EPISODE · May 31, 2026 · 5 MIN

01 Juni 2026 - Komitmen Melakukan Kehendak Allah | 2 Tawarikh 16–17

from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus

Komitmen Melakukan Kehendak AllahSenin, 1 Juni 2026Bacaan Alkitab hari ini:2 Tawarikh 16–17Raja Asa telah menjauhkan hatinya dari Tuhan. Dalam 2 Tawarikh 15, Raja Asa mempercayakan hidupnya serta kerajaannya kepada Allah, dan Allah memberikan kemenangan. Akan tetapi, dalam bacaan Alkitab hari ini, saat menghadapi ancaman Baesa, yaitu raja Israel, Raja Asa tidak mencari pertolongan Tuhan, tetapi meminta bantuan Benhadad, raja Aram. Permintaan bantuan ini tidak gratis, tetapi Raja Asa harus menyerahkan upeti berupa emas dan perak yang diambil dari perbendaharaan rumah Tuhan. Tindakan Raja Asa ini bukan tindakan yang benar di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan mengingatkan Raja Asa dengan mengutus Hanani—seorang pelihat atau nabi—untuk mengingatkan bahwa Tuhan pernah menolong saat Raja Asa menghadapi ancaman musuh (tentara Etiopia dan Libia) yang lebih kuat daripada musuh yang saat itu sedang dihadapi oleh rakyat Yehuda (tentara Israel Utara) serta menegur kesalahan Raja Asa yang tidak mengandalkan Tuhan, tetapi mengandalkan pertolongan manusia (tentara Aram). Teguran ini ternyata tidak membuat Raja Asa sadar dan bertobat. Sebaliknya, Raja Asa menolak teguran firman Tuhan dan justru memutuskan untuk memenjarakan Hanani. Sampai saat kematiannya, Raja Asa tetap berkeras hati dan tidak mau mencari Tuhan.Sikap Raja Asa berbeda dengan sikap anaknya (Raja Yosafat) yang menggantikannya menjadi raja. Raja Yosafat hidup mencari Tuhan. Ia menuruti perintah Tuhan dan tidak mau menyembah Baal. Tuhan berkenan terhadap Raja Yosafat, sehingga Ia mengokohkan kerajaannya (17:12 semakin lama menjadi semakin kuat), bahkan Tuhan membuat hati para raja di sekitar kerajaan Yehuda menjadi gentar, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Raja Yosafat. Tuhan menyertai dan berkenan terhadap Raja Yosafat.Kisah Raja Asa dan Raja Yosafat menunjukkan kontras antara orang yang tidak memiliki komitmen atau tekad untuk menaati kehendak Allah dan orang yang telah bertekad atau berkomitmen untuk menaati kehendak Allah. Raja Asa tidak memiliki komitmen untuk taat, sehingga Allah murka dan memberi hukuman. Sebaliknya, Raja Yosafat memiliki komitmen untuk taat, sehingga Allah mengasihi dan memberkati. Tindakan dan sikap Allah tetap sama sampai saat ini! Periksalah diri Anda: Apakah Anda telah bertekad untuk menaati kehendak Allah sampai akhir hidup Anda? Sebagai anak-anak Allah yang telah memperoleh anugerah keselamatan, apakah kehidupan Anda terus-menerus mengalami pembaruan sehingga Anda tetap hidup dalam ketaatan terhadap kehendak Allah dan memuliakan Allah melalui hidup Anda? [Pdt. Roni Tan]

Komitmen Melakukan Kehendak AllahSenin, 1 Juni 2026Bacaan Alkitab hari ini:2 Tawarikh 16–17Raja Asa telah menjauhkan hatinya dari Tuhan. Dalam 2 Tawarikh 15, Raja Asa mempercayakan hidupnya serta kerajaannya kepada Allah, dan Allah memberikan kemenangan. Akan tetapi, dalam bacaan Alkitab hari ini, saat menghadapi ancaman Baesa, yaitu raja Israel, Raja Asa tidak mencari pertolongan Tuhan, tetapi meminta bantuan Benhadad, raja Aram. Permintaan bantuan ini tidak gratis, tetapi Raja Asa harus menyerahkan upeti berupa emas dan perak yang diambil dari perbendaharaan rumah Tuhan. Tindakan Raja Asa ini bukan tindakan yang benar di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan mengingatkan Raja Asa dengan mengutus Hanani—seorang pelihat atau nabi—untuk mengingatkan bahwa Tuhan pernah menolong saat Raja Asa menghadapi ancaman musuh (tentara Etiopia dan Libia) yang lebih kuat daripada musuh yang saat itu sedang dihadapi oleh rakyat Yehuda (tentara Israel Utara) serta menegur kesalahan Raja Asa yang tidak mengandalkan Tuhan, tetapi mengandalkan pertolongan manusia (tentara Aram). Teguran ini ternyata tidak membuat Raja Asa sadar dan bertobat. Sebaliknya, Raja Asa menolak teguran firman Tuhan dan justru memutuskan untuk memenjarakan Hanani. Sampai saat kematiannya, Raja Asa tetap berkeras hati dan tidak mau mencari Tuhan.Sikap Raja Asa berbeda dengan sikap anaknya (Raja Yosafat) yang menggantikannya menjadi raja. Raja Yosafat hidup mencari Tuhan. Ia menuruti perintah Tuhan dan tidak mau menyembah Baal. Tuhan berkenan terhadap Raja Yosafat, sehingga Ia mengokohkan kerajaannya (17:12 semakin lama menjadi semakin kuat), bahkan Tuhan membuat hati para raja di sekitar kerajaan Yehuda menjadi gentar, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Raja Yosafat. Tuhan menyertai dan berkenan terhadap Raja Yosafat.Kisah Raja Asa dan Raja Yosafat menunjukkan kontras antara orang yang tidak memiliki komitmen atau tekad untuk menaati kehendak Allah dan orang yang telah bertekad atau berkomitmen untuk menaati kehendak Allah. Raja Asa tidak memiliki komitmen untuk taat, sehingga Allah murka dan memberi hukuman. Sebaliknya, Raja Yosafat memiliki komitmen untuk taat, sehingga Allah mengasihi dan memberkati. Tindakan dan sikap Allah tetap sama sampai saat ini! Periksalah diri Anda: Apakah Anda telah bertekad untuk menaati kehendak Allah sampai akhir hidup Anda? Sebagai anak-anak Allah yang telah memperoleh anugerah keselamatan, apakah kehidupan Anda terus-menerus mengalami pembaruan sehingga Anda tetap hidup dalam ketaatan terhadap kehendak Allah dan memuliakan Allah melalui hidup Anda? [Pdt. Roni Tan]

NOW PLAYING

01 Juni 2026 - Komitmen Melakukan Kehendak Allah | 2 Tawarikh 16–17

0:00 5:49

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Sinode Gereja Kristus Yesus?

This episode is 5 minutes long.

When was this Sinode Gereja Kristus Yesus episode published?

This episode was published on May 31, 2026.

What is this episode about?

Komitmen Melakukan Kehendak AllahSenin, 1 Juni 2026Bacaan Alkitab hari ini:2 Tawarikh 16–17Raja Asa telah menjauhkan hatinya dari Tuhan. Dalam 2 Tawarikh 15, Raja Asa mempercayakan hidupnya serta kerajaannya kepada Allah, dan Allah memberikan...

Can I download this Sinode Gereja Kristus Yesus episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!