EPISODE · Jan 5, 2021 · 3 MIN
Bahwa Allah mengutus Anak-Nya untuk mati agar kita boleh hidup
from Pena Inspirasi E.G.W · host GMAHK
SELASA, 5 Januari, 2021 Salam SIGAP dan Shalom... *Bahwa Allah mengutus Anak-Nya untuk mati agar kita boleh hidup* “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1 Yohanes 4: 10). Pena Inspirasi menjelaskan yang dimaksud dengan judul renungn kita pagi ini “ _*Bahwa Allah mengutus Anak-Nya untuk mati agar kita boleh hidup*_ , sehubungan dengan _*kita adalah putra putri Allah*, adalah sbb : 1. *Sebagai putra putri Allah yang telah menerima cinta dan kasih Allah, kita wajib untuk merespons kasih Allah itu dengan sungguh-sungguh dan khidmat untuk membagikannya kepada orang lain dan menyinari jalan mereka* “ _*Mereka tidak pernah melupakan*_ bahwa pada waktu mereka _*menerima cinta dan kasih Allah*_, mereka _*berada di bawah kewajiban yang paling sungguh-sungguh dan khidmat untuk membagikannya kepada orang lain*_. Dengan demikian mereka boleh _*memberikan pengaruh kegembiraan, yang memberkati semua mereka yang berada dalam jangkauannya, menyinari jalan mereka*_ . “ Lt 40, 1903. (MM 45). 2. *Sebagai putra putri Allah, kita mesti merespons kasih Allah itu dengan menggunakan kuasa yang diberikan-Nya untuk berpegang pada iman dan pada perkara-perkara yang tidak kelihatan di saat Ia menjadi Imam Besar dan pembela kita di Surga saat ini* “ _*Gantinya memikirkan keputusasaan, pikirkanlah kuasa yang bisa engkau tuntut dari nama Kristus*_ . Biarlah imajinasimu berpegang pada perkara-perkara yang tidak kelihatan. _*Biarlah pemikiran- pemikiranmu diarahkan pada kenyataan kasih Allah yang besar kepadamu*_. Iman bisa menanggung pencobaan, menolak penggodaan, bertahan dalam kekecewaan. Yesus hidup sebagai Pembela kita. _*Semua yang dijamin oleh pengantaraan-Nya menjadi milik kita*_. ( MH 488 (1905). 3. *Sebagai putra putri Allah, biarlah Kasih Kristus itu selalu mempengaruhi kehidupan kita untuk menjadi semakin lemah-lembut dan rendah hati sebagai bentuk respons kita kepada kasih Yesus yang tidak terbatas itu* “ _*Kasih Kristus*_ adalah _*mata rantai keemasan yang mengikat yang terbatas*_, namun _*manusia yang percaya dalam Yesus Kristus, kepada Allah yang tidak terbatas*_ _*Kasih yang dimiliki Tuhan bagi anak-anak-Nya melewati pengertian*_ . _*Tidak ada ilmu pengetahuan yang dapat mendefinisikannya atau menerangkannya*_. _*Tidak ada hikmat manusia yang dapat mengukur dan mengertinya*_. _*Semakin kita merasakan pengaruh kasih ini, kita akan semakin lemah-lembut dan rendah hati*_. ( Lt 43, 1896. (5BC 1141). 4. *Sebagai putra putri Allah, kita mesti merespons kasih Allah itu dengan mencari dan memohon pembaruan kasih Allah dan meminta tanda kebaikan-Nya untuk memenuhi kebutuhan jiwa kita* “ Engkau boleh jadi tidak puas dengan persediaan sekarang apabila Tuhan mempunyai berkat-berkat surga dan rumah penyimpanan perkara-perkara baik untuk memenuhi kebutuhan jiwa. _*Sekarang ini kita membutuhkan lebih banyak kasih karunia, sekarang kita membutuhkan pembaruan kasih Allah dan tanda kebaikan-Nya*_ , dan _*Ia tidak akan menahan kebaikan dan harta surgawi ini kepada mereka yang benar-benar mencarinya*_ . ( MS 22, 1889. (HC 188). Kiranya Tuhan memberkati kita semua....🙏🙏🙏 /.ssw./
Embed this episode
NOW PLAYING
Bahwa Allah mengutus Anak-Nya untuk mati agar kita boleh hidup
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.
Similar Podcasts
No similar podcasts found.