Edisi Hari Kamis, 11 Desember 2025 - Hidup sejati sebagai Anak-anakNya episode artwork

EPISODE · Dec 10, 2025 · 5 MIN

Edisi Hari Kamis, 11 Desember 2025 - Hidup sejati sebagai Anak-anakNya

from Kencan Dengan Tuhan · host Danang Kurniawan

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Desember 2025Bacaan: Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku." (Lukas 15:29)Renungan: Di dalam kisah anak yang hilang, kita mendapat kesan bahwa si anak sulung lebih baik dari adiknya, karena ia tidak meminta warisan, tidak pergi dari rumah dan tidak menghabiskan hartanya. Bahkan, si anak sulung berani mengklaim bahwa dirinya adalah anak yang taat dan rajin bekerja kepada sang ayah. Mungkin keburukannya hanyalah ia merasa iri kepada adiknya yang itu pun mungkin bisa kita maklumi. Namun, melalui respons sang ayah, kita belajar bahwa sesungguhnya anak yang hilang bukan saja si anak bungsu, melainkan si anak sulung juga, karena ia sebagai anak namun tidak merasa atau menempatkan dirinya sebagai anak. Sebagai anak, ia pun turut memiliki apa yang dimiliki oleh sang ayah, dan sebagai anak yang baik seharusnya ia turut bersukacita dengan sang ayah karena adiknya telah kembali. Namun, si anak sulung menempatkan dirinya sebagai orang upahan, dengan merasa ketaatan dan kerajinannya bekerja untuk sang ayah patut diberi upah atau penghargaan. Mental demikian kadang dimiliki oleh para pengikut Yesus. Sebagai anak-anak Tuhan, kita seringkali mengklaim perbuatan baik, masa pelayanan, pengorbanan waktu kita untuk Tuhan, dll. kepada Dia dan menuntut Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan apa yang kita mau. Kita menjadikan Tuhan berhutang atas kebaikan kita. Padahal, Tuhan tidak pernah berhutang kepada kita, karena apa yang la berikan jauh lebih besar dari apa yang mampu kita berikan kepada-Nya. Sebagai Bapa, la tidak ingin kita menjadi anak-anak-Nya yang bermental upahan. Karena apa yang dimiliki oleh Bapa telah diberikan kepada kita untuk dikelola sebaik-baiknya untuk menjadi kemuliaan-Nya. Apa yang menjadi sukacita Bapa, itu juga yang harus menjadi sukacita kita. Sosok ayah dalam perumpamaan ini menggambarkan kasih Bapa yang begitu besar kepada anak-anak-Nya, sehingga la tetap mau menerima anak-anak-Nya yang mau bertobat. Dengan kasih-Nya yang begitu besar, la memanggil kita untuk kembali dan memiliki hidup sejati sebagai anak-anak-Nya, bukan dengan mental seorang upahan. Tuhan Yesus memberkati. DOATuhan Yesus, biarlah aku hidup sebagai anak-anak-Mu yang sejati, bukan sebagai anak dengan mental upahan. Amin. (Dod).

Episode metadata supplied by the publisher feed · Published Dec 10, 2025

Embed this episode

Ready to play

Edisi Hari Kamis, 11 Desember 2025 - Hidup sejati sebagai Anak-anakNya

0:00 5:10

No transcript for this episode yet

We transcribe on demand. Request one and we'll notify you when it's ready — usually under 10 minutes.

No similar episodes found.

Frequently Asked Questions

How long is this episode of Kencan Dengan Tuhan?

This episode is 5 minutes long.

When was this Kencan Dengan Tuhan episode published?

This episode was published on December 10, 2025.

Can I download this Kencan Dengan Tuhan episode?

Yes. Use the download control on the episode player to save the publisher-provided media file.
URL copied to clipboard!