#996 Trilema Baru Kapitalisme : Ekonomi, Demokrasi dan Ekologi episode artwork

EPISODE · Apr 22, 2026 · 8 MIN

#996 Trilema Baru Kapitalisme : Ekonomi, Demokrasi dan Ekologi

from INI KOPER · host Dani Wahyu Munggoro

Negara-negara kapitalis maju saat ini terjebak dalam apa yang disebut sebagai "Trilema Baru," sebuah kebuntuan politik di mana tujuan pertumbuhan ekonomi, legitimasi demokrasi, dan aksi iklim yang efektif saling bertabrakan secara struktural. Pertumbuhan ekonomi selama ini telah menjadi mesin utama yang melegitimasi demokrasi kapitalis dengan menjanjikan peningkatan standar hidup bagi semua lapisan masyarakat, namun tuntutan sains iklim saat ini mewajibkan dekarbonisasi radikal yang sering kali bertentangan dengan logika akumulasi modal tanpa batas. Ketidaksinkronan antara urgensi ekologis yang menuntut tindakan instan dengan proses demokrasi yang inheren lambat dan terjebak dalam siklus elektoral jangka pendek menjadikan ketiga tujuan ini mustahil untuk dicapai secara utuh dalam waktu yang bersamaan. Dalam upaya menavigasi trilema ini, muncul tiga jalur utama yang masing-masing menuntut pengorbanan yang berat, yaitu status quo liberal, negara hijau besar, atau penurunan pertumbuhan (degrowth). Jalur status quo liberal cenderung memprioritaskan mekanisme pasar dan pertumbuhan namun sering kali gagal dalam efektivitas iklim, sementara model "Negara Hijau Besar" seperti di China mampu melakukan transformasi industri yang sangat cepat melalui perencanaan pusat namun berisiko mengabaikan partisipasi dan hak-hak demokrasi. Di sisi lain, gagasan degrowth menawarkan solusi paling jujur secara ekologis dengan membatasi konsumsi material, namun secara politik jalur ini hampir mustahil diwujudkan karena fondasi kesejahteraan masyarakat modern dan sistem fiskal negara sangat bergantung pada pendapatan yang dihasilkan dari pertumbuhan ekonomi yang terus menerus. Pada akhirnya, kunci untuk menghadapi trilema ini bukanlah melalui solusi teknokratis semata, melainkan melalui perjuangan politik yang mampu membangun koalisi lintas kelas antara masyarakat perkotaan dan pedesaan. Aksi iklim tidak akan pernah mendapatkan dukungan mayoritas jika hanya dianggap sebagai proyek elit yang memberikan beban biaya hidup kepada rakyat kecil; sebaliknya, transisi hijau harus dibingkai sebagai proyek pembaruan ekonomi yang menjamin keamanan material, lapangan kerja, dan kesejahteraan bagi kelas pekerja serta menengah. Dengan membangun kembali kapasitas perencanaan negara dan memastikan keadilan distributif menjadi inti dari kebijakan, masyarakat demokratis dapat menavigasi krisis iklim tanpa harus kehilangan fondasi kebebasan sipil mereka.

Negara-negara kapitalis maju saat ini terjebak dalam apa yang disebut sebagai "Trilema Baru," sebuah kebuntuan politik di mana tujuan pertumbuhan ekonomi, legitimasi demokrasi, dan aksi iklim yang efektif saling bertabrakan secara struktural. Pertumbuhan ekonomi selama ini telah menjadi mesin utama yang melegitimasi demokrasi kapitalis dengan menjanjikan peningkatan standar hidup bagi semua lapisan masyarakat, namun tuntutan sains iklim saat ini mewajibkan dekarbonisasi radikal yang sering kali bertentangan dengan logika akumulasi modal tanpa batas. Ketidaksinkronan antara urgensi ekologis yang menuntut tindakan instan dengan proses demokrasi yang inheren lambat dan terjebak dalam siklus elektoral jangka pendek menjadikan ketiga tujuan ini mustahil untuk dicapai secara utuh dalam waktu yang bersamaan. Dalam upaya menavigasi trilema ini, muncul tiga jalur utama yang masing-masing menuntut pengorbanan yang berat, yaitu status quo liberal, negara hijau besar, atau penurunan pertumbuhan (degrowth). Jalur status quo liberal cenderung memprioritaskan mekanisme pasar dan pertumbuhan namun sering kali gagal dalam efektivitas iklim, sementara model "Negara Hijau Besar" seperti di China mampu melakukan transformasi industri yang sangat cepat melalui perencanaan pusat namun berisiko mengabaikan partisipasi dan hak-hak demokrasi. Di sisi lain, gagasan degrowth menawarkan solusi paling jujur secara ekologis dengan membatasi konsumsi material, namun secara politik jalur ini hampir mustahil diwujudkan karena fondasi kesejahteraan masyarakat modern dan sistem fiskal negara sangat bergantung pada pendapatan yang dihasilkan dari pertumbuhan ekonomi yang terus menerus. Pada akhirnya, kunci untuk menghadapi trilema ini bukanlah melalui solusi teknokratis semata, melainkan melalui perjuangan politik yang mampu membangun koalisi lintas kelas antara masyarakat perkotaan dan pedesaan. Aksi iklim tidak akan pernah mendapatkan dukungan mayoritas jika hanya dianggap sebagai proyek elit yang memberikan beban biaya hidup kepada rakyat kecil; sebaliknya, transisi hijau harus dibingkai sebagai proyek pembaruan ekonomi yang menjamin keamanan material, lapangan kerja, dan kesejahteraan bagi kelas pekerja serta menengah. Dengan membangun kembali kapasitas perencanaan negara dan memastikan keadilan distributif menjadi inti dari kebijakan, masyarakat demokratis dapat menavigasi krisis iklim tanpa harus kehilangan fondasi kebebasan sipil mereka.

NOW PLAYING

#996 Trilema Baru Kapitalisme : Ekonomi, Demokrasi dan Ekologi

0:00 8:22

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

Live Jam Sessions Audio+ Silang kaki sambil dengar lagu daripada persembahan live dan ekslusif ini. Confirm hilang stress! Ini The Beninging Absolut Absolem “It’s Done When It’s Dub” is not an album. It is a state of mind. 🧠✨ A labyrinth of sound and perception, where every step pulls you deeper inside. 🌀🔮Those who dare to question their senses will feel the madness. 🤯 Here there are no straight paths, only loops, only repetitions, only the echo of your own thoughts. 🔊♾️The 8 is the sign. The loop that never ends. ♾️ The number that devours itself and is reborn again. 🐍🔥 Infinity in rhythm. Madness in the circle. Dub as mirror. Dub as fractal. 🎛️🌌👉 We are all prisoners in this labyrinth. But the beat is the key, leading us further inside. 🗝️🎶Welcome to my labyrinth. 🌌🕯️ Gelar Fakta Samudera Kepri SAMUDERA KEPRI Setiap berita punya dua sisi: yang tertulis di media, dan yang terjadi di lapangan. Podcast resmi dari SAMUDERA KEPRI ini membongkar fakta-fakta yang tidak muat dalam ruang artikel.Dipandu langsung oleh jurnalis desk hukum dan kriminal, kami mengajak Anda masuk ke dapur redaksi. Dengarkan cerita di balik layar penelusuran kasus korupsi, sengketa lahan, hingga kriminalitas di wilayah Kepulauan Riau. Mulai dari ancaman saat liputan, dokumen rahasia yang ditemukan, hingga kejanggalan di ruang sidang.Fakta dari lapangan, dikupas di meja redaksi. Kami menyuarakan kebenaran agar Anda tahu cerita yang sesungguhnya. Power Talk - Brand Adventure KBR Prime X Power FM Merupakan kolaborasi antara Power FM dan Young On Top. Program ini dipandu oleh Arto Soebiantoro (Founder Gambaranbrand). Dalam acara ini, Arto akan menginspirasi pemilik brand lokal untuk mengasah kemampuan membangun brand lewat bincang-bincang dengan narasumber yang kompeten dan berpengalaman.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of INI KOPER?

This episode is 8 minutes long.

When was this INI KOPER episode published?

This episode was published on April 22, 2026.

What is this episode about?

Negara-negara kapitalis maju saat ini terjebak dalam apa yang disebut sebagai "Trilema Baru," sebuah kebuntuan politik di mana tujuan pertumbuhan ekonomi, legitimasi demokrasi, dan aksi iklim yang efektif saling bertabrakan secara struktural....

Can I download this INI KOPER episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!