EPISODE · Apr 29, 2025 · 5 MIN
Kamis, 01 Mei 2025 - Hikmat Dimulai dengan Takut akan Tuhan
from Sinode Gereja Kristus Yesus · host Sinode Gereja Kristus Yesus
Hikmat Dimulai dengan Takut akan TuhanKamis, 1 Mei 2025Bacaan Alkitab hari ini:Amsal 9Ada dua hal yang bertentangan dan saling bersaing merebut perhatian manusia, yaitu: "hikmat" dan "kebodohan". Pertentangan dan persaingan itu digambarkan sebagai dua perempuan yang berusaha menarik siapa saja untuk bergabung dengan mereka. "Hikmat" digambarkan sebagai: wanita yang membangun rumah, menyiapkan pesta, dan mengundang orang yang tak berpengalaman untuk datang dan memperoleh pengertian (9:1-6). "Kebodohan" digambarkan sebagai: wanita yang suka memikat orang yang tidak berpengalaman, mengumbar janji, menawarkan kenikmatan palsu secara instan dan gelap—penuh rahasia, tetapi ujungnya menuntun kepada kematian (9:13-18). Pertentangan ini makin diperjelas dengan membandingkan dua karakter manusia: orang yang suka mencela atau mencemooh dengan orang yang bijaksana (9:7-12). Inti pesan bacaan Alkitab hari ini adalah: "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Maha Kudus adalah pengertian" (9:10). Orang yang ingin menjadi pribadi yang berhikmat harus lebih dahulu hormat dan tunduk kepada TUHAN dan menemukan makna kehidupan melalui pengenalan akan TUHAN dan kekudusan-Nya.Saat hendak ditangkap oleh para hamba imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, Kristus tidak memilih cara mudah dan nyaman, yaitu meminta Bapa mengirim dua belas pasukan malaikat untuk membantu Dia, melainkan Ia memilih untuk menghormati dan tunduk kepada Allah Bapa, menyerahkan diri untuk ditangkap, dan menghadapi penderitaan di kayu salib (Matius 26:52-54). Sebagai pengikut Kristus, kita perlu mengembangkan diri menjadi orang yang berhikmat: Pertama, jangan bergaul akrab dengan para pencemooh dan orang fasik yang menutup diri terhadap didikan dan membenci teguran. Kedua, serahkan diri dan bertekad menjadi orang yang benar dan bijak yang membuka diri terhadap nasihat firman Tuhan dan bertumbuh menjadi makin bijaksana. Hanya orang benar yang makin bertambah pengetahuan dan pengertiannya akan TUHAN (9:7-9).Setiap hari kita diperhadapkan dengan dua pilihan dalam mengambil keputusan dan bertindak: (1) Memilih menjalani kehidupan yang penuh hikmat, yaitu menjadi pribadi yang hormat dan tunduk kepada Tuhan; atau (2) Memilih menjalani kehidupan dalam kebodohan, yaitu menjadi pribadi yang naif dan bebal, mudah dipengaruhi oleh tawaran kenikmatan duniawi yang sifatnya sementara, instan, dan terselubung. Saat Anda diperhadapkan dengan dua pilihan tersebut, jalan mana yang akan Anda pilih? Apakah Anda rela tunduk kepada pimpinan Roh Kudus, memilih bertindak sesuai dengan standar kebenaran dan nilai keadilan yang dinyatakan melalui firman Tuhan? [GI Surya Leung]
What this episode covers
Hikmat Dimulai dengan Takut akan TuhanKamis, 1 Mei 2025Bacaan Alkitab hari ini:Amsal 9Ada dua hal yang bertentangan dan saling bersaing merebut perhatian manusia, yaitu: "hikmat" dan "kebodohan". Pertentangan dan persaingan itu digambarkan sebagai dua perempuan yang berusaha menarik siapa saja untuk bergabung dengan mereka. "Hikmat" digambarkan sebagai: wanita yang membangun rumah, menyiapkan pesta, dan mengundang orang yang tak berpengalaman untuk datang dan memperoleh pengertian (9:1-6). "Kebodohan" digambarkan sebagai: wanita yang suka memikat orang yang tidak berpengalaman, mengumbar janji, menawarkan kenikmatan palsu secara instan dan gelap—penuh rahasia, tetapi ujungnya menuntun kepada kematian (9:13-18). Pertentangan ini makin diperjelas dengan membandingkan dua karakter manusia: orang yang suka mencela atau mencemooh dengan orang yang bijaksana (9:7-12). Inti pesan bacaan Alkitab hari ini adalah: "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Maha Kudus adalah pengertian" (9:10). Orang yang ingin menjadi pribadi yang berhikmat harus lebih dahulu hormat dan tunduk kepada TUHAN dan menemukan makna kehidupan melalui pengenalan akan TUHAN dan kekudusan-Nya.Saat hendak ditangkap oleh para hamba imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, Kristus tidak memilih cara mudah dan nyaman, yaitu meminta Bapa mengirim dua belas pasukan malaikat untuk membantu Dia, melainkan Ia memilih untuk menghormati dan tunduk kepada Allah Bapa, menyerahkan diri untuk ditangkap, dan menghadapi penderitaan di kayu salib (Matius 26:52-54). Sebagai pengikut Kristus, kita perlu mengembangkan diri menjadi orang yang berhikmat: Pertama, jangan bergaul akrab dengan para pencemooh dan orang fasik yang menutup diri terhadap didikan dan membenci teguran. Kedua, serahkan diri dan bertekad menjadi orang yang benar dan bijak yang membuka diri terhadap nasihat firman Tuhan dan bertumbuh menjadi makin bijaksana. Hanya orang benar yang makin bertambah pengetahuan dan pengertiannya akan TUHAN (9:7-9).Setiap hari kita diperhadapkan dengan dua pilihan dalam mengambil keputusan dan bertindak: (1) Memilih menjalani kehidupan yang penuh hikmat, yaitu menjadi pribadi yang hormat dan tunduk kepada Tuhan; atau (2) Memilih menjalani kehidupan dalam kebodohan, yaitu menjadi pribadi yang naif dan bebal, mudah dipengaruhi oleh tawaran kenikmatan duniawi yang sifatnya sementara, instan, dan terselubung. Saat Anda diperhadapkan dengan dua pilihan tersebut, jalan mana yang akan Anda pilih? Apakah Anda rela tunduk kepada pimpinan Roh Kudus, memilih bertindak sesuai dengan standar kebenaran dan nilai keadilan yang dinyatakan melalui firman Tuhan? [GI Surya Leung]
NOW PLAYING
Kamis, 01 Mei 2025 - Hikmat Dimulai dengan Takut akan Tuhan
No transcript for this episode yet
Similar Episodes
Jul 1, 2026 ·122m
Jun 30, 2026 ·27m
Jun 30, 2026 ·30m
Jun 29, 2026 ·31m
Jun 27, 2026 ·29m
Jun 25, 2026 ·27m