EPISODE · Apr 26, 2020 · 52 MIN
Ibadah Minggu
from GKI Sarua Indah · host Gereja Kristen Indonesia Sarua
Ibadah Minggu Paskah ke 3 GKI Sarua Indah 26 Aprik 2020 Hidup Yang Dibarui Oleh Sang Firman (Lukas 24: 13-35) Setiap orang Kristen pada umumnya merindukan pertumbuhan iman. Pertumbuhan iman diyakini dapat diperoleh melalui ketekunan belajar Kitab Suci. Di Sekolah Minggu misalnya, kita sering diajar untuk bernyanyi: “Baca Kitab Suci, Doa tiap hari, kalau mau tumbuh.” Melalui ketekunan membaca Kitab Suci, iman anak-anak diharapkan dapat bertumbuh. Beranjak dewasa, aktivitas gereja pun banyak menekankan pembelajaran Kitab Suci melalui kegiatan seperti persekutuan, Pemahaman Alkitab, Bible Study, khotbah, dsb. Kegiatan tersebut bertujuan agar kita semakin diperlengkapi dalam pengetahuan tentang firman Tuhan. Namun pertanyaannya: apakah dengan pengetahuan tentang firman Tuhan, otomatis kehidupan rohani kita akan bertumbuh? Belum tentu! Hal ini karena setiap orang yang memiliki pengetahuan tentang firman Tuhan belum tentu memiliki pengalaman mengenai firman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Perselisihan, perpecahan, rasa tidak percaya bisa terjadi di tengah-tengah gereje/keluarga orang percaya yang akrab dengan Kitab Suci. Terkait hal di atas, menjadi menarik memperhatikan pernyataan Benjamin S. Bloom, seorang tokoh psikologi pendidikan. Bloom membagi ranah atau domain pendidikan manusia ke dalam tiga ranah: 1. Ranah kognitif, menekankan aspek intelektual, pengetahuan, keterampilan berfikir. 2. Ranah afektif, menekankan aspek perasaan dan emosi menyangkut moral, nilai-nilai, budaya, agama, seperti sikap antusias, apresiasi, belas kasih dan lain-lain. 3. Ranah psikomotorik, menekankan aspek perilaku/aktivitas/keterampilan motorik seperti bercerita, menulis, mengetik, berolahraga dan sebagainya Ketiga ranah tersebut di atas adalah ranah pembelajaran yang sesungguhnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dalam hal pembelajaran terkait firman Tuhan, memahami maksud dan rencana Tuhan secara kognisi perlu diimbangi dengan ranah afeksi. Hal tersebut berarti bahwa kita tidak hanya tahu tetapi juga belajar merasa disentuh atau ditegur oleh firman Tuhan. Merasa disentuh atau ditegur oleh firman Tuhan adalah hal yang baik, tetapi harus dilengkapi dengan pembelajaran dalam ranah psikomotorik. Pembelajaran dalam ranah psikomotorik berarti melakukan aksi nyata terkait firman Tuhan. Seseorang mungkin bisa pandai dalam pengetahuan Alkitab, tetapi tanpa pengolahan batin dan perilaku, maka pertumbuhan orang tersebut hanya berhenti pada pemahaman semata. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita akan melihat bahwa pengalaman perjumpaan dengan Tuhan seharusnya terjadi secara menyeluruh (holistik) yaitu melibatkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Ketika seseorang mengalami perjumpaan dengan Sang Firman secara holistik, maka hidupnya akan dibarui dan diubahkan. (Pdt. Guratan, GKI Gejayan-Yogyakarta Dian Penuntun/RKL/BPMS-GKI/29/2020)
What this episode covers
Ibadah Minggu Paskah ke 3 GKI Sarua Indah 26 Aprik 2020 Hidup Yang Dibarui Oleh Sang Firman (Lukas 24: 13-35) Setiap orang Kristen pada umumnya merindukan pertumbuhan iman. Pertumbuhan iman diyakini dapat diperoleh melalui ketekunan belajar Kitab Suci. Di Sekolah Minggu misalnya, kita sering diajar untuk bernyanyi: “Baca Kitab Suci, Doa tiap hari, kalau mau tumbuh.” Melalui ketekunan membaca Kitab Suci, iman anak-anak diharapkan dapat bertumbuh. Beranjak dewasa, aktivitas gereja pun banyak menekankan pembelajaran Kitab Suci melalui kegiatan seperti persekutuan, Pemahaman Alkitab, Bible Study, khotbah, dsb. Kegiatan tersebut bertujuan agar kita semakin diperlengkapi dalam pengetahuan tentang firman Tuhan. Namun pertanyaannya: apakah dengan pengetahuan tentang firman Tuhan, otomatis kehidupan rohani kita akan bertumbuh? Belum tentu! Hal ini karena setiap orang yang memiliki pengetahuan tentang firman Tuhan belum tentu memiliki pengalaman mengenai firman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Perselisihan, perpecahan, rasa tidak percaya bisa terjadi di tengah-tengah gereje/keluarga orang percaya yang akrab dengan Kitab Suci. Terkait hal di atas, menjadi menarik memperhatikan pernyataan Benjamin S. Bloom, seorang tokoh psikologi pendidikan. Bloom membagi ranah atau domain pendidikan manusia ke dalam tiga ranah: 1. Ranah kognitif, menekankan aspek intelektual, pengetahuan, keterampilan berfikir. 2. Ranah afektif, menekankan aspek perasaan dan emosi menyangkut moral, nilai-nilai, budaya, agama, seperti sikap antusias, apresiasi, belas kasih dan lain-lain. 3. Ranah psikomotorik, menekankan aspek perilaku/aktivitas/keterampilan motorik seperti bercerita, menulis, mengetik, berolahraga dan sebagainya Ketiga ranah tersebut di atas adalah ranah pembelajaran yang sesungguhnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dalam hal pembelajaran terkait firman Tuhan, memahami maksud dan rencana Tuhan secara kognisi perlu diimbangi dengan ranah afeksi. Hal tersebut berarti bahwa kita tidak hanya tahu tetapi juga belajar merasa disentuh atau ditegur oleh firman Tuhan. Merasa disentuh atau ditegur oleh firman Tuhan adalah hal yang baik, tetapi harus dilengkapi dengan pembelajaran dalam ranah psikomotorik. Pembelajaran dalam ranah psikomotorik berarti melakukan aksi nyata terkait firman Tuhan. Seseorang mungkin bisa pandai dalam pengetahuan Alkitab, tetapi tanpa pengolahan batin dan perilaku, maka pertumbuhan orang tersebut hanya berhenti pada pemahaman semata. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita akan melihat bahwa pengalaman perjumpaan dengan Tuhan seharusnya terjadi secara menyeluruh (holistik) yaitu melibatkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Ketika seseorang mengalami perjumpaan dengan Sang Firman secara holistik, maka hidupnya akan dibarui dan diubahkan. (Pdt. Guratan, GKI Gejayan-Yogyakarta Dian Penuntun/RKL/BPMS-GKI/29/2020)
NOW PLAYING
Ibadah Minggu
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jul 20, 2026 ·6m
Jul 19, 2026 ·22m
Jul 18, 2026 ·33m
Jul 15, 2026 ·20m
Jul 12, 2026 ·25m
Jul 11, 2026 ·22m