Amalan yang Sia-sia
from Narasipostmedia Hosted by Narasipost
Amalan yang Sia-sia Oleh. Mariyah Zawawi Voice over talent: Dewi N NarasiPost.Com-Dunia adalah ladang akhirat. Itulah pesan dari Rasulullah saw. kepada kita. Karena itu, saat di dunia, kita berusaha untuk menanam sebanyak-banyaknya amal saleh. Agar kelak kita bisa memanennya di akhirat kelak. Baik itu dengan melakukan yang wajib, seperti salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, membayar zakat, dan amalan-amalan wajib lainnya. Bisa juga dengan melakukan berbagai amalan sunah. Misalnya dengan salat sunah rawatib, salat tahajud, salat duha, bersedekah, dan sebagainya. Amalan-amalan ini akan menambah berat timbangan amal kita di akhirat. Hanya saja, tidak mesti semua amal itu diterima oleh Allah Swt. Bisa jadi, amal itu tidak mendatangkan pahala bagi kita. Sebaliknya, justru mendatangkan siksa. Jika amal yang kita kerjakan kita niatkan untuk mendapatkan rida dari Allah Swt., maka itulah yang akan kita terima. Sebaliknya, jika kita niatkan untuk yang lain, maka itu pula yang kita dapatkan. Bahkan, jika kita beramal hanya agar kita terlihat baik di hadapan manusia, murka Allah Swt. yang akan kita dapatkan. Sebab, pada saat itu, kita telah menduakan Allah Swt. dengan yang lainnya. Di dalam kitab Al-Ahaadits al-Mukhtaarah Fii al-Akhlaaq wa al-Aadaab, Abdullah Muhammad ash-Shiddiq al-Ghumary al-Idrisy menyebutkan sebuah hadis. Dalam hadis tersebut, Rasulullah saw. bersabda, أشد الناس عذابا يوم القيامة من يرى الناس أن فيه خيرا ولا خير فيه “Orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah orang yang memperlihatkan kepada orang lain bahwa pada dirinya ada kebaikan. Padahal, tidak ada kebaikan dalam dirinya.” (HR. Abu Abdurrahman as-Silmy). Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/01/30/amalan-yang-sia-sia/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Embed this episode
No transcript yet.