#960 Al-Ghazali Mengungkap Kerancuan Filsuf episode artwork

EPISODE · Mar 27, 2026 · 8 MIN

#960 Al-Ghazali Mengungkap Kerancuan Filsuf

from INI KOPER · host Dani Wahyu Munggoro

Tahafut Al-Falasifah, atau "Kerancuan Para Filsuf", merupakan karya monumental Imam Al-Ghazali yang ditulis sebagai respons kritis terhadap dominasi filsafat Peripatetik Yunani di dunia Islam pada abad ke-11. Motivasi utama Al-Ghazali adalah keprihatinannya terhadap para intelektual Muslim yang mulai meninggalkan syariat karena terpesona oleh logika Aristotelian yang diusung oleh tokoh-tokoh seperti Al-Farabi dan Ibnu Sina. Dalam karya ini, Al-Ghazali berusaha membongkar klaim bahwa metode rasional para filsuf dalam masalah metafisika memiliki kepastian yang setara dengan ilmu matematika, sekaligus menegaskan kembali batas-batas kemampuan akal manusia dalam menjangkau hakikat ketuhanan yang transenden. Metodologi yang digunakan Al-Ghazali dalam buku ini sangat unik karena ia tidak menyerang filsafat dengan dalil-dalil agama semata, melainkan menggunakan perangkat logika para filsuf itu sendiri untuk menunjukkan kontradiksi internal mereka. Ia membagi kritiknya ke dalam dua puluh poin permasalahan, di mana ia secara jeli memisahkan antara ilmu-ilmu yang bersifat pasti—seperti logika dan matematika yang tidak bertentangan dengan iman—dengan spekulasi metafisika yang dianggapnya tidak berdasar. Dengan pendekatan "kritik dari dalam" ini, Al-Ghazali berhasil mengguncang fondasi otoritas intelektual para filsuf dan membuktikan bahwa argumen-argumen mereka seringkali gagal memenuhi standar pembuktian (burhan) yang mereka tetapkan sendiri, terutama dalam menjelaskan hubungan Tuhan dengan alam semesta. Dari seluruh poin yang dibahas, terdapat tiga isu krusial yang dianggap Al-Ghazali sebagai bentuk kekufuran eksplisit: pandangan bahwa alam itu kekal abadi tanpa permulaan, klaim bahwa Tuhan tidak mengetahui rincian peristiwa partikular di bumi, dan penolakan terhadap kebangkitan jasmani di akhirat. Dampak dari karya ini sangat luas, karena tidak hanya memperkuat posisi teologi ortodoks, tetapi juga mengubah arah sejarah pemikiran Islam dengan menekankan pentingnya wahyu di atas spekulasi akal murni. Meskipun sering disalahpahami sebagai penolakan terhadap rasionalitas, Tahafut Al-Falasifah sebenarnya adalah seruan untuk kerendahan hati intelektual, yang pada akhirnya mengantarkan Al-Ghazali pada integrasi antara akal, hukum, dan pengalaman spiritual melalui jalur tasawuf.

Tahafut Al-Falasifah, atau "Kerancuan Para Filsuf", merupakan karya monumental Imam Al-Ghazali yang ditulis sebagai respons kritis terhadap dominasi filsafat Peripatetik Yunani di dunia Islam pada abad ke-11. Motivasi utama Al-Ghazali adalah keprihatinannya terhadap para intelektual Muslim yang mulai meninggalkan syariat karena terpesona oleh logika Aristotelian yang diusung oleh tokoh-tokoh seperti Al-Farabi dan Ibnu Sina. Dalam karya ini, Al-Ghazali berusaha membongkar klaim bahwa metode rasional para filsuf dalam masalah metafisika memiliki kepastian yang setara dengan ilmu matematika, sekaligus menegaskan kembali batas-batas kemampuan akal manusia dalam menjangkau hakikat ketuhanan yang transenden. Metodologi yang digunakan Al-Ghazali dalam buku ini sangat unik karena ia tidak menyerang filsafat dengan dalil-dalil agama semata, melainkan menggunakan perangkat logika para filsuf itu sendiri untuk menunjukkan kontradiksi internal mereka. Ia membagi kritiknya ke dalam dua puluh poin permasalahan, di mana ia secara jeli memisahkan antara ilmu-ilmu yang bersifat pasti—seperti logika dan matematika yang tidak bertentangan dengan iman—dengan spekulasi metafisika yang dianggapnya tidak berdasar. Dengan pendekatan "kritik dari dalam" ini, Al-Ghazali berhasil mengguncang fondasi otoritas intelektual para filsuf dan membuktikan bahwa argumen-argumen mereka seringkali gagal memenuhi standar pembuktian (burhan) yang mereka tetapkan sendiri, terutama dalam menjelaskan hubungan Tuhan dengan alam semesta. Dari seluruh poin yang dibahas, terdapat tiga isu krusial yang dianggap Al-Ghazali sebagai bentuk kekufuran eksplisit: pandangan bahwa alam itu kekal abadi tanpa permulaan, klaim bahwa Tuhan tidak mengetahui rincian peristiwa partikular di bumi, dan penolakan terhadap kebangkitan jasmani di akhirat. Dampak dari karya ini sangat luas, karena tidak hanya memperkuat posisi teologi ortodoks, tetapi juga mengubah arah sejarah pemikiran Islam dengan menekankan pentingnya wahyu di atas spekulasi akal murni. Meskipun sering disalahpahami sebagai penolakan terhadap rasionalitas, Tahafut Al-Falasifah sebenarnya adalah seruan untuk kerendahan hati intelektual, yang pada akhirnya mengantarkan Al-Ghazali pada integrasi antara akal, hukum, dan pengalaman spiritual melalui jalur tasawuf.

NOW PLAYING

#960 Al-Ghazali Mengungkap Kerancuan Filsuf

0:00 8:09

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Live Jam Sessions Audio+ Silang kaki sambil dengar lagu daripada persembahan live dan ekslusif ini. Confirm hilang stress! Ini The Beninging Absolut Absolem “It’s Done When It’s Dub” is not an album. It is a state of mind. 🧠✨ A labyrinth of sound and perception, where every step pulls you deeper inside. 🌀🔮Those who dare to question their senses will feel the madness. 🤯 Here there are no straight paths, only loops, only repetitions, only the echo of your own thoughts. 🔊♾️The 8 is the sign. The loop that never ends. ♾️ The number that devours itself and is reborn again. 🐍🔥 Infinity in rhythm. Madness in the circle. Dub as mirror. Dub as fractal. 🎛️🌌👉 We are all prisoners in this labyrinth. But the beat is the key, leading us further inside. 🗝️🎶Welcome to my labyrinth. 🌌🕯️ Gelar Fakta Samudera Kepri SAMUDERA KEPRI Setiap berita punya dua sisi: yang tertulis di media, dan yang terjadi di lapangan. Podcast resmi dari SAMUDERA KEPRI ini membongkar fakta-fakta yang tidak muat dalam ruang artikel.Dipandu langsung oleh jurnalis desk hukum dan kriminal, kami mengajak Anda masuk ke dapur redaksi. Dengarkan cerita di balik layar penelusuran kasus korupsi, sengketa lahan, hingga kriminalitas di wilayah Kepulauan Riau. Mulai dari ancaman saat liputan, dokumen rahasia yang ditemukan, hingga kejanggalan di ruang sidang.Fakta dari lapangan, dikupas di meja redaksi. Kami menyuarakan kebenaran agar Anda tahu cerita yang sesungguhnya. Power Talk - Brand Adventure KBR Prime X Power FM Merupakan kolaborasi antara Power FM dan Young On Top. Program ini dipandu oleh Arto Soebiantoro (Founder Gambaranbrand). Dalam acara ini, Arto akan menginspirasi pemilik brand lokal untuk mengasah kemampuan membangun brand lewat bincang-bincang dengan narasumber yang kompeten dan berpengalaman.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of INI KOPER?

This episode is 8 minutes long.

When was this INI KOPER episode published?

This episode was published on March 27, 2026.

What is this episode about?

Tahafut Al-Falasifah, atau "Kerancuan Para Filsuf", merupakan karya monumental Imam Al-Ghazali yang ditulis sebagai respons kritis terhadap dominasi filsafat Peripatetik Yunani di dunia Islam pada abad ke-11. Motivasi utama Al-Ghazali adalah...

Can I download this INI KOPER episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!