#945 Membaca Ingatan Idulfitri dan Tazkiyatun Nafs episode artwork

EPISODE · Mar 22, 2026 · 7 MIN

#945 Membaca Ingatan Idulfitri dan Tazkiyatun Nafs

from INI KOPER · host Dani Wahyu Munggoro

Dulu, Idulfitri adalah urusan jiwa; kini, ia seolah berpindah ke mal dan layar ponsel. Di Indonesia dan Malaysia, hari raya telah bergeser menjadi proyek logistik yang melelahkan dan ajang flexing atau pamer kesuksesan sosial. Kita lebih sibuk memikirkan keseragaman baju sarimbit demi estetika konten media sosial daripada menyiapkan keheningan batin untuk bersilaturahmi. Mudik yang seharusnya menjadi perjalanan pulang menuju akar, sering kali hanya menjadi ajang pamer pencapaian kota yang justru memperlebar jarak emosional antarmanusia. Di belahan dunia lain, seperti Dubai, Doha, dan Arab Saudi, Idulfitri kini menjelma menjadi "spektakel" kemewahan dan festival belanja global. Tradisi komunal yang hangat, seperti makan bersama di jalanan, mulai digantikan oleh staycation privat di hotel berbintang atau perayaan tertutup yang eksklusif. Idulfitri tidak lagi dirayakan sebagai kemenangan atas nafsu setelah sebulan berpuasa, melainkan sebagai komoditas pariwisata yang didominasi oleh ledakan kembang api dan diskon besar-besaran, yang perlahan mengubur makna spiritual di bawah tumpukan materialisme. Pada akhirnya, kehampaan Idulfitri berakar pada hilangnya kehadiran hati (mindfulness) dalam setiap ritualnya. Kita terjebak dalam "sekularisasi ritual" di mana salat Id hanya menjadi pembuka sesi foto, dan permohonan maaf hanya tersampaikan melalui stiker WhatsApp yang masal dan tanpa rasa. Idulfitri hanya akan kembali bermakna jika kita berani mendekonstruksi gaya hidup konsumtif ini dan kembali pada esensi Tazkiyatun Nafs—penyucian jiwa yang sunyi, sederhana, namun menghubungkan kembali manusia dengan Tuhannya dan sesamanya secara otentik.

Dulu, Idulfitri adalah urusan jiwa; kini, ia seolah berpindah ke mal dan layar ponsel. Di Indonesia dan Malaysia, hari raya telah bergeser menjadi proyek logistik yang melelahkan dan ajang flexing atau pamer kesuksesan sosial. Kita lebih sibuk memikirkan keseragaman baju sarimbit demi estetika konten media sosial daripada menyiapkan keheningan batin untuk bersilaturahmi. Mudik yang seharusnya menjadi perjalanan pulang menuju akar, sering kali hanya menjadi ajang pamer pencapaian kota yang justru memperlebar jarak emosional antarmanusia. Di belahan dunia lain, seperti Dubai, Doha, dan Arab Saudi, Idulfitri kini menjelma menjadi "spektakel" kemewahan dan festival belanja global. Tradisi komunal yang hangat, seperti makan bersama di jalanan, mulai digantikan oleh staycation privat di hotel berbintang atau perayaan tertutup yang eksklusif. Idulfitri tidak lagi dirayakan sebagai kemenangan atas nafsu setelah sebulan berpuasa, melainkan sebagai komoditas pariwisata yang didominasi oleh ledakan kembang api dan diskon besar-besaran, yang perlahan mengubur makna spiritual di bawah tumpukan materialisme. Pada akhirnya, kehampaan Idulfitri berakar pada hilangnya kehadiran hati (mindfulness) dalam setiap ritualnya. Kita terjebak dalam "sekularisasi ritual" di mana salat Id hanya menjadi pembuka sesi foto, dan permohonan maaf hanya tersampaikan melalui stiker WhatsApp yang masal dan tanpa rasa. Idulfitri hanya akan kembali bermakna jika kita berani mendekonstruksi gaya hidup konsumtif ini dan kembali pada esensi Tazkiyatun Nafs—penyucian jiwa yang sunyi, sederhana, namun menghubungkan kembali manusia dengan Tuhannya dan sesamanya secara otentik.

NOW PLAYING

#945 Membaca Ingatan Idulfitri dan Tazkiyatun Nafs

0:00 7:17

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

New season

Jul 11, 2022 ·3m

𝐊𝐄𝐓𝐄𝐊

Mar 15, 2020 ·0m

Yutuber

Mar 4, 2020 ·4m

Frequently Asked Questions

How long is this episode of INI KOPER?

This episode is 7 minutes long.

When was this INI KOPER episode published?

This episode was published on March 22, 2026.

What is this episode about?

Dulu, Idulfitri adalah urusan jiwa; kini, ia seolah berpindah ke mal dan layar ponsel. Di Indonesia dan Malaysia, hari raya telah bergeser menjadi proyek logistik yang melelahkan dan ajang flexing atau pamer kesuksesan sosial. Kita lebih sibuk...

Can I download this INI KOPER episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!