EPISODE · Apr 10, 2020 · 2 MIN
Buat Hidupmu Bahagia Dunia dan Akhirat
from Perspektif Tasawuf · host Reza Ravasia
Season 1, Episode 16. Ngaji FIlsafat - Dr. Fahruddin Faiz "Kita, manusia ini, hidup di dunia hanya sekali, untuk bertaruh. Sesudah mati, akan mendapat kebahagiaankah atau kesengsaraan? Dan Ulama Ulama itu dalam kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan, mereka yang beramal pun semuanya dalam kekhawatirn, kecuali mereka yang ikhlas atau bersih." Jadi ini, Kiai Dahlan, beliau menegaskan, hidup ini sebenarnya pertaruhan kita, Pertaruhan apa? Pertaruhan nanti sesusah mati, karena yang sejati itu sesusah mati, Yaitu apakah kita bahagia atau sengsara? Kuncinya apa? Ilmu. Tapi, para ahli ilmu atau ulama akan ada dalam situasi kebingungan, kalau ilmunya hanya berhenti di ilmu tidak melahirkan amal. Berarti ilmu ini tidak ada gunanya, tidak akan membantu kebahagiaan atau kesengsaraan kalau tidak melahirkan amal. Setinggi apapun ilmumu, kalau tidak ada bukti konkretnya, tidak ada implementasi nyatanya, tidak ada gunanya. Tidak akan menolongmu nanti di akhirat, tidak akan membawamu pada kebahagiaan. Jadi, hidup ini pertaruhan besok kita bahagia atau sengsara, kuncinya ilmu. Tapi ilmu tidak ada gunanya kalau tidak ada amal, hanya membawa pada kebingungan. Kalau hanya Science For Science, ilmu untuk ilmu, biasanya, ya, hasil akhirnya cuma dari debat ke debat, dari buku ke buku ke buku, nanti berakhir di perpustakaan. Tidak ada kualitas yang meningkat. Cuma, dari ilmusyaratnya amal. Hanya saja, amal ini tidak ada artinya kalau tidak ada ikhlasnya. Jadi kuncinya amal itu ikhlas. Jadi, amal ini ada artinya kalau ikhlas, tidak pamrih. Jadi hidup ini adalah ladang untuk menjamin apakah kita bahagia atau sengsara di akhirat, kuncinya ilmu. Cuma tidak ada nilainya kalau tidak ada amalnya. Amal tidak ada artinya kalau tidak ada ikhlasnya.
Embed this episode
NOW PLAYING
Buat Hidupmu Bahagia Dunia dan Akhirat
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.