EPISODE · Jun 9, 2026 · 5 MIN
10 Juni 2026 - Hidup Berkenan bagi TUHAN | 2 Tawarikh 27
from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus
Hidup Berkenan bagi TUHANRabu, 10 Juni 2026Bacaan Alkitab hari ini:2 Tawarikh 27Apakah Anda rindu untuk hidup berkenan kepada TUHAN? Apa yang harus Anda lakukan agar hidup Anda berkenan kepada TUHAN? Dalam Bacaan Alkitab hari ini, kita akan membaca kisah tentang Raja Yotam. Raja Yotam merupakan anak dari Raja Uzia. Raja Uzia seperti yang kita telah renungkan dalam bacaan Alkitab sebelumnya, merupakan raja yang melakukan apa yang benar di hadapan TUHAN, sekalipun ia selanjutnya jatuh dalam kesombongan yang membuatnya hidup tidak setia terhadap TUHAN (26:16). Kini, saat anak Raja Uzia—yaitu Raja Yotam—memerintah, dicatat bahwa Raja Yotam melakukan yang benar di mata TUHAN (27:2). Apakah ada peran Raja Uzia yang membuat Raja Yotam bisa hidup berkenan kepada TUHAN? Ya! Raja Uzia adalah seorang ayah yang pernah memberi teladan hidup dan membimbing Yotam untuk melakukan apa yang benar di hadapan TUHAN. Sekalipun, Raja Uzia selanjutnya jatuh dalam kesombongan di hadapan Tuhan., Raja Yotam melihat realitas hidup ayahnya yang berkenan di awal, tetapi tidak berkenan di penghujung hidupnya. Kegagalan Raja Uzia untuk mempertahankan cara hidup yang berkenan kepada TUHAN membuat Raja Yotam berpikir dan ia mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan hidup yang benar di hadapan TUHAN.Apa saja yang ditunjukkan oleh Raja Yotam sebagai bukti bahwa ia hidup berkenan kepada TUHAN? Raja Yotam tidak mau meniru ayahnya yang masuk ke ruang kudus di Bait Allah untuk membakar kurban bagi Allah karena tugas tersebut hanya boleh dilakukan oleh para imam (27:2), Raja Yotam membangun pintu gerbang Bait TUHAN, kota-kota, dan benteng pertahanan agar kehidupan ibadah dan keseharian rakyat bisa berjalan dengan baik (27:3-5). Raja Yotam senantiasa mengarahkan hidupnya kepada Tuhan (27:6). Jadi, hidup berkenan kepada TUHAN yang dijalani oleh Raja Yotam adalah hidup yang terungkap dari tindakan nyata, bukan sekadar perkataan saja.Bila Anda ingin menjalani hidup yang berkenan kepada Tuhan, tindakan apa yang Anda rencanakan dan lakukan? Apakah tindakan Anda memperlihatkan bahwa Anda ingin hidup berkenan kepada Tuhan? Saat mendengar khotbah, banyak orang merespons dengan mengatakan "Amin". Akan tetapi, setelah khotbah usai, apakah respons melalui perkataan itu diwujudkan dalam tindakan nyata? Bila Anda memiliki kerinduan untuk hidup berkenan kepada TUHAN, Anda harus mewujudkan kerinduan Anda dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setiap orang bisa melihat bukti bahwa Anda adalah bagian dari umat Allah. Apakah Anda telah menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah? [Pdt. Roni Tan]
What this episode covers
Hidup Berkenan bagi TUHANRabu, 10 Juni 2026Bacaan Alkitab hari ini:2 Tawarikh 27Apakah Anda rindu untuk hidup berkenan kepada TUHAN? Apa yang harus Anda lakukan agar hidup Anda berkenan kepada TUHAN? Dalam Bacaan Alkitab hari ini, kita akan membaca kisah tentang Raja Yotam. Raja Yotam merupakan anak dari Raja Uzia. Raja Uzia seperti yang kita telah renungkan dalam bacaan Alkitab sebelumnya, merupakan raja yang melakukan apa yang benar di hadapan TUHAN, sekalipun ia selanjutnya jatuh dalam kesombongan yang membuatnya hidup tidak setia terhadap TUHAN (26:16). Kini, saat anak Raja Uzia—yaitu Raja Yotam—memerintah, dicatat bahwa Raja Yotam melakukan yang benar di mata TUHAN (27:2). Apakah ada peran Raja Uzia yang membuat Raja Yotam bisa hidup berkenan kepada TUHAN? Ya! Raja Uzia adalah seorang ayah yang pernah memberi teladan hidup dan membimbing Yotam untuk melakukan apa yang benar di hadapan TUHAN. Sekalipun, Raja Uzia selanjutnya jatuh dalam kesombongan di hadapan Tuhan., Raja Yotam melihat realitas hidup ayahnya yang berkenan di awal, tetapi tidak berkenan di penghujung hidupnya. Kegagalan Raja Uzia untuk mempertahankan cara hidup yang berkenan kepada TUHAN membuat Raja Yotam berpikir dan ia mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan hidup yang benar di hadapan TUHAN.Apa saja yang ditunjukkan oleh Raja Yotam sebagai bukti bahwa ia hidup berkenan kepada TUHAN? Raja Yotam tidak mau meniru ayahnya yang masuk ke ruang kudus di Bait Allah untuk membakar kurban bagi Allah karena tugas tersebut hanya boleh dilakukan oleh para imam (27:2), Raja Yotam membangun pintu gerbang Bait TUHAN, kota-kota, dan benteng pertahanan agar kehidupan ibadah dan keseharian rakyat bisa berjalan dengan baik (27:3-5). Raja Yotam senantiasa mengarahkan hidupnya kepada Tuhan (27:6). Jadi, hidup berkenan kepada TUHAN yang dijalani oleh Raja Yotam adalah hidup yang terungkap dari tindakan nyata, bukan sekadar perkataan saja.Bila Anda ingin menjalani hidup yang berkenan kepada Tuhan, tindakan apa yang Anda rencanakan dan lakukan? Apakah tindakan Anda memperlihatkan bahwa Anda ingin hidup berkenan kepada Tuhan? Saat mendengar khotbah, banyak orang merespons dengan mengatakan "Amin". Akan tetapi, setelah khotbah usai, apakah respons melalui perkataan itu diwujudkan dalam tindakan nyata? Bila Anda memiliki kerinduan untuk hidup berkenan kepada TUHAN, Anda harus mewujudkan kerinduan Anda dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setiap orang bisa melihat bukti bahwa Anda adalah bagian dari umat Allah. Apakah Anda telah menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah? [Pdt. Roni Tan]
NOW PLAYING
10 Juni 2026 - Hidup Berkenan bagi TUHAN | 2 Tawarikh 27
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jun 27, 2026 ·29m
Jun 25, 2026 ·27m
Jun 25, 2026 ·31m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 22, 2026 ·37m