EPISODE · Feb 18, 2026 · 5 MIN
Jumat, 20 Februari 2026 - Relasi Berkat dan Pekerjaan TUHAN
from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus
Relasi Berkat dan Pekerjaan TUHANJumat, 20 Februari 2026Bacaan Alkitab hari ini:Hagai 1Banyak orang Kristen yang terpengaruh oleh ajaran teologi sukses yang berkembang sejak paruh kedua abad ke-20 sampai sekarang. Ajaran tersebut menekankan beberapa sifat/atribut Allah—seperti Maha Kuasa, Maha Kaya dan Maha Kasih—serta memakai beberapa ayat Alkitab yang disesuaikan dengan ajaran itu. Mereka mengajarkan bahwa Allah menghendaki anak-anak-Nya meminta, dan permintaan itu pasti akan dikabulkan (Matius 7:7). Permintaan yang dilandasi iman yang kuat pasti akan dikabulkan (Yakobus 5:16b). Bila doa tidak dikabulkan, berarti iman orang yang berdoa itu kurang kuat (Yakobus 1:7-8), atau ia menyimpan banyak dosa yang harus diakui lebih dahulu (Yesaya 59:1-2), atau ia terikat dengan dosa tertentu—seperti dosa kutukan—yang harus dilepaskan melalui doa pelepasan (Lukas 13:16; 2 Timotius 2:26). Ajaran seperti itu sering ditelan mentah-mentah oleh mereka yang sedang terdesak dan tergiur oleh kemakmuran. Apakah bacaan Alkitab hari ini mendukung ajaran teologi sukses? Tentu saja TIDAK!Melalui Nabi Hagai, TUHAN dengan tegas menegur umat Tuhan yang lalai melaksanakan pekerjaan membangun Bait Allah. Bait Allah atau Rumah TUHAN seharusnya merupakan pusat ibadah dan menjadi kesaksian bagi banyak bangsa di sekitar mereka. Di satu pihak, ada keengganan dengan alasan yang dicari-cari, yaitu bahwa saat itu belum tiba waktunya membangun kembali Rumah TUHAN (1:2). Di pihak lain, ada unsur keegoisan, yaitu bahwa mereka memprioritaskan untuk lebih dahulu membangun rumah kediaman pribadi yang nyaman, padahal Bait Allah masih merupakan reruntuhan (1:4). Kaum Yehuda melupakan begitu saja kegembiraan dan antusiasme mula-mula yang muncul saat mereka menerima penggenapan janji firman TUHAN tentang pemulangan kembali umat TUHAN ke Tanah Perjanjian. Sesudah bertahun-tahun, mereka makin lupa bahwa tujuan kepulangan mereka adalah membangun Bait Allah. Betapa mudahnya kita sebagai umat Allah melupakan pekerjaan Tuhan!Melalui Nabi Hagai, TUHAN mengungkapkan betapa jauhnya mereka dari berkat-berkat TUHAN (1:6-11) karena mereka mengabaikan kewajiban terhadap Bait Allah yang merupakan bagian dari pekerjaan Tuhan (lihat juga 2:16-20). Syukurlah bahwa para pemimpin Yehuda—baik pemimpin pemerintahan (Zerubabel bin Sealtiel) maupun pemimpin rohani (Yosua bin Yozadak)—bersikap cepat tanggap terhadap dorongan firman Tuhan yang mengajak seluruh rakyat bekerja sama melanjutkan pembangunan Rumah Allah (1:12-14). Apakah Anda menyadari bahwa berkat TUHAN berkaitan dengan ketaatan Anda dalam menjalankan pekerjaan Allah? [Pdt. Johannes Aurelius Wijaya]
What this episode covers
Relasi Berkat dan Pekerjaan TUHANJumat, 20 Februari 2026Bacaan Alkitab hari ini:Hagai 1Banyak orang Kristen yang terpengaruh oleh ajaran teologi sukses yang berkembang sejak paruh kedua abad ke-20 sampai sekarang. Ajaran tersebut menekankan beberapa sifat/atribut Allah—seperti Maha Kuasa, Maha Kaya dan Maha Kasih—serta memakai beberapa ayat Alkitab yang disesuaikan dengan ajaran itu. Mereka mengajarkan bahwa Allah menghendaki anak-anak-Nya meminta, dan permintaan itu pasti akan dikabulkan (Matius 7:7). Permintaan yang dilandasi iman yang kuat pasti akan dikabulkan (Yakobus 5:16b). Bila doa tidak dikabulkan, berarti iman orang yang berdoa itu kurang kuat (Yakobus 1:7-8), atau ia menyimpan banyak dosa yang harus diakui lebih dahulu (Yesaya 59:1-2), atau ia terikat dengan dosa tertentu—seperti dosa kutukan—yang harus dilepaskan melalui doa pelepasan (Lukas 13:16; 2 Timotius 2:26). Ajaran seperti itu sering ditelan mentah-mentah oleh mereka yang sedang terdesak dan tergiur oleh kemakmuran. Apakah bacaan Alkitab hari ini mendukung ajaran teologi sukses? Tentu saja TIDAK!Melalui Nabi Hagai, TUHAN dengan tegas menegur umat Tuhan yang lalai melaksanakan pekerjaan membangun Bait Allah. Bait Allah atau Rumah TUHAN seharusnya merupakan pusat ibadah dan menjadi kesaksian bagi banyak bangsa di sekitar mereka. Di satu pihak, ada keengganan dengan alasan yang dicari-cari, yaitu bahwa saat itu belum tiba waktunya membangun kembali Rumah TUHAN (1:2). Di pihak lain, ada unsur keegoisan, yaitu bahwa mereka memprioritaskan untuk lebih dahulu membangun rumah kediaman pribadi yang nyaman, padahal Bait Allah masih merupakan reruntuhan (1:4). Kaum Yehuda melupakan begitu saja kegembiraan dan antusiasme mula-mula yang muncul saat mereka menerima penggenapan janji firman TUHAN tentang pemulangan kembali umat TUHAN ke Tanah Perjanjian. Sesudah bertahun-tahun, mereka makin lupa bahwa tujuan kepulangan mereka adalah membangun Bait Allah. Betapa mudahnya kita sebagai umat Allah melupakan pekerjaan Tuhan!Melalui Nabi Hagai, TUHAN mengungkapkan betapa jauhnya mereka dari berkat-berkat TUHAN (1:6-11) karena mereka mengabaikan kewajiban terhadap Bait Allah yang merupakan bagian dari pekerjaan Tuhan (lihat juga 2:16-20). Syukurlah bahwa para pemimpin Yehuda—baik pemimpin pemerintahan (Zerubabel bin Sealtiel) maupun pemimpin rohani (Yosua bin Yozadak)—bersikap cepat tanggap terhadap dorongan firman Tuhan yang mengajak seluruh rakyat bekerja sama melanjutkan pembangunan Rumah Allah (1:12-14). Apakah Anda menyadari bahwa berkat TUHAN berkaitan dengan ketaatan Anda dalam menjalankan pekerjaan Allah? [Pdt. Johannes Aurelius Wijaya]
NOW PLAYING
Jumat, 20 Februari 2026 - Relasi Berkat dan Pekerjaan TUHAN
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jun 27, 2026 ·29m
Jun 25, 2026 ·27m
Jun 25, 2026 ·31m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 23, 2026 ·30m
Jun 22, 2026 ·37m