4 Poin Menjawab Tuduhan Pola Radikalisme Di Masjid episode artwork

EPISODE · Jul 7, 2023 · 29 MIN

4 Poin Menjawab Tuduhan Pola Radikalisme Di Masjid

from Felix Siauw · host Felix Siauw

Langsung aja deh, biar nggak terlalu bertele-tele, 1. Penguasa mengesankan, seolah masalah dan ancaman terbesar bagi Indonesia adalah radikalisme, sehingga untuk de-radikalisasi, harus dilakukan apapun juga, termasuk 3-4 menteri yang khusus diangkat untuk de-radikalisasi, termasuk Menteri Agama Sejak awal 2017, di Masjid Gede Kauman Jogja saya sudah sampaikan, saya curiga program De-Radikalisasi dari penguasa sebenarnya adalah De-Islamisasi Kenapa? Sebab semua program De-Radikalisasi ini hanya tertuju kaum Muslim, terutama yang disebut "Barisan 212", atau Muslim yang selama ini punya pandangan berbeda dengan mereka 2. Penguasa menjadikan radikalisme sebagai threat, ancaman, ketakutan, lalu menjual "obat" dari radikalisme itu, seolah jadi pahlawan, padahal sangat sarat kepentingan Misal, menuduh PTN radikal, membesar-besarkan di media, lalu mengganti rektor, menghapus pogram kaderisasi Masjid, dan diberikan pada siapapun pendukungnya, agar tak ada kritik Dalam kasus "Radikalis Good-Looking", Menag jelas menawarkan solusi, "Agar pengurus masjid itu dari pemerintah", agar bisa kendalikan aktivitas Masjid. Persis kayak di Cina ya? 3. Apa indikasi radikalisme itu? Standarnya apa? Lucu kan ketika salah satu lembaga survei menjadikan saya ustadz no. 2 paling radikal? Apa ukuran radikal? Kalah ganteng? Kalah pinter? Bagi Fir'aun, Musa itu radikal abis. Bagi peradaban jahil, Islam itu mengubah secara radikal blas. Ukuran radikal apa? Kasitau dong? Dan jangan jadi bola liar, ditentuin seenak-enaknya 4. Ada banyak masalah yang lebih ngeri dari "so-called radicalism". Pesta sex sejenis, kemesuman di kanal-kanal sosial-media, ekonomi meroket nggak karuan, yang jelas jauh lebih perlu ditangani Jadi radikal ini sepertinya cuma cara untuk membungkam siapapun yang berseberangan dengan penguasa, agar semua diam terhadap kedzaliman. Rumusnya, selain dia ya radikal, gitu? Makanya wajar kalau ada ketua partai yang kayak ngirim pesan, "Kalau partai gue kalah, itu berarti negeri anda gak serius pancasila". Main klaim, mumpung penguasa Nggak mau taat terserahlah, tapi jangan tuduh yang mau taat itu radikal. Nggak hafidz nggak dosa, gak good looking gapapa, tapi curigain good-looking yang demen ke masjid. Itu jahad pak

Langsung aja deh, biar nggak terlalu bertele-tele, 1. Penguasa mengesankan, seolah masalah dan ancaman terbesar bagi Indonesia adalah radikalisme, sehingga untuk de-radikalisasi, harus dilakukan apapun juga, termasuk 3-4 menteri yang khusus diangkat untuk de-radikalisasi, termasuk Menteri Agama Sejak awal 2017, di Masjid Gede Kauman Jogja saya sudah sampaikan, saya curiga program De-Radikalisasi dari penguasa sebenarnya adalah De-Islamisasi Kenapa? Sebab semua program De-Radikalisasi ini hanya tertuju kaum Muslim, terutama yang disebut "Barisan 212", atau Muslim yang selama ini punya pandangan berbeda dengan mereka 2. Penguasa menjadikan radikalisme sebagai threat, ancaman, ketakutan, lalu menjual "obat" dari radikalisme itu, seolah jadi pahlawan, padahal sangat sarat kepentingan Misal, menuduh PTN radikal, membesar-besarkan di media, lalu mengganti rektor, menghapus pogram kaderisasi Masjid, dan diberikan pada siapapun pendukungnya, agar tak ada kritik Dalam kasus "Radikalis Good-Looking", Menag jelas menawarkan solusi, "Agar pengurus masjid itu dari pemerintah", agar bisa kendalikan aktivitas Masjid. Persis kayak di Cina ya? 3. Apa indikasi radikalisme itu? Standarnya apa? Lucu kan ketika salah satu lembaga survei menjadikan saya ustadz no. 2 paling radikal? Apa ukuran radikal? Kalah ganteng? Kalah pinter? Bagi Fir'aun, Musa itu radikal abis. Bagi peradaban jahil, Islam itu mengubah secara radikal blas. Ukuran radikal apa? Kasitau dong? Dan jangan jadi bola liar, ditentuin seenak-enaknya 4. Ada banyak masalah yang lebih ngeri dari "so-called radicalism". Pesta sex sejenis, kemesuman di kanal-kanal sosial-media, ekonomi meroket nggak karuan, yang jelas jauh lebih perlu ditangani Jadi radikal ini sepertinya cuma cara untuk membungkam siapapun yang berseberangan dengan penguasa, agar semua diam terhadap kedzaliman. Rumusnya, selain dia ya radikal, gitu? Makanya wajar kalau ada ketua partai yang kayak ngirim pesan, "Kalau partai gue kalah, itu berarti negeri anda gak serius pancasila". Main klaim, mumpung penguasa Nggak mau taat terserahlah, tapi jangan tuduh yang mau taat itu radikal. Nggak hafidz nggak dosa, gak good looking gapapa, tapi curigain good-looking yang demen ke masjid. Itu jahad pak

NOW PLAYING

4 Poin Menjawab Tuduhan Pola Radikalisme Di Masjid

0:00 29:29

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

SUDDENLY: a Frank Sinatra podcast Rabia, Felix & Henry SUDDENLY... exploring the 20th century from a trans, queer & radical Australian perspective through the legacy of Frank Sinatra. Catgirl noir, ring a ding ding, etc. Join us as we deep dive into Sinatra's work and the nuances of history in abstract & creative ways, with episodes structured around Sinatra's albums, songs, films and radio appearances. Hosted by Rabia & Felix in Melbourne, and Henry Giardina in Los Angeles. Check out our website: suddenlypod.gay. Contact: suddenlypod at gmail dot com. I dig you the most xx Felix Cartal - Weekend Workout Felix Cartal This is my podcast. Every month I do a new mix to soundtrack your workouts and weekend nights. Plus, I get friends to do takeover mixes. Tune in on Diplo's Revolution on SiriusXM, SoundCloud, Mixcloud, or iTunes Podcasts. Alternativlos Felix von Leitner, Frank Rieger Alternativlos ist der Boulevard-Podcast von Frank und Fefe, über Politik, Technik, Verschwörungstheorien und worauf wir sonst noch so Lust haben Freedom In The Digital Age The Higher Low This is The Higher Low's second album, and the first album with a full-band sound. It features 10 songs about freedom in the digital age and the importance of Bitcoin in building a better world. Music by The Higher Low. Vocals: The Higher Low. Drums: Mikko Salo. Bass: Henkka Huhtanen. 
Guitars: Jesperi Mommo. Piano: Felix Zenger, Jesperi Mommo. Hammond: Jesperi Mommo. Percussion: Heikki Teuri. Backing Vocals: Jesperi Mommo, 
Sami Hirvonen, Henkka Huhtanen. Guitars: Onni Tappola (Side B, 2-5). Produced, Mixed & Mastered: Jesperi Mommo. @thehigherlow / thehigherlow.com. Walkalone Records, 2025.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Felix Siauw?

This episode is 29 minutes long.

When was this Felix Siauw episode published?

This episode was published on July 7, 2023.

What is this episode about?

Langsung aja deh, biar nggak terlalu bertele-tele, 1. Penguasa mengesankan, seolah masalah dan ancaman terbesar bagi Indonesia adalah radikalisme, sehingga untuk de-radikalisasi, harus dilakukan apapun juga, termasuk 3-4 menteri yang khusus...

Can I download this Felix Siauw episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!