EPISODE · Sep 13, 2026 · 6 MIN
Edisi Hari Senin, 14 September 2026 - Mengasihi dan Menerima apa adanya
from Kencan Dengan Tuhan · host Danang Kurniawan
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 14 September 2026Bacaan: "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah." (Roma 15:7) Renungan: Rebecca duduk di ruang istirahat setelah selesai membawakan seminar bertema keluarga. "Apa yang engkau bawakan tadi sangat memberkati para pendengar, "kata Jane, seorang ibu yang saat itu menemaninya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, mata Rebbeca mulai memerah dan genangan air mata memenuhi pelupuk matanya. "Mereka pasti berpikir bahwa aku ini istri yang baik dan bahagia," jawab Rebecca. "Apakah kamu punya masalah serius?" tanya Jane. "Aku sudah menikah selama 14 tahun dan suamiku adalah pria yang sangat baik. Ia jujur, sabar, penyayang dan memiliki pekerjaan yang mapan. la penuh perhatian dan selalu menanyakan keadaanku. Ketika aku harus pergi ke suatu tempat untuk membawakan seminar ataupun acara-acara lainnya, ia selalu menawarkan diri untuk menemani jika ia sedang tidak ada acara. Ia dengan senang hati menyiapkan alat peraga yang kubutuhkan untuk membawakan seminar, termasuk membawa alat peraga dan perlengkapan lainnya ke tempat di mana aku membawakan seminar. la baik dan menyayangiku." "Sepertinya tidak ada yang kurang?" kata Jane. "Jane, sudah kukatakan bahwa suamiku sangat baik. Tapi aku menginginkan sosok suami yang bisa memimpin dan bukan melayaniku. Aku mengharapkan agar dia yang lebih terkenal dan menjadi pembicara daripada aku," jawab Rebecca. Jane memeluk Rebecca dan memberikan nasihat yang cukup singkat, "Ingatkah engkau janji pernikahan yang kau ucapkan 14 tahun lalu? Bukankah engkau sudah berjanji untuk menerima dia apa adanya?" Rebecca terdiam sejenak, ia mulai menangis dan sejak saat itu ia tidak lagi mengharapkan agar suaminya menjadi sosok yang ia inginkan. Ia mulai mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri suaminya dan menerima segala kekurangannya. Terkadang kita tidak merasa puas hanya dengan kebaikan, perhatian dan sikap melayani yang pasangan kita lakukan terhadap kita. Idealisme yang terlalu tinggi tidak jarang membuat kita menetapkan standar tertentu untuk pasangan kita, misalnya: dia harus menjadi orang yang tegas, pintar, berwawasan luas, dll., padahal pasangan kita tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan. Kekecewaan karena pasangan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan akan semakin terasa ketika kita mulai membanding-bandingkannya dengan orang lain. Suami ataupun istri kita pasti memiliki kekurangan, tetapi ingatlah bahwa dia juga memiliki kelebihan. Bantu pasangan kita untuk mengubah kekurangan di dalam dirinya menjadi kebaikan, tetapi terimalah apa yang tidak dapat kita ubah. 1 Ptr 4:8 berkata, "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." Kasih dan penerimaan yang tulus terhadap pasangan membuat kita menerima ketidaksempurnaannya dan tidak mempermasalahkan apalagi meributkannya. Bukankah kita sudah berjanji untuk menerima dia? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk pasangan terbaik yang sudah kupilih. Mampukan aku menerima dan mengasihi dia dengan sepenuh hatiku. Amin. (Dod).
Embed this episode
Ready to play
Edisi Hari Senin, 14 September 2026 - Mengasihi dan Menerima apa adanya
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
No similar episodes found.