Bibirku bersujud di Bibirmu| karya Hasan Aspahani- disuarakan oleh nandagibral  episode artwork

EPISODE · May 19, 2021 · 2 MIN

Bibirku bersujud di Bibirmu| karya Hasan Aspahani- disuarakan oleh nandagibral

from Pandangan Nanda · host nanda gibral

Bibirku bersujud di bibirmu Oleh: Hasan Aspahan Wahai, pelayar malam, tiga kapal karam, masam dendam apa lagi yang kau pendam, sebelum semuanya tenggelam? Kita pun kehilangan ombak, pasir dan berabad rakaat, terlelap dalam perangkap, sekejap malam yang cacat. Tanpa sujud, bagaimana menyebut ini sebuah tahajud. Aduhai laut yang mengenal semua kapal, kau tahukah? Pada separuh luruh usia tubuh, ada sepertiga subuh yang tak pernah hendak menunggu jangkarmu berlabuh. Dan pada lipatan pantai sajadah yang tak lagi basah Tajam musimmu makin meranjau: aku kian kemarau Aku masih sabar menunggu, kau kirim tanda zikir-zikir, Semakin mendekat gemetar bibir, pada persujudan pasir, rukuk musafir, sampai mengerti isyarat ombak terakhir. Kau bertanya: hauskah? – Aku jawab: ya, beri aku air Kau bertanya: haruskah? – Aku minta: atau sebaiknya kau usir Siapa yang menangis di dermaga? Siapa menghangatkan laut dengan airmata? Siapa yang melambai di atas palka? Siapa yang menghentak kaki berlari ke surut samudera? Siapa mengarak riak jadi mahagelombang maharaksasa? Aku semakin tak sanggup. Dengar. Dendang itu semakin sayup: kenapa harus gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, kenapa harus gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, kenapa harus gelombang. Bibirku bersujud di bibirmu, lalu kita lafazkan zikir pasir. Bibirku bersujud di bibirmu, hampar mulut yang pesisir. Bibirku bersujud di bibirmu, pagut sebutir pungut sebutir. *** Puisi ini menceritakan Tsunami Aceh dan Konflik Aceh-RI. Semoga puisi ini dapat menghibur. Ayo kita jaga perdamaian Aceh. Ayo kita kawal MoU Helsinki dan UUPA. Aceh Beujaya, Aceh Beu Meucuhu lage Nyang ka ka.

Bibirku bersujud di bibirmu Oleh: Hasan Aspahan Wahai, pelayar malam, tiga kapal karam, masam dendam apa lagi yang kau pendam, sebelum semuanya tenggelam? Kita pun kehilangan ombak, pasir dan berabad rakaat, terlelap dalam perangkap, sekejap malam yang cacat. Tanpa sujud, bagaimana menyebut ini sebuah tahajud. Aduhai laut yang mengenal semua kapal, kau tahukah? Pada separuh luruh usia tubuh, ada sepertiga subuh yang tak pernah hendak menunggu jangkarmu berlabuh. Dan pada lipatan pantai sajadah yang tak lagi basah Tajam musimmu makin meranjau: aku kian kemarau Aku masih sabar menunggu, kau kirim tanda zikir-zikir, Semakin mendekat gemetar bibir, pada persujudan pasir, rukuk musafir, sampai mengerti isyarat ombak terakhir. Kau bertanya: hauskah? – Aku jawab: ya, beri aku air Kau bertanya: haruskah? – Aku minta: atau sebaiknya kau usir Siapa yang menangis di dermaga? Siapa menghangatkan laut dengan airmata? Siapa yang melambai di atas palka? Siapa yang menghentak kaki berlari ke surut samudera? Siapa mengarak riak jadi mahagelombang maharaksasa? Aku semakin tak sanggup. Dengar. Dendang itu semakin sayup: kenapa harus gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, kenapa harus gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, gelombang, kenapa harus gelombang. Bibirku bersujud di bibirmu, lalu kita lafazkan zikir pasir. Bibirku bersujud di bibirmu, hampar mulut yang pesisir. Bibirku bersujud di bibirmu, pagut sebutir pungut sebutir. *** Puisi ini menceritakan Tsunami Aceh dan Konflik Aceh-RI. Semoga puisi ini dapat menghibur. Ayo kita jaga perdamaian Aceh. Ayo kita kawal MoU Helsinki dan UUPA. Aceh Beujaya, Aceh Beu Meucuhu lage Nyang ka ka.

NOW PLAYING

Bibirku bersujud di Bibirmu| karya Hasan Aspahani- disuarakan oleh nandagibral

0:00 2:56

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

What The Hell Navya IVM Podcasts What The Hell Navya is a feel-good show with 3 women from different generations and their thoughts. It brings together the phenomenal women of the Bachchan Family- Navya Naveli Nanda, Shweta Nanda, & Jaya Bachchan to discuss various important topics. The show aims to create a safe space for women across all age groups with hosts representing three generations and bringing in different perspectives. The hosts share their thoughts on financial independence, careers, love, parenting, friendship, and more! All episodes are a great mix of making a point, honesty, and fun. The podcast will begin streaming starting 24th September, every Saturday on all major audio streaming platforms. Crazy Cake Crew CR4ZY C4KE CREW ENGLISHBorn in 2013, the CR4ZY C4KE CREW is an initiative of electronic music addicts, mostly that suits good on the dance floor. The members are the DJs Ahmed, Brooks, KeylerO, Preta, Tonny Rocks, Rodrigo Gazola, Weirdo and the event producer Nanda Picorelli. The project aims to broadcast electronic music without limits. The regular sound is fulfilled with house and techno, but there's always room to "something else".PORTUGUÊS:Criado em 2013, o CR4ZY C4KE CREW é a união de apaixonados por música eletrônica que, principalmente, faz dançar. O grupo é formado pelos DJs Ahmed, Brooks, KeylerO, Preta, Tonny Rocks, Rodrigo Gazola, Weirdo e pela produtora cultural Nanda Picorelli. A iniciativa busca propagar música eletrônica alternativa, sem limitações. A base da trilha sonora é permeada de house e techno, mas sempre sobra espaço pra um "algo mais". Bola Itu Life - SYOK Podcast [BM] SYOK Podcast Gandingan Bola Itu Life , Keesh Mat Stats & Faiz Gurun berbicara isu-isu yang merangkumi bola sepak dari pandangan sosio-politik , budaya dan pandangan berbeza.Tiada kompromi dalam pandangan mereka , hanya yang benar dan berfakta.Setiap hari Khamis , 9 malam di Saluran Arena 802 The Uprising Show TopHealth Media Welcome to The Uprising Show where we delve into the minds of the game changers, the innovators, the visionaries, and the pioneers of the healthcare industry. The Uprising Show is hosted by Vivek Nanda, Founder of TopHealth. TopHealth is a media network focused exclusively on Thought Leadership in Healthcare. Vivek has a track record of taking several companies in B2B, SAAS, and Health-tech from zero to millions in dollars of revenue as a Marketing and Go-To-Market Leader.Join us as we speak with the people who are revolutionizing the way we think and approach healthcare. Bringing you insights and inspiration from the most impactful voices in healthcare today.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Pandangan Nanda?

This episode is 2 minutes long.

When was this Pandangan Nanda episode published?

This episode was published on May 19, 2021.

What is this episode about?

Bibirku bersujud di bibirmu Oleh: Hasan Aspahan Wahai, pelayar malam, tiga kapal karam, masam dendam apa lagi yang kau pendam, sebelum semuanya tenggelam? Kita pun kehilangan ombak, pasir dan berabad rakaat, terlelap dalam perangkap, sekejap malam...

Can I download this Pandangan Nanda episode?

Yes, you can download this episode by clicking the download button on the episode player, or subscribe to the podcast in your preferred podcast app for automatic downloads.
URL copied to clipboard!